Kisah Tak Sempurna

Kisah Tak Sempurna
Bab 35


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusan di kantor polisi, Ismail dan Vita pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah, beruntung hari ini nasib sial tak berpihak pada mereka karena dengan banyak alasan mereka gunakan untuk melarikan diri dari tuntutan polisi. Berbekalkan sedikit suapan uang, mereka hanya mendapat surat peringatan agar tidak melakukan hal tidak senonoh di hadapan umum.


Sesampainya di rumah, Ismail dan Vita segera masuk ke dalam kamar. Bukannya merenungi perbuatannya, keduanya malah saling tertawa, menertawakan atas apa yang menimpa mereka berdua hari ini.


"Maaf, karena belum mengurus untuk mengesahkan pernikahan kita dalam pengadilan agama." ujar Ismail saat keduanya sudah tenang dari tawanya.


"Hmmm ... Justru aku yang harusnya meminta maaf, jika aku mencintaimu sedari dulu, pernikahan ini bukan hanyalah pernikahan siri. Maaf, karena hal ini lah aku nggak mau mempublikasikan hubungan kita." sahut Vita sembari menyandarkan kepalanya di bahu bidang Ismail.


"Nggak apa, aku bisa memaklumi." Ismail mengelus pucuk kepala sang istri, dia kembali menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.


"Waktu bergulir sangat cepat, aku merasa ini hanyalah mimpi." lanjutnya.


"Mimpi? Mengapa kamu bisa merasa begitu?" Vita mendongak menatap mata sang suami.


"Ya, di cintai wanita yang aku cintai rasanya aku belum berani percaya. Aku takut ini hanyalah sebuah mimpi. Kamu tau, aku pernah di ledek oleh Bella." ujar Ismail terkekeh.


"Bella mengejek bagaimana?" tanya Vita penasaran.


"Aku nggak bisa memuaskanmu makanya kamu nggak mau berdekatan denganku, setelah malam itu aku berpuasa darimu selama tujuh tahun. Aku sangat kepikiran," ujar Ismail menunduk malu.


"Bagaimana kalau ... " Vita belum meneruskan, Ismail sudah membopong tubuh istrinya dan pergulatan pertama kalinya setelah menikah pun terjadi.


Ya, selama ini Vita enggan untuk di sentuh oleh Ismail.  Namun walau begitu, Ismail tetap mencintai Vita apa adanya. Tapi, beristrikan dua orang bukankah juga mendatangkan keuntungan untuk Ismail? Ismail mungkin dapat menahan diri dari Vita tapi dia dapat melampiaskan pada istri lainnya, Kia.


Berbeda dengan mereka yang sedang bergulat panas, rupanya diam-diam Wati sering bertemu Hakim dengan tujuan melancarkan segalanya guna mendapatkan semua harta yang di miliki oleh Zaskia. 


Saat ini mereka tengah berada di sebuah cafe yang lumayan jauh dari kediamannya. Dengan wajah serius, Hakim akan memberitahukan keadaan yang tengah mereka alami.


"Jadi apa yang ingin kau katakan?" tanya Wati tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Begini, Zaskia sudah mulai bangkit dan berencana untuk menyerang balik." ujar Hakim membuat mata Wati membola.


"Benarkah? Bagaimana bisa, sedangkan dia nggak memiliki apapun lagi sekarang. Aku juga yang menyewa preman untuk mengambil tas nya yang berisi surat penting itu." jelas wati sambil mengetuk dagunya.


"Entah lah. Sekarang dia sudah mempunyai pengacara yang siap untuk mengobrak-abrik rencana kita ini." Hakim pun sesekali memegang kepalanya karena denyut yang tak kunjung berhenti menyerang.


"Apa kamu nggak bisa mencari rencana lain untuk menjatuhkan mereka?" Wati terus melontarkan kalimat pertanyaan yang sekiranya bisa membuat semangat Hakim kembali meningkat.


"Aku akan mencari tahu dulu tentang pengacara Kia. Aku harap pengacara nya hanyalah orang kecil yang bisa aku kalahkan. Dan paling paling apa yang dia katakan dari hanyalah untuk menakut-nakuti anak dan menantumu." sahut Hakim mencoba menguatkan dirinya sendiri walau tak tahu apa yang akan dia alami kedepannya.


"Ya semoga saja. Aku harap setelah semuanya berakhir, semua hartanya harus berubah menjadi kepemilikanku sesuai kesepakatan awal." cetus Wati dengan mimik wajah yang menyeringai.


"Ya, sesuai kesepakatan awal, dua persen saham menjadi milikku sudah cukup. Aku akan berusaha keras, Ibu Wati." sahut Hakim dengan wajah tak kalah mengerikan.


***


Zayn merasa bosan, dia pun menuruni anak tangga sontak matanya menangkap suatu benda di atas meja yang baru saja dia lihat. Dia pun menuju meja tersebut, sebuah aquarium besar dengan beberapa ekor ikan koi di dalamnya sedang berenang dengan riang.


Zayn yang pernah melihat dalam serial TV ketika orang memberi makan kerumunan ikan, membuatnya tertarik untuk memberi makan ikan yang ada dalam aquarium tersebut. Karena tidak mengerti, Zayn berinisiatif pergi ke dapur mengambil semangkuk nasi dingin yang berada dalam tudung saji.


Zayn bergegas dan mulai memberi makan ikan itu dengan nasi di tangannya. Ikan dalam aquarium itu menjadi gaduh, berenang dengan cepat karena ketakutan.


"Hei! Apa yang kamu lakukan?" pekik Wati yang baru saja keluar kamarnya dan melihat ikan-ikannya di usik oleh cucunya sendiri.


Zayn bergidik karena kaget sekaligus ketakutan hingga mangkuk kaca yang ada di tangannya terjatuh dan pecah.


"Apa yang kamu lakukan dengan ikan-ikanku? Kamu mau membunuh nya?" gertaknya membuat mata Zayn menggenang dan ketakutannya semakin menjadi-jadi.


"Aku bertanya! Kenapa kamu nggak menjawab? Apa kamu tuli?" bentaknya lagi dengan kilatan api amarah yang menggelegar hebat.

__ADS_1


"Zayn mau ngasih makan ikannya, Nenek." sahut Zayn dengan suara sedikit bergetar.


"Nenek? Sejak kapan aku jadi Nenek kamu? Aku nggak sudi punya seorang cucu sepertimu yang tahu nya hanya merusak barang-barang milikku!" Wati menunjuk-nunjuk wajah Zayn.


"Tapi Zayn nggak merusak apa-apa, Nenek." sahut Zayn lagi dengan air yang sudah luruh dari pelupuk matanya.


"Nggak merusak apa-apa katamu? Ini apa, kalau bukan merusak namanya?" Wati menunjuk serpihan kaca yang berhamburan di depan kaki Zayn.


"Zayn tadi kaget karena suara Nenek sangat keras, makanya mangkuknya jatuh dan pecah." elak Zayn tak ingin terus di salahkan, bagaimanapun dia tidak sengaja menjatuhkan mangkuk tersebut.


"Kamu berani menyalahkan aku! Rasakan ini!" Wati mencubit-cubit tubuh Zayn dengan kuat hingga kulitnya sakit dan memerah.


"Ampun, Nek. Zayn minta maaf." pinta Zayn meminta ampun dengan menahan sakit yang di rasakannya.


"Dengan meminta maaf kamu pikir aku akan luluh, begitu? Permintaan maafmu nggak bisa membuat pecahan kaca ini kembali seperti semula!" ujar Wati dengan tangan yang belum berhenti membuat Zayn kesakitan.


"Ibu! Apa kamu sudah gila!" pekik Bella yang baru saja keluar kamarnya melihat Zayn yang sedang di aniaya.


"Aku kamu katakan gila? Anak ini yang gila, berani-beraninya dia mengganggu ikan peliharaan ku!" pekik Wati setelah melepaskan tubuh Zayn.


"Dia cuma anak manusia, Bu. Bukan seperti Ibu yang kelakuannya seperti binatang!" jerit Bella sembari menarik tangan Zayn bersembunyi di balik tubuhnya.


"Heh! Anak durhaka, berani sekali menyebut Ibumu binatang." pekik Wati tak terima.


"Aku takut, Aunty." adu Zayn sambil menangis kencang.


"Zayn masuk ke kamar sana, ya." Bella menghadang Wati agar Zayn mudah untuk kembali ke kamarnya.


"Tunggu saja, Bu. Akan aku adukan Ibu pada kakak!" ujar Bella setelah Zayn berhasil pergi ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2