
Selesai menenangkan Zayn dan membuat anak tersebut tertidur, Vita kembali ke rumah. Dia memasuki kamar yang lampu sudah temaram, Ismail ternyata sudah memejamkan mata di atas kasurnya.
Vita segera membersihkan diri dan ikut naik ke atas kasur empuk itu. Ismail yang merasakan ada pergerakan di atas kasurnya pun membuka mata dan tersenyum saat melihat seorang terkasihnya sudah pulang.
"Baru pulang, Sayang?" tanya Ismail dengan suara khas baru bangun tidur.
"Hmm." Sahut Vita tanpa dengan berdehem. Ia segera masuk ke dalam selimut dan membelakangi suaminya.
"Kamu masih marah sama aku?" tanya Ismail dengan tubuh yang mulai di tegakkan dan bersandar pada tumpukkan bantal.
"Ya, aku sangat marah. Kenapa bisa kamu melakukan hal itu pada Kia?" bentak vita.
"Aku melakukan ini karena kamu, Sayang. Jika bukan karena kamu yang memaksa aku untuk menikah dengannya, ini semua nggak akan pernah terjadi." sahut Ismail dengan mengusap surai rambutnya ke belakang.
"Nggak bisa 'kah kamu mencintainya sedikit saja?" tanya Vita berbalik lalu menatap mata suaminya.
"Aku sudah sangat berusaha, namun sikapnya membuatku susah untuk mencintainya. Kau harusnya paham 'kan?" ujar Ismail sambil menundukkan pandangannya.
"Ya, benar. Bahkan sampai sekarang pun aku belum sepenuhnya mencintaimu." sahut Vita dengan ekspresi datar.
***
Tujuh tahun yang lalu~
Beberapa bulan setelah kelulusan, dalam sebuah cafe di adakan acara reuni angkatan mereka. Zaskia dan Devita bersama-sama menghadiri acara tersebut, tak lupa Ismail dan Reyhan pun turut hadir.
Acara berjalan dengan lancar, karena di sana ada microfon dan beberapa peralatan elektronik musik lainnya, jadi tak sedikit yang meramaikan dengan menyumbang lagu, kini giliran Reyhan yang ingin mempersembahkan sebuah lagu.
"Malam teman-teman, Aku mau nyanyi buat kalian." ujar Reyhan.
"Duet dong, biar seru!" ujar salah satu di antara mereka.
"Kia, ayok kita duet! Suaramu 'kan merdu." titah Reyhan menggunakan microfon di tangannya hingga semua orang yang hadir pun mendengar.
Kia menyilangkan tangan di depan wajahnya tanda tidak ingin. Namun semua orang semakin berseru untuk menerima tawaran Reyhan.
"Duet, duet, duet!" seru semua orang membuat Kia terpaksa berdiri untuk menyanggupi ajakan tersebut.
"Baiklah, satu lagu aja, ya?" ujar Kia memelas.
"Nyanyi lah dulu. Kalau mereka minta lagi, itu di luar kendaliku." goda Reyhan membuat Kia mencebik.
"Baik, semua. Kami akan membawakan lagu yang berjudul 'Terlukis Indah', spesial untuk orang yang sangat 'Spesial." ujar Reyhan sembari melirik ke arah Devita. Namun Devita tidak begitu memperhatikan karena asik dengan ponselnya yang sedari tadi banyak mendapat notifikasi masuk dari ponselnya.
Musik pun mulai mengalun, semua orang terdiam dan memperhatikan dua orang itu berdiri di atas panggung kecil yang tersedia.
__ADS_1
"Semenjak pertama ku jumpa dengannya, Ada rasa yang berbeda." lirik pertama yang di nyanyikan oleh Reyhan. Suara yang terdengar nyaman di telinga.
"Ku tatap wajahmu tanpa ragu-ragu ... Ku mulai tersipu." suara riuh mulai terdengar karena suara Zaskia begitu merdu, bahkan ada beberapa orang merasa merinding karena suara indah tersebut.
"Oh, ini lah cinta pertama bagi diri ini, oh ... Takkan ada yang bisa mengganti, Semua rasa ini padamu." Reyhan dan Zaskia bernyanyi bersama dengan saling berhadapan, membuat para penonton merasakan ada sebuah chemistry di antara mereka.
"Ku mulai merasakan rasa cinta, Cinta yang tumbuh di setiap saat ... Ku lukis sebuah kisah yang nyata, agar semua tak berakhir." suara tepuk tangan begitu menggema, rasanya mereka seperti sedang menonton konser artis ternama.
Mendengar segala bentuk pujian yang di berikan oleh teman-temannya, Devita merasa risih dan cemburu. Dia pun mulai berpindah tempat duduk di samping Ismail yang sedang duduk sendirian.
"Kamu bosan?" tanya Ismail membuka pembicaraan.
"Ya, begitulah. Aku juga ingin pulang." sahut Devita sembari menatap Zaskia dan Reyhan yang masih meneruskan konser dadakannya.
"Ayo, aku antar." Ismail menawarkan diri dengan gugup, takut di tolak kembali.
"Ayo!" Devita pun berdiri dan memacu langkahnya dengan cepat untuk keluar dari cafe tersebut.
Ismail membukakan pintu untuk Devita. Wanita itu merasa sedikit canggung karena rasanya terlalu di istimewakan. Reyhan tak pernah melakukan itu karena jika jalan bersama, mereka hanya menggunakan sebuah sepeda motor.
"Terima kasih." ujar Devita tersenyum.
"Your welcome, Baby." sahut Ismail sembari tersenyum manis, kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan cafe tersebut.
"Aku belum ingin pulang, bagaimana kalau kita pergi ke tempat karaoke?" usul Devita dan Ismail pun yang mendapat kesempatan tak ingin menyiakannya.
Saat masik ke dalam sana, Devita segera menyanyikan sebuah lagu, lagu yang di pilihnya semuanya bertema putus cinta.
Ismail hanya mendengarkan dan tak ingin mengganggu, dia memutuskan untuk pergi ke toilet sebentar. Tak lama kemudian datang seorang pelayan membawa sebotol minuman anggur.
Karena merasa haus akibat banyaknya suara dan energi terbuang, Devita menyambar botol tersebut dan meneguknya begitu saja.
Devita merasa pusing, penglihatannya menimbulkan bayang-bayang, berjalan pun sempoyongan. Ismail yang baru saja datang melihat keanehan dari Devita pun berinisiatif untuk memeriksanya. Siapa yang sangka kalau kejadian tersebut membawa kehancuran pada Devita.
Sementara itu di cafe, Zaskia dan Reyhan baru saja menyelesaikan sesi konsernya. Saat kembali tempat duduk, mereka tak mendapati Ismail dan Devita di sana.
"Apa Vita sudah pulang, ya?" tanya Kia sembari mencoba menghubungi nomor sahabatnya.
"Nggak di angkat." tambahnya setelah suara wanita operator yang terhubung.
"Hallo. Kamu di mana, Mail?" tanya Rey setelah Ismail mengangkat nomor teleponnya.
"Aku sudah pulang, Devita juga sudah aku antar ke rumahnya." sahut Ismail dari seberang sana.
"Oke, terima kasih karena sudah mengantarnya dan maaf merepotkanmu." kata Reyhan tanpa curiga sama sekali. Begitupun Zaskia yang menghela nafas lega.
__ADS_1
***
Tiga bulan kemudian~
"Aku harus bagaimana, aku sekarang sedang mengandung!" ujar Devita terlihat frustasi.
"Kamu tenang, aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu." Ismail berusaha menenangkan Vita yang menangis tersedu-sedu, saat ini mereka bertemu di sebuah taman kota.
"Aku nggak bisa, Mail! Aku nggak bisa merampas kamu dari Zaskia yang begitu menyukaimu! Aku akan menggugurkan bayi ini." ujar Vita lirih di iringi derai air mata yang kian deras.
"Aku mencintaimu, Vita. Bukan Zaskia! Aku mohon jangan bunuh darah daging kita. Aku akan menikahimu, aku akan bertanggung jawab."
"Tapi-"
"Aku akan melakukan apa saja, asal kamu mau menikah dengaku dan tetap mempertahankan anak ini." Ismail bersimpuh sujud di kaki Vita.
"Baik, nikahi dulu Zaskia." pinta Vita dengan wajah datar yang mata masih menggenang.
"Aku tidak mencintainya!" cetus Ismail.
"Baik, aku akan menggugurkannya."
"Oke, baiklah. Demi kamu aku rela menikahinya. Tapi aku tidak akan menjamin untuk hidup bahagia bersamanya. Akan ada saatnya nanti kami berpisah." Ismail menyanggupi walah berat rasa hati untuk menerima.
"Aku tak masalah, setidaknya kamu benar-benar menikahinya."
"Antar aku menemui Reyhan untuk terakhir kalinya." pintanya setelah beberapa saat terdiam.
"Baik, aku akan mengantarmu."
Kini Reyhan dan Devita bertemu, awalnya Reyhan tersenyum sangat manis. Namun senyum itu perlahan terhapus dari wajah tampannya karena mendengar keputusan dari Kekasihnya.
"Ayo kita putus!" Ucap Devita.
"Putus? Apa aku melakukan kesalahan sampai kamu ingin hubungan kita berakhir?" tanya Reyhan dengan mata yang memerah dan sedikit berkaca-kaca.
"Aku sudah lelah. Aku rasa kita memang tidak berjodoh." sahut Devita.
"Alasan macam apa itu? Kalau aku salah, katakan. Biar aku perbaiki." Reyhan memegang tangan Vita namun wanita itu menepisnya.
"Aku sudah muak padamu. Jadi aku harap, pergi jauh dariku dan hormati keputusanku yang terakhir ini." Devita pun pergi meninggalkan Reyhan tanpa menunggu jawaban darinya.
"Baik, aku akan hormati keputusanmu." gumam Reyhan dalam hati. Kecewa, sakit dan penasaran memenuhi dirinya tapi dia juga tak bisa egois untuk meminta kekasihnya kembali.
Usai memutuskan hubungannya dengan Reyhan, Vita meminta Ismail untuk segera melamar Zaskia. Bahkan Vita yang menyiapkan segalanya demi untuk kesuksesan lamaran tersebut.
__ADS_1
Seminggu setelah menikahi Zaskia, Ismail pun akhirnya menikahi Devita tanpa sepengetahuan Zaskia. Sedangkan Reyhan, dia memilih untuk pergi keluar negeri.