
"Apa maksudmu?"
Deg
Leo terkejut mendengar suara seorang wanita dibalik punggungnya. Mungkin ia terlalu menghayati waktu kebersamaannya dengan Nada hingga tak menyadari ada orang lain yang masuk ke sana.
"He'em ... tidak ada. Kau jagalah dia. Aku harus pergi." Leo buru-buru beranjak dari sana dan meninggalkan Adel yang hanya diam mematung. Lelaki itu sejak dulu selalu menghindarinya.
Sepeninggalan Leo, suasana menjadi sepi. Di koridor pun tak akan ada sembarang orang yang bisa lewat karena telah ada beberapa pengawal yang ditugaskan Samuel untuk menjaga bidadarinya.
Lama Adel berdiri beberapa langkah dari ranjang dan hanya menatap sosok di sana tanpa melakukan apa pun. Lima menit telah berlalu hingga akhirnya Adel berjalan mendekat dan duduk di kursi yang ditempati Leo tadi.
"Hai, kau semakin cantik saja."
Adel mengusap lembut pipi Nada dan memperbaiki letak selang oksigen yang masih setia menemani wanita itu selama seminggu ini.
"Kau sungguh beruntung ... kau dicintai oleh dua lelaki yang sangat baik ...."
"Apa aku bisa menggantikan posisimu?"
Adel menghela nafasnya pelan dan memainkan jari Nada yang sedang ia genggam. Adel sungguh sangat mengagumi kecantikan Nada. Wanita itu memiliki inner beauty yang sangat kuat.
Ingatan Adel kembali pada saat ia baru saja pindah ke SMP yang sama dengan Nada. Kala itu, Adel tak memiliki teman karena menurutnya, memilih teman itu harus dilihat dari karakter. Adel kecil tak ingin salah pergaulan hingga dapat merusak masa depannya.
"Dasar sombong!"
Bug
Adel kecil terjatuh karena senggolan dari seorang gadis gendut. Kakak kelasnya itu terkenal sebagai preman di sekolah Adel dan Nada. Banyak orang yang tak berani melawan, kecuali satu orang. Dianada.
Bug
Nada datang menolong Adel ketika Adel hampir dipukuli karena tak memberikan uang pajak untuk anak baru di sekolah.
"Dasar preman sekolah!!" teriak Nada kecil sembari melempar batu dan tepat mengenai kepala gadis gendut itu.
"Aarrgghh!! Dasar bocah sialan!!"
Nada langsung menarik Adel pergi dan lari dari sana , sedangkan Adel yang masih syok karena kejadian barusan, hanya mampu memandang lengan Nada yang memiliki beberapa bekas luka dan ditutupi plester pink.
Mereka sedang berada di belakang sekolah yang tengah sepi ketika terjadi perundungan tersebut. Nada kecil yang awalnya ingin membuang sampah malah melihat seorang siswi yang ia tahu baru saja pindah ke sekolahnya dan sekelas dengannya, tengah dikerjai habis-habisan.
Nada tak sekalipun melepaskan genggamannya hingga mereka sampai di sebuah warung makan yang cukup ramai. Nada kecil memperhatikan sekitarnya dan langsung bernafas lega setelah tak melihat preman sekolah itu mengejar mereka. Kedua bocah itu saling menatap dan seketika tertawa lebar.
"Terima kasih, ya. Aku Adel. Siapa namamu?"
Adel mengulurkan tangannya dan langsung dibalas hangat oleh Nada.
"Dianada. Kau bisa memanggilku Nada."
"Namamu sangat cantik, Nad. Apa kau ingin menjadi temanku?"
__ADS_1
"Tentu saja. Mulai sekarang kita berteman."
Adel mengusap air matanya ketika mengingat masa lalunya bersama Nada. Banyak hal yang sudah mereka lewati, mulai dari kenakalan dan segala keisengan masa kecil yang hanya ia dapatkan ketika bersama Nada.
"Kau sangat baik. Meskipun kau juga penakut, tapi kau selalu membantuku ketika aku kesulitan. Kau selalu menegurku ketika aku salah. Kau sahabat terbaikku, Nad," ucap Adel sembaru menyuntikan sesuatu pada infus Nada sebelum akhirnya ia melangkah pergi untuk mengurus sesuatu.
"Apa kau akan pergi sekarang?" tanya Yuni yang baru saja datang bersama Steve. Mereka berpapasan dengan Adel tepat di depan pintu masuk.
Selama seminggu ini, mereka semua memang membagi jadwal untuk menjaga Nada meskipun Samuel adalah orang yang tak akan pernah absen sehari pun.
"Ya, Tante. Aku pergi dulu," ucap Adel tersenyum dan buru-buru pergi.
"Kenapa dia terlihat aneh?" tanya Yuni pada Steve yang hanya mengangkat bahunya.
.........
Kediaman Admadewa
Pukul 7 malam
****
Seorang wanita cantik tengah duduk manis di dalam ruang kerja Adipati. Dia terlihat tengah menikmati sepotong kue coklat yang menjadi kegemarannya sejak kecil.
"Mama!"
Wanita itu langsung berlari dan memeluk erat tubuh Jasmine yang juga sangat merindukannya. Sejak kepulangan Jasmine dan Adipati ke Indonesia, mereka memang jarang bertemu dengan wanita itu.
"Tak bisa, Ma. Tugas negaraku belum selesai. Kata kakak, aku harus menyelesaikannya dengan baik maka dia akan mengabulkan satu permintaanku," ucap Kia mencoba memberikan pengertian pada Jasmine yang hanya bisa menarik nafasnya.
"Oh ya, kakak mana, Ma? Dia pergi ke rumah sakit?" sambun Kia lagi.
"Iya, sayang. Tadi Nada sempat kejang-kejang," sahut Jasmine yang tadi sempat dibuat panik karena Samuel meneleponnya dan memberikan kabar tersebut.
"Nak!"
Adipati yang baru saja datang buru-buru memeluk dan mengangkat tubuh putrinya seperti bocah yang berusia 5 tahun.
"Papa sangat merindukanmu, Nak."
"Aku juga, Pa,"
Keduanya terlihat menangis hingga Jasmine jengah sendiri.
"Sudahlah. Ayo, duduk di sini. Leo di mana?" tanya Jasmine dan memeluk tubuh putrinya yang memilih duduk di sampingnya itu.
"Di sini, Ma," sahut Leo dari arah pintu masuk dan duduk di samping Adipati yang terlihat ikut memakan kue cokelat milik Kia.
"Baiklah. Kita akan langsung saja," ucap Jasmine yang langsung mempersilahkan Adipati untuk berbicara.
"He'em ... terima kasih, Leo. Selama ini kau sudah melakukan yang terbaik untuk menjaga Nada. Kami semua tak pernah menyalahkanmu atas insiden yang terjadi padanya. Itu adalah murni takdir yang tak mungkin bisa Nada hindari."
__ADS_1
Adipati berkata pada Leo yang hanya diam dan membuka telinganya baik-baik. Leo adalah lelaki yang sangat sopan apalagi jika sudah menyangkut Jasmine dan Adipati. Dia hanya akan diam ketika orang tua angkatnya itu masih berbicara dan Leo akan menjawab ketika diberikan kesempatan bicara.
"Dan maafkan kami karena telah menyakiti hatimu, hem? Seharusnya kita tak menjalankan rencana tentang berpacaran itu," sambung Adipati lagi.
"Itu bukan masalah, Pa. Kalian tak perlu meminta maaf soal itu karena ide berpacaran dengan Nada adalah ideku sendiri. Aku hanya menggunakan kesempatan yang ada agar bisa bersamanya meskipun pada akhirnya kami memang tak bisa bersama," ucap Leo tulus hingga Jasmine langsung berjalan ke arah Leo dan memeluk lelaki itu.
"Kau pasti sangat terluka, hem? Maafkan mama tak bisa menjaga perasaanmu, Nak."
Melihat Jasmine yang menangis, membuat Kia ikut menangis. Wanita yang berumur 21 tahun itu tengah menumpahkan air mata demi lelaki yang ia cinta. Ya, Kia mencintai Leo sejak kecil. Meskipun Leo sudah diangkat menjadi keluarga Admadewa, namun Kia sudah terlanjur menaruh hati pada kakak angkatnya itu.
Pembicaraan itu berakhir dengan haru biru karena Leo sudah mengikhlaskan segalanya. Leo hanya akan tetap berteman dengan Nada dan perlahan akan mencoba menghilangkan rasa cintanya.
Leo kemudian berjalan ke arah taman di samping rumah mewah yang didesain modern itu. Kediaman Admadewa memiliki tiga lantai. Di belakang rumah terdapat halaman hijau yang biasa digunakan untuk Samuel berlatih bela diri.
Dia menatap langit malam yang terlihat sangat indah dengan bulan yang berbentuk bulat telah memancarkan cahaya terangnya. Suasana itu mampu menerangi hati Leo yang sedang terluka akan jalan hidupnya.
Ditinggalkan di depan panti asuhan hanya dengan baju yang melekat di tubuh kurusnya. Leo, lelaki itu menjalani masa kecilnya penuh penyiksaan. Namun, kedatangan seorang gadis kecil pemberani yang menolongnya di depan panti asuhan saat itu, akhirnya membuat Leo kecil memiliki keberanian untuk menatap dunia.
"Nada ..." gumamnya lirih.
Leo menepuk dadanya yang sangat sakit. Ia mencoba menahan isakan agar tak keluar dari mulutnya, namun ucapan seseorang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang seketika membuat Leo tersentak.
"Tolong cintai aku, Kak. Aku akan membahagiakanmu. Aku sudah menunggumu sejak lama. Bisakah kau hanya menatapku saja?"
Deg
****
..."Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan menyerah hingga detik ini?"...
...- Anonim -...
...♡♡♡♡...
.......
Main tebak2 yukk
Kira-kira rencana apa sih yg mau mereka lakuin sampe Leo mutusin buat ngajak Nada pacaran walaupun ujung2nya malah nyesek? 🤔🤧
Leo bakal nerima Kia apa engga? Kenapa Caca baru munculin nama Kia di bab ini? 🤪🤪
__ADS_1