Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 50


__ADS_3

Brakkk


Yohan membuka pintu kamar Farel dengan keras. Ardi, Mila dan Farel pun terkejut. Terlihat Wajah Ardi kesal dan marah, sedangkan Yohan hanya memberikan senyum.


"Ar, dengerin gue ada kabar baik," ucap Yohan


"Kabar baik apaan, lo kagak lihat anak gue sakit hah, kalau jantung anak gue copot gimana?" kesal Ardi.


"Buka pintunya pelan-pelan dong Han, kalau anak gue mati gara-gara lo gimana?" ucap Mila.


"Soryyy, gue mau kasih tau, Syakila udah sadar," ucap Yohan senang. Mila, Ardi dan Farel pun ikut senang mendengar kabar ini.


"Selamat Bro," ucap Ardi bertos ria dan memeluk Yohan.


"Soal ingatannya Syakila gimana Han?" tanya Mila.


"Dokter memperkirakan Syakila hilang ingatan lima tahun belakangan," sahut Yohan setelah melepas pelukannya.


"Anak gue di lupain dong," ucap Ardi.


"Seharusnya iya," sahut Yohan.


"Huwaaaa, kasihan banget anak gue hiksss," ucap Mila memeluk Farel. "Udah nggak bisa lihat, nggak dapet cewek pula hikss.


"Mamah ini prihatin atau ngatain," ucap Farel.


"Prihatin lah, masa' ngatain anak sendiri," sahut Mila.


"Terus mau lo gimana?" tanya Ardi.


"Nggak tau, gue kesini cuman ngasih tau itu doang," sahut Yohan membuat Arfi nyengoh.


"Bentar lagi Dokter mau periksa Farel, setelah selesai nanti kami jenguk Han," ucap Mila.


Yohan Mengangguk. "Assalammualaikum," salamnya.


"Waalaikumsalam," sahut Mila, Ardi dan Fare, setah itu Yohan pun pergi.


...🌸...


Desy, Sisil, Nayla, Reza, David dan Tio kini telah berada di Apartemen. Terlihat mereka tengah melepas lelah dengan makan-makan. Sesekali mereka juga membahas misi.


"Bener nih kita bubar? bentar lagi ujian soalnya," ucap Nayla.


"Iya," sahut Desy.


"Kalian ujian aja yang fokus, kalau tiba-tiba ada masalah, lo bedua nggak usah ikut dulu," saran Reza.


"Bener, kita kan lagi ujian Nay, bentar lagi juga harus cari kuliah," ucap Tio.


"Lahhh, kalian berempat nih kelas berapa?" tanya David.


"Berempat? bertiga kalik bambang, gue seangkatan sama kalian, mereka bertiga yang kelas tiga," sahut Sisil.


"Oalahhh, gue dari kemarin manggil lo berdua Desy sama Nayla salah dong, harusnya gue panggil Mbk," ucap David.


"Gue sama lo cuman beda dua bulan ya," ketus Desy.


"Tetep aja lo tua," sahut David.


"LO BILANG APA TADI HAH?" seru Desy.


"Nggak," sahut David sembari memalingkan wajah dan Desy hanya berdecak sebal.


"Is is is, apa mungkin kalian jodoh ya," ucap Sisil.


"KALAU NGOMONG DI JAGA!" ucap Desy.


"KAGAK LAH," ucap David bersamaan.


"Astagaaaa, kalian bisa rukun sebentar aja nggak sih," keluh Nayla. Tak lama handphone Desy berbunyi.


"What? Syakila nelpon," seru Desy tak percaya.


"Hah serius lo," ucap David.


"Bukannya Syakila koma?" ucap Tio.


"Coba angkat," pinta Reza.


"Semoga ada kabar baik," ucap Nayla berharap.

__ADS_1


"Wahhh, aku seneng banget, feeling ku bagus nih, kayaknya Syakila sadar deh," seru Desy senang.


"Stststtstttt, gue angkat nih," ucap Desy.


...CALLING ON....


Syakila : Assalammualaikum Des.


Semua orang yang mendengarnya terkejud. Wajah mereka sangat senang. Saking senengnya, Sisil sampek berloncat-loncat, dan Desy menangis haru bersama Nayla.


Desy : Hiks Sya, ini bener elo kan?


Syakila : Iya dong.


Nayla : Syaaaaaa, aku kangen.


Sisil : AKHIRNYA LO SADAR JUGA SYAAA.


Desy : Nggak ada lo rasanya sepi tau.


Syakila : Lagi kumpul ya. Aku juga seneng bisa denger suara kalian lagi, jengukin aku dong guys.


Desy dkk : Siapppp, otw Syaaaaa.


Syakila : Bawain makanan kesukaanku ya, heheheee.


Desy dkk : Siappp.


Nayla : Kondisi lo gimana?


Syakila : Baik kok, cumannn....


Desy dkk : Cuman apa?


Syakila : Kata Kak Rey, aku hilang ingatan lima tahun yang lalu.


Desy : Sekarang lo kelas berapa?


Syakila : Seingetku tujuh, tapi... Kak Rey bilang Kelas sebelas.


Desy : Bener berarti.


Nayla : Iya Sya, kami akan bantu kamu inget semuanya.


Syakila : Makasihhhhh, love you all.


Desy dkk : I love you too.


...CALLING OFF....


Desy mematikan telponnya dan memasukkan ke kantong. Terlihat wajah mereka terus berbinar. Mereka tidak sabar bertemu dengan Syakila.


"Lo pada mau ikut kagak?" tawar Desy.


"Kalau gue sih, ngahk dulu," sahut David.


"Gue mau balik ke rumah," sahut Reza.


"Nggak, gue habis ke sana tadi," tolak Tio.


"Oke," sahut Desy.


Mereka berenam pun pergi meninggalkan tempat. Desy dkk pergi ke Mall dan Reza serta Tio pulang ke rumah, sedangakan David pergi ke markas.


...🌸...


Kelvin datang bersama Rafi dan juga Aldi. Terlihat mereka membawa paper bag yang berisi sesuatu untuk Syakila. Kelvin sangat senang sekali, rencananya berhasil. Mereka bertiga pun masuk ke dalam bersamaan.


"Syakilaaaaa," ucap Kelvin dan memeluk Syakila dengan erat.


"Awww, sakit Kak," keluh Syakila.


Reyhan menarik kerah Kelvin ke belakang. "Lepas Vin, kasihan Syakila!"


"Iya iya, tapi kagak usah beginilah," sahut Kelvin melepas pelukannya dan menghempas tangan Reyhan.


"Hai Sya, apa kabar," sapa Rafi.


"Akhirnya lo sadar juga Sya, kasihan noh Kelvin, tiap hari kagak fokus kuliah mikirin elo," ucap Aldi.


Syakila tersenyum kikuk. "Maaf, kalian siapa ya?" tanyanya membuat mereka berdua tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Mereka sahabat Kakak, itu namanya Aldi sebelahnya Rafi, mereka dulu Kakak kelas kamu," ucap Kelvin memeberitau, sembari menunjuk Aldi dan Rafi.


"Jangan di paksain buat nginget Dek," pesan Reyhan.


"Iya Kak, Hallo Kak Aldi, Kak Rafi," sapa Syakila.


Aldi dan Rafi tersenyum, sembari memberikan paper bag yang mereka bawa ke Syakila. Syakila menerimanya dengan senang. Ia pun membukanya dan melihat isinya.


...Rafi



...


"Waww, jepit rambunya cantik banget," ucap Syakila senang.


"Alhamdulillah, kalau kamu suka," sahut Rafi.


"Maksih Kak," ucap Syakila dan di angguki Rafi. Ia hendak membuka punya Aldi, namun terhenti.


"Hoppp, Kali ini punya Kakak duluan," pinta Kelvin sembari memberikan Paper bagnya. "Hadiah Kakak adalah hadiah paling mahal di antara mereka bertiga, setelah kamu buka punya Kakak, kamu bakalam malas buka punya Aldi," tambahnya sombong dan Syakila hanya tersenyum.


...Kelvin...



"Wawwww, gilak ini bagus banget Kak, aku suka," ucap Syakila dengan wajah berbinar.


"Pasti dong, pilihan siapa dulu," ucap Kelvin.


"Aku mau pake," ucap Syakila dan Kelvin pun memakaikannya.


"Makasih Kakkkk, i love you," ucap Syakila sembari memeluk Kelvin.


Kelvin merasa senang. Ia menaik turunkan alisnya ke arah Aldi. Aldi hanya tersenyum smrik. "Gue yakin, dengan Syakila lihat hadiah gue, serpihan ingatannya yang hilang pasti kembali," batin Aldi.


"Sekarang punya Kak Aldi," ucap Syakila dan membukanya.


...Aldi....



Syakila tiba-tiba teringat sesuatu. Seketika suara dan bayangan muncul di otaknya. Terlihat ia tengah pergi ke Mall bersama Kelvin dkk. Ia meminta ke Aldi untuk membelikanya sepatu itu, di saat Aldi telah memiliki pacar.


"Dek, kamu nggak papa?" tanya Reyhan khawatir.


"Ngapa Dek, hadiahnya jelek ya, mau Kakak buang," ucap Kelvin.


"Sialan nih anak, kalau ngomong bikin emosi orang aja," batin Aldi kesal.


"Eee, enggak kok, Kak Aldi udah punya pacar ya?" tanya Syakila membuat mereka semua terkejut, kecuali Aldi.


Aldi Mengangguk sembari tersenyum. "Lo udah inget Sya?" tanyanya dan Syakila pun mengangguk.


"Selamat Kak, semoga langgeng ya," ucap Syakila dan di aminin Aldi.


"Gimana perasaan lo, waktu lihat tuh sepatu," tanya Aldi.


"Nggak tau kenapa, kayaknya ini barang yang udah lama banget aku pingin beli dan akhirnya dapet," sahut Syakila.


"Yups itu bener," sahut Aldi.


"Makasih Kak, aku sekarang inget kalian berdua siapa," ucap Syakila.


"Alhamdulillah," sahut Reyhan, Kelvin, Rafi dan Aldi.


"Cuman mereka berdua aja?" tanya Reyhan memastikan dan Syakila mengangguk.


"Tentang Adel sama Amira Dek?" tanya Kelvin.


"Belum, tadi Kak Rey juga nanyain itu, emang mereka siapa?" tanya Syakila.


"Mereka itu sa--" ucap Kelvin terpotong, melihat Reyhan menggelengkan kepala (Melarang.)


"Siapa?" tanya Syakila bingung.


"Lain kali aja Dek," sahut Kelvin dan pergi mendekat ke Reyhan. "Ngapa lo larang gue," tanyanya berbisik.


"Gue udah hubungi mereka berdua buat jengukin Syakila besok, hari ini biarin Desy, Nayla sama Sisil," sahut Reyhan dan Kelvin pun paham.


Mereka kini tengah mengobrol bersama dengan Syakila. Mereka berusaha membuatnya mengingat masa lalu yang ia lupakan. Sesekali Syakila merasa pusing, karena memaksakan diri untuk mengingat hal itu. Terlihat mereka panik dan berusaha membuat Syakila tenang.

__ADS_1


__ADS_2