
Pelajaran telah dimulai, terlihat Ibu Guru yang sudah berumur, tengah menjelaskan materi. Para murid terlihat, ada yang menyimak, tidur, dan mengobrol.
"Rencana selanjutnya gimana?" tanya Nisa pelan.
"Habis istirahat, Lo minta dia temenin ke kelas dua belas Mipa tiga. Gue udah minta tolong salah satu Kakel disana," sahut Tasya dengan suara berbisik.
Nisa mengangguk paham, "Namanya?" tanyanya.
"Entar gue kasih tau," sahut Tasya.
*****
Tak lama waktu pelajaran selesai dan para murid pergi keluar dari kelas. Syakila dkk kini hanya dikelas saja, karena mereka telah membeli makanan dari istirahat pertama.
Tasya dan Cika meninggalkan Nisa sendiri dikelas. Terlihat Nisa tengah memainkan handphonnya sembari menyender di dinding.
"Nisa! gabung sini aja," ajak Syakila.
Nisa tersenyum lembut dan mengelengkan kepalanya. Syakila yang melihatnya hanya mengangguk paham.
"Gue boleh minta tolong sama Reza?" tanya Nisa kepada Syakila dkk.
"Boleh aja," jawab Adel.
"Minta tolong apa?" tanya Reza.
"Anterin gue, ke Kelas dua belas Mipa tiga," pinta Nisa.
Reza mengangguk paham. Reza dan Nisa pun berdiri dari duduknya bersamaan. Mereka pergi berdua keluar dari kelas.
David terlihat mengerutkan keningnya, "Ngapa Nisa minta ke Reza bukan Gue? firasat Gue nggak enak," ucapnya dalam hati.
🌸
Reza dan Nisa kini tengah berjalan dilorong kelas sebelas.
"ada dilantai berapa kelas dua belas?" tanya Nisa.
"dilantai bawah," sahut Reza dan diangguki Nisa.
Sekolah Syakila dkk, memiliki tiga lantai; lantai pertama kelas dua belas, lantai dua kelas sebelas dan lantai tiga kelas sepuluh.
Ting
Notifikasi masuk ke handphone Reza. Terlihat Ia tengah mengecek pesan sembari berjalan.
ROOM CHAT ON.
Syakila:
Za, nanti ke Cafe Caris ya habis pulang sekolah.
^^^Reza:^^^
^^^Oke^^^
ROOM CHAT OFF.
Reza mematikan handphonnya dan kembali melanjutkan perjalanan mereka ke kelas dua belas.
"Semoga recana Tasya berhasil." ucap Nisa dalam hati.
🌸
Bel pulang telah berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas. Syakila dkk kini telah sampai diparkiran mobil.
"Gue sama Adel duluan yang gaes," pamit Amira.
Adel pulang bersama Amira karena ingin menginap dirumahnya. Mereka berdua pun membuka pintu mobil bersamaan
"Hati-hati dijalan baby," pesan David sembari melambaikan tangan. Ia sekarang berdiri didepan mobilnya.
Amira pun melambaikan tangannya dan kiss bay. Reza yang berada disamping Adel terlihat sedang berpelukan.
"Hati-hati ya, nanti malam jangan lupa kabari Aku," pesan Reza setelah melepas pelukannya dan menoel hidung Adel.
Adel tersenyum lebar dan mencubit hidung Reza, "Iyaaa, ya udah, Aku pergi dulu ya," pamitnya dan masuk kedalam mobil.
Reza menutupkan pintu mobil Adel dan mobil itu pun pergi meninggalkan halaman sekolah.
"Gue duluan," ucap Syakila dan masuk kedalam mobilnya, pergi meninggalkan tempat.
Reza dan David pun masuk kemobil mereka masing-masing dan pergi meninggalkan tempat.
🌸
Syakila kini telah sampai di Cafe Caris dan masuk kedalam. Ia langsung duduk disalah satu tempat yang dekat dengan jendela.
Pelayan pun datang, "Mau pesan apa Kak?" tanyanya ramah.
"Emm Cappucino aja Mbk," pinta Syakila.
"ditunggu ya Kak," ucap pelayan itu dan pergi meninggalkan tempat.
__ADS_1
Syakila mengeluarkan handphonnya dan terlihat tengah mengetik sesuatu. Tak lama Reza pun masuk dan duduk didepannya.
Syakila mengangkat pandangnya dan melihat Reza yang tengah melihat menu, "Loh Za, kok sendiri?" tanyanya bingung.
"Lah kok tanya Gue? kan kamu Sya yang minta aku kesini," ucap Reza bingung.
"Aku? Kamu Za yang minta aku kesini. Aku kira kamu minta kumpul buat bahas sesuatu sama anak osis," sahut Syakila.
"Kalau gue minta kumpul bareng anak Osis, ngapa kita semua tadi nggak bareng-bareng," sahut Reza.
Syakila menepuk jidatnya dan menggelengkan kepalanya, "Haduh bodoh banget gue, terus ini apa maksudnya?" tanyanya sembari menunjukkan chatnya dengan Reza.
Reza mendekat kearah Syakila dan membacanya. Ia menaikkan salah satu alisnya, "ini artinya gue sama Syakila ada yang jebak, siapa yang lakuin ini," batinnya bertanya-tanya.
Reza berdiri dari tempatnya dan melihat kesekitarannya, Ia pergi kearah lain dan melihat satu persatu orang.
"Hmm, Reza ngapain sih?" tanya Syakila bingung melihat tingkah aneh Reza.
Tak lama Reza kembali dan duduk didepan Syakila.
"Gue dah pesennin cofe late buat Lo," ucap Syakila memberitahu dan kembali menyeruput kopinya.
"Sya! lo nggak curiga? kita dijebak, mendingan kita balik," saran Reza.
"Apaan sih Re, kalau ada yang jebak, kita ikutin aja alur mainnya, dah lama nih Gue nggak main kucing-kucingan," seru Syakila.
"Sya! gimana kalau berakibat fatal? Kita nggak tau apa yang mereka rencanain dan siapa mereka?" ucap Reza.
"Ishh Reza mah, inget kita ini masih ada Allah yang akan selalu jaga kita, jadi kita santai aja," ucap Syakila.
"Sya, astagaaaa aku tau itu, tapi kita tetep harus pergi sekarang," pinta Reza dan menarik paksa tangan Syakila.
Syakila yang merasa tertarik langsung berdiri, sebelum pergi Reza meeninggalkan uang dua ratus ribu diatas meja dan pergi keparkiran.
"Ishhh itu kopinya tadi enak bangett loh," ucap Syakila sembari manyun.
Reza tidak memperdulikannya dan membuka pintu mobil Syakila. "Masuk Sya!" pintanya tegas, Syakila pun terpaksa masuk kemobilnya.
"Langsung pulang jangan kemana-mana!" pesan Reza.
Syakila hanya mengangguk dan menutup mobilnya. Ia menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat.
Reza terus memerhatikan mobil Syakila hingga tak tampak dalam penglihatannya, setelah itu melihat kekanan dan kekiri, "Siapa yang lakuin ini? Apa yang dia mau?" batinnya bertanya-tanya. Ia pun masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan halaman parkir cafe itu.
🌸
Syakila kini telah sampai dirumahnya, ia pun langsung membuka pintu utama dan masuk.
"Waalaikumsalam," jawab Wanita paruh baya dan Wanita yang tengah hamil besar. Mereka adalah Niya dan Klara.
Terlihat Niya membantu Klarina berjalan, kearah sofa ruang tamu. Mereka berdua pun duduk disofa itu dan disusul Syakila.
"Wihhhh, nggak sabar nunggu baby keluar. Boleh nggak Kak, Aku pegang perut Kakak lagi?" tanya Syakila.
"Boleh," jawabnya sembari tersenyum lembut.
Syakila yang hendak memegang perut sang Kakak Ipar terhenti, karena dijitak Niya.
Plak
"Awww," ucap Syakila mengaduh kesakitan.
"setiap hari minta pegangin perut Klara melulu, tanganmu itu kotor dari luar, belum cuci tangan, ganti baju juga belum. Biasain habis pulang langsung ganti baju, kerjain tugas, habis itu terserah kamu mau ngapain aja." omel Niya.
Syakila mengerutkan keningnya dan manyun, "Cuman mau pegang aja nggak boleh, padahal yang punya perut ngijinnin," gerutunya dan pergi kearah tangga.
"YANG NGELARANG SIAPA? MAMAH HANYA MINTA KAMU BERSIH-BERSIH DIRI, APA SUSAHNYA SIH," teriak Niya.
Syakila yang sudah ditengah anak tangga pun berhenti, "SUSAHNYA HARUS DENGER OMELAN EMAK-EMAK YANG NGGAK ADA HABISNYA NYARI KESALAHAN ANAKNYA SENDIRI!" teriaknya dan lari keatas.
Niya yang mendengarnya langsung berlari kearah tangga, "SYAKILA! AWAS AJA KAMU, JANGAN HARAP MAMAH KASIH JATAH MAKAN MALAM!" teriaknya dari bawah tangga.
Klara tertawa kecil melihat tingkah Mamah mertua dan Adik Iparnya. Rumah yang tadinya sepi, hanya ada mereka berdua dan ART, kembali ramai karena Syakila.
Niya menghampiri Klara dan mengobrol berdua.
🌸
Syakila telah berada didalam kamarnya dan berganti baju. Ia berjalan kearah meja belajarnya dan mengerjakan tugas.
tling
Tak lama, notifikasi pun masuk dari handphonnya.
ROOM CHAT ON.
^^^Syakila:^^^
^^^Apa urusanmu sudah selesai?^^^
...| pesan belum dibaca |...
Farel:
__ADS_1
Udah
Maaf Sya baru bisa bales🙏
Ada apa?
^^^Syakila:^^^
^^^Iya nggak papa Rel.^^^
^^^^^^Cuman tanya aja😁^^^^^^
Farel:
Nggak bilang kangen?
^^^Syakila:^^^
^^^Farel duluan dong😞 masa Syakila terus.^^^
Farel:
Ya udah
Farel kangen gembul😘
^^^Syakila:^^^
^^^Ihh kok balesnya Ya udah, kayak kepaksa^^^
^^^Syakila nggak gembul😫^^^
Farel:
😁
Good nigh gembulnya Farel ❣️
^^^Syakila:^^^
^^^Nigh too😞^^^
ROOM CHAT OFF.
Syakila mematikan handphonnya dan segera mengerjakan tugasnya.
🌸
Malam hari telah tiba, kini Syakila sekeluarga berkumpul di meja makan.
"Kamu mau makan?" tanya Niya sama Syakila, sembari manaruh nasi ke piring Yohan.
"Ishhh, Ayahhhhh! lihat tuh Mamah, masa cuman gara-gara pingin pegang perut Kak Klara, Syakila dimarahi sampek nggak diijinin makan," ucap Syakila mengadu.
"Apa? Ayah mau bela Syakila," tanya Niya sembari bertolak pinggang pada sang Suami yang telah melirik dirinya.
"Nggak," sahut Yohan sembari tersenyum.
"Ayah udah nggak sayang Syakila hiks hiks," keluh Syakila sembari berpura-pura menangis. "Kalau Ayah nggak mau bela Syakila, sama Mamah yang udah nggak sayang Syakila. Syakila akan bertindak supaya dapet orang tua baru," tambahnya mengancam.
"Caranya Dek?" tanya Kelvin sembari melahap makannan nya.
"Paksa Farel hamilin Syakila, biar langsung nikah dan dapet oramg tua baru, kalau Farel nggak mau, nanti Syakila yang bertindak sampek Syakila hamil," ucap Syakila dengan mempertegas kata terakhir.
byur
uhuk uhuk
Kelvin yang terkejud langsung menyemburkan minumannya dan Reyhan yang tengah disuapi Klara tersedak mendengarnya, sedangkan Klara yang mendengarnya kaget, menjatuhkan sendok yang ia pegang.
"Ehhhh, kok anak Ayah pikirannya begini? Farel ya, yang ngajarin?" tanya Yohan terkejud.
"Sialan tuh anak, berani-beraninya ngotorin otak Adek gue yang polos begini." kesal Kelvin.
"Jangan deketin Farel lagi, Vin kita samperin Farel sekarang," ucap Reyhan.
Reyhan dan Kelvin berdiri bersamaan dari duduknya, langkah mereka terhenti.
"INI SEMUA BUKAN KARENA FARELLLLLLL! KALAU KAKAK MELANGKAH SATU KALI AJA, AKU NGGAK BAKAL TINGGAL DIAM!" ancam Syakila.
Reyhan dan Kelvin mematung, mereka berdua mengangkat kedua tangannya keatas.
Niya tertegun, dulu waktu kecil ia juga pernah seperti itu, dan apa yang akan dia katakan, akan ia lakukan walaupun itu beresiko.
"Sya, maaffin Mamah ya, mamah janji nggak gitu lagi, kamu tenang ya," ucap Niya tenang dan lembut.
"Syakila jangan seperti ini, nanti kalau Syakila pergi, Kakak sedih dan keguguran bagaimana? Apa Syakila nggak sayang sama keponakanmu ini?" ucap Klara sembari menangis.
"Uhhh Kakak," ucapnya dan memeluk Klara. "maafin Syakila," tambahnya.
"Jangan begitu lagi ya!" pinta Klara sembari mengusap punggu Syakila.
Syakila mengangguk paham. Keadaan kembali seperti semula. Mereka pun makan malam bersama.
__ADS_1