Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 39 : Kekecewaan Samuel


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya


****


Bug


Ruang kerja Samuel sudah sangat berantakan akibat kekesalannya pada para pengawal yang tak becus menjaga istrinya.


Lelaki itu sejak tadi mencoba menghubungi Nada yang tak kunjung mengangkat telepon. Rencananya Samuel ingin mengajak Nada makan siang bersama di ruang kerjanya, namun bukannya mendapatkan jawaban, Samuel malah terkejut melihat cctv di ruang kerja Nada.


Di sana, meja pink itu sudah tak berpenghuni lagi. Samuel menunggu selama 10 menit, namun pemiliknya tak kunjung kembali. Samuel kemudian mencoba mencari lewat cctv yang memang terhubung dengan ponselnya semenjak Nada bekerja di sana agar ia bisa terus memantau wanita itu.


Namun, beberapa detik kemudian dia semakin terkejut melihat Nada pergi ke arah pintu menuju basement. Apa yang dilakukan Nada di sana?


Samuel terus mencari sebelum akhirnya ia melihat Nada sedang berpelukan dengan seseorang di bawah pohon yang ada di halaman samping perusahaan. Rekaman itu sudah 30 menit yang lalu. Siapa lelaki yang memakai pakaian cleaning service itu?


Samuel langsung berteriak marah dan mencari jejak Nada hingga ia berhasil mendapatkan lokasi Nada dari anak buahnya. Samuel pun menyusul secepat kilat ke Youth Cafe.


Di sepanjang jalan, Samuel menerima umpatan karena ia mengemudi dengan sangat cepat bahkan menabrak pembatas jalan. Beberapa saat berlalu, ia tengah berhenti dan memarkir mobil ke sembarang tempat di depan kafe.


Samuel berlari ke dalam sana diikuti pengawalnya yang sudah menggigil ketakutan karena lalai menjaga sang nyonya.


Sempat terjadi perdebatan antara manajer kafe yang tak mengenali siapa Samuel hingga semakin menyulut emosinya. Kegaduhan pun terjadi tepat di depan pintu ruangan yang dimasuki Nada bersama lelaki yang entah siapa.


Brak


Samuel langsung mendobrak kasar dan matanya langsung bersitatap dengan mata Nada yang terlihat membulat. Nada dan Lukas duduk saling berhadapan, namun yang menjadi perhatian Samuel adalah tangan Lukas yang tengah menggenggam tangan Nada.


"TANGKAP DIA!!!!"


Samuel berteriak lantang dan menatap penuh kekecewaan pada Nada yang masih belum menyadari letak kesalahannya di mana.


"Lepaskan!!" teriak Lukas berusaha melepaskan diri dari pengawal Samuel.


Bug


Tinju panas itu langsung menghantam wajah Lukas hingga bibir dan hidungnya mengeluarkan darah.


"Tangan ini yang menyentuh milikku?"

__ADS_1


Srekkk


Samuel langsung memelintir lengan Lukas hingga lelaki itu menjerit sakit.


"Hentikan, Sam!! Lepaskan dia!!"


Deg


Hati Samuel semakin ditusuk mendengar Nada membela lelaki itu. Samuel menatap nanar pada Nada yang terlihat lebih mengkhawatirkan Lukas yang merintih sakit, daripada dirinya yang terluka dari dalam.


Samuel mundur beberapa langkah lalu perlahan berbalik badan dan pergi dari sana meninggalkan Nada yang terdiam kosong. Bukan maksudnya tak menghiraukan Samuel, namun Lukas jelas tak bersalah. Dirinya lah yang memilih menerima ajakan lelaki itu.


Para pengawal saling menatap bingung. Apakah tetap harus menangkap lelaki itu atau tidak?


Dret


"Halo, Tuan ... baik."


Seorang pengawal baru saja menerima telepon dari Samuel yang menyuruh Lukas untuk tetap ditangkap.


"Ti-tidak!! Lepaskan dia!!" teriak Nada mencoba melawan mereka yang terdiri lebih dari 10 orang.


"Maafkan kami, Nona. Kami hanya mengikuti perintah dari tuan muda."


"Sam."


Nada buru-buru berlari keluar dan tak menemukan Samuel dan para pengawal tadi. Semua seakan lenyap tak meninggalkan jejak sedikit pun.


"Sial!" umpatnya kesal.


Nada langsung menghentikan taksi dan kembali ke kantor untuk mencari Samuel, namun nyatanya suaminya tak kembali ke sana. Nada pun memutuskan pulang ke rumah, namun sama saja. Lelaki itu menghilang bak ditelan bumi.


.........


"Sam, berhentilah minum!" geram Leo.


Tadi ketika ia sedang beristirahat, Samuel tiba-tiba datang dan mengacaukan waktu istirahatnya. Lelaki itu mengamuk di apartemen Leo yang hanya bisa pasrah.


Leo sudah mendapatkan informasi apa yang sebenarnya terjadi hingga Samuel menjadi lelaki galau seperti ini. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, namun Samuel masih betah berlama-lama di sana.

__ADS_1


"Kau bisa berbicara baik-baik dengannya, Sam. Bukankah kau sangat mencintainya? Nada sejak tadi menghubungiku, tapi aku tak mengangkat teleponnya. Lebih baik kau pulang sekarang. Dia pasti khawatir denganmu," bujuk Leo.


"Tidak. Dia tak mencintaiku. Dia lebih memilih pria lain yang hanya aku pukul sekali saja, tapi Nada sudah khawatir luar biasa. Sedangkan aku? Dia bahkan tak berusaha membujukku!" sahut Samuel yang sudah mabuk.


Leo memijit pelipisnya yang sangat sakit. Dia tahu Samuel sengaja menghindari Nada karena tak ingin kelepasan membentak wanita itu. Sejak dulu, Samuel selalu menyimpan sakit hatinya seorang diri.


Melihat Samuel yang sudah tertidur di lantai sana, Leo dengan gesit menghubungi pengawal agar mengantarkan lelaki itu pulang.


.........


Kediaman Admadewa


Pukul 1 malam


****


"Sayang!!"


Nada berteriak dan langsung menerjang tubuh lemah Samuel yang dipapah oleh dua orang pengawal.


"Ke-kenapa dia?" tanya Nada khawatir sambil mengekori mereka menuju kamar utama di kediaman itu.


"Tuan mabuk, Nona."


Deg


Nada menggigit bibirnya. Apa karena masalah tadi hingga Samuel seperti ini?


Kini di kamar mewah itu hanya ada dirinya dan Samuel yang sudah berbaring di kasur. Dengan perlahan, Nada membersihkan tubuh gagah itu.


"Maafkan aku, hem?" Nada mengusap lembut pipi Samuel yang mulai mengigau sambil menangis dengan badan yang bergerak sangat gelisah.


"Ja-jangan sentuh dia. Lepaskan Cherry, brengsek!! ... di-dia masih kecil!!"


Deg


****


..."Sakit yang dirasakan oleh hati, berkali lipat rasanya dibandingkan sakit fisik."...

__ADS_1


...- Anonim -...


...♡♡♡♡...


__ADS_2