Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 21 : Kesakitan Semua Orang


__ADS_3

Seorang wanita dengan penampilan seksi tengah mengetuk sebuah pintu apartemen dengan tubuh bergetar. Terlihat sangat jelas dari bahasa tubuhnya jika ia sedang ketakutan. Matanya terus memperhatikan lorong sunyi itu karena ia bisa merasakan ada orang yang tengah mengawasinya.


Ceklek


Bug


Wanita itu langsung menerjang tubuh tegap seorang pria yang baru saja membuka pintu.


"Hai, sayang,"


Cup


"Wow, easy," ucap sang pria yang sekarang tengah duduk bersandar di sofa sana karena sang wanita telah mendorongnya penuh na*su.


"Sayang, aku ingin."


Keduanya perlahan memagut, mengabsen setiap inci rongga, saling menautkan lidah lalu bertukar saliva yang semakin memicu keduanya untuk menginginkan lebih dari sekedar ******* liar. Beberapa detik kemudian, penyatuan terjadi hingga suara des*han semakin terdengar nyaring di seluruh penjuru ruang tamu.


Sang pria terlihat menikmati meskipun milik wanita itu tak bisa mencengkeram ketat adik kecilnya. Ia pun tahu jika wanita yang tengah menikmati tubuhnya itu sudah sering berganti pasangan, namun demi satu tujuan, ia rela menyerahkan tubuhnya.


Sebenarnya sang pria juga bukan orang yang baik. Meskipun dia telah menikah dan memiliki anak, dia acap kali mencari pelampiasan di luar sana bersama wanita bayaran.


Dia sungguh tak memikirkan perasaan istrinya yang begitu mencintainya. Harusnya sebagai seorang suami dan seorang ayah, dia bisa menjadi teladan yang baik bagi keluarganya. Namun karena dendam masa kecil, ia rela menukar keluarganya sendiri demi kepuasan batin yang sebenarnya masih belum tentu kebenarannya.


Kejadian yang terjadi 13 tahun lalu, membuatnya tumbuh dengan dendam yang mendarah daging. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk membalas perbuatan yang dilakukan oleh pewaris Admadewa Grup di masa lampau. Dia akan merenggut paksa kebahagiaan musuhnya itu seperti yang ia lakukan selama ini.


Darah seorang penipu yang mengalir di dalam tubuhnya, membuatnya sangat mudah memanipulasi keadaan. Terbukti, sang pewaris itu tak mengenalinya ketika tadi ia berdiri tepat di hadapan sang target karena ia bisa melakukan penyamaran yang sangat epik dan selalu memenangkan setiap babak pertempuran sejak dulu.


"Sayang, I'm coming!" teriak sang wanita yang terus berkuda di atas pinggangnya.


Beberapa detik kemudian, badan keduanya bergetar dan menumpahkan cairan-cairan kenikm*tan. Sang wanita langsung ambruk di atas tubuh sang pria dengan inti keduanya masih menyatu.


"Sayang, apakah bukti tentang kejahatanku dulu sudah kau singkirkan semua?" tanya sang wanita dengan memutar pinggul rampingnya.


"Ya, tentu saja," sahut sang pria sembari memejamkan mata karena menikmati tekanan di bawah sana.

__ADS_1


"Benarkah? Jangan sampai orang lain mengetahui jika aku yang telah membunuh wanita itu," ucap sang wanita lagi yang kini semakin bergerak liar karena adik kecil sang pria telah mengembang kembali dengan sempurna.


"Hem."


"Lukas!" jerit sang wanita.


Pria yang dipanggil Lukas itu kini telah memutar posisi mereka dan menghujam wanita itu dengan sangat kasar dan bringas. Tak ada cinta di mata sang pria terhadap wanita j*l*ng yang hanya ia manfaatkan sebagai bonekanya.


"Finna!"


.........


Rumah Sakit Metropolitan


Di depan ruang operasi


Pukul 12 malam


****


Samuel menatap penuh amarah dan kekecewaan pada Leo yang tak berani memandang wajah sangar Samuel. Sangat jelas jika lelaki itu menyalahkan Leo karena tak bisa menjaga Nada dengan baik.


"Aku telah mengikhlaskannya untukmu, tapi kau tak becus menjaganya. Kau membuatku kecewa, Leo!!!!!!"


Bug


Bug


Bug


Itulah kalimat yang dilontarkan Samuel dengan penuh emosi sebelum akhirnya dia memukuli Leo habis-habisan. Jika bukan karena kedatangan keluarganya dan keluarga Nada, Samuel sudah membunuh Leo detik itu juga.


Leo, lelaki itu sejak tadi hanya berdiam diri di tempat yang sama. Ia tak membalas pukulan yang Samuel hadiahkan untuknya tadi karena ia tahu bahwa dirinya memang bersalah.


Seandainya dia tak meminta Nada menerima dirinya, mungkin saat itu dia dan Nada tak akan pergi ke taman. Seandainya dia bisa lebih peka terhadap keadaan sekitar, Nada pasti tak akan terluka. Dan masih banyak lagi kata seandainya di dalam pikiran Leo. Namun yang jelas, ia tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Sedangkan tak jauh dari sana, terlihat Yuni dan Jasmine yang menangis di dalam pelukan Adel yang belum lama tiba. Ketika mendapatkan telepon dari Yuni bahwa Nada tertembak, Adel yang sedang termenung kosong di dalam kamarnya langsung dibuat histeris dan hampir pingsan.


"Dia akan baik-baik saja," ucap Adel meyakinkan kedua wanita itu meskipun dia sendiri tak yakin.


Semua orang masih menunggu dengan wajah tegang dan cemas, namun Samuel lah yang terlihat paling menyedihkan. Lelaki tampan itu kembali membenturkan kepalanya kuat ke dinding sana hingga Adipati buru-buru menahannya.


Samuel menangis sangat kencang begitu menyayat hati. Ingatannya kembali pada bertahun-tahun silam ketika beberapa kali ia menyelamatkan Nada dari kematian yang tiada henti datang menghampiri.


Samuel bahkan tak memedulikan keselamatannya sendiri karena baginya, Nada adalah sumber kehidupannya. Jika Nada tak ada di dunia ini, Samuel pun tak akan ada lagi. Lelaki itu akan mengikuti kemana belahan jiwanya melangkah.


"Belum cukupkah penderitaannya, Pa? Kenapa Tuhan sangat kejam! Pa, tolong selamatkan dia! Aku bisa mati jika terus begini!!!" jerit Samuel hingga para wanita di sana semakin menangis.


Melihat kondisi anaknya yang sama seperti beberapa tahun lalu, membuat Adipati semakin mengeraskan rahangnya. Ia memeluk Samuel erat untuk memberikan kekuatan pada putranya itu.


"Pa, Lukas," ucap Samuel tiba-tiba karena teringat perkataan Nada tadi.


Mata lelaki itu sangat bengkak dan sayu. Terlihat jelas semua kesakitan yang ia rasakan hanya dengan memandang bola mata hitam itu. Keadaannya sangat berantakan dengan tubuh masih bergetar hebat.


Lukas? Bukankah lelaki itu selalu berada di samping Damar? Batin Adipati geram dan kebingungan.


Adipati jelas bingung karena sejak kemunculan Lukas di acara itu, mata tajam miliknya terus memperhatikan Lukas meskipun beberapa kali kehilangan fokus karena keberadaan Nada. Namun, beberapa anak buah yang ia tugaskan untuk menjaga lelaki itu selalu berada tepat di belakang Lukas.


Adipati pun langsung menghubungi anak buahnya dan mereka membenarkan hal itu.


"Sial!"


Apa yang salah? Apa yang telah ia lewatkan?


****


..."Aku tak bisa bernafas jika kau berhenti bernafas. Aku tak akan hidup jika kau tak ada lagi di dunia ini. Aku akan selalu mengikuti kemana pun kau pergi bahkan jika itu adalah alam baka."...


...- Samuel Oktavio Admadewa -...


...♡♡♡♡...

__ADS_1


Like dan koment ya kakak2 sayang. Caca udah up pagi2 demi kalian 🥺❤


__ADS_2