
Perlahan Nada membalas uluran tangan dari pangeran yang baru saja datang menghampirinya, sedangkan Leo hanya bisa menelan pil pahit ketika Nada sama sekali tak menghiraukan dirinya.
Tangan Samuel bagai tersengat listrik bertegangan tinggi ketika telapak tangan lembut itu sudah berada dalam genggamannya. Samuel pun tersenyum dengan sangat tampan hingga membuat barisan para wanita di sana langsung histeris bahkan ada yang jatuh pingsan.
Dengan langkah yang pasti, Samuel menggiring sang pujaan hati berdiri di tengah lantai dansa.
"Eh, siapa wanita cantik itu?"
"Kenapa tuan Samuel tak mengajak nona Finna?"
Semua hujatan dan tatapan meremehkan langsung tertuju pada Finna yang sudah mengepalkan tangannya kuat dengan wajah yang sudah merah padam.
"Sialan! Wanita itu benar-benar harus diberi pelajaran!" umpatnya kesal.
Kini semua mata tertuju pada pasangan yang sudah mulai merapatkan tubuh mereka di atas lantai dansa sana.
Samuel meletakkan tangan kanan Nada ke bahunya, sedangkan tangan satunya lagi saling bertautan dan diangkat sejajar dengan bahu Nada. Alunan musik yang mulai terdengar semakin menggema menambah kesan romantis. Lagu You Are The Reason - Calum Scott menjadi pilihan bagi pemain musik.
Samuel mulai menggerakkan tubuhnya seirama dengan nada indah itu. Tangan kirinya membelit pinggang ramping Nada. Mata keduanya saling bertaut erat tak memedulikan tatapan kebingungan semua orang yang datang dari segala arah.
Nada tersenyum ke arah Samuel yang juga membalasnya tak kalah hangat. Senyuman yang keduanya tak pernah perlihatkan kepada orang lain selama ini. Senyuman yang akan selalu membekas sampai ke akhir hayat.
"Kau sangat cantik," ucap Samuel dengan binar mata penuh kekaguman.
"Terima kasih," sahut Nada dengan wajah yang memerah.
Samuel rasakan kebahagiaan yang luar biasa. Bayang-bayang ketika mereka bersama waktu kecil, mulai menari-nari di pelupuk matanya yang kian memanas, begitu pun dengan Nada.
__ADS_1
Wanita itu mengusap perlahan air mata Samuel yang sudah luruh dan memegang rahang tegas lelaki itu. Nada membiarkan tangan kirinya berada di situ dan mengelusnya penuh kelembutan. Nada terlihat semakin cantik dengan mata berkaca-kaca miliknya. Visual Nada seperti lukisan yang tak ternilai harganya di mata Samuel. Sangat indah dan eksklusif.
Sekali lagi, Samuel bisa melihat wajah itu dengan jarak yang sangat dekat bahkan Samuel tak berani berkedip sedikit pun. Samuel terlalu takut jika semua yang tengah dialaminya itu hanya sekedar fatamorgana.
Jarak keduanya begitu dekat hingga semua orang yang melihat pun ikut menahan nafas dan hanyut dalam momen berharga itu. Momen yang mungkin tak bisa mereka lihat lagi ke depannya dan mungkin tak akan pernah ada lagi.
"I love you."
Akhirnya, Samuel mengatakan perasaan terdalamnya. Perasaan yang hanya dia katakan dalam keadaan bisu. Bibir tipis lelaki itu bergerak tanpa suara, namun Nada dapat mengartikannya dengan sangat jelas. Nada terlihat menggigit bibirnya yang mulai bergetar. Ia melakukan hal itu agar bisa menahan isakan tak keluar dari sana.
Lirik lagu yang dibawakan oleh singer menghantarkan Nada terbang ke masa kecilnya. Masa lalunya bersama lelaki ini. Masa lalu keduanya yang penuh tawa kebahagiaan.
Kenangan itu dengan perlahan menyeruak ke atas permukaan dan membuat Nada semakin merasa bersalah. Dia mengutuk dirinya sendiri karena tak bisa mengingat Samuel sejak dulu. Apa yang terjadi padanya, dia harus mencari tahu.
Ya, Nada akhirnya bisa mengingat bahwa Samuel adalah Vio miliknya. Meskipun semua masih belum terlalu jelas dan samar-samar, namun Nada sangat yakin jika lelaki yang sedang memeluknya dengan tubuh bergetar itu adalah orang yang sangat berharga baginya.
Pelukan itu terasa berbeda dengan pelukan Leo kemarin. Berada dalam jeratan Samuel seperti sekarang ini, membuatnya sangat terlindungi dan tak takut akan apa pun lagi.
Samuel, lelaki itu menundukkan kepalanya dan mencium dahi Nada yang tengah menengadahkan kepalanya. Mereka saling melempar senyum tanpa memikirkan perasaan tiga orang yang terdiam mematung dengan lukanya masing-masing.
Kenapa? Kenapa sejak dulu kau tak pernah memandang ke arahku? Batin Leo teriris.
Bisa saja dia menarik Nada dari sana, tapi dia tahu bahwa dirinya lah yang berada di tengah-tengah mereka. Dirinya yang memaksa masuk meskipun tahu jika hal itu hanya akan melukainya, sedangkan seorang wanita cantik pun merasakan hal yang sama. Dia sedang duduk di kursi tamu dengan perasaan yang sangat sesak.
"Aku di sini. Bisakah kau melihatku saja? Sejak dulu aku hanya butiran debu yang selalu kau hempaskan lagi dan lagi ..." ucap lirih wanita itu. Rasa cintanya yang tak pernah terbalaskan sejak kecil, rasa yang jelas-jelas sudah ia utarakan, namun harus layu sebelum bermekar indah.
Begitu pula dengan Finna. Wanita itu dengan wajah yang sudah menyerupai malaikat maut berjalan ke arah pasangan yang tak tahu malu di lantai dansa sana. Harga dirinya sangat terluka dan dia harus menuntut balas.
__ADS_1
"Sialan! Wanita j*l*ng! Akan kubunuh kau!!"
Ia melesat dengan sangat cepat ke arah Samuel dan Nada dengan sebilah pisau yang ia ambil di meja makan tamu.
Para tamu undangan pun sudah berjalan menuju lantai dansa dengan pasangan masing-masing, termasuk Adipati dan Jasmine, Steve dan Yuni. Sejak tadi mereka sudah meneteskan air mata bagi pasangan muda itu. Bukan ingin mereka memisahkan keduanya, namun sekali lagi, takdir mereka lah yang terlalu berliku.
"Sayang, apa kau yakin melakukan ini?" tanya Jasmine yang sudah mulai menggerakkan tubuhnya sesuai alunan musik.
"Ya, kita harus melakukan ini sampai lelaki itu menunjukkan batang hidungnya," sahut Adipati yang memeluk erat Jasmine dari arah belakang.
Selangka demi selangka, kini Finna sudah sangat dekat dan bersiap menancapkan pisau ke kepala Nada yang tak menyadari ia berada dalam bahaya. Begitu pun dengan Samuel yang terlalu hayut dalam keadaan.
Srreeeetttt
Arrgghh!!!
Suara musik yang begitu keras mampu menenggelamkan teriakan seorang wanita yang berada di antara kerumunan sana.
"K-kau!!"
****
..."Saat seseorang mencintaimu, mereka tak harus mengatakannya. Kamu akan tahu dari cara mereka memperlakukanmu."...
...- Anonim -...
...♡♡♡♡...
__ADS_1