Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 18


__ADS_3

Kelvin tersenyum ramah pada sang kakak. Melihat wajah Kelvin, firasatnya tiba-tiba nggak enak.


"Kakkk, kalau seandainya gue nggak restuin hubungan lo sama kak Klara lo trima nggak? Kalau lo nggak peduli, kasihan kakak ipar entar gue campakin. Perasaanya nanti gimana ya?" ucap kelvin berfikir sembari menyeder dipintu mobil Reyhan.


Reyhan menaikkan kedua alisnya "maksud lo dek?"


"Ayolahh kak jujur aja, yang lo kasih ke Syakila bubur kacang ijo kan?"


"Eh enggak, kan kakak udah bilang bakpao" ngeles Reyhan.


"Ohhh gitu." Kelvin mengambil pisau kecil dari sakunya yang sengaja ia ambil tadi dari dapur.


Syakila kaget, ia tidak menyangka hanya karna bubur, Kelvin akan membunuh kakaknya sendiri.


Syakila ingin menghentikannya namun terlambat.


Srekkkkkkkkk


Kelvin menggores mobil Reyhan hinggal meninggalkan banyak sekali goresan.


Reyhan dan Syakila tidak percaya apa yang telah mereka lihat. Beret sudah mobil mewah Reyhan. Kepalanya terasa berat dan pusing. Reyhan bisa saja menghentikannya namun ia tahu Kelvin kalau sudah dibohongi pasti akan marah.


Kelvin yang telah selesai pun memasukan pisaunya kekantong celana dan melihat mobil Reyhan sembari melipat tangan didepan dada "Waw mobil kakak makin keren." ia melihat kearah jam tangannya "Hmm udah jam setengah tujuh ternyata. Ayo dek berangkat entar telat." dengan santainya Kelvin masuk kedalam mobil tanpa merasa bersalah sedikit pun.


Syakila menghampiri Reyhan "yang sabar ya kak." ucapnya lembut


Reyhan mengangguk "Hati hati dijalan ya, sekolah yang bener." Ucapnya diakhiri mencium puncak kepala Syakila.


Syakila tersenyum dan berlari menuju mobil Kelvin.


Mobil Kelvin pun pergi meninggalkan tempat dan hanya tertinggal Reyhan dengan mobilnya yang sudah lecet.


Reyhan menghela nafas dan pergi kegarasi mengambil mobil yang lain.Karna waktunya sudah mepet.


🌸


Didalam mobil


"Kakak maafin Kak Rey. Kak Reyhan begitukan karena takut Kakak marah." ucap Syakila.


"Kak Reyhan, harusnya nggak usah diem-diem apalagi bohong kayak tadi." ucap Kelvin sembari melihat kearah jalan "Kakak juga udah gede Sya, Kakak bisa ngalah apalagi sama kamu. Apasih yang nggak Kakak kasih buat kamu." tambahnya


Syakila merasa bersalah, yang dikatakan Kelvin benar. Apa saja kemauannya pasti dicari Kelvin sampai dapat, supaya dirinya senang dan suka. Nggak seharusnya dia lakuin, bisa saja tadi bubur nya ia bagi dua, lagi pula bubur tadi sangat banyak.


"Iyaaa." jawab Syakila pelan


Kelvin menoleh kearah Syakila dan kembali melihat ke arah depan "Syakila jangan sedih. Goresan yang kakak buat dimobil Kak Rey, paling-paling cuman perlu biaya sekitar lima belas jutaan aja dek atau nggak dibawah lima belas juta." ucapnya


"Kakak tau dari mana? perasaan ini mobil yang ngurusin bawahan ayah, Mas Hanin kan?" ucap Syakila


*Hanin adalah salah satu bawahan Yohan, umurnya sekitar 25 tahun dan masih jomblo.Ia yang mengurus segala urusan Kelvin dari mobil, kafe dan perusahaan yang akan diteruskan Kelvin.


Jika Kelvin sudah menjadi salah satu CEO diperusahan Yohan, ia akan menjadi Asisten pribadi Kelvin.


"Heheee iya sih, Kakak cuman nebak aja." Ucap Kelvin sedikt malu.


Syakila menghela nafas "Huffff, apa Kakak tahu pajak mobil Kakak?" tanyanya


"Enggaklahh kan udah ada Mas Hanin hahaaaaa" ucap Kelvin sembari tertawa.


"Hadehhhhh" Syakila menepuk jidadnya dan mengeleng-gelengkan kepala, " Pajak mobil aja nggak tau, apalagi tentang keuangan perusahaan, bisa-bisa bangkrut perusahaan Ayah."


"Kalau tentang perusahaan Kakak tau lah Dek." jawab Kelvin


"hmm syukur deh." Syakila melihat kearah luar jendela "Ohh iya Kak, Gimana sama pacar kakak? dia marah atau kecewa?" ucapnya kembali menoleh kearah Kelvin.


"Dia nggak marah, tapi setuju buat putus. Kakak aja sampek bingung." jawab Kelvin


"ohh ya? kok bisa, apa Kakak itu nggak suka sama Kak Kelvin?" tanya Syakila.


"Bukan, cuman katanya, yang dibilang Ayah itu bener. Kita ini masih perlu belajar buat meraih mimpi kita, menurutnya dengan pacaran, ia juga merasa terganggu." jawab Kelvin.


Syakila menahan tawanya "prftt"

__ADS_1


Kelvin mengerutkan keningnya "ehem kalau mau ketawa silahkan." tawarnya


Syakila pun langsung tertawa lepas "Bwahahahaa Aku tau, Aku tauuu kenapa Kakak itu setuju. Kakak itu merasa terganggu jika pacaran sama Kakak, karena Kak Kelvin pasti protektif, dikit-dikit chat, yank apa kabar? yank udah makan? yank lagi apa? yank main yuk? yank aku kangen. Pasti kayak gitu, ahahhaaa nggak kebayang Aku, sekesal apa Kakak itu." Ia tertawa sembari membayangkan mantan kakaknya yang terlihat bahagia karena lepas dari sipeneror alias Kelvin.


Kelvin menekuk wajahnya, ia merasa kesal dengan ucapan sang adek, tapi yang dikatakan Syakila memang benar, ia terus saja meng spam handphone Viona seperti rentenir. Ia sekarang merasa bingung dan takut, jika keputusannya untuk putus dengan Viona membuatnya harus berpisah lama.


"Secepatnya aku harus temui dia, kalau perlu aku temui dan minta orang tuanya untuk tidak merestui lelaki lain selain Aku." ucapnya dalam hati "tapi aku perlu uang untuk merayu mereka, sepertinya hari ini aku akan turun tangan mengurusi perusahaan." batinnya sembari smrik.


Syakila masih saja tertawa dan Kelvin terlihat sedang merancang rencana diotaknya sembari menyetir.


🌸


Dikelas X IPS 4 terilhat begitu ramai, ada yang sedang merumpi, bermain dan menyalin tugas.


"Duhhhh nih anak kemana sih sebenernya." kesal Amira sembari mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya.


"baru perjalanan mungkin." jawab Adel sembari melipat kertas.


"haissss keburu masuk nih. Kalian tirunin gue napa? salah nggak papa." ucap Amira


"Gue masih kurang dua nomor." jawab Adel santai


"Heheheee gue belum." ucap David terkekeh


"Hilih lo berdua belum, tapi ngapa nyatai?" tanya Amira sedikit emosi.


"Kalau masalah dihukum itu hal biasa bagi gue, jadi gue nyatai." ucap David.


"Gue kan kurang dua, seandainya Syakila telat gue bisa ngejar." jawab Adel yang masih melipat kertas.


"Hmzzz, kalau elu Rel?" ucap Amira menoleh kearah Farel.


"Udah" jawab Farel sembari memainkan handphonnya.


David dan Amira melotot mendengar jawaban Farel.


"What? ngapa lu nggak nirunin gue dari tadi, gue dari tadi ngomel-ngomel nungguin Killa dan lo diem aja." ucap Amira kesal.


"Parah lu Rel, bisa-bisanya lo nggak kasih tirun gue. Lo tega gue dihukum sendirian?" kesal David.


Amira emosi "GUE TADI UDAH NGOMONG, ELONYA YANG DIEM ANJI*"


Semua anak dikelas yang mendengarnya langsung menatap kearah Amira semua.


"Ra sabar ngapa, lihat noh anak-anak pada lihatin elo." ucap Adel menenangkannya.


Amira menoleh kearah anak-anak itu "APA LU LIHAT-LIHAT HAH, MAU LO GUE TIMPUK SATU PERSATU. SINI MAJUU GUE LADENIN, SINIIIII." emosi Amira.


para anak-anak langsung terduduk diam dan pura-pura tidak lihat.


"WOIIIIII--" ucap Amira terpotong


"ASSALAMMUALAIKUM WAHAI KAUM HAWA DAN ADAM, APA KABARRRRR. SYAKILA YANG PINTAR TIADA TANDINGANNYA TELAH DATANG GAESSS" teriak Syakila memberi salam kepada penghuni X IPS 4.


Para murid yang tadinya berwajah murung menjadi ceria. Syakila pergi menghampiri sahabatnya dan duduk disamping Adel sembari memberikan buku tugasnya.


"Ini Ra tugasnya, sorry gue telat tadi ada masalah sedikit hehehe." ucap Syakila terkekeh.


Amira langsung menyerobot buku Syakila "Maksihhhhh, lo emang sahabat gue yang terbaik." ucapnya ceria. " Vid,lo mau kagak nih?" tawar Amira


"Ya maulah" David langsung mengambil bukunya dan duduk disamping Amira.


Adel juga mengeluarkan bukunya dan menaruhnya dimeja "Sya, yang ini lo pake cara apa?"


Syakila menengok kearah buku soal yang ditunjuk Adel dan menjelaskan caranya.


"okok gue paham." Adel pun langsung mengerjakannya.


Adel,Amira dan David sibuk menyalin jawaban, sedangkan Syakila sibuk membaca novel dan Farel mengobrol dengan anak yang lain.


Tak lama bel masuk berbunyi.Para murid menghentikan aktivitas mereka dan pergi ketempat duduk masing-masing.


🌸

__ADS_1


Jam istirahat telah tiba dan para murid berhamburan keluar kelas. Syakila dkk berkumpul dikantin, mereka duduk di meja pojok kiri.


"Hari ini jatah gue." ucap Amira.


"seperti biasa." jawab Adel


"Mie goreng sama es teh aja." jawab Syakila.


"Lo Rel?" tanya Amira


"samain aja kayak Syakila." jawab Farel


Amira dan David melongo mendengar ucapan Farel.


"Bentar-bentar telinga gue nggak salah dengerkan, tadi lo bilang Syakila? bukan Adel?" tanya Amira memastikan


Farel mengangguk "iya Syakila" jawabnya.


"Kapan kalian deketnya?" tanya David


"udah lama." jawab Farel


"Lama? dari lahir kah?" tanya Amira


"slama kita didalam perut sampek sekarang." jawab Syakila


"wihh lama bener njir, bonyok kalian temenan?" tanya Amira


"iya, udah sahabatan dari SMA." jawab Syakila.


"widihh kalau dinopel-nopel nih ya, pasti udah dijodohin." ucap David.


"Gileee lu baca nopel begituan juga?" tanya Amira.


"nggak nyangka anak cowok baca nopel juga" ucap Adel


"hmzzzz" ucap David.


"Lo baca yang sesuai umur lo kan?" tanya Amira.


"Lo pikir?" tanya balik David.


"Kagak." jawab Amira.


David diam dan itu artinya benar.


"ASTAUGFIRULLAH, tobat heh mas, inget masih kecil." ucap Amira sembari menepuk punggung David.


"Sialann sakit WOI." keluh David.


"Ckckckck jangan ditemen gaes otaknya mesum" ucap Amira.


"Dihhh, kalau lo tanya begitu, artinya lo juga pernah kan?" tanya David "Jujur lo, jangan berusaha lo nipu gue. Gue bisa lihat dari ekspresi lo." ucap David serius.


Amira terlihat kikuk "kagak lah njir, gue kan anak baik-baik." seru Amira.


"Ckkck lo nipu."


"kagak"


"jujur aja. Kalau enggak jujur juga nggak papa.Tapi lo harus mau janji, kalai gue nemu bukti elo baca begituan,elo harus siap resikonya." Ucap David serius


Amira tidak ingin mengambil resiko, ia terpaksa jujur "oke gue jujur, iya gue juga pernah baca." jawabnya menahan rasa kesal


David terlihat puas dengan jawaban Amira, sedangkan Syakila dan Adel terlihat sedikit tidak suka, Farel hanya diam, menyimak.


"Pantes, paham soal begituan." ucap Adel jengah.


"heheeehee" Amira tertawa malu.


"Nggak nyangka." ucap Amira menggelengkan kepala.


"Dih lo pada juga kerjaanya nonton dra--" ucap Amira terpotong.

__ADS_1


"Sya, kakak lo berantem sama Reza, dihalaman belakang sekolah." Ucap seorang anak laki-laki, teman sekelas Syakila.


Syakila panik dan langsung pergi menuju halaman belakang sekolah. Dari arah belakang disusul oleh Adel, Amira, David dan Farel.


__ADS_2