Kisah Tak Sempurna

Kisah Tak Sempurna
Bab 14


__ADS_3

"Tujuh tahun lalu, sebelum kita mengadopsi Zayn." sahut Ismail setenang mungkin.


Selama tujuh tahun lamanya aku di bodohi olehnya, dan yang paling tidak ku sangka adalah sahabatku yang mengetahui hal ini malah menutupinya dariku. Sungguh, kejadian ini adalah hal terburuk dalam hidupku.


Apakah terlalu percaya pada mereka adalah suatu kebodohan? Jika begitu caranya, aku akan memilih untuk terus curiga walau kau ku anggap saudara sekali pun.


Zaskia menghentikan mobilnya di sebuah taman kota setelah lama berkeliling tanpa tahu arah. Kini dia duduk di kursi taman yang dekat dengan tiang terhias lampu bercahaya kuning.


Udara malam kian mendingin hingga rasanya telah menembus kulit sedangkan Kia malah duduk termenung, ada beberapa hal yang dia ingat tentang beberapa tahun silam.


Pantas selama ini dalam sebulan lamanya, Ismail hanya akan menginap di rumah selama seminggu sekali. Sedangkan sisanya akan dia habiskan dengan alasan dinas di luar kota maupun tidur di kantor karena banyak pekerjaan.


Kia terkekeh pelan, "Bodohnya, aku yang nggak pernah curiga sedikit pun padanya. Ya, Cinta memang membutakan segalanya" ujarnya menertawakan dirinya sendiri. Kehidupan rumah tangganya seakan sebuah lelucon.


Zaskia mengangkat telapak tangannya ke atas, dan menatap sebuah benda yang melingkar di jari manisnya. Cincin yang dulu di sematkan oleh Ismail saat ijab qabul beberapa tahun yang lalu. Kia lepaskannya dari jari lentik cantiknya, kemudian di lemparkan ke dalam kolam air pancur yang tak jauh dari tempat duduknya.


"Sudah saatnya aku ikhlas, Aku memang nggak akan pernah pantas hidup bersanding dengannya. Selain nggak bisa memberikan keturunan, aku juga bahkan nggak pernah menghormati dirinya. Aku ikhlaskan dia pergi, ya Allah." gumamnya lirih sambil mendongakkan pandangannya menatap hamparan benda langit yang bertaburan indah.


Hari yang penuh dengan kekecewaan sudah dia rasakan. Namun Zaskia masih tidak menyangka bahwa kejadian ini akan menimpanya lagi, dan sialnya mengapa harus dengan orang yang sama? Dia yang pernah menolak, kini malah meninggalkan.


Zaskia pulang ke rumah setelah merasakan fisik yang sudah melemah. Dia masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai. Menyusuri anak tangga dengan tertatih.


Langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat kamar anak laki-lakinya yang masih terang benderang, itu tandanya bahwa Zayn belum tertidur malam ini. Zaskia pun melangkahkan kaki ingin masuk menuju kamar yang penuh dengan gambar Spider Man di setiap dindingnya.


Dia berdiri terlebih dahulu di tepian bingkai pintu, di lihatnya anak laki-laki yang sudah dia anggap sebagai anak kandungnya sendiri itu. Dia mendengar suara isak tangis Zayn dalam selimut yang di gunakannya. Sesekali Zayn memanggil-manggil Zaskia, "Mama, Zayn takut kalau kalian akan meninggalkanku. Bisakah kalian jangan bercerai?" tanya Zayn dalam tangisnya dan terdengar langsung di telinga Zaskia.


Zaskia segera menghampiri Zayn dan duduk di pinggiran ranjang berukuran single tersebut. Di bukanya selimut yang menutup tubuh mungil laki-laki itu dan di usap lembut pipi Zayn yang basah karena air mata.


"Sayang, kamu kenapa nangis?" tanya Kia sambil mengangkat tubuh Zayn masuk ke dalam pelukannya.


"Apa benar, Mama dan Papa akan bercerai? Aku nggak mau, Ma. Aku sangat menyayangi kalian. " akhirnya setelah sekian lama Zayn bisa bertanya langsung kepada Zaskia.


"Maafkan Mama, ya, Sayang. Mama nggak tahu harus menjawab apa. Tapi kamu jangan khawatir, Mama tetap akan selalu ada untuk Zayn, apapun yang akan terjadi nanti, because I love You so much, Son!" sahut Kia dengan mengecup pucuk kepala Zayn.


Zayn hanya menanggapi dengan mengangguk, dia peluk tubuh Zaskia dengan erat saking merasa takutnya kehilangan sosok seorang Ibu.


"Jangan nangis lagi, ya. Malam ini Mama akan temani Zayn tidur. Sudah lama 'kan kita nggak tidur bersama? Nanti Mama akan menyanyi sampai Zayn tidur nyenyak." bujuk Kia agar anak laki-lakinya tidak larut dalam kesedihan.

__ADS_1


"Really? Asik! Ya, sudah ayo Mama cepat gosok gigi sana. Zayn nggak sabar tidur di peluk Mama." Zayn kembali bersemangat, di dorongnya tubuh Zaskia menuju kamar mandi untuk mencuci muka, tangan dan kaki serta menggosok gigi.


Setelah selesai melaksanakan ritual sebelum tidur, mereka berdua menaiki tempat tidur bersama. Zayn memeluk erat tubuh Zaskia, sementara Zaskia menepuk-nepuk belakang Zayn sambil mulai menyanyikan sebuah lagu. Suara merdunya menggema di seluruh sudut ruangan itu.


Tenggelam, jiwaku dalam angan..


Tersesat, hilang, dan tak tahu arah..


Ku terjebak masa lalu yang kelam..


Tak kulihat lagi cahaya cinta..


Dan kamu hadir coba bawa bahagia..


Ketika ku masih mati rasa..


Karena ...


Dia yang pertama membuatku cinta..


Dia juga yang pertama membuatku kecewa..


Kamu yang pertama menyembuhkan luka..


Tak ingin lagi ku mengulang keliru akan cinta..


Tenggelam, jiwaku dalam angan..


Tak kulihat lagi cahaya cinta..


Dan kamu hadir coba bawa bahagia..


Ketika ku masih mati rasa..


Karena ...


Dia yang pertama membuatku cinta..

__ADS_1


Dia juga yang pertama membuatku kecewa..


Kamu yang pertama menyembuhkan luka..


Tak ingin lagi ku mengulang keliru akan cinta..


Jadi kisah yang sempurna,


Tuhan, yakinkan cinta ini,


Hati yang terkunci, terbuka kembali ...


Tak terasa, air mata Zaskia kembali menetes. Sungguh, terlalu hanyut dalam lirik lagu yang dia bawakan, mengundang banyak genangan dalam matanya. Sambil menyeka pipi, di lihatnya Zayn yang bersemayam dalam pelukan, nafasnya yang terdengar sudah teratur menandakan bahwa Zayn sudah memasuki alam mimpi.


Kia menatap foto dalam bingkai yang tersusun rapi di atas meja belajar Zayn, sesayang itu Zayn pada kedua orang tuanya. Karena dulu, Zayn sendiri yang meminta foto mereka untuk di pajang juga di kamarnya.


"Bagaimana aku harus menjelaskan kepadamu, Nak. Kalau kamu tau seorang laki-laki yang kamu sayangi ternyata mempunyai istri selain Mama?" gumam Kia dalam hati.


***


Di sebuah apartemen, dua orang laki-laki tengah berdiskusi membahas hal penting dengan wajah tegang. Kopi yang biasanya terasa nikmat di mulut, sekarang terasa semakin menjadi pahit bagi mereka.


"Bagaimana kalau sudah begini, aku pusing, Kim." ujar Ismail memijat pelipisnya.


"Ya, aku sudah nggak tau harus bagaimana, selain lanjutkan saja perceraian itu!" titah Hakim enteng.


"Tapi masalahnya, dia sudah tau kalau aku ini selingkuh di belakangnya! Kamu paham nggak 'sih apa yang aku khawatirkan?" Ismail kesal.


"Terus?"


"Aku takut gagal, pasti dia akan mencari bukti ini untuk di bawa ke pengadilan! Kenapa aku harus menjelaskan ini sama kamu 'sih!" gerutu Ismail.


"Tenang, Bro. Habiskan dulu kopi mu, keburu dingin nanti." ujar Hakim mendorong cangkir yang berisi kopi milik Ismail.


"Kamu kira aku ada selera untuk bersenang-senang dengan kopi yang kamu suguhkan!"


"Come on, Bro. Ingat, kita punya banyak rencana. Masih ingat 'kan, jika rencana A gagal, masih ada B, C dan seterusnya. Aku nggak akan di angkat jadi pengacara kalau pikiranku sempit." sahut Hakim meyakinkan

__ADS_1


"Baik, aku percaya kali ini. Semoga aku nggak salah menjadikanmu sebagai pengacaraku!" Ismail pun beranjak dan pergi meninggalkan Hakim dengan kesal.


__ADS_2