Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 61 : 13 Tahun yang Lalu (2)


__ADS_3

Di sebuah taman restoran yang dipenuhi dengan berbagai macam jenis bunga serta langit malam yang dihiasi lampu putih dan balon warna-warni, menambah suasana malam ini semakin indah bagi 3 orang bocah yang sedang duduk manis sembari bercanda.


"Selamat ulang tahun, Cherry," ucap Samuel lalu memberikan alat masak mainan untuk Nada.


"Terima kasih, Kak." Nada menerima hadiah itu dengan suka cita.


"Selamat ulang tahun juga, Nada," sahut Leo memberikan boneka beruang pada gadis cilik yang tengah berusia 8 tahun pada hari ini.


Hari ini penuh kebahagiaan bagi Nada karena untuk pertama kali dalam hidupnya, hari spesialnya dirayakan sedemikian rupa. Sejak dulu, keluarganya hanya akan memesan martabak coklat dan memberikan lilin di atas makanan itu lalu makan malam bersama dengan sepotong ubi rebus saja.


Mata Nada berkaca-kaca melihat pria paruh baya mengantarkan kue tart yang begitu menggugah selera. Itu adalah kue yang sejak dulu selalu diimpikan Nada. Kue berwarna pink dengan boneka princess di atasnya.


Nada kemudian menutup matanya sejenak seraya mengucap syukur tiada henti karena dipertemukan dengan orang-orang baik seperti Samuel dan Leo, terlebih Adipati dan Jasmine yang begitu menyayanginya.


"Selamat ulang tahun, anak ayah," ucap Mikael tersenyum hangat lalu memberikan kecupan di pucuk kepala Nada.


Mereka semua kini telah berkumpul di taman yang telah dihiasi khusus untuk sang putri. Semua itu berkat ide Jasmine yang ingin memberikan yang terbaik untuk Nada, menantunya di masa depan.


"Oh, menantuku. Selamat ulang tahun, sayang."


Cup


Cup


Jasmine mengecup seluruh wajah Nada kecil hingga bocah itu kegelian, sedangkan Adipati langsung mengangkat tinggi tubuh Nada yang berteriak senang.


Acara itu hanya diadakan untuk mereka saja, sedangkan Steve, Yuni, dan Andre akan menyusul nanti karena harus bertemu sang rentenir. Meskipun Nada sedikit kecewa, namun dia mencoba memaklumi saja. Toh, nanti mereka akan datang, pikirnya.


"Ayah, terima kasih banyak. Aku sungguh bahagia," ucap Nada pada Mikael yang langsung memeluknya penuh rasa sayang.


Cup


"Jadilah anak yang baik dan berguna bagi orang lain, hem? Kau selalu menjadi kebanggaan ayah sampai kapan pun."


"Tentu saja, Yah. Apa besok kita akan pergi ke makam ibu? Aku merindukannya," ucap Nada sembari menatap foto ibunya di dalam dompet kecil miliknya.


"Ya, sayang. Mari kita pergi besok, hem?"


Mereka pun menikmati acara itu dengan senyum kebahagiaan tak pernah memudar. Taman bunga yang indah serta bangunan restoran mewah dengan dinding kaca, serasa berada di negeri dongeng, pikir Nada kecil.


Heros Restaurant


Itulah namanya. Restoran terbaik di kota Bandung dan merupakan restoran pertama milik keluarga Admadewa. Restoran yang didesain dengan begitu elegan karena mengutamakan kenyamanan para tamu. Restoran tempat Mikael membanting tulang demi mengubah jalan hidup keluarganya.

__ADS_1


Waktu pun terus berlalu, namun Steve dan keluarganya tak kunjung datang. Nada yang merasa begitu egois tak merayakan bersama keluarga pamannya pun buru-buru meminta pulang ke rumah. Perasaannya entah mengapa sangat tak enak.


"Ayah, apakah aku sudah boleh pulang?" tanya Nada pada Mikael yang langsung mengangguk. Malam semakin larut, tak baik bagi putrinya terlalu lama di luar.


"Aku akan mengantarmu," kata Samuel yang sejak tadi mengekori Nada.


"Baiklah. Paman titip Nada, ya Sam? Paman aku membereskan tempat ini dulu."


"Siap, Paman!" seru Samuel.


.........


Adegan kekerasan ⚠️


****


"Kakak, terima kasih sudah mengantarku," ucap Nada yang melangkah keluar dari dalam mobil.


"Masuklah. Kami akan melihatmu dari sini," sahut Leo yang ikut mengantarkan sang putri kesayangan semua orang itu.


Nada kemudian berjalan masuk ke dalam rumah sederhana miliknya lalu menutup pintu rumah hingga Samuel langsung menyuruh Pak Ujang membawa mobil pergi dari sana setelah memastikan Nada telah aman.


Ceklek


Semakin dekat, Nada semakin mendengar jeritan Andre yang seperti menahan sakit. Apa ini? Nada kecil seketika membulatkan mata dengan boneka beruang yang langsung terjatuh dari tangannya. Ia menutup mulutnya syok dengan tubuh bergetar hebat. Kakinya bagaikan jeli hingga langsung tersungkur begitu saja. Nada yang terlalu takut, akhirnya merangkak menuju semak-semak di dekat situ.


Nada kecil menyaksikan semua kekejian malam itu hingga ia yang melihat Andre akan dipukuli lagi, langsung menjerit histeris.


"HENTIKAN!!!!!"


"Na-nada, la-lari. LARIIII!!!!!!"


Nada tak mengindahkan ucapan Andre. Ia berlari menerjang tubuh seorang pria yang sejak tadi memukuli kakaknya.


Bug


Bug


Gadis cilik itu menyerang anak buah Gustaf dengan sebatang kayu yang ia dapatkan entah dari mana.


"Lepaskan kakakku!! Lepaskan dia!!" teriak Nada.


Srekkk

__ADS_1


Tubuh kecilnya langsung terlempar begitu mengenaskan tepat di bawah kaki Gustaf yang memandangnya penuh nafsu. Pria itu begitu terkejut melihat seorang bocah yang begitu cantik jelita hingga jiwa lelakinya seketika menyeruak dan membuat bagian intinya membengkak. Gaun pink yang Nada kenakan telah tersibak ke atas hingga dalaman putih yang terpampang jelas itu seakan memanggilnya agar segera disentuh.


"Aarrgggg!!"


Nada memukul Gustaf yang merobek gaun miliknya. Itu adalah pemberian dari sang ayah setelah menabung beberapa bulan, tapi kenapa dirobek? Nada kecil yang masih belum paham seberapa kejam dunia ini pun terus menjerit.


"Pa!! Hentikan!!" teriak Diki yang langsung berlari berusaha menahan. Ia merasa kasihan pada gadis cilik itu karena dia tahu ayahnya adalah seorang pedof*l. Sejak dulu, Diki memang tak menyukai pria ini. Berbanding terbalik dengan saudara kembarnya, Dika, yang sudah termakan ajaran yang salah dari Gustaf.


"Bawa mereka pulang!" perintah Gustaf pada anak buahnya yang buru-buru menarik Diki yang masih memberontak. Ia bahkan menangis tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Nada.


"Aku mohon lepaskan di-dia," pinta Steve berusaha bangkit, namun ia tak bisa lagi. Kondisinya sudah sangat parah, begitu pun Yuni yang tak mampu bergerak karena kepalanya telah mengalami pendarahan hebat.


"Ayah!!" teriak Nada menangis. Tubuhnya telah polos seluruhnya dengan Gustaf yang tengah menikmati hidangan nikmat di depannya itu.


Gustaf memberikan stempel di seluruh tubuh kecil Nada yang semakin bertambah ketakutan ketika melihat Gustaf mengeluarkan benda berurat itu dari dalam celana dan siap menerobos dirinya.


"Ja-jangan! Ayah!!" Nada meraung kencang hingga menyadarkan kembali Andre yang tadinya tengah pingsan.


Deg


Andre seakan berhenti bernafas. Sekuat tenaga dia berlari dan menyerang membabi buta Gustaf yang tak merasa sakit akan pukulan itu. Nada pun ikut membantu Andre menyerang lelaki gila ini dengan batu yang cukup besar.


"Sialan kalian berdua!!"


Bug


Bug


Gustaf meninju wajah kedua bocah itu yang langsung terkapar tak berdaya. Tak sampai disitu saja, Gustaf terus memukul keduanya tiada henti hingga teriakan dari depan sana menghentikan aksi brutalnya.


"BRENGSEKKK!!! SIALAN!!!! MATI KAU BANGSAATTTT!!!!"


Bug


Bug


Bug


****


..."Hal terpenting di dunia ini adalah keluarga dan cinta kasih."...


...- Anonim -...

__ADS_1


...♡♡♡♡...


__ADS_2