Kisah Tak Sempurna

Kisah Tak Sempurna
Bab 21


__ADS_3

"Mama sebenarnya ada apa? Àpa yang Papa lakukan kepada Mama? Kenapa Papa bisa bersama Aunty Vita?" tanya Zayn akhirnya. Sementara Kia menatap anak laki-lakinya itu. Bingung bagaimana menjelaskan kepadanya.


"Nggak ada apa-apa 'kok. Mama juga lagi nggak apa-apa, Sayang. Hah! Mama nggak punya siapa-siapa lagi sekarang. Cuma Zayn yang menyanyangi Mama. Jadi, Zayn jangan tinggalkan Mama juga, ya. Karena Mama sangat sayang kepada Zayn." ujar Zaskia berusaha tersenyum kepada Zayn sembari memeluk erat tubuh mungil tersebut.


"Zayn janji, nggak akan pernah tinggalkan Mama." sahut Zayn dan membalas pelukan Sang Mama.


Sementara itu di rumahnya, Wati dan Ismail kini tengah berbincang serius.


"Bagaimana kesiapan untuk besok?" tanya Wati ketika semua orang sudah tidur, dia sengaja mendatangi menantunya tengah malam untuk membahas rencana mereka tanpa gangguan Devita.


"Besok kita akan bergerak, Bu. Nggak usah khawatir, Hakim akan membantu kita." sahut Ismail.


"Baik, aku harap kamu nggak mengecewakan aku dan Devita. Kalau sampai kamu nggak berhasil, siap-siap saja anak sulungku itu akan aku jodohkan dengan orang lain." ancam Wati dengan tegas tanda dirinya sedang tidak main-main dengan ucapannya.


"Iya, Bu. Semoga urusan kita di permudah." ujarnya lirih.


***


Pagi ini setelah menyiapkan sarapan, ada beberapa orang datang ke rumah besar itu untuk mencari Zaskia. Mbak Asih pun segera naik ke atas mendatangi kamar Zaskia.


Terdengar jelas dari luar kamar suara Zaskia dan Zayn sedang bercerita dan bersenda gurau. Mood Zaskia pagi ini sedang baik-baiknya karena ada Zayn di sampingnya.


Tok ... Tok ... Tok ... Mbak Asih mengetuk pintu.


"Ibu Kia, di bawah ada orang yang ingin bertemu." ujar Mbak Asih dengan wajah khawatirnya.


Dengan wajah yang masih lusuh, Kia turun ke lantai dasar bersama dengan Zayn dan Mbak Asih yang mengikuti dari belakang.


Di lihatnya Ibu dari Devita sedang memegang beberapa Pot bunga berbahan keramik yang menjadi primadona bagi pencinta tanaman hias dengan harga senilai jutaan rupiah per pot sedang berbaris rapi di atas meja. Sementara Hakim yang berdiri bersisian dengan setia menemani Wati. Dan Ismail, dirinya malah duduk santai di teras rumah.

__ADS_1


Menyadari Zaskia sudah turun dari lantai atas, Wati pun berbalik dan menghadap ke arah Kia.


"Hai, Kia. Apa kabarmu, masih ingat 'kan dengan Aunty?" kata Wati berbasa-basi.


"Tentu saja aku ingat, anda Ibu dari Pelakor itu." ledek Kia memasang wajah jengah. Wati sebenarnya geram, namun sengaja dia tahan karena dia akan merasakan buah kesabarannya sebentar lagi.


"Kau salah besar, Nak. Mari kita berkenalan lagi, namaku Wati dan aku ini dulunya adalah mantan pacar ayahmu. Kami nggak jadi menikah karena ibumu merebut ayahmu dariku. Jadi, apa aku pantas menyebut ibumu sebagai pelakor?" terang Wati, sementara Kia terus saja memasang wajah tak suka. Ingin sekali rasanya menampar wajah wanita tua itu yang seenak jidatnya menghina almarhum Ibunya.


"Hah! Aku malah bersyukur karena ayahku tidak menikahimu. Keluarga penghancur nggak cocok bertemu dengan orang baik seperti ayahku. Dan apa untungnya kamu menceritakan hal itu padaku?" Kia bersedekap dada menyambut hinaan yang di berikan oleh Wati.


"Hei, Kia. Ini penting untuk mengingatkan silsilah gagal dalam keluarga kita." sahut Wati.


"Cih! Dasar orang gila!" Zaskia mencebik lirih.


"Oh, iya. Devita tadi mengirim salam. Dia meminta maaf karena nggak bisa hadir di sini. Karena hatinya terlalu lembut, dia nggak akan tega melihat apa yang akan terjadi setelah ini." ucap Wati dengan angkuhnya.


"Pertanyaan bagus! Aku di sini akan mengambil alih semua yang harusnya menjadi hak anakku." jawab Wati dengan tersenyum seringai.


"Memangnya apa lagi yang belum Devita miliki? Dia sudah memiliki Ismail, bahkan perusahaanku juga kalian 'kan yang miliki!" gertak Kia dengan mengepal tangannya kuat.


"Ya, memang benar, tapi rumah ini juga harusnya menjadi milik anakku. Dan mulai sekarang, rumah ini bukan lagi milikmu." sahut Wati sembari menarik sebuah map di tangan Hakim dan menyerahkan kepada Kia.


"Cobaan apa lagi yang Kau berikan kepadaku, Ya Allah?" lirih Kia dalam hati.


Zayn dan Mbak Asih saling berpegang tangan melihat sikap orang-orang jahat di depannya.  Sesekali Zayn menggeleng, sepertinya dia tidak kuat melihat Sang Mama di aniaya seperti itu. Namun Mbak Asih mengelus belakang Zayn guna menenangkan, kedua telapak tangannya mengangkat ke atas, memberi isyarat untuk berdoa.


"Kuatkan Mama, Ya Allah." lirih Zayn berkata setelah itu mengusap kedua tangannya ke wajah mungilnya.


Setelah itu terlihat Ismail mulai masuk ke dalam rumah. Tak ada tanda-tanda iba sedikit pun dari wajahnya. Kia pun menghampiri pria itu sambil menodongkan kertas yang di berikan oleh Hakim. Tertulis jelas nama Zaskia berubah menjadi nama Devita.

__ADS_1


"Mail, apa maksudnya ini?" tanya Kia sementara Ismail tak menjawab dan malah melewati Kia begitu saja.


"Aku bicara padamu, Mail! Tolong jelaskan apa maksudnya!" Kia mengejar dan menahan lengan Ismail,  namun pria itu melepaskan dengan paksa.


"Ibu Zaskia, menurut saya, alangkah baiknya jika anda segera meninggalkan rumah ini dengan cara terhormat. Sangat tidak nyaman jika keluar dengan cara memalukan." usul Hakim dan di angguki oleh Wati.


"Oh, iya satu lagi. Jangan membawa Zayn keluar dari rumah ini." tambah Hakim.


"Apa urusanmu, Zayn itu anakku." tolak Kia.


"Maaf sebelumnya, aku harus memberitahukan kepadamu bahwa Zayn itu anak kandung Devita dan Ismail." terang Wati membuat jantung Kia berdetak cepat.


"Bukankah dia anak yang aku adposi? Mengapa bisa menjadi anak kandung kalian?" tanya Kia menghadap ke arah Ismail. Dia ingat benar, mereka berdua mengunjungi panti asuhan bersama-sama kemudian mengadopsi Zayn yang masih memerah karena baru lahir belum genap tiga hari.


"Ini bukti tes DNA-nya. Ibu Kia bisa melihatnya jika tidak percaya pada kami." Hakim memberi map lainnya, namun Zaskia tak mengambil, justru Mbak Asih yang menyambar map tersebut lalu membacanya dengan teliti. Di tutup mulutnya yang menganga karena kaget, sungguh sekejam itu mereka kepada majikannya ini. Memberi anak kandung mereka kepada orang lain untuk di besarkan, setelah itu mereka mengambil kembali secara paksa.


"Mama, sebenarnya ini ada apa?" tanya Zayn yang tidak mengerti pembahasan mengenai dirinya beserta bukti tes DNA miliknya.


Pandangan Kia pun beralih pada Zayn yang matanya mulai menggenang. Di peluknya erat anak itu sambil menangis tak kuasa. Haruskah dia kehilangan Zayn juga setelah kehilangan segalanya? Salah apa dia kepada mereka yang mendzolimi dirinya?


Visual cewek-cewek


Zaskia



Devita


__ADS_1


__ADS_2