
Terlihat dua pemuda tengah mengobrol berdua. Mereka adalah King BW dan si Pemenang. Saat melihat wajah asli si pemenang, Kelvin dkk terlihat kaget.
"Dia kan Farel."
"Bukannya tuh Farel."
" Kagak salah lihat kan gue, dia Farel."
Ucap Kelvin, Aldi dan Rafi bersamaan dalam hati. Kelvin terlihat begitu kesal, ia menaruh helmnya kembali ke atas montor dengan kasar dan turun dari montornya. Ia melempar sepatunya ke arah Farel.
Bugh
Sepatu mendarat tepat di belkang kepala Farel. Ia terlihat marah dan kesal, namun ia urungkan niatnya setelah melihat Kelvin lah yang melemparnya.
Kelvin mengahampiri Farel dan menonjoknya secara langsung dengan begitu keras, hingga membuatnya terjatuh kebawah.
"Gue nggak nyangka, Elo pemimpin dari geng White Wolf, Gue kira Elo cuman mantan Bad Boy biasa, dugaan Gue salah besar, seharusnya Lo dari dulu udah gue jauhin dari Adek gue," ucap Kelvin kesal dan kecewa.
Farel dibantu berdiri oleh King BW, "Maaf Kak," ucap Farel lirih.
"MAAF LO BILANG?" bentak Kelvin.
Farel hanya diam saja, tak membalas. Aldi dan Rafi datang menenangkan sahabatnya.
"Vin inget Syakila, kalau dia tau, Elo sama Farel berantem gimana perasaannya?" ucap Rafi.
"Iya Vin, Lo harus tenang, kasih Farel kesempatan," tambah Aldi.
Kelvin pun menghelas napasnya, "Oke, Gue kasih Lo pilihan, tinggalin geng White Wolf atau jauhi Syakila," ucapnya.
Farel menatap datar Kelvin, ia bingung dan bimbang. "Maaf Kak, Gue nggak bisa tinggalin White Wolf sekarang," sahutnya.
Prok prok prok
Kelvin bertepuk tangan sembari mengangguk kan kepala, "Bagus, bagus, Gue nggak nyangka, Adek gue yang tersayang bisa suka sama cowok begini, miris juga kisah cintanya, gimana reaksinya, kalau denger cowok yang dia cintai lebih memilih teman-temannya ketimbang dia," ucapnya yang masih bertepuk tangan dan menganggukkan kepala. Ia pun menghentikan tangannya dan langsung menendang perut Farel begitu keras.
Farel mengeluarkan darah segar dari mulutnya, King BW yang melihatnya langsung menolongnya, "Gue cari anak lain dulu," ucapnya dan pergi meninggalkan tempat.
"MULAI DETIK INI, JANGAN PERNAH LO DEKETIN ADEK GUE, SEKALI GUE LIHAT LO DEKET SAMA SYAKILA, GUE KIRIM SYAKILA KELUAR NEGERI, KALAU PERLU GUE JODOHIN DIA SECARA PAKSA!!!" peringatan Kelvin.
Kelvin pun pergi meninggalkan tempat dan disusul Aldi serta Rafi.
Tak lama David, King BW dan wakinya pun datang.
"Uhh sakit tuh," komen King BW sembari memegangi perutnya.
"Enak Bro," tambah Wakil King BW.
"Ck, Lo berdua," kesal David dan menendang kedua orang itu, namun tidak kena, karena mereka berdua langsung menghindar. "Kok Lo bisa begini?" tanya David.
"Bos Lo di amuk sama calon Kakak ipar, karena tuh anak lebih milih kleb ketimbang adiknya." sahut King BW.
"Bener yang dia bilang?" tanya David dan diangguki Farel. Ia hanya mengehela napasnya dan mengobati sohibnya.
...🌸...
Kelvin kini telah sampai dirumahnya, ia memakirkan montornya sembarangan dan langsung masuk kedalam., diruang tamu terlihat Reyhan tengah duduk berdua dengan Klara, sedangkan Yohan dan Niya tengah pergi keluar kota tadi siang, karena ada perlu.
"Lo dari mana?" tanya Reyhan, namun tidak ada respond dari Klevin.
"Han kayaknya, mood Kelvin lagi jelek," ucap Klara yang ada disampingnya dan diangguki Reyhan.
Kelvin yang telah sampai di lantai atas langsung pergi kearah kamar Syakila. Ia membuka pintu itu dan mengahampiri sang Adek.
"Ihhh Kak Kelvin, kalau mau masuk ketok sama salam dulu dong, Aku jadi kaget tau," protes Syakila.
"Kakak minta sekarang juga, jauhi Farel dan jangan pernah chat dia, kalau sekali saja Kakak lihat kamu deket sama dia, KAKAK KIRIM KAMU KELUAR NEGERI. DETIK ITU JUGA!!!" perintah Kelvin.
Syakila kaget, baru kali ini ia dimarahi oleh Kelvin, air matanya jatuh dan bibirnya bergetar. Kelvin mengambil handphonnya dan terlihat tengah mongotak-atiknya.
"Kakak udah hapus nomor Farel dari handphone mu, Kalau kamu nggak dengerin apa kata Kakak, jangan harap Kakak sayang sama Kamu lagi dan mengirimmu keluar negeri," Ancam Kelvin dengan penuh penekannan.
Kelvin menunjukkan handphonnya ke Syakila, terlihat dilayar handphone itu terdapat notif dan kontak Syakila, "Kakak akan lihat aktivitas chatmu setiap hari, kalau sampai Kakak lihat kamu kirim sesuaru tentang Farel, inget omongan Kakak yang tadi," ancamnya.
Syakila menangis hatinya terasa sakit dan badanya bergetar ketakutan melihat amarah sang Kakak.
Kelvin pun keluar dari kamar Syakila dan pergi kekamarnya. Syakila mengejarnya sembari menangis. Ia yang ingin menutup pintunya terhenti, karena ditahan Syakila.
"Hiks hiks Kakkkk, kenapa hiks kenapa Kakak begini? hiks hiksss," ucap Syakila parau.
Kelvin yang tidak tahan, langsung mendorong Syakila dengan kasar, hingga membuatnya terjatuh.
Reyhan yang tengah menuntun sang Istri berjalan, terkejud dan langsung menghampiri Syakila. Ia memeluk erat sang Adik yang terus saja menangis, dari belakang Klara pun datang.
"Ra! tolong bawa Syakila kekamar," pinta Reyhan dan diangguki oleh Klara.
Klara membawa Syakila kekamar dan menutup pintunya.
Reyhan menggedor pintu Kelvin dengan cukup kencang. "KELVIN! BUKA PINTUNYA! KELVINNN!" teriaknya, namun Kelvin masih saja tidak membukakan pintunya. "BUKA PINTUNYA ATAU KAKAK DOBRAK! KELVIN!!" ancamnya.
Kelvin masih saja tidak membuka pintunya. Reyhan yang sudah tidak sabar pun langsung mendobrak pintu itu.
Bruk
Pintu pun terbuka dan Reyhan langsung masuk kedalam kamar Kelvin. Terlihat ditempat itu kosong tidak ada orang dan jendelanya terbuka. ia pun lari kearah jendela itu dan melihat kebawah.
Brum brum brum
__ADS_1
Kelvin loncat dari jendela kamarnya yang terletak dilantai dua dan langsung pergi menaiki montornya,
"KELVINNNNNN!" teriak Reyhan dari jendela kamar Kelvin.
Kelvin kini telah pergi meninggalkan tempat dan menghilang dibalik dinding. Reyhan terlihat kesal dan marah. Ia memukul kaca jendelanya hingga pecah.
Pyarr
Klara yang sedang menenangkan Sykila pun terkejut mendengar suara pecahan jendela itu.
"Kak, samperin Kak Rey, pasti Kak Rey lagi marah," pinta Syakila.
"Kamu gimana?" tanya Klara khawatir.
"Aku nggak papa Kak, Aku takut Kak Rey kenapa-kenapa," ucap Syakila dan diangguki Klara.
"Kakak samperin Rey dulu ya," pamit Klara.
"Iya, hati-hati Kak," pesan Syakila dan diangguki Klara.
Klara pun meninggalkan tempat dan menutup pintunya.
Syakila membaringkan tubuhnya di atas kasur dan memeluk tedy bearnya. "Hiks kenapa jadi begini, apa yang telah terjadi hiks hiks hiks," ucapnya lirih. Ia terus menangis hingga tengah malam dan mulai tertidur.
🌸
Pagi hari telah tiba, Syakila memutuskan untuk bertanya langsung pada Farel, walaupun dia tahu resikonya. Sesampainya dikelas Ia melihat Farel tengah memainkan handphonnya. Ia pun langsung menghampirinya.
"Farel!" panggil Syakila.
Farel mengangkat pandangnya dan menulis sesuatau dikertas, setelah itu ia berikan ke Syakila. Syakila pun menerimanya dan membaca isi surat.
...---------------------...
...| Jauhin gue |...
...---------------------...
Syakila mengerutkan keningnya dan meremas kertas itu, Ia merasa kesal dan marah. "Farel! kenapa kamu kayak gini sih, ada apa?" tanyanya.
Farel tidak menjawabnya, Ia malah menenteng tasnya dan pergi dari kelas.
"Rel mau kemana? belum juga bell masuk, udah mau balik aja Lo," seru David.
"Bolos," sahut Farel sembari melanglah pergi.
"IKUTTT WOI," teriak David. Ia pun langsung mengambil tasnya dan menyusul David.
"DAVIDDDDD! IHHH KOK IKUTAN SI FAREL!" teriak Amira kesal.
"Loh Za, kamu juga ikutan?" tanya Adel yang melihat Reza tengah menenteng tasnya dan hendak pergi keluar kelas.
"Iya, nanti sore aku kerumahmu, aku duluan ya Del," ucap Reza dan pergi menyusul Farel dan David.
Hiks hiks hiks
Syakila memeluk Amira dan menangis dipelukannya. Adel menghampiri Syakila dan mengusap lembut rambutnya.
"Kenapa nangis sih Sya?" tanya Adel lembut.
"Hiks hiks Aku nggak tau Del, apa yang udah terjadi, tiba-tiba aja Kak Kelvin pulang kerumah marah, minta aku jauhin Farel dan hari ini Farel juga ngehindarin Aku hiks hiks hiks," curhatnya lirih.
"Hah, Kak Kelvin marah ke Lo? serius Sya," tanya Amira yang masih memeluk Syakila.
"Hiya, saking marahnya aja sampek hpku diawasi hiks hikss, Kak Kelvin juga ngacem Aku, kalau Aku ketahuan deket sama Farel, Aku bakal di kirim keluar negeri hiks hiks," ucap Syakila parau.
Adel pun ikut memeluk Syakila, "Yang kuat ya Sya, segala masalah pasti ada jalannya kok," ucapnya, berusaha menguatkan Syakila.
"Bener Sya, Kita cari jalan keluarnya bareng-bareng ya," tambah Amira dan Syakila pun menganggukkan kepala pelan.
Tasya yang berada disisi lain terlihat tersenyum smrik, "Tanpa perlu ikut campur tangan gue, hubungan mereka udah hancur dengan sendirinya," batinnya senang.
ROOM CHAT ON.
^^^Tasya :^^^
^^^Dugaan lo sesuai harapan.^^^
^^^Woii^^^
^^^Cepettan bales, gue mau masuk nih^^^
^^^Oi^^^
^^^Anji**^^^
Blak :
Santai dong, tempat gue udah masuk nih.
Good, kita rancang strategi selanjutnya.
Gue tunggu di markas.
^^^Tasya:^^^
^^^Ck.^^^
__ADS_1
^^^Ok.^^^
ROOM CHAT OFF.
Tasya memasukkan handphonnya ke dalam tas dan mengobrol dengan Nisa. Tak lama bel berbunyi dan pelajaran pun dimulai.
🌸
Farel, David dan Reza kini telah berada disebuh Cafe.
"Kalian udah tau dari dulu?" tanya Reza.
"Semenjak Gue dateng kesekolah dan lihat si Roi (salah satu bad boy disekolah), gue tau kalau Elu ma dia pemimpin geng Tiger," ucap David sembari menyeruput kopinya dan diangguki Reza.
"Gue sama Roi bener-bener nggak tau harus gimana lagi, Kita tahu mereka penghianat, tapi kita nggak ada bukti," keluh Reza.
David pun berpindah tempat, duduk disamping Reza, "Gue sama Farel udah dapet beberapa bukti dan masalah ini juga dibantu Geng BW," bisiknya ditelinga Reza.
Reza mengerutkan keningnya, "Gue nggak tau, Lo berdua sebaik ini?" ucaonya heran.
"Kita ada alasan, beberapa anak buah kita juga ikut dalam pertempuran lima bulan yang lalu," sahut Farel memberitahu.
"Itu artinya bukan ditempat gue doang?" tanya David dan diangguki Farel sama David.
"Rencana Lo berikutnya Apa?" tanya Reza.
"Tuh anak yang turun tangan, karena banyak anak buah kita dibantai habis mereka," sahut David kesal, sembari menunjuk Farel dengan dagunya.
"Lo serius Rel? Lo tau resikonya kan?" sahut Reza.
"Iya gue tau, Kalian harus jaga rahasia ini, jangan sampek ini semua gagal karena Lo berdua, Gue mau pergi duluan," pesan Farel dan pamit pergi.
Farel langsung pergi dari Cafe meninggalkan Reza dan David.
"Sohib Lo noh," seru Reza.
"Ck,"
🌸
Kelvin tengah duduk berdua dengan Viona di salah satu bangku taman. Taman itu terlihat sepi hanya ada beberapa orang saja,
"Kasihan Syakila Vin," ucap Viona.
"Vi, kamu tau kan grng begituan kerjaannya apa? bunuh, tauran, balapan, nggak ada positifnya," sahut Kelvin.
"Iya juga sih, tapi kenapa kamu semarah ini?" tanya Viona, ia yakin ada alasan lain mengapa Kelvin bisa semarah itu.
"Aku nggak mau, gara-gara Farel, Syakila jadi inceran para musuh dia, Aku nggak bisa lihat Syakila mati menganaskan karena itu, Aku udah kehilangan temen-temenku dengan cara mengenaskan Vi, Aku nggak bisa lihat itu terjadi sama Syakila," sahut Kelvin memberitahu.
Viona mengangguk paham dan memeluk Kelvin, tubuh lelaki itu terlihat bergetar. Kelvin membalas pelukannya dang meneteskan air mata, "Makasih Vi, Kamu udah mau nemenin aku,"
"Iya Vin, Aku seneng kok kalau kamu mau terbuka denganku, makasih juga udah percaya sama sama aku Vin," sahut Viona dan diangguki Kelvin.
🌸
Pelajaran telah selesai, kini Syakila tengah di Cafe. Ia memakai jaket untuk menutupi seragamnya dan juga celana panjang biasa.
Tak lama tiga orang wanita datang menghampirinya.
"Akhirnya kalian dateng juga, Gue udah pesenin Kopi kesukaan kalian," ucap Syakila memberitahu.
"Maaf, tadi ada rapat Osis bentar," sahut Sisil.
"Lo juga ngasih taunya kan mendadak," sahut Desy.
"Ada apa Sya?" tanya Nayla.
"Emm, aku minta bantuan kalian boleh nggak? tapi ini tentang cowok," ucap Syakila.
"Nggak papa lah, adanya kita bukan hanya saling bantu dalan komplek doang, tapi juga soal cinta, ya nggak?" seru Desy dan diangguki Sisil serta Nayla.
"Hiya, kan kita juga sering bantu soal cinta, contohnya waktu kita mengupas tuntas tengtang pacar Nayla yang selingkuh dan waktu bikin Desy bisa pacaran sama cowok yang dia suka, terus waktu kita mata-matain pacarku juga dulu," ucap Sisil mendapat jitakan dari Nayla.
"Awww, sakit," ucap Sisil mengaduh kesakitan.
"Kenapa harus yang itu, yang lain kan ada?" protes Nayla.
"Kan yang lebih seru dan menantamg waktu misi itu Nay," sahut Sisil.
"Bodo' ah," ucap Nayla ngambek.
"Jadi gimana?" tanya Desy sama Syakila.
Syakila pun mulai berserita dari awal mula Kelvin marah dan Farel yang pergi dari kelas.
"Hmm, itu artinya semalam telah terjadi sesuatu yang membuat Kak Kelvin marah dan Farel menjauh," ucap Desy.
"Kalau kejadiannya malem, sampek bikin Farel sama Kak Kelvin begitu, apa mungkin Farel selingkuh dan dipergoki oleh Kelvin?" tanya Nayla.
"Aku juga berfikir begitu," sahut Desy.
"Emm, kok aku kurang setuju ya," sahut Sisil.
"Kenapa?" tanya ketiganya bersamaan.
"Emm, Apa mungkin karena...."
__ADS_1