
Pagi hari telah tiba, hari baru pun di mulai. Terlihat kebahagian yang terukir di wajah Ardi dan Mila. Mereka sangat senang melihat Farel kembali sadar.
Farel kini telah di beritahukan soal matanya yang tidak bisa melihat. Ia telah menerimanya dengan ikhlas dan tabah. Ardi dan Mila juga menghubungi rekan bisnis serta teman mereka, masalah transplantasi matanya.
"Hufff, kenapa sampek sekarang nggak ada kabar," kesal Ardi sembari melihati handphonnya.
"Mamah juga nih," keluh Mila.
"Nggak usah terburu-buru Mah, Yah," sahut Farel.
"Ayah nggak bisa lihat kamu kayak begini," ucap Ardi.
"Terima aja Yah, mungkin ini semua untuk penebusan dosaku," sahut Farel.
"Dosa apa yang kamu perbuat? Ayah pastiin kamu Shalat lima waktu, tiap hari baca Al-Qur'an, kamu juga nurut sama kita," jelas Ardi.
"Ini semua penebusan dosaku, karena udah habissin anak orang Yah," batin Farel. "Semua orang pasti punya dosa Yah," sahutnya.
"Hufff, iya juga," kata Ardi, "Tapi, dosa apa yang kamu perbuat, sampek kamu di hukum begini?" tambahnya.
Farel tidak menjawabnya dan hanya tersenyum dengan pandangan mata yang kosong. Mila sedari tadi diam, karena menahan tangis. Ia tidak kuat melihat ke adaan putra semata wayangnya.
🌸
Hari ini adalah hari sabtu, semua sekolah pun libur. Reza, David, Deni dan Desy dkk pun berkumpul di Apartemen.
"Kita udah semakin deket sama si biang keroknya," ucap David, "Menurut lo, apa perlu kita siapin anak-anak buat perang?" tanyanya.
"Kalau lo mau main kasar, main aja sendiri. Kita lebih suka diam dan halus," sahut Desy.
"Farel udah sadar, kapan kita mau tanyain soal itu?" tanya Reza.
"Hemm, sebenernya kita ada yang mau omongin sama kalian," kata Nayla. Emmbuat ke tiga cowok itu mentapnya dengan serius.
"Tiga hari yang lalu, kami bertiga pergi ke Rumah Sakit jengukin Syakila, karena kangen," ucap Nayla, "Saat kita di sana, tanpa sengaja kita bertiga lihat orang yang mencurigakan. Orang itu kelihatan mengendap-endap masuk ke ruangan Farel, tapi karena kepergok kita, dia pun langsung kabur."
"Dan yang paling di sayangkan, sampek sekarang kita nggak nemuin dia," tambah Desy.
"Aku sih ngrasa, dia bawahan si biang kerok itu, karena cara dia kabur dan ngelawan bagus," pendapat Sisil.
"Hmm, bukan cuman itu, kalung yang dia pakai sama kayak kalung bawahan si biang kerok," tambah Desy.
"Kalian tau itu dari mana?" tanya Deni.
"Waktu kami curi data dan informasi mereka, terselip foto si biang kerok sama wakilnya, tapi wajahnya di tutupi topi sama masker," ucap Nayla memberitau dan ke tiga cowok itu pun mengangguk paham.
"Ohh iya, soal Tasya gimana?" tanya Deni.
"Nah bener tuh, sampek sekarang Polisi sama Detektif kagak nemu jasad Tasya," seru David.
"Masih nol," sahut Desy.
"Gimana soal Farel?" tanya Reza.
"Ohh iya, aku lupa. Kita hindarin Farel dulu, karena dia masih dalam pantauan si biang kerok," ucap Nayla.
"Lahh, bukannya ini kesempatan kita buat nyekap dia," seru David.
"Resiko tinggi," sahut Reza.
"Yups, yang di bilang Reza bener," sahut Desy, "Kita udah coba kirim orang untuk pura-pura mencari info tentang Farel dan seketika, orang itu mati," tambahnya.
"Hufff, mereka masih pakai cara yang sama ruapannya," kata Reza, sembari memijat pelipisnya.
"Terus, kita mau sampek kapan begini?" seru David.
Brakkk
"Sabar dong," kata Sisil setelah mengebrak meja.
David kaget dan spontan mundur. "Ooo-oke," sahutnya.
"Apa rencana kalian?" tanya Deni.
"Kunci rencana kita adalah Tio," ucap Desy.
"Tio? gue kagak salah dengerkan," seru Reza tak percaya.
"Iya, Tio orangnya sama sekali bersih dari yang namanya geng, balapan ataupun masalah dunia gelap," sahut Desy, "Kita akan menjaga area Rumah Sakit dan mengurus orang yang akan memata-matainya, sedangkan Tio akan mendekati Farel," tambahnya.
"Bentarrr, gue jadi pusing nih," kata David, "Ngapa gue mikir, kalau kalian udah tau si mata-mata itu."
"Emang kita udah tau," sahut Sisil dan diangguki Nayla serta Desy.
__ADS_1
"WHAT? kalau gitu ngapain kita nggak samperin dan seret mereka, buat kita tanyain boss mereka, astagaaaaa," kesal David.
"Gini nih kalau otaknya cetek, kagak bisa mikir," ketus Sisil.
"Njir, kita pilih tahap ini juga, karena udah tau cara ini aman di banding yang lainnya, apalagi ide yang lo bilang," seru Desy.
"Boleh kita tau, alasan kalian milih rencana ini ketimbang pendapat David?" tanya Deni.
"Hmm," Desy melihat Reza, "Lo, kalau diem artinya paham kan?" tanyanya.
"Hmm iya," sahut Reza.
"Apa?" tanya David dan Deni kepo.
"Klub mereka bertiga bakalan terbongkar, kalau pake cara itu. Mereka nggak biasa turun tangan langsung ke lapangan," sahut Reza menjelaskan.
"Yups, itu benar sekali, kalau klub kami terbongkar, rekan atau klien kami juga akan mengalami imbasnya," kata Desy.
"Untuk kami turun tangan langsung aja, perlu persiapan yang banyak, supaya identitas kita tetap terjaga dan nggak kebongkar," tambah Nayla.
"Kalau sampek terbongkar, nasib Syakila bisa sama kayak Farel atau mungkin lebih parah," tambah Sisil.
"Whattt? kok bisa," tanya David.
"Ayolah Vid, jangan bodoh-bodoh kau," ucap Reza sembari menepuk punggung David.
"Udahlah Vid, kita turutin aja, mereka ini udah ahli," bisik Deni.
"Hmm," Deni.
"Urusan Tio gue yang urus atau lo," tanya Reza ke Nayla.
"Elo aja deh, kita mau persiapin buat misi ini dulu," sahut Nayla.
"Bayaran tiga ratus juta ini setimpal sama apa yang kalian lakukan?" tanya Deni.
"HAH, lo maksud kurang, banyak tuh," seru David dan Deni tidak peduli.
"Sans aja, yuk guys," ajak Desy dan mereka bertiga pun pergi masuk ke kamar.
"Nanti kalau mau pulang teriak aja ya," ucap Sisil dan menuntup pintu kamarnya.
"Balik aja lah kita," saran Deni dan diangguki ke duanya.
"IYAAA," sahut ke tiga cewek dari dalam kamar.
🌸
Hari telah menjelang siang, Farel kini di kamar inapnya bersama Kelvin dan Klara, sedangkan di tempat Syakila ada Reyhan dan asistennya.
Ardi, Yohan, Mika dan Niya ada keperluan yang membuat mereka harus pergi. Farel sedari tadi dia dan Kelvin juga hanya main handphone, sedangkan Klara berusaha mencairkan suasana.
"Farel, anak Kakak ganteng loh, nggak beda jauh sama kamu," ucap Klara sembari tersenyum kagum melihat ketampanan Farel.
Farel tertawa kecil, sedangkan Kelvin terlihat menatap wajah sang Kakak ipar dengan pandangan tidak percaya.
"Ya kalik Mbk, wajah anakmu mirip Farel bukan Kak Rey," seru Kelvin.
"Lahh, yang bilang nggak mirip sama Rey siapa?" ujar Klara.
"Tadi," sahut Kelvin.
"Ohh, bukannya tadi aku bilang gantengnya anakku mirip Farel ya?" ucap Klara.
"Nahh iya," sahut David.
"Kan aku bilang gantengnya, bukan fisik wajah anakku yang mirip Farel," sahut Klara menjelaskan.
"Hah," Kelvin bingung.
"Auah, Farel nggak mau samperin Syakila?" tanya Klara.
"Kan baru sadar Kak, baru juga kemarin," sahut Kelvin.
"Masih lemes ya? padahal udah tidur lama loh," kata Klara membuat Farel hanya bisa membalas dengan senyum.
"Astaughfirullah, untung bini Kakak sendiri, kalau nggak udah gue peres juga nih orang," batin Kelvin kesal.
"Wihhh, gantengnya makin doubel kalau lagi senyum," puji Klara.
"Ehem," dehaman Reyhan setibanya di ambang pintu.
"Hayolohhh, ketahuan suami tuh," goda Kelvin.
__ADS_1
"Ihhh, masa bodo, yang aku bilang bener kok," sahut Klara.
"Ngapa nggak nikah aja sama Farel," ucap Reyhan.
"Kan punya Syakila, lagi pula Farel nanti jadi Omnya Darel juga," seru Klara.
"Serah kamu yank, sehappy mu aja," sahut Reyhan pasrah.
"Kok Kakak ke mari, Syakila gimana?" tanya Kelvin.
"Baru di periksa, jadi Kakak ke sini dulu bentar," sahut Reyhan dan di angguki keduanya.
🌸
Sore hari tiba, kini David, Reza, Adel dan Amira tengah main berempat di Cafe. Terlihat di sana banyak orang yang tengah minum dan juga makan. Mereka berempat juga terlihat sesekali menyeruput kopi dan mengobrol.
"Kapannn, Syakila sadar hikss?" ucap Amira.
"Gue kangen," kata Adel.
"Doain aja, semoga cepet sembuh," sahut David dan di angguki ketiganya.
"Kabar tentang Tasya gimana? Ada perkembangan," tanya Reza.
"Nggak tau, tapi yang aku denger sih, katanya Nisa sama Chika bakalan pindah Sekolah ke luar negeri," ucap Adel.
"Kenapa?" tanya Reza.
"Entah," sahut Adel.
"Apa mungkin mereka tau sesuatu?" pikir David.
"Kalaupun mereka tau, pasti keluarga Tasya di kabari," sahut Reza.
"Hmm iya juga ya," sahut David.
"Tapi..., kalau mereka nggak tau soal menghilangnya Tasya, ngapa raut wajah mereka kayak sedih, takut dan kecewa gitu ya," kata Amira.
"Iya, kayak ada penyesalan dan rasa bersalah," tambah Adel.
"Mungkin itu pikiran kalian aja," sahut Reza.
"Bener tuh, mereka begitu bisa aja karena nggak bisa berbuat apa-apa untuk Tasya, seandainya kalian ngalamin hal itu juga, pasti sama kayak Nisa dan Tasya," jelas David.
"Hmmm, bener juga sih," sahut Amira dan di angguki Adel.
"Kita doakan saja buat Tasya, semoga kalau dia masih hidup bisa segera di pertemukan dengan keluarganya dan kalau sudah tiada, semoga hidupnya tenang di surga sana," sahut Reza dan di aminnin oleh mereka.
🌸
Desy dkk yang tengah berada di Apartemen lain terlihat sibuk dan serius. Desy terlihat mengotak-atik laptopnya dan Nayla tengah serius dengan handphonnya, sedangkan Sisil tengah menyiapkan alat-alat untuk misi baru.
"Bolpoin setrumnya udah nggak berfungsi nih," ucap Sisil sembari menunjukkan bolpen itu.
"Oke, aku cariin dulu," sahut Nayla, sembari melihat ke arah layar handphone.
"Sil, pastiin alatnya berfungsi dengan baik, jangan sampek ketinggalan satu pun," pesan Desy yang masih asik mengetik di laptopnya. "Si biang kerok bukan orang yang bisa kita remehkan," tambahnya.
"Bener," ucap Nayla setuju.
"Oke siap," sahut Sisil.
Mereka pun kembali mengerjakan tuganya masing-masing dan suasana kembali sunyi. Mereka terlihat fokus dan serius, tidak ada canda tawa sedikit pun. Tak lama wajah Desy terkejud menatap layar laptopnya.
"Aaaaa-apa ini?" ucap Dasy tak percaya.
"Ada apa sih Des," tanya Sisil.
"Lo bedua ke sini deh, lihat nih!" pinta Desy, sembari menunjuk ke layar laptopnya. Nayla dan Sisil pun pergi menghampiri Desy. Mereka berdua melihat ke arah layar yang di tunjuk Desy. Wajah mereka berdua terkejud dan tak percaya.
"Astaughfirullah," ucap Nayla sembari menutupi mulutnya.
"Aku nggak mau lihat," kata Sisil sembari menutup ke dua wajahnya.
...🌸🌸🌸...
...Oke sampek sini dulu ya guys😁....
...Maaf lama, ada masalah sedikit sama jaringannya....
...Akhirnya kita berjumpa lagi😘💕. Gimana nih ceritanya? semoga kalian suka ya....
...See you😘💕...
__ADS_1