
Suara des*han terdengar menggema di dalam sebuah kamar mewah yang didesain begitu romantis oleh pihak hotel yang tak bisa menolak keinginan penerus Admadewa Grup itu. Bunyi hentakan terus beradu di tengah rasa nikmat yang menghantarkan keduanya menuju pelepasan yang entah sudah keberapa kalinya.
Sang wanita merintih lirih dengan posisi menungging karena sang pria bergerak begitu liar di belakang sana dengan tangan yang terus merem*s dua bongkahan yang sangat pas di genggamannya. Pacuannya semakin cepat dan lebih cepat lagi sebelum akhirnya tubuh mereka bergetar hebat dan ambruk seketika.
"Sa-sayang, kau gila," ucap Nada yang terbaring lemah dengan Samuel yang masih mengapit dirinya.
"Maaf, sayang."
Cup
Setelah kompetisi selesai, Samuel langsung mengurung Nada di dalam kamar dan meminta hadiah dari wanita malang itu. Samuel menggunakan alasan bahwa dirinya yang memberikan solusi tentang serbet tersebut hingga Nada akhirnya menuruti kemauan suami mesumnya. Nada memang tak akan bisa menolak kenikmatan hakiki itu, namun ia tak menyangka jika Samuel akan menerkamnya selama berjam-jam.
"Lepaskan, sayang. Aku sangat lelah," ucap Nada yang merasa sang adik kecil itu kembali bangun.
Shitt! Dia terlalu kuat. Pinggangku, astaga. Batin Nada mengeluh.
Samuel dengan perlahan mengeluarkan adik kecilnya dari tempat lembab itu. Dia kemudian mengangkat tubuh polos Nada menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kini keduanya telah berada di dalam bathtub yang dipenuhi bunga mawar serta lampu yang dibiarkan remang-remang. Mereka menikmati suasana romantis itu sembari menatap ke jendela besar yang memperlihatkan suasana kota Bandung pada malam hari. Langit malam yang penuh bintang serta kerlap-kerlip lampu gedung di luar sana semakin membuat Nada hanyut dengan pikirannya sendiri dengan punggung menempel di dada bidang Samuel yang memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Nada teringat masa lalunya ketika awal mula dia mulai menyukai memasak, yaitu pada saat umurnya 10 tahun. Kala itu, Yuni meninggalkan masakannya karena harus menerima telepon. Nada kecil yang masih ingin mencari tahu tentang segala hal pun bergegas menuju dapur. Dia menarik kursi lalu didekatkan ke kompor dan dengan berani mengaduk sup ayam yang tengah mendidih.
Yuni tak menyadari perbuatan Nada hingga bocah itu semakin menjadi-jadi dengan memasukkan segala bumbu yang dilihatnya di dekat situ. Sup yang awalnya bening telah berubah menjadi keruh dan mengeluarkan aroma wangi hingga Yuni yang tadinya ada di kamar seketika syok melihat Nada yang berlagak seperti seorang chef di sana.
Yuni begitu terkejut karena ini adalah kali pertamanya Nada memegang alat masak setelah 2 tahun tak pernah berani berdekatan dengan api. Yuni buru-buru mengangkat tubuh kecil Nada yang langsung berteriak histeris karena api yang tadinya kecil seketika membesar akibat air yang merembes dari panci itu.
Nada berusaha mengingat kejadian setelahnya, namun kepalanya tiba-tiba terasa sakit bersamaan dengan bayangan seorang pria dewasa yang dia lihat dalam mimpinya tempo lalu. Pria dewasa yang sangat mirip dengan chef yang menjadi runner up pada lomba kuliner internasional 13 tahun yang lalu.
"Sayang," panggil Samuel yang sejak tadi memperhatikan wajah Nada dari pantulan kaca di depannya.
"Sayang, apa kau tahu tentang chef Indonesia yang pernah mengikuti lomba di Singapura 13 tahun lalu? Namanya Mikael Abiyaksa. Selama ini beliau lah yang menjadi rule model-ku. Sayang sekali beliau harus meninggal di usia yang tergolong muda," tutur Nada yang tak menyadari jika suaminya telah menegang di belakangnya.
Samuel semakin mengeratkan pelukannya dan memasukkan wajahnya ke ceruk leher cekung itu berusaha menyembunyikan wajah bersalahnya. Tentu saja Nada tak akan mendapatkan informasi apa pun tentang sosok tersebut karena Samuel lah yang menghapus semua jejak itu.
"Maafkan aku," ucap Samuel tiba-tiba.
"Kenapa kau minta maaf, sayang?"
Lelaki itu tak menjawab dan hanya mencium pipi Nada yang merasa sedikit aneh dengan suaminya ini. Samuel sangat takut jika Nada mengetahui bahwa dirinya lah yang memisahkan Nada dengan kenangannya bersama Mikael. Apa Nada akan mengerti tujuan Samuel dan tak akan marah dan kecewa?
__ADS_1
Seharusnya Samuel bisa menceritakan tentang semua yang dia tahu, namun lidahnya terasa keluh karena bayangan trauma Nada kala kecil selalu menari-nari di dalam pikirannya, terlebih ketika umur Nada 10 tahun. Bocah kecil itu berteriak ketakutan dan langsung menancapkan berulang kali sebilah pisau di pahanya sendiri hingga membuat semua orang begitu panik karena traumanya kembali. 2 tahun ternyata tak cukup menghilangkan rasa trauma Nada kecil dan Samuel tak ingin Nada yang sekarang merasakan hal yang sama.
Samuel kemudian membalikkan tubuh Nada hingga mata keduanya saling bertatap mesra dengan segala rasa yang memenuhi hati mereka. Lelaki itu meletakkan kedua telapak tangannya di pipi Nada yang tersenyum lembut ke arahnya. Lama mereka di posisi itu sebelum akhirnya Samuel angkat bicara.
"Bagaimana jika Mikael Abiyaksa adalah ayahmu? Apa yang akan kau lakukan?"
Deg
****
..."Kasih sayangmu selalu kurindukan, engkau selalu hadir di dalam mimpiku, mimpi yang begitu nyata bagiku, menginginkan ayah untuk kembali."...
...- Yudistira Tri Wardana -...
...♡♡♡♡...
.......
Maaf ya up nya sekali aja karena kondisi Caca kembali drop 🤧🤧
__ADS_1