Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 70 : Bertemu Kembali


__ADS_3

"Sayang," panggil Jasmine pada Adipati yang terdiam kosong menatap sang putra yang sudah setahun ini koma.


"Lihat. Dia bahkan masih begitu tampan walaupun tubuhnya masih terdapat beberapa luka bakar ..." ucap Adipati lirih.


Ia sangat ingat betapa takut dirinya ketika mendengar Samuel kecelakaan dan mobil yang dibawa lelaki itu meledak. Dia, Leo, dan seluruh anak buah beserta polisi sudah ia kerahkan, namun Samuel belum ditemukan selama 5 hari.


"TEMUKAN DIA, BRENGSEK!!" teriak Adipati menggila. Belum selesai masalah Nada, kini datang lagi masalah baru. Kenapa Tuhan sangat suka menguji keluarga mereka?


Seminggu telah berlalu ketika Adipati menerima laporan bahwa ada seorang pria yang jatuh di dalam jurang. Lokasi itu berada 5 KM dari tempat kecelakaan Samuel. Mendapati laporan tersebut, Adipati buru-buru pergi bersama Leo yang sangat berharap jika itu adalah saudaranya dan ditemukan dalam keadaan baik-baik saja, namun ...


Deg


Badan kedua pria itu bergetar hebat. Itu benar adalah Samuel, tapi kondisi Samuel sangat buruk. Kemejanya telah sobek dengan darah yang sudah mengering serta wajah tampannya tak lagi ada karena tertutup darah yang menghitam.


"Sa-sam ..." panggil Adipati lirih. Ia tak menanggapi telepon yang terus berdering dari Jasmine yang sudah seminggu ini depresi berat karena terus memikirkan Samuel.


Dengan perlahan, Adipati berjalan menghampiri tubuh kaku dan pucat pasih Samuel yang sudah dipindahkan ke tandu. Air matanya telah jatuh sejak tadi begitu pun dengan Leo. Adipati mendekap erat sang anak setelah tim medis berkata jika detak jantung Samuel sangat lemah.


Mereka pun langsung bergegas membawa Samuel ke rumah sakit terdekat. Tempat itu begitu sepi karena sangat jarang dilalui oleh orang maupun kendaraan bermotor. Di sebelah kiri hanya ada jurang serta pepohonan rindang di sebelah kanan.


"Sam, apa kau berjalan kaki agar tiba di Bandung dengan kondisi seperti ini? Ka-kau sangat merindukan Nada?" ucap Leo yang tak kuasa memikirkan nasib selanjutnya dari sepasang suami istri itu.


"Ma-maafkan aku. Seharusnya aku menemaniku," sambungnya lagi dengan memegang erat tangan Samuel. Begitu pun dengan Adipati yang memilih masuk ke dalam ambulans untuk mendampingi Samuel.


Beberapa saat kemudian


"APA??!!!" Jasmine sangat syok mendengar ucapan dokter yang baru saja keluar setelah melakukan operasi berjam-jam.


"Ti-tidak!! La-lakukan sesuatu!!" teriaknya lagi. Dokter baru saja mengatakan jika Samuel tak memiliki harapan hidup lagi. Luka bakar di tubuhnya telah infeksi dan mengalami geger otak. Tak ada yang tahu kapan lelaki itu akan kembali bangun.


Semua orang yang mendengar hal itu sangat terkejut, termasuk Steve dan Yuni. Apa yang harus mereka lakukan? Bagaimana dengan Nada? Kapan kedua orang itu bisa mendapatkan kebahagiaan?


Lamunan Adipati buyar ketika mendapat tepukan lembut di pipinya. Adipati kemudian menarik Jasmine masuk ke dalam pelukannya. Mereka terdiam sejenak meresapi masalah yang terus datang bertubi-tubi hingga tak menyadari pria yang penuh dengan alat medis di tubuhnya itu telah mengedipkan mata beberapa kali.


.........


"Sa-samuel?"


"Ya, Nad. Kau tahu? Dia sangat tampan. Dia lelaki terbaik setelah ayahku. Betapa beruntungnya wanita yang begitu ia cintai. Aku bahkan kadang merasa iri," canda Adel yang terus menatap pusara itu.


Kecelakaan yang menyebabkan Samuel koma, membuat Adipati memutuskan untuk melakukan hal ini. Ayahnya bermaksud melepaskan Nada dan memutus hubungan dengan keluarga Abiyaksa. Untuk itulah Adipati membangun tempat ini. Bukan karena Adipati membenci mereka, namun Adipati berpikir jika Nada maupun Samuel pantas mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing.


"Aku sangat menyayanginya, Nad. Aku rela melakukan apa pun demi kakakku asalkan dia bisa bahagia. Sejak kecil, dia sudah memikul beban yang sangat berat, yaitu menjadi penerus bisnis ayahku dan juga harus melindungi wanita yang dicintainya," kata Adel tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Dia rela menukar nyawanya demi wanita itu. Aku sangat ingat, dia membayar semua beasiswa wanita itu dengan gajinya sebagai cleaning service di perusahaan ayah pada saat dia masih sekolah. Ayahku berkata untuk menggunakan uangnya saja, namun kakakku tak mau jika itu bukan dari hasil kerja kerasnya sendiri,"


Deg


Nada menelan ludahnya kasar. Bayang-bayang samar terus berputar-putar di kepalanya. Itu adalah seorang bocah lelaki dengan tahi lalat di sebelah kiri. Bocah itu memakai jas dengan dasi kupu-kupu dan menyapa seorang gadis kecil. Ingatan itu berputar sangat cepat hingga selanjutnya, ada seorang pria dengan wajah yang begitu tampan tengah tersenyum teduh. Lelaki itu mengecup lembut keningnya dan berkata, "I love you, sayang."


Nada memegang kepalanya yang terasa begitu sakit. Terlalu sakit hingga hidungnya mengeluarkan darah segar, membuat Adel yang tadinya masih berbicara, kini menegang takut.


"Na-nada!!"


.........


"Sam!!" teriak Jasmine langsung berlari menuju ranjang. Dia tadinya masih merenungi tentang masa lalu, namun matanya tak sengaja berbenturan dengan mata sayu Samuel.


"Nak, ka-kau sadar?" ucap Adipati mencoba tenang.


Samuel hanya diam tak mengeluarkan suara apa pun. Lelaki itu memilih membuang wajahnya ke arah jendela. Ia hanya menatap kosong langit yang terlihat mendung itu. Adipati dan Jasmine saling pandang sejenak sebelum akhirnya dokter datang setelah tadi Jasmine menekan tombol di sisi ranjang. Dokter itu pun memeriksa kondisi Samuel yang masih tak memberi respon.


"Anakku kenapa, Dok?" tanya Jasmine khawatir.


"Saya akan menjadwalkan pemeriksaan lebih lanjut, Nyonya. Mohon untuk tetap tenang. Putra anda baik-baik saja."


Mendengar ucapan tersebut, lantas tak membuat Jasmine tenang sedikit pun. Dia tak ingin sesuatu yang lebih buruk terjadi pada Samuel. Kenapa lelaki itu selalu terluka fisik dan hatinya?


.........


"Nad," panggil Adel ketika melihat Nada tersadar dari pingsannya.


"Dimana ini?" tanya Nada sembari menyipitkan mata.


"Di rumah sakit. Aku membawaku ke sini karena tadi kau pingsan," sahut Adel yang duduk di sisi ranjang.


"Kakakmu. Dimana dia?" tanya Nada to the point hingga Adel menjadi gugup. Bisa fatal nasibnya jika ayahnya mengetahui perbuatannya hari ini. Adipati telah mengancamnya jika ia mempertemukan Nada dan Samuel lagi maka Adel akan dinikahkan dengan seorang pengusaha asal Surabaya.


"Di-dia telah meninggal, Nad."


"Kau bohong! Dimana dia?! Dimana Vio?!!"


Deg


"Na-nad, k-kau!"


"Dimana suamiku??!!!!" teriak Nada lantang. Ia tak bisa menerima jika Samuel telah meninggal. Wanita itu menyalahkan dirinya sendiri kenapa ia bisa melupakan orang terpenting dalam hidupnya? Satu tahun. Bagaimana bisa satu tahun Nada tak menyadari bahwa kehampaan yang ia rasakan selama ini adalah karena hilangnya lelaki itu?

__ADS_1


Srekk


Adel langsung memeluk erat Nada. Ia tak menyangka jika membawa Nada ke tempat tadi, bisa memancing ingatan wanita itu kembali lagi. Bukankah Tuhan sungguh memiliki seribu rencana?


"Kenapa kalian ingin memisahkan kami? Kenapa kalian tak berusaha lebih keras lagi untuk menyatukan kami kembali?" ucap Nada sembari menangis.


"Samuel. Berikan Samuel padaku, Del. Kembalikan dia padaku!!"


"A-apa kau benar telah mengingatnya?"


"Tentu. Maafkan aku melupakan kakakmu. Itu bukan keinginanku. Aku-" Nada belum selesai bicara ketika Adel tiba-tiba menarik lengannya penuh semangat.


Kakak, aku membawa Nada kembali padamu. Aku mohon, berbahagialah sekarang. Batin Adel.


Kedua wanita itu akhirnya berjalan keluar kamar rawat Nada dan menelusuri lorong rumah sakit yang sangat sepi. Hanya ada beberapa pria berpakaian serba hitam yang berjaga di sana dan mereka akan menunduk hormat pada Adel.


"Masuklah," kata Adel menyuruh Nada yang terlihat bingung.


Nada kemudian membuka perlahan pintu besar berwarna putih dengan aksen buah ceri berwarna emas. Langkah kaki yang sedikit ragu itu mulai melangkah masuk hingga satu objek di atas kasur sana mampu meruntuhkan pertahanan Nada.


"Sa-sayang!!" Nada berlari secepat kilat pada Samuel yang menatapnya biasa saja.


"Kau siapa?"


Deg


"A-apa maksudmu?" tanya Nada terkejut.


"Apa kau bodoh? Aku bertanya, siapa kau?" geram Samuel hingga Nada terdiam kaku dengan tangan tergantung siap memeluk suaminya itu.


"A-aku ... istrimu."


"Aku belum menikah. Kau jangan menipuku!! Pergi dari sini!!! Pergi!!!" teriak Samuel.


Deg


****


..."Saat kau melihat ke dalam mata seseorang, kau akan menemukan semua kebenaran."...


...- Anonim -...


...♡♡♡♡...

__ADS_1


__ADS_2