Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 20


__ADS_3

"Kalau bukan tentang Syakila terus tentang apa? sampek Kak Kelvin semarah itu?" tanya Adel penasaran.


Reza melihat kearah Adel, mereka saling bertatapan "Karna gue." ucapnya menggantung, Adel masih fokus mendengarkan "nggak mau kasih tau, rahasiaaa." lanjutnya diakhiri tawa kecil.


Wajah Adel yang awalnya terlihat serius, berubah menjadi kesal. Reza yang menglihatnya menjadi tertawa "aw aw awww." keluh Reza kesakitan, Adel sengaja menekan luka dipelipisnya dengan kapas karena kesal.


"Saa sa-kit Del." ucap Reza mengaduh kesakitan.


Adel membuang kapas itu ketong sampah kecil,yang terletak disampingnya "Siapa suruhlo ngibullin gue." ucapnya kesal.


"iya deh maaf." pinta Reza.


"Auah males gue." ucap Adel sembari membalikkan badannya, membelakangi Reza.


"Lahh, ini bibir gue kan masih belum Del." ucap Reza.


"Bibir lo mau diapain?" tanya Adel ketus dengan posisi yang sama.


"dicium" sahut Reza.


Blushh


Adel salting, ia kaget mendengar jawaban Reza.


"REZA" bentak Adel kearah Reza.


"bercanda Del." ucap Reza tersenyum "Elo juga yang aneh udah tau luka, ya harusnyakan diobati,malah nanya bibir lo mau diapain." sahut Reza.


"Lo nyalahin gue?"


"yang nyalahin elo siapa mbk?gue nggak nyalahin, elonya aja yang sewot."


"Kok bisa sih Killa betah sama lo?"


"hmzz, lo mau ngajak gue ribut? mulut gue nih sakit Del, kalau ngomong mulu kapan lo ngobatinya?" ucap Reza tak sabar, ia sudah tidak tahan,karena bibirnya terasa begitu perih saat biacara.


"yang mulaikan elu duluan geblek." kesel Adel.


"Dell" bentak Reza, ia bener-benar tidak tahan, rasanya semakin perih dan sakit.


Adel yang melihat Reza kesakitan pun akhirnya mengobati lukanya "tahan dikit." ucapnya dan mulai mengobati.


"Awww" ucap Reza mengaduh kesakitan.


"tahan Za." pinta Adel dan Reza pun menahanya,sesekali ia mengernyit karna tidak kuat.


๐ŸŒธ

__ADS_1


Terlihat dilain sisi luar ruang UKS, seorang wanita dan laki-laki tengah mengintip dari balik jendela.Mereka terlihat tersenyum, melihat Reza dan Adel.


"Apa mereka sedekat itu?" tanya cowok itu.


"iya, sebenernya awal kita masuk kesini dan kenal Reza itu, Adel duluan yang kenal, terus aku baru Amira." jawab wanita itu yang tak lain adalah Syakila, dan cowok disampingnya Farel.


Mereka berdua berniat kekelas namun Syakila minta Farel nemenin ke UKS menjenguk Reza.


FLESSBACK ON


Syakila dan Farel berjalan menuju kekelas, namun langkah mereka terhenti.


"Farel, kita UKS yuk jenguk Reza, sekalian aku minta maaf." pinta Syakila.


Farel mengangguk "iya." sembari tersenyum.


Syakila pun tersenyum lembut.Farel dan Syakila pun berjalan berdampingan menuju UKS.Sesampainya disana, mereka melihat kearah dalam UKS.Terlihat Adel yang tengah mengobati Reza.


Farel pun langsung masuk kedalam namun ditahan Syakila "ststtststt kita putar balik,kejendela itu," tunjuk Syakila dijendela paling pojok ruang UKS "Kita lihatin mereka dari sana supaya jelas." ucapnya pelan.


Farel dan Syakila pun putar balik, setelah sampai disana, mereka melihat Adel yang tengah ngambek membelakangi Reza.


FLESSBACK OFF


"Ohhh, bukannya kamu yang deket sama dia?" tanya Farel.


"Hmm, kamu tau siapa yang disukai Reza." tanya Farel.


"Tau" jawab singkat Syakila yang masih mengintip dijendela.


"siapa?"


"aku" dengan santainya Syakila menjawab, tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Hah." Farel tidak percaya, ternyata selama ini Syakila tau "kamu tau beneran?" tanyanya memastikan.


"iya, aku tau. Dulu Reza pernah bilang ketemennya sekelas, kalau dia suka aku, tapi aku pura-pura nggak tau aja selama ini dan berpura-pura bodoh aja." jawab Syakila menoleh kearah Farel.


Farel kaget dan bingung.Syakila yang tau Farel kebingungan pun menejelaskannya "alesan aku ngelakuin ini, karena aku nggak mau bikin pertemannanku hancur dan juga dulu aku kira Adel itu suka sama Reza." jelas Syakila.


Farel mengangguk paham "Aku kira kamu nggak tau, kalau Reza suka kamu." ucap Farel.


"cuman wanita bodoh yang tidak mengetahuinya.Satu sekolah aja tau, masa iya aku nggak tau, tontonanku aja drakor sama anime romance.Malu dong kalau hal begituan nggak tau." sahut Syakila.


Farel tertawa kecil mendengarnya, namun dikalimat terakhir Syakila, tawanya terhenti "Eh bentar, drakor?anime romance?" tanya Farel dan diangguki Syakila "Itu artinya kamu ngerti dong yang dimaksud Reza, waktu dia bilang dicium ?" tanya Farel


"Tau, tapi yang sekedar kecup aja." ucap Syakila.

__ADS_1


Farel menaikkan alisnya "maksudmu, cuman kayak kecup pipi." sahut Farel


Syakila menaggguk "iya, selebihnya Syakila nggak tau.Ayah,Mamah,Kak Rey sama Kak Kelvin juga pernah cium aku begitu waktu aku kecil." ucap Syakila.


Farel mengangguk paham dan mengusap-usap rambut Syakila dengan lembut "inget ya, kamu boleh begitu ke orang tuamu dan kakakmu saja, tapi jangan sama orang lain oke." pesan Farel.


Syakila mengangguk dan tersenyum lembut "iya,Syakila janji nggak akan begitu keorang lain. Syakila maunya sama Farel aja." ucap Syakila diakhiri nyengir.


Blush


Farel kaget, ia menghentikan tanganya yang tengah mengusap rambut Syakila. Ia mundur satu langkah dan memalingkan wajahnya.


Syakila tersenyum nakal "Farel salting yaaaaaa." ucapnya menggoda.


"Ngg ng-gak." jawab Farel gagu.


"masa sihhhhh."ucap Syakila sembari mendekat selangkah namun Farel pun mundur selangkah.


Syakila terus maju satu langkah, setiap Farel akan terus mundur satu langkah, hingga Farel terpojok.Syakila mengunci Farel, sekarang Farel tidak bisa kemana-mana, ia bingung.


"sialannnn gue terlalu ngremehin Syakila." batin Farel menyesal.


"heheheehe Farel lucu juga kalau lagi salting, pingin deh aku foto." batin Syakila. "kok Farel menghindar sih? Farel nggak suka ya sama Syakila." ucap Syakila sedih.


"Bu-bukan gitu Sya, cuman aku nggak mau aja, kalau sampek ngelakuin itu kekamu." ucap Farel.


"Kenapa?" tanya Syakila.


"Sya belum waktunya, aku nggak mau juga nodai kamu hanya karena nafsuku ini." ucao Farel serius.


Syakila tersenyum lembut "aku nggak salah pilih. Semoga tidak ada penghalang ataupun wanita yang rebut kamu dari aku, kalau ada aku akan hadapi dia untuk mempertahankanmu." batin Syakila,


Syakila pun menurunkan kedua tangannya dan pergi menuju kelas "Farel ayo kekelas keburu Bu Mahmud masuk." ucapnya sedikit berteriak tanpa membalikkan badan.


Farel mengehela nafas dan mengatur detak jantungnya yang tengah maraton.Merasa lebih baik, ia pun berlari mengikuti Syakila dari belakang.


...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


Semoga kalian suka dengan ceritanya dan maaf jika ada salah kata atau penulisan.


Terimakasihhh bagi yang sudah membacanya dan Terimakasih banyak sudah like,komen,and favoritin.


Semoga kalian sehat selalu๐Ÿ˜š


Jangan lupa like,komen and subscribe, ups maksudku jangan lupa Like,komen,vote and favoritin ya gayss๐Ÿ˜˜


See you๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2