Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
S2 : Cp 18


__ADS_3

"Selamat datang," ucap Angga dengan senyum smrik. "Apa kabar Farel Dirgantara?"


"Farel?" batin Syakila dan Sisil. Mereka berdua terkejut, karena Farel dan anak-anak yang lain loncat dari hotel sebelah, yang memiliki ketinggian lebih lima meter.


Farel berdiri tegak dan menatap dingin Angga. "Ngapa lu bawa mereka berdua ke sini?"


Angga tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Farel. "Lebih baik mereka berdua mati bareng gue. Lo tau kan prisip Bk? Kita tidak akan pernah meninggalkan noda ataupun jejak sedikit pun!"


Farel paham apa yang dimaksud Angga. Anak Bk mendekati Farel dan menyuruh anggota WW untuk berkumpul di tengah-tengah. Terlihat di sana ada David dan empat anggota WW. Farel dan Angga saling memberikan tatapan tajam.


"Kita nggak ada urusan sama mereka berdua! Gue sama yang lainnya ke mari buat nyelesain masalah kita!" ucap Farel, membuat Syakila dan Sisil terkejut.


"Apa? Gue kira, dia ke sini disuruh Desy sama Nayla!" batin Sisil.


Syakila menundukkan kepala. "Farel ternyata emang udah nggak peduli sama gue," batinnya.


Angga tertawa kecil. "Lo kira gue bodoh?!"


Farel melihat Angga dengan wajah cool dan datar. "Yang bilang lo bodoh siapa? Buang-buang waktu!"


Angga berdecak sebal. "Oke, sekarang mau lo apa?" tanyanya, "Bentar, bukannya gue yang kalah ya? Anggota gue habis semua dan elo menang? Terus...?"


Farel mendekat dan menarik kerah baju Angga, dengan tatapan tajam. "Lo sengaja, naruh se-pe-rem-pat anggota BK ke gue, supaya BW nggak ada yang bantukan?!"


Angga tersenyum smrik dan langsung menendang perut Farel, dengan begitu kuat. Farel mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Ia terus memegangi perut dan mengusap darah dari mulutnya. Syakila tersentak dan menangis, sedangkan Sisil hanya menutup mata.


"Sialan, lo bikin gue muak!" ucap Angga. "Itu akibatnya, karena udah ambil klien kita!"


Farel melirik arah belakang, mengkode David untuk memulai. David pun mengkode yang lain dan menekan sesuatu dibalik jaketnya. Sebuah peluru dari kejauhan, mendarat ke beberapa kepala Anggota BK. Angga dan yang lainnya terkejut.


"Sialan!" gerutu Angga. Ia pun diam-diam mendekat dan langsung menendang wajah tampan Farel, hingga tersungkur ke bawah. Angga pun menahan kedua tangan Farel. Posisi Farel sekarang, berada di bawah Angga.


David mengarahkan pistolnya ke arah Angga dan Wakil BK pun membalasnya, dengan menekan pistol di kepala David. Alhasil, anggota WW dan BK saling mengarahkan pistol mereka masing-masing.


Angga tersenyum dan merepas kedua tangan Farel. "Kita lihat, nasib lo akan sama dengan tuh King BW atau..."


"Sorry, gue bukan orang bodoh!" ucap Farel smrik. Ia langsung mengambil botol di sebelahnya dan memukul ke kepala Angga.


Angga jatuh ke samping. Ia terkejut dengan botol yang dibawa Farel, sambil memegangi kepalanya yang berdarah. Tali yang mengikat Syakila dengan kursi, pelan-pelan lepas dan...


"Farellll!" teriak Syakila sambil melambaikan tangan ke arah Farel. Kursi itu jatuh dan Syakila pun terjun ke bawah.


Farel langsung membalikkan badan. "Syakila!" teriaknya dan langsung berlari ke arah Syakila. Ia terjun ke bawah.


"Kyaaaa," teriak Syakila yang melayang di udara. Hotel itu memang sangat tinggi. Melihat dari balik jendela saja sudah merinding dan bulu kuduk naik. Untuk berdiri di rooftop dan melihat kebawah saja sudah bikin pingsan, apalagi terjun dari sana.


Farel menangkap Syakila dan memeluknya dengan erat. Farel menekan sesuatu dari jaket kulitnya dan munculah payung terjun yang besar. Farel dan Syakila tiba-tiba naik ke atas sedikit. Syakila terkejut dan meremas baju Farel. Tak lama mereka melayang di udara, akhirnya mendarat juga di daratan dengan selamat.


Tubuh Syakila terasa lemas dan terus memeluk Farel dengan erat. Anggota WW yang ada di bawah, segera berlari dan melepas payung terjun itu. Syakila dapat merasakan detak jantung Farel.


Farel mendorong jauh Syakila, dari tubuhnya. Syakila tersentak kaget dan melihat ke arah Farel. "Anggota gue bakal anter lo ke gedung! Lo nggak perlu takut soal Angga, dia bakal hadir di pernikahan nanti!" ucap Farel memberitau dan pergi.


Syakila memegang salah satu tangan Farel, sambil meneteskan air mata. "Apa lo gila?! Angga terluka, mana mungkin dia bisa nikahin gue!"

__ADS_1


Farel tersenyum kecil. "Peluru masuk ke tubuhnya aja, dia masih bisa angkat senjata, apalagi nikah!"


Syakila terlihat kesal dan marah. "Segini doang cinta lo ke gue, hah?! Cuman karena kebodohku, kamu pergi dan lupain aku!" ia melai menangis. "Aku. hiks hiks, nunggu kamu bertahun-tahun dan berusaha untuk setia, tapi balasan apa yang aku dapat? Setia itu nggak semurah ini! Jaga hati itu sangat mahal dan melelahkan!"


"Aku nggak minta kamu untuk setia!" ucapnya dengan wajah yang datar dan begitu dingin. Syakila tertegun dengan jawaban Farel, ia melepas tanganya dan jatuh terduduk. Farel pergi meninggalkannya sendiri.


Sisil yang baru saja tiba, langsung pergi menghampiri Syakila dan memeluknya. "Lo nggak papakan Sya. hiks hiks hiks, gue takut banget, waktu lihat kejadian tadi."


Syakila hanya diam. Hatinya kini benar-benar terasa sakit dan hancur. Syakila menatap ke arah pintu hotel. Terlihat, Angga yang telah terluka, sedang belari ke arahnya dengan terhuyung-huyung. Mata Syakila mulai terasa berat dan jatuh pingsan.


"Syakila!" panggol Sisil dengan panik sambil menggoyangkan tubuh Syakila.


"Biar gue aja yang bawa!" pinta Angga sambil mengarahkan kedua tangan ke Sisil..


Sisil merasa ragu, apalagi darah yang ke luar dari kepala Angga cukup banyak. "Ta-tapi... lo beneran bisakan?"


Angga mengangguk, "Iya, lo percaya aja sama gue! Sini!" Sisil pun melepas Syakila dan Angga langsung menggendongnya.


Angga dan Sisil oun masuk ke dalam mobil, pergi menuju gedung. Anggota BW dan WW menyelesaikan masalah di hotel. Mereka berusaha untuk menutup mulut para bukti mata yang melihat. Mereka melakukan ini supaya pihak kepolisan tidak tau apa-apa.


...🌸...


Terlihat di Gedung ini, persiapan untuk pernikahan telah 99 persen siap. Syakila kini telah sadar dan tengah disuapi oleh Yohan. Setibanya mereka di Gedung, Angga kena amuk Reyhan dan Kelvin. Untung saja ada Bunga dan Klara yang siap menenangkan para suami, jika tidak, Angga pasti sudah bonyok.


Angga dan Syakila tidak bertemu lagi setelah kejadian itu. Angga beristirahat di kamar sebelah. Desy, Nayla dan Sisil datang ke kamar Syakila. Tak lama, Amira dan Adel pun datang. Kamar itu sangat ramai dan cukup berisik.


"Huwaaaaa, gue kangen berat sama lo Sya!" ucap Amira sambil memeluk Syakila.


Adel berdiri tegak dengan kedua tangan di depan. "Kami bawain makanan favorit kamu loh, Sya, mau dimakan nggak?"


Desy mendekat dan berkata, "Mir, Syakila masih lemah, perlu istirahat yang banyak buat besok."


Amira tersadar dan melepas pelukannya. "Astaga aku lupa, maaf Sya!"


Syakila tersenyum getir dan mengangguk pelan. "Makasih udah dateng."


Amira, Nayla, Desy, Adel dan Sisil merasa sedih. Mereka tau perasaan Syakila. Desy yang duduk di samping ranjang Syakila, berusaha untuk menghibur. "Jodoh pasti bertemu Sya, jika Farel bukan jodohmu, relakan saja dan terima dengan ikhlas," ucap Desy.


"Ikhlas memang sulit, tapi... dari pada nyiksa diri sendiri, mending menerima dengan lapan dada mulai sekarang!" tambah Nayla.


Sisl tersenyum dan mengangguk. "Angga nggak buruk juga kok, dia aja berani gendong kamu, dengan kondisinya yang terluka loh," ucapnya memberitau. "Dari sini sih, gue mulai suka Angga ketimbang Farel! Angga tadi mau ikut terjun, tapi ditahan sama wakil White Wolf, sampek tauran loh!"


"Wakil White Wolf? David maksud lo?" tanya Amira.


"Ahh iya, David! Cowok lu sok keren, masa dia bilang begini ke Angga, kalau bukan perintah Farel, gue ogah nyrntuh lo! Mending gue habisi sekalian lo semua! Sombong kan Sya?" ucap Sisil membuat Amira kesal.


"Lo ngehina cowok gue, hah?!" kesal Amira.


Sisil memoleh ke arah Amira. "No no no! Aku hanya memberitau saja, sudut pandangku tentang WW dari ucapan David!"


Adel dan Amira bingung. sebaliknya dengan Desy serta Nayla paham. "Klebnya Farel lebih kuat dari pada Angga?" tanya Dila menebak.


Sisil menggelengkan kepala dan Nayla pun menjawab, "Bukan, Angga sama Farel memiliki kekuatan sebelas dua belas, beda tipis."

__ADS_1


"Yang dimaksud Sisil, WW udah menyiapkan segala rencana untuk menghabisi BK. Jika sang Wakil berani berkata untuk menghabisi, mati, bersihin, itu artinya mereka sudah memiliki persiapan yang matang," jelas Desy. "Tapi... ini untuk kategori Wakil yang setingkat dengan WW, BW dan BK! Kalau dibawah itu, mereka cuman ngomong aja."


Amira dan Adel paham. "Kenapa bisa gitu, kalau boleh tau?" tanya Amira.


Desy, Nayla dan Sisil saling melihat. Syakila paham, mereka bertiga pasti bingung. "Kasih tau aja Kak, David kan pacar Amira, dia pasti cemas," pinta Syakila dan diangguki mereka bertiga.


"Wakil seperti David, bukanlah orang biasa, mereka sangat terlatih dan jenius. Jika dalam pertaruangan David diam, itu artinya, persiapan tidak matang, ia tidak bisa bilang habis! Ucapan itu seperti janji bagi mereka, mangkanya mereka benar-benar memikirkan dan menjaga ucapan," jelas Desy.


Nayla mengangguk. "David sangat tau, jika Angga bukanlah lawan yang mudah, tapi ia berani bilang begitu. Melihat dari segi kondisi, WW memang sudah menyiapkan penyerangan untuk menghabisi BW, terbukti dari payung terjun Farel!"


Adel kagum dengan Desy, Nayla dan Sisil, sedang Amira masih bertanya-tanya. "Emmm, kenapa payung terjun bisa kalian jadikan sebagai bukti, jika persiapan WW matang?" tanya Amira.


"Jika mereka telah menyiapkan payung terjun, itu artinya, akan terjadi sesuatu di rooftop yang mengharus WW lompat dari hotel!" sahut Sisil.


Adel berpikir, "Apakah persiapan yang dimaksud David itu melempar bom?"


"Cara berpikirmu bagus, tapi itu masih salah," ucap Desy.


"Ada banyak gedung tinggi, yang ada di sekitaran hotel. WW berada di atas gedung itu dan menyerang secara bersamaan ke satu titik dengan senjata yang mematikan, kalau mereka melempar bom, bisa-bisa hotelnya hancur!" jelas Syakila.


*Yups, betul sekali," kata Sisil.


"Waw, aku kagum dengan penalaran kalian," ucap Adel.


Amira menganggukkan kepala. "Bener, aku juga kagum, kalau boleh... aku bisa tau lebih banyak tengtang WW nggak?"


Syakila terlihat murung dan Desy pun menjawab, "Tunggu aja sampek kamu nikah sama David dan tanyakan padanya, suamiku bawahan Farel dan David. Dia pernah bilang, setelah para Anggota WW menikah, ada perjanjian untuk memberitaukan jati diri mereka yang sebenarnya."


Amira mengangguk paham dan tersenyum. "Makasih atas infonya."


Desy mengangguk dan Sisil menghela napas, "Untung... aja, cowok gue orang biasa-biasa, klebnya juga nggak seberat itu."


"Apa Reza juga?" tanya Adel khawatir.


Syakila tersenyum dan menggelengkan kepala, "Enggak kok, Reza ngggak ikut begituan, setelah lulus, gengnya bubar."


"Alhamdulillah," ucap Adel lega.


Mereka semua pun berbincang dan bercanda tawa. Hari semakin malam dan mereka berpamitan pulang. Syakila diminta untuk tidur oleh Niya.


...🌸...


Waktu terus berputar. Matahari telah terbit dan langit terlihat begitu cerah. Wanita yang cantik, berkulit putih dan behidung mancung telah bangun dari tidurnya. Para perias tengah sibuk merias wanita itu dan menyiapkan gaunnya.


"Syakila!" panggil Niya dan Syakila pun menoleh ke arah Niya.


"Mamah," ucap Syakila dengan senyum sendu.



😭Bayangin deh, kalau kita ada diposisi Syakila gimana? Ancur banget ya.


See you guys, semoga kalian suka alurnya😭

__ADS_1


Jodoh Syakila, hanyalah aku yang mengetahuinya😙 sedangkan jodoh kita? Hanyalah Tuhan yang tau😇


__ADS_2