Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
S2 : Cp 12


__ADS_3

Hari mulai menjelang siang. Farel masih saja berkutik di laptop. Syakila tertidur di sofa dengan nyenyak, kerena lelah menunngu Farel. Tak lama, David datang ke ruangan Farel.


"Assalammualaikum, kagak jawab, gue doain bangkrut!" teriak David, sembari masuk ke dalam.


Plak.


Farel melempar buku yang tebal ke arah David dan mendarat di kening. David memegangi keningnya yang berdarah sambil jongkok. Rasanya sangat sakit dan pusing. David menatap tajam Farel dan yang ditatap memberikan balasan. Tatapan Farel ke Divid, lebih tajam dan dingin, membuat David mengkerut.


"Lo ngapain?" tanya Farel.


David pergi ke arah kursi depan Farel dan duduk sana. "Boring." ia mengambil tisu di meja. Ia membersihkan luka dengan pelan-pelan.


"Ck, balik lo!" pinta Farel, tanpa melihat David.


David menghentikan tangannya dan melihat ke arah Farel. "Lo ka---"


Syaaaaa, telpon lo tuh bunyi! Syaaaa, angkat woi! (Nada dering handphone Syakila)


Farel dan David kaget, mendengar suara itu. Mereka berdua melihat ke arah Syakila, yang tengah menggeliat di sofa. Syakila bangun dari tidurnya dan meraih handphone. Ia mengangkat pun telpon itu.


"Busyetttt, sejak kapan Syakila di sana?" tanya David ke Farel.


Farel melihat ke arah David dan beralih ke laptop. "Dari pagi."


David sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekat ke arah Farel. "Lo berdua, kagak habis aneh-anehkan?"


"Kagak!" sahut Farel, tanpa memalingkan wajah. David tak percaya dan terus menatap Farel, dengan tatapan menyelediki.


...Calling On....


Syakila : Hallo? Ada apa?


Desy : Kumpul ke Cafe AFA.


Syakila : Ada masalah kah?


Desy : Iyalah dodol! Habis bangun tidur lo ya?


Syakila : Hehehe iya.


Desy : Pantes lemot.


Syakila : Hehehe, otw agh.


Desy : Sipp.


...Calling Off....


Syakila mematikan handphone dan memasukkan ke dalam tas. Ia merapikan barang-barang dan pergi ke kamar mandi, yang ada di dalam ruangan Farel. Selesai, mencuci muka, Syakila berpamitan ke Farel.


"Rel, aku pergi dulu ya," pamit Syakila.


Farel menganggukkan kepala. "Hati-hati, mau aku anterin?"


Syakila menggelengkan kepala, menolak. "Aku bawa mobil kok Rel." Farel mengangguk.

__ADS_1


"Mau kemana lo Sya?" tanya David, melihat ke arah Syakila.


Syakila menengok David. "Kap-po!" ucapnya dan pergi meninggalkan ruangan, sembari mengibaskan rambut ke David.


"Busyettt, wangi bener tuh rambut," komen David, mencium harum rambut Syakila.


"Syakila!" Farel menggelengkan kepala ke Syakila. "Jangan lagi!"


Syakila terkekeh dan melanjutkan langkah kaki ke luar ruangan. Farel mengambil sapu tangan dan menyemprotnya dengan parfum. Ia menampol wajah David, dengan sapu tangan itu.


David kaget dan berusaha melepas sapu tangan itu. "Ck, kalau cemburu kagak gini juga, njir!" protesnya tidak terima. "Asem! Hidung gue mati rasa, nyegrak banget nih parfum!" Farel tidak memperdulikan David dan fokus ke kerjaan.


...🌸...


Desy, Sisil dan Nayla telah tiba duluan di Cafe AFA. Terlihat, mereka tengah memesan makanan dan minuman. Pelayan itu mencatat pesanan dan pergi meninggalkan tempat. Tak lama Syakila datang dan duduk di samping Nayla.


Syakila menoel perut Nayla yang telah membesar. Nayla menjitak tangan Syakila dan berucap, "Syakila! Kebiasaan banget sih!"


Desy menarik tangan Syakila, untuk pindah tempat. Syakila yang sedang tertawa bahagia, melihat wajah kesal Nayla, terkejut. Ia terpaksa duduk di sebelah Desy dan Sisil duduk di samping Nayla.


Desy menarik tangan Syakila ke perutnya. "Punya gue aja nih!" ucapnya, membuat Syakila senang. Syakila menoel-noel perut Desy dengan gemas, sedangkan Sisil tengah mengatuk, smabil menyeder di sofa.


"Gimana mau bahas, kalau kalian berdua begini? Yang satu mainin perut, yang satunya lagi ngantuk!" ucap Nayla, melihat Syakila dan Sisil.


Sisil menoleh ke Nayla dengan lemas. "Harusnya, hari ini gue tidur-tiduran di kamar. Ehhh, malah di suruh ngumpul!"


"Tumben, lo jadi begini?" tanya Desy.


"Lama nggak ada tugas, otot-otot jadi loyok!" sahut Syakila dan terhenti memainkan perut buncit Desy. Sisil mengangguk sambil memberikan jempol.


Syakila dan Sisil terkejut. "What?"


"Ya kalik, kita berdua aja! Ini Blak Kobra loh! WW sama BW aja kesulitan!" Sisil merasa kesal.


Desy menghela napas, "Hufff, mau gimana lagi? Bahaya juga buat kondisi kita Sil! Kita nggak akan bisa seaktif dulu, ada nyawa di perut kita, yang harus dijaga!"


Syakila berkata, "Kita pasti bisa kok Sil, anak-anak SDNS kan udah terlatih."


Sisil melihat ke arah Syakila. "Sehebat-hebatnya anggota kita, lebih hebatan anggotanya WW. Mereka aja sampek sekarang nggak dapet hasilnya, apalagi kita!"


"Mereka nggak berhasil, karena masalah mereka bukan cuman satu Sil!"


"Tetep aja mereka gagal!"


Brakkk


Syakila menggebrak meja dan menatap tajam Sisil. "Ngapa lo jadi pesimis gini! Dimana Sisil yang gue kenal, hah?!" ucapnya dengan penuh emosi.


Sisil menundukkan kepala. "Maaf, gue lagi konsen."


Syakila kembali duduk dan memalingkan wajah. Desy dan Nayla menghela napas. Nayla memgusap lembut punggung Sisil. "Nggak papa, kalian cuman capek aja sama tugas kuliah." Sisil mengangguk.


"Aku sama Nayla, akan mantau kalian dari jauh. Kalian nggak perlu khawatir, kalau ada apa-apa, aku langsung kirim orang," ucap Desy memberitau, Syakila dan Sisil mengangguk.


"Udah oke, kita nikmatin aja dulu hidup ini ya!" ucap Nayla disetujui mereka bertiga. Mereka pun makan bersama, setelah pesanan datang. Perlahan-lahan mereka ngobrol untuk meredakan suasana yang kikuk. Canda tawa muncul di tengah obrolan dan mereka pun baikkan.

__ADS_1


...🌸...


Perjalanan pulang, Syakila bertemu dengan mobil mewah yang berhenti di tengah jalan. Ia pergi menghampiri mobil itu dan turun dari mobilnya. Terlihat, Reza di depan mobilnya, tengah menelpon seseorang.


"Mogok Za? Tumben," ucap Syakila, setelah Reza mematikan telpon.


Reza terkejut dan melihat ke arah Syakila. "Sialan, gue kirain siapa?!" Syakila terkekeh. "Lo dari mana?"


"Dih, pertanyaan gue aja belum dijawab, malah balik nanya!"


"Hmzz."


"Ohh iya, gue denger-denger, lo minta kunci ke Pak Dankar, kunci apa?" tanya Syakila penasaran.


"Kunci ruangan keamanan," sahut Reza dan duduk di mulut mobil.


"Buat apa?"


"Lihat CCTV, dua atau tiga minggu yang lalu, gue kehilangan gelang di gudang, gue mau cek, kalik aja ketemu."


Syakila terkejut, "What?"


Reza melihat ke arah Syakila dengan aneh. "Ngapa lo kaget?" tanyanya mengimidasi.


Syakila memalingkan wajah. "Nggak papa, Gue mau balik dulu deh!"


"Lo kagak mau nemenin gue?"


Syakila pergi ke arah mobil. "Ogah!" Reza hanya terkekeh dan memainoan handphone.


Syakila masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat. Ia memikirkan ucapan Reza tadi. Bagaimana jika, Reza tau? Apa yangakan terjadi? Syakila risau dan panik. Pikiran dan perasaanya telah bercampur aduk.


...🌸...


Hallo guys, aku kembali. Maaf ya, cuman dikit. Gue jamin deh, ceritanya makin seru! Walaupun tulisanku kurang rapi, awoakwokkk.


Aku mau tanya, kalian masih inget Blak kobrak kan? Kleb mafia (Bisa dibilang mafia ya) yang dulu berjerja sama dengan Tiara. Kalau nggak salah, kematian Ketua Blak Kobra ini kan bareng Tiara. Kok bisa selamat ya Ketua Blak Kobra? Dan, Kalau itu Tiara, kapan dia donorin matanya? Ingat, ini masih di pertanyakan loh guys?!


Konflik akan aku kupas secara pelan-pelan. Tunggu kelanjutannya ya guys!


...Oh iya....



...Aku bawain cerita yang menarik nih, sembari nunggu Kisah Cinta Syakila....


...Meimel menceritakan kisah wanita cantik. Ia adalah seorang Artis dan juga Model yang tengah naik daun. Sikapnya berbeda jauh, jika di sekolah maupun di rumah. Meira adalah orang yang sangat ceria dan menggagu bagi Melvin. Beda, jika di rumah. Meira menjadi orang yang cuek dan dingin ke Ayahnya....


...Meira dan Syakila adalah orang yang hampir sama. Hanya saja, keluarga Meira tidak seindah, Syakila. Siapa sih yang nggak mau punya Ayah kayak Yohan sama Mamah Niya dan Kak Rey serta Kak Kelvin. Udah penyayang, perhatian dan baik lagi. Beda jauh dengan Syakila, Meira memliki keluarga yang kurang damai, orang tuanya tidak serukun Yohan dan Niya. Meira mengalami setres dan tekanan....


...Syakila lebih ke cinta dan konflik geng gelap. Tidak, terlalu berfokus pada orang ketiga dalam hubungan asmara....


...Meira pun sama, lebih ke soal cinta. Namun, konflik ke arah keluarga, teman dan asmara....


Udah ah, ngomongnya, jangan lupa like dan komen ya guys. love you all

__ADS_1


__ADS_2