
Syakila kini telah berada di Apartemen dan tengah berkumpul bersama dengan anak-anak SDNS. Saat ini, mereka sedang mengatur ulang strategi dan mempersiapkan senjata. Syakila terlihat tidak fokus dan melamun. Pikirannya melayang ke pernikahan, keluarga dan juga Farel. Ia tidak menyangka, jika pada akhirnya harus menikah dengan Angga, bukan Farel.
"Queen Sya!" panggil salah satu anggota SDNS.
Syakila tersadar dari lamunannya dan menoleh. "Apa?"
Orang itu pun memberikan kertas ke Syakila dan Anggota lain datang, meminta pendapat soal senjata. Banyaknya permintaan dari anggota, membuat Syakila kesal dan marah, "Arghhhhhh, Kalian kerja sendiri bisa nggak sih! Gue nggak selamanya di sini! Dikit-dikit nanya! Ikutin kata hati kalian! Gue capek, pusing! Bikin gue muak aja lo pada!" ia pergi meninggalkan tempat.
Para anggita SDNS kebingungan. Sesuai aturan, apa yang mereka lakukan harus mendapatkan persetujuan Syakila atau Desy. Tapi, Syakila malah menyuruh mereka begitu. Jika saja ini misi, belum di baca oleh Syakila dan bergerak sendiri, bisa gawat.
"Gimana nih, masa kita jalan sendiri tanpa persetujuan mereka," tanya Anggota satu.
Anggota dua berpikir, "Emmm, gue telpon Queen Sil dulu!" ia mengambil handphone dan menelpon Sisil.
...Calling On....
A dua : Assalammualaikum, Queen Sil.
Sisil : Waalaikumsalam, gue bentar lagi selesai, lo pada duluan aja!
A dua : Bukan, saya nelpon anda untuk memberitaukan, jika Queen Sya, meminta kita untuk jalan sendiri, tanpa ijinnya.
Sisil : What? Paa gue kagak salah denger?!
A dua : Enggak.
Sisil : Sesuai aturan, jangan dengerin Syakila dulu! Minta perdetujuan Desy, dia udah On!
A dua : Baik.
...Calling Off....
"Hubungi Queen Sy, kita minta persetujuannya!" pinta Anggota dua ke anggota lain.
Anngota satu bingung, "Hmm, bukannya Queen Sy udah bilang, kita diminta untuk tidak menghubunginya, dan semua kegiatan di sini di ambil alih Queen Sya dan Queen Sil?"
"Iya, tapi kondisi Queen Sya sedang tidak baik, dan Queen Sil tengah kuliah, kita terpaksa menghubunginya," sahut Anggota dua dan di angguki Anggota satu.
Mereka pun menghubungi Desy dan meminta persetujuannya. Terlihat di layar laptop itu, Desy mengomel dan kesal. Para Anggota hanya diam dan melakukan tugas. Desy mmeberikan pendapat, pesan dan persetujuan.
Syakila yang berada di kamar. Terlihat, tengah menangis sambil melihat pemandangan dari luar jendela. Ia berdiri tegak dan menyenderkan kepala ke jendela. Ia pegang kaca itu dan memejamkan mata sebentar. "Untuk apa aku mengenalmu dan menunggu selama ini, jika pada akhirnya, aku tidak ditakdirkan denganmu! Kenapa..." ucapnya lirih dan parau.
Syakila pergi duduk ke kasur dan mengambil handphone. Ia membuka galeri dan melihat foto-fotonya dengan Farel. Ingin sekali dirinya, menghapus foto itu, namun sulit. Hatinya terasa sakit dan tidak ikhlas. Tak lama, telpon masuk ke handphonenya. Terlihat, nama Desy di layar. Ia pun segera mengangkatnya.
...Calling On....
Desy : Syakila! (Membentak.)
Syakila : (Kaget.) Iii-iya, ngapa Des?
__ADS_1
Desy : Fokus Syakila! Elo mau mati terbunuh hah?!
Syakila : Hah? (Celingak-celinguk) Nggak ada musuh kok.
Desy : Hadehhh, lo ada masalah apa sih Sya? Waktu kita kurang dua puluh menit lagi, sedangkan elo kagak ngurusin anak-anak!
Syakila : Astaga gue lupa.
Desy : Fokus! Jangan mikirin hal lain, sedikit aja lo bikin kesalahan, semuanya bisa kacau.
Syakila : Iya maaf, ini aku mau kumpulin anak-anak dan otw ke lokasi kok.
Desy : Cepet!
...Calling Off....
Syakila mematikan telpon dan berlari keluar. "Guysss, ayo-ayo! Waktu kita mepet nih, delapan belas menit lagi kita harus sampek di lokasi!" teriaknya sambil menepuk tangan, meminta Anggota untuk gerak cepat.
Para Anggota terlihat senang dan langsung bergerak cepat. Mereka segera memakai pakaian pelindung dan menyiapkan senjata. Sebagian menaiki mobil dan sisanya naik montor. Syakila memilih untuk mengendarai montor dan menjalankanya. Terlihat jelas, Syakila membawakan montornya dengan lihai dan kencang. Sebagian anggota mengikuti dari belakang.
...🌸...
Terlihat di rumah Angga kini tengah sibuk dan sangat ramai. Mereka baru saja mendapat kabar dari Yohan, jika Syakila telah kabur dan memberitau isi suratnya. Jordi dan Anggi menjadi bingung. Angga juga terlihat kesal dan tak lama, handphonenya berbunyi.
...Calling On....
Angga : Hmm.
Angga : Otw.
...Calling Off....
Angga mematikan telpon dan menyalami kedua orang tuanya. "Aku ngantor dulu Mah."
"Bentar, kamu nggak ada niatan nyari Syakila?" tanya Anggi.
"Apa perlu, kita tunda?" tanya Jordi.
Angga tersenyum. "Aku udah minta tolong orang buat nyari kok Mah, pernikahannya jangan ditunda! Kalau Syakila udah ketemu, aku akan bujuk dia."
Anggi tersenyum dan memegang tangan Angga. "Syakila perlu waktu untuk menerima ini semua, jangan paksa dia!"
Angga mengusap tangan Anggi dan menciumnya. "Nggak akan, aku pergi dulu ya, Assalammualaikum."
"Waalaikumsalam," sahut Anggi dan Jordi bersamaan.
Angga keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Ia mengemudikan mobil ke suatu tempat. Tatapannya menajam dan fokus ke jalan. "Gue pasti bisa nikah sama lo Sya."
Terlihat di lain tempat, Farel tengah berada di kantor bersama David. Mereka berdua kelihatan sibuk dan serius. Ada banyak sekali dokumen dan juga cemilan yang berserakan di bawah. Mereka berdua, telah bekerja sejak subuh hingga siang.
__ADS_1
"Arghhhh, sial!" keluh David sambil memijat tangannya.
Farel melepas kaca matanya dan melihat ke arah David. "Dari pada lo berisik, mending lo tanyain mereka, udah siap apa belum!"
David menatap Farel kesal. "Ck, gue baru aja berhenti, lo dah nyuruh gue lagi! Tangan gue pegel njir!"
Farel berdiri dan menaruh kamata ke meja. "Kerja keras kita juga buat siapa? Kita susah sekarang nggak papa, yang penting hasilnya bagus."
David berdiri dan pergi duduk ke sofa. "Hmm, gue telpon dulu." ia pun mulai menelpon seseorang dan Farel menyeruput kopinya. Tak lama, ia akhirnya selesai berteleponan. "Udah siap semua."
Farel mengangguk dan memakai jas. David pun melakukan hal yang sama. Mereka berdua keluar dari ruangan dan pergi kepakiran. David dan Farel menaiki mobil sendiri-sendiri. Mobil Farel pergi meninggalkan tempat dan disusul David, dari belakang.
...🍁...
Syakila dan anggota SDNS kini, telah sampai di lokasi. Mereka langsung berpencar dan berada di tempat masing-masing. Syakila saat ini tengah menjalankan tugas sendirian, karena Sisil belum datang. Ia terlihat membawa pistol di tangannya dan memakai pakaian pelindung, anti peluru. Tak lama, orang-orang yang ditunggu Syakila datang dan memasuki ruangan.
Syakila saat ini bersembunyi di gang sempit dan dekat dengan jendela. Sebelum pintu tertututup, ia menggelindingkan bendan kecil ke dalam, untuk mendengar semua pembicaraan mereka. "Hufff, akhirnya berhasil."
"Udah sampek mana?" tanya Sisil yang baru saja datang, hingga membuat Syakila terkejut.
"Lo bisa kagak, jangan ngagetin! Kalau kita ketauan gimana?!" kesal Syakila.
Sisil tertawa kecil dan menyatukan kedua telapak tangan di depan muka. "Maaf ya."
Syakila memalingkan wajah dan kembali fokus ke misi. "Baru mulai!"
Sisil mengangguk paham. Tak berselang lama, di telinga mereka, terdengar suara obrolan. Syakila dan Sisil pun langsung menyimak dengan serius.
"Apa semuanya sudah siap?" suara A.
"Sudah Bos!" suara B.
"Gerakan A sudah melakukan tugasnya dan kini tengah bertempur." suara C.
"Gimana dengan gerakan B?" tanya D.
"Apa mereka sudah bergerak?" tanya A.
"Mereka sudah di lokasi, tinggal menunggu saja, Bos." sahut C.
"Bagus, pastikan mereka semua habis!" suara A.
Syakila dan Sisil terlihat bingung. Mereka berdua menekuk kening dan saling melihat. "Itu artinya, mereka lagi nyerang kubu lain?" tanya Sisil, dengan suara pelan.
Syakila mengangguk. "Agak ngeri juga sih, dalam sehari mereka langsung nyerang dua kubu."
Sisil terlihat berpikir dan seketika ia merasa aneh. "Bentarrr, Desy sama Nayla harusnya denger inikan?" tanyanya dan Syakila pun mengangguk. "Kenapa kita nggak dapet arahan dari mereka berdua? Nggak ada Anggota yang ngehubungi atau pun nyamperin kita?"
Syakila paham, ia mulai merasa curiga. "Jangan-jangan.." ucapannya terhenti. Tiba-tiba, asap memenuhi tempat itu dan membuat mereka berdua pingsan. Sekilas, Syakila melihat cowok yang terasa tidak asing, datang menghampiri dan menggendongnya.
__ADS_1
...Selesai......😂😂😂...
...See you all....