Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
S2 : Cp 5


__ADS_3

Syakila menggegam erat sabuk pengamannya dan berdoa dalam hati. Tak lama, seorang Ibu-ibu datang menyebrangi jalan. Syakila dan Farel terkejut. Farel pun membanting setir dan Syakila menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya.


Farel menghentikan mobilnya dengan selamat dan langsung keluar dari mobil menemui Ibu itu. Syakila membuka matanya dan memegangi dadanya. Hatinya berdegup dengan kencang dan air matanya pun jatuh membasahi pipi. Farel memang gila, bisa-bisanya ia membawa mobil secepat itu di jalan raya.


Tak lama Farel masuk ke dalam mobil dan menyenderkan tubuhnya di tempat duduk. Ia mengusap wajah dengan kasar. Syakila yang di sampingnya terlihat menangis.


"Hiksss, kamu kenapa sih Rel," ucap Syakila parau. "Aku tau kamu berubah, tapi kenapa separah ini?"


"Kenapa? Udah nggak kuat?"


"Bukan begitu, mak---"


"Aku udah pernah kasih tau kamu kan? Ja-ngan bo-hong atau sim-pen ra-ha-sia, saling terbuka!" ucap Farel penuh penekanan.


"Aku nggak terbuka soal apa?" tanya Syakila yang masih menangis.


"Kamu tadi nangis. Aku tanya, kamu malah bilang nggak ada masalah!" ucap Farel marah.


"Aku beneran nggak ada mas---" ucap Syakila.


Brak.


Farel memukul setir dengan keras. "SYAKILA!" bentaknya membuat Syakila terkejut dan menangis. Farel lelah dan menghubungi seseorang. Mereka berdua saling diam di dalam mobil dan hanya terdengar suara tangis Syakila.


Tok tok tok.


Sepuluh menit kemudian, seseorang datang dan mengetuk kaca mobil Farel. Ia adalah Irfan. Farel pun menurunkan kaca mobilnya dan Irfan memberikan kunci mobil.


Farel memberikan kunci mobil itu ke Syakila. "Ambil ini!"


Syakila menerimanya dan keluar dari mobil. Ia tidak bertanya atau menjawabnya, karena telah paham maksud Farel. Setelah keluar dari mobil, Farel membawa pergi mobilnya dengan cepat tanpa pamit.


Air mata Syakila kembali jatuh, namun dengan cepat ia langsung hapus. Syakila melihat ke arah Irfan. "Terimakasih, anda naik apa ya kalau boleh saya tau?" tanyanya dengan suara khas orang habis nangis.


"Mobil Bu," sahut Irfan sembari menunjuk mobil belakang Syakila.


"Ohh, daa temennya ya," ucap Syakila dengan senyum. "Saya duluan ya, Assalammualaikum." ia masuk ke dalam mobil.


"Waalaikumsalam, hati-hati Bu," pesan Irfan di angguki Syakila. Mobil Syakila pun pergi meninggalkan tempat. Irfan yang melihatnya merasa kasihan dengan Syakila. Ia pun pergi ke mobil temannya dan meninggal lokasi.


...🌸...


Syakila kini telah sampai di rumahnya. Rumah itu terlihat sepi, karena Kelvin dan Reyhan tinggal di rumahnya masing-masing, sedangkan Orang Tuanya tengah di Kantor. Ia pergi masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Syakila membaringkan tubuhnya di atas kasur. Ia memeluk tedy bearnya yang besar sambil menangis sesenggukan. Hatinya sakit melihat Farel tadi. Ia tau dirinya berbohong, tapi mau bagaimana lagi. Syakila tidak mungkin menceritakan soal dirinya dan Angga saat itu. Farel bisa saja marah dan menjauhinya. Ia takut kehilangan Farel untuk selamanya.


Hiks hiks hiks hiks


"Maafin gue Rel, maaffff," ucap Syakila parau.


Ingatan soal hari itu, terus berputar-putar di pikirannya. Syakila kepikiran, bagaimana bisa bajunya dan Angga terbuka? Apa yang telah dia lakuin? Apa yang terjadi? Karena ketakutannya, Syakila pernah membeli tespek untuk memastikan saja, sebelum Farel pulang ke Indonesia. Untung saja hasilnya negatif dan hal ini pun telah di lakukannya berulang kali supaya yakin.Walaupun negatis, apa yang dilakukannya tetaplah hal yang tak pantas. Ia merasa dirinya hina dan kotor.


Lo seagresif itu, mana mungkin gue bisa nolak.


Kata-kata itu terus terdengar di telinga Syakila. Ia menangis dan merutuki kebodohannya. Kepalanya serasa mau pecah dan hatinya hancur.


Farel yang berada di ruang Kantornya terlihat emosi dan kesal. Ia membuang semua barang-barang yang ada di atas mejanya. Irfan yang berada di depan pintu hanya bisa menunduk dan mendengarkan suara pecahan benda itu.


Kesibukan Farel dalam dunia bisnis membuatnya lelah dan mudah marah. Sikapnya selalu membuat para pegawai dan kliennya ketakutan. Sebenarnya ia telah menyiapkan kejutan untuk Syakila, namun sayangnya gagal. Rasa lelah dan kesal telah bercampur menjadi satu. Ia duduk di sofa menenangkan diri dan Irfan pun memanggil OB untuk bersih-bersih.


...🌸...


Langit mulai gelap dan malam hari pun telah tiba. Syakila di kasih tau Niya untuk siap-siap, karena ada acara makan malam bersama keluarga Farhan dan satu keluarga yang ia tak kenali. Ia panik dan khawatir. Bagaimana jika keluarganya tau, kalau dirinya dan Farel tengah bertengkar. Ia takut tidak bisa bertemu dengan Farel lagi.


Syakila pergi ke arah kaca dan melihat wajahnya. Wajahnya terlihat jelas, jika dirinya habis nangis. Ia mengambil handphone dan menelpon seseorang.


CALLING ON.


Syakila : Desy!


Desy : Habis nangis lo ya?


Syakila : Kelihatan banget ya?


Desy : Iya, lo ada masalah apa?


Syakila : Lain kali aku cerita. Desy, cara nyembunyiin kantung mata habis nangis gimana ya?


Desy : Entar gue kirim.


Syakila : Sekalian obat untuk ngubah suara Des.


Desy : Suara lo bakal berubah, Sya.


Syakila : Iya, aku tau.


Desy : Kalau di tanyain gimana?

__ADS_1


Syakila : Emmm.


Desy : Hadehhh, nggak usah pake tuh obat, biarin aja.


Syakila : Kalau ketauan gimana?


Desy : Bilang aja habis nonton drakor.


Syakila : Oke.


Desy : Gue kirim vidio nya sekarang, Assalammualaikum.


Syakila : Makasihh, Waalaikumsalam.


CALLING OFF.


Ting.


Desy mengirim vidio tata cara make up. Syakila pun mempelajari vidio itu dan melakukannya. Setelah selesai, ia pun mengganti pakaiannya dan bersiap-siap. Ia keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Terlihat, Niya dan Yohan juga telah bersiap-siap. Mereka bertiga terlihat cantik dan tampan. Wajah Ayah Yohan tak kalah tampah oleh para anak muda.


"Wahhhh, Ayah ganteng bangetttt," puji Syakila.


"Anak Ayah juga cantik banget," sahut Yohan.


"Mamah nggak ada yang muji nih?" sindir Niya.


"Mamah cantik kok, buktinya aja Ayah nikahin Mamah," ucap Syakila.


"Hmmm, betul juga," sahut Niya membuat Yohan dan Syakila tersenyum. "Ya udah yuk! Mereka pasti nungguin."


Yohan, Niya dan Sisil pun pergi meninggalkan tempat. Mereka masuk ke dalam mobil dan pergi ke Restoran yang di tuju. Sesampainya di sana, mereka turun dan masuk ke dalam. Syakila terkejut melihatnya.


"Astaughfirullah, apa dosa besar yang udah gue lakuin," batin Syakila. Ia ketakutan dan panik. Mereka bertiga pun bergabung dengan mereka dan duduk bersama.


Nasib Syakila memang apes. Di sana terlihat Farel dan...


...🌸🌸🌸...


...Asikkkk, aku up lagi🤣. Aku mau selow aja deh upnya. Biar enak awoakwokkkk....


...Gimana guys? Buletkah ceritanya? Menarik nggak? Kependekan? Terlalu cepat mungkin? ...


...Semoga kalian suka ya....

__ADS_1


...See you....


__ADS_2