Kisah Tak Sempurna

Kisah Tak Sempurna
Bab 67


__ADS_3

Bersamaan dengan kabar penangkapan Wati, Devita yang sedang berdiam diri di rumah pun terkejut ketika di datangi oleh beberapa orang rentenir.


Mereka mengatakan bahwa Wati meminjam uang sebesar lima ratus juta dan hari ini adalah batas pembayarannya. Ternyata uang tersebut di pakai oleh suaminya untuk berjudi. Vita diam tak berkutik, yang dia tahu kalau Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Salah seorang rentenir menunjukkan sebuah foto, wajah laki-laki yang sangat mirip dengan wajah Hakim. Dirinya pun yakin kalau Hakim sebenarnya adalah anak kandung Ibunya, terlihat bagaimana dekatnya dua orang itu.


Banyak hal yang tidak dia ketahui mengenai Ibu kandungnya sendiri. Begitupun dengan Author, masih banyak teka-teki yang belum terpecahkan, namun otak sudah sangat buntu untuk menambah cerita baru. Hehe.


Vita bergeming, dirinya tidak punya uang sebanyak itu. Akhirnya, mau tidak mau, Vita menyerahkan rumah tersebut untuk melunasi hutang yang di tinggalkan oleh Ibunya.


Beruntung saat ini Bella di kirim jauh ke kota seberang untuk melanjutkan pendidikannya, sehingga Bella tidak ikut merasakan penderitaan yang tengah di alami keluarganya.


Berbekalkan uang yang dia pegang, Vita mencari rumah sewaan. Dirinya pun bertekad untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri.


Sementara itu, Ismail saat ini duduk di sebuah taman. Taman yang pernah di kunjungi Zaskia saat dirinya patah hati. Dia juga menemukan sebuah cincin yang pernah di buang oleh Zaskia.


"Ternyata, beginilah akhirnya kisah cintaku. Mungkin ini karma yang berlaku kepadaku. Kehilangan harta dan istri sekaligus." ujarnya lirih menatap cincin di tangannya.


Sebuah langkah kaki pun terdengar semakin mendekat hingga berhenti di hadapan laki-laki itu.


Ismail mendongakkan kepalanya memandang wajah wanita yang pernah menjadi istrinya selama bertahun-tahun lamanya.


Laki-laki itu kembali menunduk karena malu. "Bagaimana kamu bisa tau kalau aku di sini?" tanya Ismail kemudian.


"Kamu lupa aku orang yang seperti apa?" ujar Zaskia tersenyum.


"Ya, beberapa tahun hidup bersama, aku nggak begitu tau tentang mu. Aku hanya sibuk dengan urusanku sendiri hingga lupa kalau kita ini suami istri." ujar Ismail tersenyum pedar.


"Semua sudah berlalu. Sudah saatnya aku menyerahkan ini." kata Zaskia seraya memberikan sebuah map.


"Apa ini?" tanya Ismail mengambil map tersebut.

__ADS_1


"Itu yang selalu kamu minta beberapa waktu terakhir. Hari ini aku mengabulkan permintaanmu untuk yang terakhir kalinya." ujar Kia. Ismail pun membuka map tersebut, sebuah surat perceraian yang sudah lengkap dengan tanda tangan kedua belah pihak.


Laki-laki itu tertawa, menertawakan kehidupannya yang saat ini sangat terpuruk. Kehilangan harta, istri bahkan dia berpikir bisa jadi Zayn pun enggan mengakuinya sebagai Ayah.


"Baiklah, aku pergi." ujar Kia hendak meninggalkan Ismail.


"Kia, tunggu." Ismail menahan tangan wanita itu.


Kia pun menatap wajah Ismail. Menunggu apa yang akan di katakan oleh laki-laki di hadapannya itu. Ismail menghembuskan nafas, sudah seharusnya Kia mengetahui kebenaran tentang kejahatannya.


"Kia, aku meminta maaf yang sebesar besarnya dengan apa yang selama ini aku lakukan kepadamu. Bukan hanya harta yang aku rampas darimu, tetapi hak mu yang seharusnya menjadi seorang Ibu pun aku rusak." ujar Ismail mulai terisak.


"Maksudmu bagaimana?" tanya Kia yang tidak mengerti.


"Aku pernah memberimu obat hingga kamu nggak bisa mempunyai anak." ujar Ismail lirih.


Plak!


"Tadinya aku ingin berbaik hati, memberimu kompensasi mengingat kamu adalah ayah dari Zayn. Tetapi apakah kamu masih pantas di sebut sebagai ayah? Kamu keterlaluan, Mail!" teriak Kia dengan air mata yang deras mengalir.


"Aku tau, aku manusia paling jahat di dunia ini. Aku minta maaf, Kia." Ismail duduk bersimpuh di kaki Kia.


"Andai kata maaf itu berguna, tidak akan ada yang namanya pengadilan." sarkas Kia.


"Kamu boleh menghukumku, penjarakan aku kalau perlu, agar aku bisa menebus kesalahanku." pinta Ismail.


"Aku bukan orang jahat sepertimu. Aku akan membebaskanmu karena Zayn. Aku nggak mau Zayn membenciku karena memenjarakanmu." ujar Kia dengan ketus.


"Aku minta maaf, karena pernah gagal menjalankan tugas sebagai suami dan juga sebagai seorang ayah." Ismail menunduk di atas rerumputan dengan posisi masih bersimpuh di bawah kaki Kia.

__ADS_1


"Sudah lah. Aku juga bukan orang sempurna, aku juga punya banyak kesalahan di masa lalu. Mungkin ini balasan dari Allah atas dosa-dosa yang pernah ku lakukan. Allah mengirim dirimu untuk menghukumku." ujar Kia mencoba melapangkan hati.


"Semoga Allah bisa menguatkan batinku." lirih Kia berkata lagi.


"Aku pergi." Kia melangkahkan kaki.


"Aku minta maaf sekali lagi." Ismail terus mengucap kata maaf tanpa di jawab oleh Kia.


Sebelum Kia benar-benar menjauh, wanita itu berbalik lalu mengatakan, "Setelah ini bertobatlah, berbuat baik kepada orang lain. Ingat, carilah pekerjaan yang halal." teriak Kia. Ismail pun menanggapi dengan tersenyum.


Laki-laki itu menunduk, meratapi kertas perceraian di tangannya. Di bacanya lembar demi lembar kertas putih itu. Dirinya terkejut, karena Zaskia memberikan rumah itu untuknya.


Tak lama, sebuah tangan kecil memegang pipinya. Siapa lagi kalau bukan Zayn, buah hati yang kini sudah tumbuh menjadi anak yang pintar dan baik hati.


"Ayah," ujar Zayn mengelus pipi sang Ayah.


Ismail menangis makin menjadi-jadi, di peluknya tubuh Zayn. Isak tangisnya terdengar semakin nyaring. Dia pun mengedarkan pandangannya. Ternyata Kia baru saja memasuki mobilnya, dia pun menyimpulkan bahwa Kia lah yang mengantarkan Zayn untuknya.


"Nggak apa-apa, Ayah. Masih ada Zayn yang akan menemani Ayah. Karena Zayn selamanya anak Ayah." Zayn menenangkan Ismail dengan menepuk pelan punggung laki-laki itu.


Ismail semakin menangis, dirinya tidak pernah menyangka setelah kejadian seperti ini, masih ada wanita berhati malaikat yang benar-benar memperlakukannya baik walau dosanya sudah menggunung.


Ya, dialah Zaskia, wanita berhati baik yang menutup kebaikannya dengan ucapan pedas. Wanita yang pernah membersamainya selama bertahun-tahun lamanya. Wanita yang rela membesarkan anak dari wanita lain dengan setulus hati. Hingga di akhir cerita pun, dirinya rela melepaskan anak yang paling dia cintai hanya demi kebebasan Zayn dalam memilih.


"Kenapa Zayn nggak ikut dengan Mama Kia?" tanya Ismail seraya menghapus air matanya.


"Mama bilang, Zayn boleh memilih ikut siapa saja. Asal, Zayn akan tinggal dengan Mama Kia seminggu sekali." ujar Zayn tersenyum.


"Lalu, kenapa Zayn memilih ayah lebih dulu?" tanya Ismail lagi.

__ADS_1


"Karena sebentar lagi Mama Kia akan menikah dengan Om Rey."


...****************...


__ADS_2