Kisah Tak Sempurna

Kisah Tak Sempurna
Bab 50


__ADS_3

Asti Hasrita, wanita berusia dua puluh tujuh tahun yang biasa di kenal dengan Asih, sedang berbelanja kebutuhan rumah. Kebetulan rumahnya tak jauh dari toko serba ada yang menyediakan keperluan rumah tangga dan kebutuhan makanan.


Usai berbelanja, Asih menenteng barang belanjaannya sembari berjalan kaki. Asih berhenti sejenak di depan warung makan. Niatnya ingin membeli lauk, karena lelah dirinya tak sempat memasak.


Asih mengurungkan langkah kakinya untuk masuk ke warung makan tersebut saat melihat anak laki-laki yang begitu familiar sedang memilah sampah dan mengambil beberapa potong ayam goreng yang sudah di buang oleh pemilik warung makan.


Setelah melihat beberapa saat, Asih pun mendatangi anak laki-laki itu saat akan melahap makanan yang sudah kotor.


"Astaghfirullahal'adzim, Zayn!" tegur Asih saat melihat anak laki-laki itu adalah Zayn.


Di ambil potongan ayam goreng itu dan Asih lempar kembali ke dalam tong sampah. Di tariknya Zayn menjauh dari sana.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa malah mengorek sampah sampai-sampai mau memakan makanan kotor seperti itu?" ujar Asih sambil menggelengkan kepala tak habis fikir.


"Mbak Asih!" Zayn pun memeluk Asih sambil menangis hingga Asih pun ikut larut dan mulai ikut menangis.


"Zayn kangen sama Mbak Asih dan juga Mama." ujarnya sambil merenggangkan pelukan itu.


"Mbak Asih juga kangen sama Zayn. Ayo ikut Mbak Asih dulu. Sampai di rumah nanti, Zayn harus cerita mengapa bisa Zayn ada di sini dan harus mengorek sampah untuk makan." Zayn mengangguk dan mengekor langkah Asih menuju kediamannya.


Asih pun menyuruh Zayn untuk mandi terlebih dahulu, dia pun yang tadinya malas memasak akhirnya harus memasak demi memberi makan makanan sehat untuk Zayn.


Selesai memasak, Asih menyiapkan makanan itu dan menyuruh Zayn segera makan. Dia yakin, Zayn pasti sangat kelaparan sampai-sampai mengorek sampah demi mengisi perutnya.


Mereka pun mulai makan bersama. Sebuah kebersamaan yang sangat keduanya rindukan. Sampai-sampai Asih meneteskan air mata saat menatap Zayn yang makan dengan lahap. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu, Zayn? tanya Asih dalam hati.


"Alhamdulillah," ucap keduanya setelah makanan habis terlahap.


"Sekarang, ayo Zayn ceritakan. Sebenarnya Zayn mau kemana?" tanya Asih dengan lembut seperti biasa.


"Zayn mau mencari nama, Mbak." ujar Zayn dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Mencari mama sendirian?" tanya Asih lagi, dan Zayn pun mengangguk.


"Lalu kemana Devita? Kenapa membiarkan Zayn pergi sendirian?" tanya Asih yang mulai kesal.


"Zayn nggak tau Ibu di mana. Ibu jarang di rumah, nggak ada yang menjaga Zayn." sahut Zayn dengan menaikkan kedua bahunya.


"Astaga, perempuan itu bikin Mbak Asih ini kesal, Zayn." Asih mengelus dada berharap amarahnya bisa mereda.


"Mbak Asih kesal kenapa?" tanya Zayn membuat Asih ingin mengeluarkan semua keluh kesahnya.


"Mbak Asih kesal, karena perempuan itu sudah merampas Papa Zayn, merampas harta Mama Zayn, merampas Zayn dan sekarang membiarkan Zayn terlantar, sampai berkeliaran sendirian." ujarnya ketus.


"Mbak Asih ngomong apa? Zayn nggak begitu paham." sela Zayn membuat Asih menepuk jidat.


"Astaghfirullahal'adzim," ucapnya lirih. Dia lupa kalau Kia pernah memberi nasehat untuk tidak meluapkan amarah apalagi kata-kata sarkas di hadapan Zayn.


"Nggak apa-apa, Zayn. Nanti setelah ini Mbak Asih antar Zayn pulang ke rumah, ya." ujar Asih dan di beri gelengan kuat oleh Zayn.


"Kenapa Zayn?" tanya Asih heran.


"Karena Zayn nggak mau bertemu Nenek Jahat. Nenek Jahat itu yang sudah mengusir Zayn dari rumah itu." ungkap Zayn


"Astaghfirullahal'adzim, jadi Nenek Sihir itu yang mengusir Zayn? Pantas saja, nggak mungkin kan Zayn keliaran sendirian tanpa sebab." Asih pun mengepalkan kedua tangannya. Dirinya sangat marah saat ini.


***


Sementara itu, kini Ismail dan Devita serta Zaskia dan Reyhan sedang berkumpul di kediaman Kia. Mereka berseteru karena pihak Ismail masih tidak percaya dan terus melimpahkan kesalahan kepada Kia walau mereka sudah melihat sendiri kalau Zayn tidak berada di sana.


"Ini semua gara-gara kamu, Rey. Kalau kamu nggak ikut campur urusan rumah tanggaku, Zayn nggak akan hilang begini." tunjuk Ismail dengan mata memicing tajam.


"Come on, Bro. Bangun, jangan tidur di siang hari! Siapa dalang dari semua masalah ini kalau bukan kamu!" Rey balik menunjuk Ismail dengan kesal.

__ADS_1


"Justru aku datang karena ingin melindungi Kia dari manusia bajingan sepertimu!" bentak Rey.


"Kurang ajar!" Ismail hendak melayangkan pukulan kepada Rey, namun Kia menahan tangan itu.


"Cukup! Kamu kira dengan menghajar Rey akan membuat Zayn muncul tiba-tiba di hadapanmu? Dasar bodoh! Kalian pasangan terbodoh yang pernah aku lihat!" Kia memaki Ismail dan Devita.


"Kalian berdua adalah orang tua yang nggak bertanggung jawab! Jadi untuk apa kalian bersikeras untuk menahan Zayn mencari kebebasannya bertemu denganku jika kalian mengurus satu anak saja nggak bisa, malah mengurus harta orang dan sibuk dengan kegiatan kalian masing-masing!" bentak Kia kepada keduanya.


"Dan kamu Ismail! Pernahkah melihatku menelantarkan anakmu itu walau aku sibuk dengan urusan kantor? Apa kamu pernah melihat Zayn merasa kurang kasih sayang? Apa kamu buta sekarang, kamu tutup mata atas apa yang di lakukan istrimu?" Kia menampar keras wajah Ismail.


"Kalian menuduhku menculik Zayn padahal tanpa kalian sadari, kalian lah yang mengusir Zayn dari sana secara perlahan. Apa kalian pernah bertanya, apa yang bisa membuatnya nyaman di rumah? Apa kalian pernah menemaninya bermain? Apakah kalian pernah menemaninya mengerjakan tugas sekolahnya di rumah? Apakah kalian pernah menemaninya bercerita tentang kegiatan dan apa saja yang dia jalani di sekolahnya?" tanya Kia lagi dan membuat pasangan suami istri itu terdiam.


"Kalian nggak mengerti apa-apa tentangnya, kalian nggak pernah tau apa yang dia rasakan saat ini. Dan kalian nggak pernah tau apa yang dia pikirkan saat orang-orang asing masuk ke dalam hidupnya." ujar Kia sembari menahan isak tangisnya.


"Apa kalian masih pantas di sebut sebagai orang tua? Menjaga dan menemaninya di rumah saja kalian nggak bisa melakukannya, apalagi hal lain." lirih Kia berkata di sela tangisnya.


"Dimana Mbak Asih? Kenapa bisa membiarkan Zayn pergi dari rumah, ini bukan sifat dia." tanya Kia yang belum tahu keadaan rumah itu sekarang.


"Mbak Asih sudah lama nggak bekerja di rumah. Aku yang memecatnya." sahut Vita dengan wajah menyesal.


Plak!


Zaskia menampar keras wajah Vita hingga wanita itu mengaduh kesakitan.


"Tamparan ini memang pantas aku tempelkan pada wajahmu!" katanya dengan mata menyalang.


"Sekarang pasti Zayn sedang mencariku." ujar Kia lagi.


"Untuk apa anak kecil seperti Zayn bersusah payah keluar rumah hanya untuk mencarimu?" tanya Ismail, membuat Kia dan Reyhan menghela nafas panjang.


"Bisa nggak kamu ini diam aja, Mail. Semua kata yang keluar dari mulutmu itu hanya bisa menambah kepercayaan orang-orang kalau kamu ini memanglah, BODOH."

__ADS_1


__ADS_2