Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 47 : Akhirnya ...


__ADS_3

Bug


Bug


Bug


Lukas langsung menerjang Dika dengan membabi buta. Ia sungguh salah telah membela kakaknya itu. Mulai sekarang, tak akan ada lagi rasa persaudaraan diantara mereka.


Dika yang tak siap dengan serangan tersebut, tak bisa melawan ketika Lukas sudah mengeluarkan semua kemampuan terpendamnya.


"Kau membuatku sangat kecewa, Dik! Kau bukan kakakku lagi!" hardik Lukas.


Dika berusaha menyerang balik, namun usahanya sia-sia ketika orang yang dibayarnya tadi berbalik menyerang dirinya. Lukas telah membayar mereka berkali lipat.


"Seret dia keluar!" perintah Lukas.


Melihat Dika yang sudah tak berdaya, Lukas langsung berjalan menuju ranjang, namun ia memalingkan wajahnya ke samping tak ingin melihat tubuh polos Nada yang sudah tak sadarkan diri.


Lukas kemudian menutupi tubuh itu dengan selimut dan bisa sedikit bernafas lega karena yang ia tahu Dika belum melakukan sesuatu yang lebih buruk pada Nada.


"Maafkan aku, Nad. Maafkan aku ...."


Dia menangis menatap penuh penyesalan pada Nada yang tak mengetahui apa pun lagi. Nasib wanita ini begitu malang. Lukas tak menyalahkan Nada karena insiden barusan. Ia tahu Nada pasti mengkhawatirkan dirinya hingga wanita itu tanpa pikir panjang langsung berlari ke arah Dika, yang mana Nada mengira jika itu adalah dirinya.


Tadi, Lukas buru-buru pergi ke kantor Nada. Ia harus berlari dari gudang tua Samuel menuju kantor karena tempat itu berada di tengah hutan. Merasa frustasi, ia akhirnya kembali ke gudang tersebut berharap menemukan anak buah Samuel, namun mereka semua langsung meninggalkan tempat itu ketika membangunkan dirinya.


Lukas juga berusaha menghubungi Nada, namun sinyal di handphone nya menghilang. Hingga ia bisa bernafas lega ketika ada sebuah truk yang melintasi tempat itu dan meminta tumpangan menuju kota.


Dia sampai di sana sedikit terlambat karena Nada tengah di angkut ke mobil hitam yang melaju dengan sangat cepat. Lukas tak ada waktu memberitahukan Samuel hingga ia memilih mengejar mobil itu dengan taksi.


☆Kembali ke laptop☆


Brak


Langkah kaki tegas dengan aura intimidasi itu datang dari seorang pria tampan dengan wajah yang sudah sangat menakutkan. Rahang tegas dengan tatapan membunuh itu menunjukkan jika ia sangat murka.


"MENJAUH DARINYA!!" teriak Samuel lantang.


Lukas buru-buru mundur dan membiarkan sang pemilik asli bertemu dengan bidadari lemah itu.


Dika, lelaki itu telah ditangkap Samuel ketika tadi bajing*n itu diseret keluar. Samuel akan mengurusnya nanti karena sekarang ia harus mengobati Nada terlebih dahulu.


"Sayang ...." panggil Samuel lirih.


Dia berusaha menekan emosi dan traumanya melihat Nada seperti ini. Samuel tak akan pernah meninggalkan Nada sekali pun istrinya telah dijamah pria lain.


Samuel mengangkat perlahan tubuh Nada dan melangkah keluar dari sana. Namun sebelum itu ...


"Terima kasih, Lukas."


Samuel mengucapkannya dengan tulus pada Lukas yang terdiam sejenak. Berkat lelaki itu, Samuel bisa menemukan dengan cepat lokasi penyekapan Nada.


"Apa kau tak masalah lelaki itu aku bunuh?" lanjutnya lagi.


"Lakukan apa yang kau mau. Dia pantas menerimanya." Samuel tersenyum dan langsung pergi dari tempat menyesakkan itu.


"Hancurkan tempat ini," perintah Samuel pada anak buahnya.


Semua pria bayaran tadi, Samuel boyong bersama Dika ke gudang tua dengan Leo yang sudah kembali pada sifat aslinya. Leo akan menguliti mereka satu per satu.


.........

__ADS_1


21+ yang gak suka bisa skip


Kediaman Admadewa


Pukul 11 malam


****


Samuel memilih mengobati Nada di kediamannya daripada di rumah sakit agar wanita itu tetap merasa nyaman.


Cup


Hari semakin larut, namun istri tercintanya masih setia di dalam mimpi. Orang tua mereka pun masih menunggu di ruang tamu sejak tadi.


"Sayang, ayo bangun. Apa kau tak kasihan padaku, hem? Kau selalu membuatku ingin mati jika kau terluka seperti ini. Bangun, ya?" ucap Samuel sendu.


"Vio ..."


Deg


"Sa-sayang!" pekik Samuel berbinar.


Cup


Cup


Lelaki itu menghadiahi ciuman di seluruh wajah Nada yang baru saja terbangun, namun wanita itu berusaha menjauhkan dirinya dari rengkuhan Samuel. Ia merasa jijik dengan dirinya sendiri.


"Hei, kenapa, hem?" tanya Samuel lembut.


"A-aku kotor. Se-baiknya kita berce-"


Cup


"Jangan pernah berkata seperti itu! Aku akan menghapus setiap jejak lelaki itu di tubuhmu."


"Ta-tapi-"


"Kau mencintaiku?" Nada langsung mengangguk hingga Samuel tersenyum tampan.


Samuel perlahan membuka setiap helai pakaian Nada yang hanya pasrah. Nada takut jika memang dirinya tak suci lagi, namun Samuel selalu meyakinkannya bahwa ia akan menerima dirinya apa adanya.


Terbuat dari apa hatimu, Sam?


"Apa tubuhmu masih sakit?" tanya Samuel pada Nada yang menggeleng. Tubuhnya telah kembali fit berkat pengobatan canggih dari para dokter.


Cup


Samuel mencium lembut setiap luka di tubuh Nada yang terlihat tegang luar biasa. Samuel harus melakukan ini sekarang karena jika tidak, ia takut Nada akan depresi dan pergi meninggalkannya.


"Jangan takut. Aku ada di sini."


Cup


Perlahan tapi pasti, keduanya mulai hanyut dalam desiran hangat yang memantik gairah semakin besar. Keduanya saling ******* dengan penuh perasaan dan cinta yang menggebu.


"Vi-vio ... aahh."


Des*han Nada terdengar merdu ketika Samuel mengulum buah dadanya dengan tangan yang sibuk membelai kacang di bawah sana. Tubuh mereka telah polos hingga sentuhan dari kulit itu mampu meremangkan titik sensitif.


Plup

__ADS_1


Samuel melepas isapannya dan kembali mencium bibir Nada yang baru saja mencapai pelepasannya itu. Meskipun tubuhnya memar, namun bagi Samuel Nada tetap wanita tercantik.


"I love you, sayang," ucap Samuel lembut hingga mata Nada berkaca-kaca.


Dia memegang kedua pipi Samuel dan menggesekkan hidung mancung mungilnya ke hidung Samuel yang terlihat sangat sempurna. Kening keduanya saling menempel dengan tatapan mesra tak pernah putus.


"I love you too, sayang."


Samuel kemudian mencium mata Nada yang mengeluarkan bulir bening itu sebelum akhirnya ia bersiap melakukan penyatuan.


"Pe-pelan," pinta Nada hingga Samuel tersenyum lucu.


"Vi-vio ... arrgg." Nada menjerit ketika bagian intinya terasa sangat sakit akibat tekanan dari adik kecil Samuel.


Samuel berusaha tetap menerobos pelan hingga akhirnya ...


Jleb


Lelaki itu menggeram syahdu tak kuasa menahan rasa nikmat yang baru ia rasakan, sedangkan Nada dibuat semakin menjerit kencang karena rasa sakit itu.


Samuel menghapus air mata Nada. Rasa cinta keduanya semakin besar ketika mengetahui bahwa milik wanita itu masih utuh terjaga.


Cup


Samuel kemudian mulai bergerak perlahan dengan bibir masih saling memangut. Rasa nikmat bercampur perih itu mampu menerbangkan keduanya menuju langit ke tujuh.


"Sa-sayang ... aahh."


Lelaki itu semakin memacu lebih cepat setelah mendapat persetujuan dari Nada. Mereka mend*sah tak karuan hingga membuat Jasmine yang tadinya ingin memeriksa menantunya itu, dibuat memerah di depan pintu.


"Astaga." Jasmine buru-buru pergi dari sana karena tak kuat mendengar nyanyian merdu dari dalam sana.


Samuel semakin menggila ketika ia merasakan jika adiknya akan menyemburkan larva premiumnya. Milik Nada semakin menjepit kuat dirinya hingga semakin lama suara erotis itu berakhir dengan lenguhan panjang keduanya.


Tubuh mereka bergetar dengan sangat hebat. Samuel pun langsung terbaring di atas tubuh Nada yang masih menikmati semburan larva di dalam rahimnya.


"See, kau masih menjaga milikmu hanya untukku, sayang. Jadi, tak perlu khawatir lagi akan apa pun karena kau telah menjadi milikku seutuhnya," ucap Samuel lembut pada Nada yang tersenyum ceria.


Cup


"Sa-sayang ... aah."


Nada mend*sah lagi ketika adik kecil Samuel bergerak perlahan. Tubuh mereka masih menyatu dengan posisi yang sangat intim hingga wajah Samuel memerah karena hasrat yang kembali datang.


"A-apa kau lelah?"


"Lanjutkan, sayang."


Samuel seketika berbinar dan memulai kembali kegiatan yang akan dia lakukan setiap hari bersama Nada. Ini terlalu nikmat, mereka tak bisa menolak.


Keduanya kembali mengarungi lautan dengan permainan yang semakin menggila. Beberapa gaya mereka melakukan hingga berakhir pada rasa lelah tiada tara setelah mengalami pelepasan sebanyak 5 kali.


****


..."Cinta tak pernah menuntut karena cinta menerima apa adanya."...


...- Anonim -...


...♡♡♡♡...


UDAH AH, CACA MERINDING WEH 🤧🤧🤧🤧

__ADS_1


__ADS_2