Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 37


__ADS_3

Syakila kini telah sampai di depan sekolahnya, Sesampainya di halaman sekolah, ia tanpa sengaja melihat Tasya dan dan Farel keliar dari mobil yang sama. Mereka berdua terlihat sedang bercada tawa sembari berjalan pergi ke arah kelas.


"Syakila, kamu harus kuat oke, santai Sya, kalau semua masalah ini kelar, Farel bakalan jadi milik lo selamanya," ucap Syakila pelan, menyemangati dirinya sendiri.


Syakila pun pergi ke arah kelasnya, sesampainya di dalam kelas, ia melihat Farel masih mengobrol dengan Tasya, namun ia pura-pura tidak melihatnya. Ia beralih pergi duduk di bangku samping Adel.


"ASSALAMMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH, PANGGILAN UNTUK PARA ANAK OSIS, SILAHKAN BERKUMPUL DI RUANG RAPAT SEKARANG, TERIMAKASIH WASALAMMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU," suara pengumuman sekolah.


Farel dkk dan Syakila dkk pun pergi keruang rapat Osis, sesampainya di sana mereka langsung duduk di tempat masing-masing.


"Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Gue sebagai Ketua Osis di sini mau kasih tau perencanaan dan kegiatan minggu depan untuk acara ulang tahun sekolah yang di majuin, karena sebentar lagi ujian," ucap Reza membuka acara rapat.


Syakila membagikan lembaran kertas ke setiap anggota, yang sudah berisi tugas dan kegiatan acara minggu depan.


"Setelah kalian baca, kalian silahkan memberikan ide, pendapat atau keluhan kalian sekarang, supaya tidak terjadi masalah dan rasa kecewa," seru Reza dan para anggota pun mulai membacanya.


"Hmm, gue setuju sih, bagus juga kok," sahut Adel.


"Gue juga, kelihatan nih lo berdua mikirinya detail banget, gue yakin nih acara berjalan dengan baik," sahut Amira.


"Bener, bukan cuman sekolah kita aja jurinya, tapi sekolah lain juga ada, jadi nggak bakalan ada yang mikir ini curang atau udah di rencakan," seru siswi 1.


"Gue juga setuju, acaranya menarik dan meriah," sahut siswa 1.


"Gue juga setuju," sahut Farel.


"Gue juga," sahut David.


Semua para anggota Osis pun setuju dan melakukan tugas masing-masing. Tak lama rapat pun akhirnya selesai dan para anggota Osis ada yang kembali ke kelas, ada juga yang ke kantin. Syakila dkk dan Farel dkk pergi ke kantin karena jam pelajaran hampir selesai.


"Akhirnya ada juga bolos," seru David senang.


"Iya Vid, akhirnya kita ada untungnya masuk Osis," sahut Amira.


"Ehem," Syakila berdeham, "Kalau ngomong jauh-jauh ngapa, ada si Ketos nih," sahutnya.


"Ngapa emangnya?" tanya Reza sembari menatap tajam ke arah Syakila.


"Hehehe, kagak papa," sahut Syakila dan Reza hanya memutar bola mata jengah.


WOI ADA TELPON NIH, ANGKAT WOI, KAGAK ANGKAT KAGAK MATI NIH, bunyi nada dering telpon Syakila.


"Sett dah, nada deringnya ngeri amat," komen Amira.


"Tuh suara siapa dah, ngagetin bener," seru Adel.


"Hehhee, aku jawab nanti ya, aku angkat telponnya dulu," pamit Syakila dan pergi menjauh.


Tak lama Syakila pun kembali dan duduk kembali, "Kalian inget anak cewek yang jemput gue dua atau tiga hari yang lalu?" tanyanya.


"Inget, emang ngapa?" tanya Amira penasaran.


"Inget, kenapa?" tanya Adel.


"Bunyi nada deringku tadi itu suaranya dia," sahut Syakila memberitahu.


"Wehhh, nggak nyangka njir suaranya menggelegar hahhaa," seru Amira terkekeh.


"Oalahh," sahut Adel mengerti.


"Habis pulang sekolah kita ke Mall bareng-bareng buat belanja keperluan acara minggu depan," ucap Reza tiba-tiba.


"Oke," sahut Amira, Adel, dan David, sedangkan Farel hanya mengangguk paham sembari bermain handphone. Sedari tadi Farel memang tidak ikut ngobrol karena sibuk dengan handphonnya dan untuk menjaga jarak dengan Syakila.


"Kok mendadak gini sih," kesal Syakila.


"Emang lo mau kemana?" tanya Reza.


"Gue harus ke Rumah Sakit jengukin Kak Klara," sahut Syakila berbohong.


"Ohh iya ya, Kakak ipar lo kan hari ini lahiran," sahut Amira.


"Iya," sahut Syakila.


"Ya udah, lo kagak usah ngikut," sahut Reza.


"Oke," sahut Syakila.


Tak lama pesanan mereka tiba dan mereka pun mulai menyantapnya.


...๐ŸŒธ...


Syakila pergi ke lab IPA, karena dimintai tolong oleh salah satu Guru, di tengah perjalanan menunju lab IPA, seseorang berlari begitu cepat dan menyenggolnya hingga membuatnya hampir terjatuh.


Farel yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung berlari menangkap Syakila. Mereka saling melihat, mata mereka saling bertemu.


"Kamu nggak papa?" tanya Farel dan Syakila langsung berdiri tegak, merepikan rambutnya.


"Nggak papa, makasih," sahut Syakila tanpa melihat Farel dan langsung pergi.


Farel membalikkan badannya dan menarik tangan Syakila, "Maaf buat yang kemarin, Kakakmu tau nggak?' tanyanya.


"Eng-enggak kok, kamu nggak perlu khawatir," sahut Syakila.


"Alhamdulillah," sahut Farel bersyukur.


Syakila melihat ke arah tangannya dan Farel yang sadar pun langsung melepasnya, "Aku duluan ya," pamitnya dan diangguki Farel. Ia pun pergi ke arah lab IPA dan Farel ke arah kelas.

__ADS_1


...๐ŸŒธ...


Bel pulang pun berbunyi, Syakila dkk, Tasya dkk dan Farel dkk kini berada di halaman Sekolah.


"Kil! lo bareng siapa?" tanya Adel.


"Nih gue pesen gebrak," sahut Syakila.


...Gebrak yang agh maksud mobil online kayak grap atau gerobak....


"Nggak di jemput Kak Kelvin," tanya Farel.


"Nggak," sahut Syakila.


Tasya menarik ujung baju Farel, "Ayuk Rel," ajaknya.


Farel menoleh ke arah Tasya, "Bentar Sya," sahutnya, "Gue nggak ikut dulu," sahutnya ke Reza.


"Oke," sahut Reza.


Farel dan Tasya pun masuk ke dalam mobil, "Gue duluan ya Chik, Nis," pamit Tasya pada sahabatnya dari jendela mobil.


"Hati-hati Sya," pesan Chika, "Pulang yuk Nis," ajaknya dan diangguki Nisa. Mereka berdua pun masuk ke mobil mereka masing-masing dan pergi meninggalkan tempat.


"Sebenernya hubungan Farel sama Tasya kayak gimana sih," tanya Amira.


"Iya, setauku Farel bukan orang yang mudah deket sama cewek," seru Adel.


"Temen aja kok biasa, dah lah kita langsung pergi aja, kesorean entar," ucap David.


"Bentar Syak--" ucap Amira terhenti, karena sebuah mobil berhenti di depan mereka.


"Atas nama Mbk Syakila?" tanya Pak supir.


"Iya, saya Pak," sahut Syakila dan pergi ke arah mobil, "Gue duluan ya guyss," pamitnya dan masuk ke dalam mobil. Mobil itu pun kini pergi meninggalkan tempat.


"Gue kasihan sama Syakila, pasti dia sedih ngelihat Farel sama Tasya deket," seru Amira.


"Hiya, apa chatnya masih di pantau Kak Kelvin ya, mangkanya dia nggak curhat ke kita," sahut Adel.


"Mungkin masih," sahut Amira.


"Dah lah, kita langsung menarik aja keburu sore nih," ajak David dan Amira terlihat kesal.


Reza yang berada di lalin sisi, terlihat hanya diam saja dan duduk di depan mobilnya, "Gue yakin lo pasti kumpul sama mereka lagi," batinnya curiga dengan Syakila, "Apa yang sebenernya kalian rencanain?" tanyanya dalam hati.


Tak lama David dan Amira pun damai karena dilerai oleh Adel. Mereka pun pergi meninggalkan tempat dan pergi ketempat tujuan.


...๐ŸŒธ...


Tiga puluh menit kemudian, Syakila telah sampai di Apartemen.



Terlihat di dalam ruangan itu Nayla dan Sisil telah tiba dan tengah mengotak-atik laptop.


"Assalammualaikum," salam Syakila dan pergi duduk di depan mereka berdua.


"Waalaikumsalam," sahut Nayla dan Sisil bersamaan.


"Kalian ngapain?" tanya Syakila.


"Tadi aku nggak sengaja baca chat Juna, katanya ada pembunuhan sadis lagi secara diam-diam, mangkanya ini Nayla lagi nelusuri berita itu," sahut Sisil memberitahu.


Syakila kaget, "Udah sampek mana?" tanyanya, sembari berpindah duduk di samping Nayla.


"Baru juga awalan udah kena virus," sahut Nayla sembari membersihkan virus di laptopnya.


"Cepetan Nay, kebur--" ucap Syakila terhenti karena...


Bluk


Laptopnya tiba-tiba saja mati, Nayla lemas dan merebahkan tubuhnya di sofa sembari memijat pelipisnya.


"Haduhh, otw beli laptop lagi nih," seru Sisil.


"Harusnya tadi nunggu Desy aja," sahut Syakila sembari menundukkan kepala.


"Tamat gue, tuh anak pasti ngamuk," ucap Nayla.


"Datanya aman nggak?" tanya Syakila.


"Jangan berharap Sya," sahut Nayla, membuat Syakila lemas.


"Harusnya kita buka restoran atau cafe buat nambah penghasilan," saran Sisil.


"Kan kita udah pernah buat ide itu, Desy bilang itu cukup berisiko," sahut Nayla yang masih berbaring di sofa dengan mata terpejam.


"Ohh iya ya, aku cek keuangan kita aja dulu," sahut Sisil.


"Emang masih ada?" tanya Syakila.


"Ada kok dari hasil, misi bulan lalu," sahut Sisil dan pergi ke kamar.


"Kok gue nggak tau," seru Syakila.


"Lain kali aja Sya, gue kasih taunya, di sini nggak aman," sahut Nayla dan di angguki Syakila.

__ADS_1


Setiap misi mereka, akan mendapatkan bayaran sekitar lima puluh sampai ratusan juta, tergantung kesulitan masing-masing. Biasanya mereka mendapatkan misi untuk menerobos masuk data musuh atau mencari informasi atau mengahancurkan musuh, namun mereka akan merimanya, jika masuk ke dalam persyaratan.


Sisil pun datang dan duduk kembali di tempat semula, "Uang kita masih enam puluh lima juta," sahutnya memberitahu.


"Aku cek dulu harga laptopnya," sahut Syakila dan mulai membuka handphonnya, "Nggak ada Sil, adanya yang di atas delapan puluh juta," sahutnya, setelah mengecek harga.


Nayla yang mendengarmya semakin merasa lemas dan Sisil pun ikut berbaring di sofa sembari menutup wajahnya dengan bantal sofa.


...๐ŸŒธ...


Desy kini berada di sebuah Mall, ia terlihat tengah menunggu pesanan dan tak lama, pelayan pun datang memberikan semua pesanannya.


"Ini ya Kak," ucap Desy ramah sembari memberikan beberapa lembar uang merah ke pelayan.


"Tunggu sebentar ya Kak, saya ambilkan kemba--" ucap sang Pelayan itu terhenti.


"Buat Kakaknya aja," sahut Desy.


"Terimakasih Kak," sahut sang Pelayan senang.


Desy pun pergi dari restoran itu dan tanpa sengaja menabrak seseorang dari depannya, membuat minumannya tumbah dan makanan nya jatuh.


"Aduhhhh, gimana nih?" khawatir Desy.


"Maaf Mbk, saya nggak sengaja," sahut Pemuda yang menabrak Desy.


"Kami ganti ya Kak," sahut Wanita itu.


Desy mengangkat pandangnya dan melihat Reza, Adel, Amira serta David, yang menabraknya tadi adalah Reza.


"Gue ganti," tawar Reza.


"Nggak perlu," tolak Desy dan tak lama telpon pun berbunyi.


Teriringgg Teriringgggg


......CALLING ON......


Desy : Hallo.


Syakila : Lama banget Des, udah sejam lebih loh kita nunngu, mereka bentar lagi dateng.


Desy : Gue kan dah bilang, gue bakaln telat, lagi pulang ini antrian juga panjang banget, pake adegan tumpah segala nih. (Kesal)


...Reza, Adel, Amira dan David merasa bersalah. Reza membisikkan sesuatu ke David. David pun pergi bersama Amira....


Syakila : Astaughfirullah, ya udah nggak papa.


Desy : Tunggu bentar, Assalammualaikum.


Syakila : Waalaikumsalam.


...CALLING OFF....


"Puas lo Hah," kesal Desy.


"Itu Syakila?" tanya Reza.


"Ck, Kagak lah, kalau yang nelpon ini Syakila, udah gue omelin tuh anak," marah Desy berbohong.


"Bener juga sih," batin Reza.


Tak lama David dan Amira pun datang dan memberikan pesanannya ke Desy.


"Apaan nih?" tanya Desy sembari menunjuk benda yang di berikan David dan Amira.


"Ganti rugi," sahut Reza.


"Nggak perlu, entar lo racunin gue sama temen-temen gue, karena lo pikir gue kumpul sama Syakila, dan lakuin apa yang lo pikir," tolak Desy.


"Nggak, gue cuman ganti rugi aja," sahut Reza.


"Gue udah pesen online, Assalammualaikum," ucap Desy dan nyelonong pergi begitu saja.


"Waalaikumsalam," sahut mereka berempat bersamaan.


"Njir, temen Syakila begitu?" seru David.


"Biarin aja lah," sahut Reza dan merangkul Adel dengan mesra, "Kita makan yuk, aku udah laper," tambahnya.


"Ututtututtuuu kacian," sahut Adel sembari mencubit hidup Reza.


"Iyuhh," komentar Amira.


"Makan yuk, perutku juga udah demo nih," ajak David sembari memegangi tangan Amira.


"Hmm,"


Mereka berempat pun masuk dan mulai memesan makanan.


......๐ŸŒธ......


...Hallo guysssss ๐Ÿ‘‹ met pagi, met siang, met sore, met malam. Semuanya agh sapa....


...Gimana kabar lain? baik kan, kalau sakit semoga cepet sembuh yaโ˜บ...


...Jangan lupa like, komen, vote, tap love, hadiah dan terserah kalian๐Ÿ˜...

__ADS_1


...See you guysss๐Ÿ˜˜๐Ÿ’•๏ธ...


__ADS_2