Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 75 : Pertempuran Masa Lalu


__ADS_3

Setelah melewati rintangan yang cukup panjang, akhirnya pria dengan aura kehadiran yang nyata itu berhasil mencapai babak final pada hari ini. Dirinya sungguh tak menyangka ia bisa menjadi kandidat terpilih setelah berjuang mati-matian hanya demi satu tujuan.


Tak


Tak


Tak


Langkah kaki penuh wibawa dan tegas itu sejenak membius para tamu. Terasa menggema memenuhi ruangan yang menjadi saksi pertempuran panas kali ini. Wajahnya begitu tampan dengan tatapan teduh yang mampu menghanyutkan para kaum hawa.


"Mari kita sambut kontestan kedua, Mikael Abiyaksa" seru lantang sang MC.


Sorak dan tepuk tangan berdengar saling bersautan. Meskipun begitu, Mikael tak mengindahkan hal tersebut karena semata-mata dia mengikuti lomba ini karena ingin mendapatkan uang agar bisa membayar hutang kakaknya.


"Terima kasih," ucap Mikael sopan.


Dia lalu berdiri di tempatnya sembari mengamati bahan-bahan yang sudah tertata rapih di atas meja. Sejenak ia berpikir tentang menu yang akan ia masak kali ini, mengingat temanya adalah tentang keluarga.


Tak terkecuali pesaingnya, Kuardo. Lelaki tampan yang berasal dari negara Singapura itu dijuluki sebagai King of Master Chef. Tiga kali mendapatkan piala kemenangannya, tak serta-merta membuatnya puas. Justru sikap egoisnya semakin menjadi-jadi.


"Aku akan menang lagi. Orang tuaku akan bangga padaku dan menjadikan aku pewaris bisnis mereka." Kuardo sungguh optimis.


Kuardo adalah anak dari sepasang suami istri yang terpandang di Singapura. Lahir sebagai anak kedua membuatnya harus tersingkir menjadi penerus bisnis ayahnya. Sang kakak yang notabene adalah seorang dokter dengan terpaksa harus menjadi ahli waris karena Kuardo dianggap tak memiliki kemampuan apa pun. Lelaki manja yang hidup foya-foya itu harus menggigit jari atas keputusan sang ayah.


"Aku akan berhasil lagi," ucapnya penuh percaya diri.


Dia melirik ke arah para juri yang mengangguk mengerti dengan tatapan itu. Kuardo tersenyum senang dan mulai melanjutkan apa yang telah ia mulai. Dia yakin kali ini akan kembali menang dan membuat Mikael kalah telak.

__ADS_1


Ya, dia begitu percaya diri karena telah menguap para juri di sana. Kuardo sadar jika kemampuannya masih di bawah rata-rata. Namun demi membuktikan pada sang ayah, ia rela berbuat jahat. Sombong dan penuh kecurangan, itulah dirinya.


Empat puluh menit kemudian telah ada dua hidangan istimewa di atas meja di tengah panggung. Di sebelah kiri adalah Lasagna dan di sebelah kanan adalah Papeda.


Wangi yang sangat harum pun seketika mengeruak di dalam ruangan tersebut hingga membuat orang-orang menelan ludahnya lapar.


"Wow ... baunya sangat wangi!" seru para penonton.


Para juri mulai menilai dari penampilan kedua makanan itu. Namun, yang menarik perhatian mereka adalah sebuah adonan yang berbentuk seperti lem. Terasa menggelikan jika dimakan.


"Jelaskan tentang masakanmu," pinta seorang juri pada Mikael.


"Saya membuat makanan unik yang berasal dari salah satu provinsi yang ada di Indonesia, yaitu Papua. Makanan ini bernama Papeda atau singkatan dari Papua Peduli Damai. Papeda adalah kuliner tertua di Papua dan sudah ada sejak masa prasejarah ..."


"Saya sengaja memilih makanan ini karena mengandung filosofi, yaitu makan dalam satu keluarga menyimpan cerita untuk masa depan anak dan cucu." Mikael menjelaskan sembari memperhatikan para juri yang terlihat sedikit kesulitan mengambil adonan itu.


"Sungguh unik." Seorang juri memuji aktraksi tersebut hingga Kuardo menggeram kesal.


Slurrppp...


Bunyi seruput di sana membuat para penonton hampir mengeluarkan liur. Bagaimana tidak? Untuk menikmati sesuap papeda saja butuh sedikit usaha bagi mereka yang asing dengan makanan itu.


"Ini perpaduan yang pas. Bagaimana kau membuat adonan sempurna seperti ini? Dimakan bersama kuah kuning ternyata sungguh enak. " Sambil menikmati, para juri tak henti-hentinya berdecak kagum.


Mikael mulai menjelaskan jika adonan tersebut merupakan olahan sagu. Semua orang bisa membuat papeda, namun adonan yang sempurna adalah tekturnya harus memiliki tingkat kekenyalan atau kekentalan yang pas, yaitu haruslah kenyal dan tidak encer. Tekstur papeda mempengaruhi dalam hal rasa dan tingkat kenikmatannya.


Para juri mengangguk-anggukan kepala terpesona dengan ucapan Mikael. Sungguh makanan ini terlihat aneh tapi sangat enak. Dan tentunya mereka bersyukur bisa merasakan salah satu makanan legendaris itu.

__ADS_1


Sementara Kuardo sudah kepalang geram hingga bunyi gertakan giginya menyadarkan para juri yang langsung berdehem menormalkan raut wajah mereka.


"Itu makanan aneh," sarkas Kuardo.


Mikael tak merespon karena pikirannya sedang berkelana ke masa lalu ketika istrinya masih hidup. Keduanya tampak sangat bahagia karena bisa memakan Papeda dalam satu piring. Makanan wajib hampir setiap hari.


Lamunannya buyar ketika para juri mulai mencicipi Lasagna buatan Kuardo yang entah rasanya seperti apa, namun mendapat pujian yang sangat memuaskan dari mereka.


Mikael sendiri hanya bersikap santai tak peduli hasilnya seperti apa. Karena baginya, menjadi runner up pun dirinya akan mendapatkan uang yang cukup banyak untuk membayar hutang. Tujuannya tetap sama dari awal.


Juri pun mulai berdiskusi dan menimbang siapa yang layak menjadi pemenang. Meskipun hanya kedok semata karena suap yang diterima telah menentukan hasil akhirnya.


Beberapa saat kemudian


"Selamat untukmu." Kuardo menyambut uluran tangan Mikael dengan wajah pongah. Ia terlalu bahagia dengan pencapaiannya itu.


"Mari bertemu kembali tahun depan. Aku akan mengalahkanmu lagi seperti hari ini," ujar Kuardo yang dibalas anggukan oleh Mikael. Lelaki itu segera pergi dari sana setelah mendapatkan hadiah uang tunai. Mikael tak menggubris para wartawan karena ia sudah sangat merindukan putri kecilnya.


"Nada, sebentar lagi ayah pulang." Senyum kebahagian terbit di wajah tampannya. Mengingat kebiasaan sang anak yang selalu enerjik itu, sudah pasti menonton dengan menggebu-gebu di Heros Restaurant.


****


..."Bagi dunia, dia adalah seorang ayah. Tapi bagi keluarganya, dia adalah dunia mereka."...


...- Anonim -...


...♡♡♡♡...

__ADS_1


Hi, setelah sekian lama hiatus krna kesibukan yg padat banget, akhirnya aku kembali lagi. Novel ini sebentar lagi menuju tamat. Makasih buat kakak2 yg masih setia mengikuti novel ini. ILU ❤


__ADS_2