Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 28 : Kau Berselingkuh!


__ADS_3

"I love you, Vio."


Deg


Mata tajam Samuel semakin membulat ketika Nada mengulangi ucapannya karena melihat Samuel hanya terdiam mematung sejak tadi.


"Hei, kau tak ingin membalasnya?" sungut Nada kesal.


"A-apa k-kau bi-bilang? Ka-katakan sekali lagi," ucap Samuel tergagap. Ia sungguh terkejut mendengar kata yang sejak dulu sangat ia idam-idamkan.


"I love you, Vio."


Nada kembali berkata hingga Samuel merasa melayang-layang. Mungkin jika ia memiliki sayap, Samuel sudah terbang ke luar angkasa sana.


Grep


Samuel memeluk Nada lagi dan mencium kedua pipi mulus tanpa jerawat itu. Sebenarnya target Samuel adalah pada bibir merah Nada, namun ia tak akan mengambil kesempatan pada orang yang sedang sakit dan tentu sebelum melakukan itu, Samuel akan meminta izin terlebih dahulu.


Cup


Cup


"I love you too, Cherry."


Mendengar balasan dari Samuel membuat senyum Nada semakin cantik. Ia perlahan menepuk ruang kosong di sisi ranjang dan menyuruh Samuel untuk berbaring bersamanya.


"Tidur di sini."

__ADS_1


Samuel tersenyum haru. Akhirnya, cintanya terbalaskan. Hari ini adalah hari teristimewa bagi lelaki itu hingga ia buru-buru naik ke atas tempat tidur dan memeluk Nada dengan posisi menyamping. Samuel juga mengambil handphone miliknya di saku celana untuk membuat note di kalender.


Nada yang mengintip pun hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Ternyata, belasan tahun pun tak menjamin sifat seseorang bisa berubah, pikirnya.


Tentu Nada berpikir demikian karena Samuel memiliki sifat yang sangat narsis sejak mereka kecil. Dan Nada patut merasa tersanjung karena lelaki itu hanya akan menunjukkan sifat tersebut padanya seorang.


"Kau masih tetap sama," ucap Nada sambil membelai lembut pipi Samuel yang tengah memandangnya mesra. Sangat terlihat di bola mata Samuel bahwa ia memiliki cinta yang begitu besar bagi Nada. Hanya Nada dan untuk Nada.


"Apa maksudmu, hem?" tanya Samuel sembari mengecup kepala Nada.


"Ya, sejak kecil kau tak pernah berubah, Vio. Kau tetap sama narsisnya seperti dulu."


Deg


Sekali lagi Samuel menegang dengan detak jantung yang memacu sangat cepat. Keringat dingin seketika muncul dan badannya sedikit gemetar.


"K-kau."


"A-pa kau mengingatku?" tanya Samuel penasaran. Ia menggenggam erat tangan Nada hingga membuat wanita itu sedikit meringis.


"Ya, tentu saja. Kau adalah kakak tampanku. Kau adalah milikku," ucap Nada dengan penuh keyakinan hingga membuat Samuel merasakan oasis yang sangat menyejukkan, namun ia buru-buru sadar untuk memastikan sesuatu.


"A-apa lagi yang kau ingat, hem?" tanya Samuel sembari merapikan rambut Nada yang terlihat berantakan karena ulahnya tadi.


"Memang apa lagi yang perlu aku ingat?" Nada malah bertanya balik karena bingung dengan maksud Samuel.


"Hm, tidak ada, Cherry," ucap Samuel bernafas lega. Ini belum waktunya bagi Nada mengetahui segalanya. Pelan-pelan dan Samuel akan tetap di sampingnya untuk memastikan jika Nada tetap baik-baik saja.

__ADS_1


Di malam yang gelap dan sepi itu, Samuel menjelma menjadi mentari pagi dengan candaan yang tak pernah putus sejak tadi. Wajah lelaki itu semakin tampan karena berseri-seri hingga membuat Nada memerah seketika.


Sial! Sangat tampan. Untung dia milikku. Batin Nada membalas senyum tak kalah memikat.


Deg


Nada langsung terdiam ketika tiba-tiba ingatannya kembali pada hari pertunangan Samuel dan Finna. Mata bulatnya langsung tertuju ke arah jari Samuel yang tidak memakai benda perak itu.


Mungkin dulu Nada masih bisa menyetujui bahkan mendukung pertunangan Samuel dengan ulat keket itu, namun sekarang lain ceritanya. Nada sudah bisa mengingat Samuel dengan lebih detail dan dia tak akan menyerahkan Samuel pada siapa pun. Memikirkan hal itu membuat Nada sangat kesal dan jiwa posesif Nada seketika naik ke permukaan.


"Kenapa?" tanya Samuel bingung karena Nada sudah menatapkan bak anak harimau. Galak tapi lucu.


"Aku membencimu!" ketus Nada langsung membuang muka dan mendorong tubuh Samuel hingga terjatuh dari ranjang. Entahlah, wanita jika sudah marah akan memiliki kekuatan seribu kali lipat.


"What?!" teriak Samuel yang langsung berdiri meskipun kembali tumbang karena ucapan itu terngiang-ngiang di kepalanya.


Bunga yang tadinya bermekaran indah di hati Samuel, seketika layu dan gugur kemudian membusuk di atas tanah. Apa salahnya? Apa dia membuat kesalahan lagi? Dasar wanita, sungguh membingungkan, pikirnya.


"Hei, kau bicara apa, hem?" tanya Samuel ketakutan. Lelaki itu menusuk-nusuk lengan Nada seperti anak kecil yang sedang merayu.


"Kau berselingkuh!"


Deg


****


..."Kalau orang lain kebutuhan primernya ada tiga, yaitu sandang pangan dan papan. Tapi, kalau aku, kamu, kamu, kamu."...

__ADS_1


...- Anonim -...


...♡♡♡♡...


__ADS_2