
Saat ini Wati dan Hakim sedang dalam masa pemeriksaan, banyak kasus yang sudah mereka buat di masa lalu. Bukan hanya kasus perampasan harta orang lain yang di anggap melanggar Hak Asasi Manusia. Tetapi Wati juga terjerat kasus pembunuhan. Pembunuhan terhadap Ibu Zaskia.
Di masa lalu, Wati pernah menjadi kekasih Azka, Ayah Zaskia. Dua tahun menjalin hubungan, keduanya merasa bahagia. Hingga suatu saat, datang seorang laki-laki yang mulai berusaha merebut hati Wati. Awalnya Wati berusaha keras untuk menolak, karena tidak terima, laki-laki yang bernama Udin tersebut menjebak Wati hingga berani menghamilinya.
Mendengar kabar bahwa Wati mengandung, Azka marah dan memutuskan hubungan mereka begitu saja. Bukan hanya Azka saja yang memutuskan hubungannya dengan Wati, bahkan orang tua Wati pun rela mengusir anaknya karena di anggap mencorenh nama baik keluarga.
Wati terpaksa menerima Udin dan singkat cerita mereka pun menikah. Cobaan hidup tidak hanya sampai di situ saja. Karena rumah mereka terletak di kawasan padat penduduk yang mayoritas penghuninya adalah ibu rumah tangga yang suka menggosip. Warga mulai mengucilkan kedua pasangan itu setelah tau bahwa Wati hamil di luar nikah.
Wati ingin pindah dari rumah itu, tetapi Udin bukanlah orang kaya. Laki-laki itu seorang yang pengangguran. Makan dan minum bahkan masih bergantung pada orang tuanya yang termasuk keluarga sederhana. Beruntungnya, Wati di terima dengan baik oleh Keluarga Udin.
"Aku nggak kuat kalau terus-terusan di hina seperti ini! Semua ini gara-gara kamu, Din!" bentak Wati yang nafasnya begitu berat mengingat usia kehamilannya sudah menginjak delapan bulan.
"Aku sudah bertanggung jawab, kenapa kamu terus menyalahkan aku?" pekik Udin tidak terima.
Wati pun keluar dari rumah itu, berjalan menyusuri jalan berusaha menenangkan diri. Tiba-tiba terlintas rasa rindu kepada Azka. Wati pun menaiki angkot untuk pergi ke rumah Azka.
Setibanya di sana, Wati terkejut bukan main. Saat melihat pelaminan bertengger di depan rumah Azka. Sontak Wati pun bertanya kepada orang yang lewat.
"Maaf, di sana siapa yang menikah?" tanya Wati seraya menunjuk ke pelaminan tersebut.
__ADS_1
"Oh, itu Mas Azka yang menikah. Hari ini acara ngunduh mantu sekalian resepsi pernikahan mereka." jelas orang itu.
Wati mengepalkan tangan karena tidak terima. Dirinya pun kembali ke kediaman Udin. Dirinya bertekad setelah melahirkan nanti, dia akan merebut semua yang sudah pergi.
Singkat cerita, Wati sudah melahirkan anak laki-laki yang sangat gemuk. Namun karena tidak ingin anaknya di kucilkan oleh warga nantinya, Wati pun menitipkan Hakim kepada sahabatnya yang belum di karuniai anak. Sahabatnya itu pun berjanji akan merawat dan membesarkan Hakim seperti anak kandung mereka sendiri.
Melihat Azka dan istrinya yang hidup bahagia bahkan bisa mempunyai dan mendirikan perusahaan sendiri, Wati merasa sangat tersiksa. Padahal dirinya yang sempat membantu Azka mencari orang besar untuk bekerja sama bersama Azka dan sekarang orang lain yang menikmati hasilnya.
Wati pun akhirnya berencana untuk membuat Istri Azka yang bernama Kiara itu celaka. Dirinya tidak terima kalau Kiara hidup bergelimang harta bersama Azka. Azka hanya miliknya dan tidak boleh ada orang lain yang mengambil darinya.
Usia kehamilan Kiara sudah menginjak sembilan bulan dan sedang menunggu hari untuk melahirkan. Pada saat itu, Kiara hendak pergi ke rumah Ibunya, namun saat di pertengahan jalan, mobilnya tiba-tiba mati. Beruntungnya ada seseorang yang melintas dan membantunya, Kiara tidak perlu bersusah payah untuk mencari bengkel.
Kiara melajukan mobilnya, wanita berbadan dua itu menginjak pedal rem nya saat penurunan di sebuah bukit. Rem tersebut tidak berfungsi, hingga akhirnya Kiara mengalami kecelakaan.
Kiara mengalami pendarahan serius, orang-orang sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Keberuntungan berpihak kepada anak yang di kandungnya. Anak perempuan itu lahir dengan selamat sementara Kiara meninggal dunia.
Udin dan Wati memang pintar dan licik, semua yang di lakukan sangat bersih. Hingga polisi pun tak mampu melacak jejak pelaku, padahal mereka bebas berkeliaran.
Setelah pemeriksaan selesai. Wati dan Hakim memasuki ruang tahanan. Mereka mendapati hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka.
__ADS_1
Saat ini polisi masih mengusut dan mencari keberadaan Udin yang sampai saat ini masih susah di cari keberadaannya.
Di dalam tahanan, Wati yang awalnya terus berontak pun akhirnya sering di beri obat penenang. Begitu juga dengan Hakim, psikis nya seolah terganggu, laki-laki itu sering tertawa sendiri. Entah apa yang menurutnya lucu hingga tawanya menjadi seram untuk di lihat.
***
Semua orang menganggap cinta itu buta. Ya memang buta, karena cinta sering membuat orang bingung membedakan antara salah dan benar, antara memang cinta atau hanya sekedar obsesi untuk memiliki.
Selama ini, banyak manusia yang bertahan dan berjuang untuk mendapatkan cinta, namun balasan sering tidak setimpal dan buta akan perjuangan.
Namun hidup terus berjalan, walau Kisahmu Tak Sempurna, jadikan semua kejadian sebagai pelajaran hidup dan proses mendewasakan diri. Mencintai boleh, terobsesi jangan, karena hidup adalah cerminan cara kita memperlakukan orang lain.
...****************...
...Tamat....
Terima kasih semuanya yang sudah mampir membaca karya aku yang satu ini. 💙💙
Nanti juga akan ada special chapter untuk Zaskia dan Rey, ya. Di tunggu aja, hehe.
__ADS_1