Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 56 : Aku Percaya pada Mereka!


__ADS_3

Semua kontestan menegang di tempat ketika para juri memberikan hasil akhir penilaian pada Adel yang sedikit melirik ke arah Nada yang terlihat begitu gelisah. Wanita itu menjawab paprika yang ternyata jawaban yang benar adalah cabai kashmir. Nada lupa dengan nama cabai yang mirip dengan paprika itu hingga waktu yang semakin menipis membuatnya menulis jawaban yang salah.


Deg


Nada membulatkan matanya ketika melihat di papar skor jika dia berada diposisi ke-5. Ternyata beberapa kontestan ada yang menjawab tak lengkap hingga mempengaruhi total skor. Nada menutup matanya sejenak seraya mengucap syukur pada Allah yang masih memberinya kesempatan untuk terus lanjut pada babak berikutnya. Sedangkan Finna, wanita itu langsung terduduk di lantai ketika melihat namanya berada di posisi ke-9. Dia harus menerima kekalahannya kali ini dengan penuh rasa malu.


Sial! Aku tak akan membiarkanmu lolos besok! Batinnya geram sembari memperhatikan Nada yang tengah mengusap air mata itu.


.........


Hotel Maesa


Pukul 9 malam


****


Seorang pria dan wanita terlihat tengah berbicara di sudut lobby mewah itu. Keduanya terlibat percakapan serius hingga tak menyadari sepasang mata tengah memandangi mereka heran. Sang wanita terlihat menatap penuh damba pada sang pria yang terlihat santai sembari meminum kopi yang baru dipesannya barusan.


Nada yang awalnya ingin berjalan menghampiri mereka, ditahan oleh Finna yang berpura-pura memerlukan bantuan wanita polos itu yang terpaksa mengangguki dan sesekali menatap ke belakang, dimana kedua orang itu tengah saling menatap intens sebelum akhirnya sang wanita memeluk sang pria.


"Ada apa, Fin?" tanya Nada berusaha bersikap datar, namun jelas wajahnya seperti memikirkan sesuatu.


Finna membawa pergi Nada ke restoran yang ada di lantai 25. Di sana cukup ramai hingga Nada tak takut jika Finna macam-macam padanya. Keduanya kini duduk di salah satu meja kosong dengan Finna yang memulai percakapan.


"Apa kau ingin menyerah?" tanya Finna tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" Nada mengerutkan dahinya pertanda bingung dengan pertanyaan ambigu ini.

__ADS_1


"Maksudku, kau tadi melihat mereka, bukan? Samuel dan Adel sudah mengenal sejak lama dan mereka begitu dekat dulunya." Tentu saja Finna berani berkata demikian setelah mencari informasi tentang Adel dan dia cukup terkejut mendapati jika kedua orang itu sering bertemu diam-diam.


"Ya, bukankah Adel bersekolah bersama kita waktu SMA? Tentu mereka berdua akan saling mengenal," bela Nada.


"Apa kau tak ingin tahu hubungan keduanya dulu? Beberapa orang sempat melihat mereka berjalan bersama bahkan waktu masih SMA," ucap Finna mengompori Nada yang terdiam mematung.


Kedekatan keduanya memang pernah Nada dengar ketika SMA dulu, namun karena Nada yang tak ingin mencampuri urusan pribadi Adel, dia pun memilih bungkam. Namun, mendengar hal itu sekarang, entah kenapa ada sedikit perasaan takut di hati Nada. Apalagi Adel yang dulu menangis di hadapannya karena pria yang dia sukai tak menyukainya. Apakah maksud Adel lelaki itu adalah Samuel, suaminya?


Melihat Nada yang hanya diam, Finna semakin memanas-manasi Nada yang seketika teringat apa yang dia lihat barusan. Samuel dan Adel sedang berbicara di sudut lobby, ditambah Adel yang tiba-tiba memeluk Samuel. Memang Nada tak melihat reaksi Samuel seperti apa karena Finna langsung menariknya pergi.


"Kau jangan berbicara sembarangan. Aku percaya pada mereka!" sarkas Nada yang langsung pergi dari sana.


"Kalau aku tak bisa mendapatkan Samuel, kau pun tak akan bisa," ucap Finna tersenyum licik sembari menatap punggung Nada yang melangkah cepat.


.........


Nada kemudian memutuskan beristirahat lebih awal untuk menenangkan perasaannya yang sedang tak baik-baik saja. Waktu semakin larut, namun ia justru tak bisa memejamkan mata lelahnya karena sang suami belum kembali. Nada terus mencoba menghubungi lelaki itu, namun tak kunjung mendapat kabar. Sedangkan pria yang dicarinya, tengah berada di suatu tempat bersama seorang wanita di dalam pelukannya.


.........


Keesokan harinya


Pukul 6 pagi


****


Langkah kaki yang berjalan mengendap-endap kini telah sampai di sisi ranjang dengan sosok cantik di atasnya. Lelaki itu menatap penuh rasa bersalah pada istrinya karena ia tak jujur tentang kejadian semalam. Apakah Nada bisa memaafkan dirinya?

__ADS_1


Cup


Nada terbangun ketika pipinya dicium lembut oleh seseorang. Ia kemudian menatap wajah pria itu yang sedang memandangnya penuh cinta, namun yang menjadi perhatiannya adalah tampilan lelaki itu yang berantakan dengan bekas gigitan di bahu sebelah kanan yang terlihat karena baju yang melorot.


Deg


Wanita itu langsung duduk menegang. Segala macam pikiran buruk seketika menerjang dirinya, sedangkan Samuel langsung melangkah ke kamar mandi setelah melihat pesan singkat yang baru saja masuk.


Nada berjalan sedikit goyah menuju kamar mandi. Dia ingin menanyakan sesuatu pada Samuel yang langsung membuka pintu kasar dan melangkah buru-buru melewati Nada yang mematung menatap betapa sibuknya Samuel pagi hari ini. Apa yang sebenarnya terjadi apa lelaki itu?


"Sayang," panggil Nada pada Samuel yang tak mengindahkan panggilannya karena lelaki itu telah berlari keluar kamar begitu cepat.


Deg


"Ke-kenapa?" Nada menatap nanar pintu yang masih terbuka itu dengan setetes air yang membasahi sudut matanya.


****


..."Berpikir buruk terhadap orang lain, hanya akan membuat perasaan sendiri menjadi tak nyaman. Berpikir positif, itu lebih baik meskipun kenyataan berbanding terbalik."...


...- Anonim -...


...♡♡♡♡...


.......


Maaf ya up nya lama dan cuma 1 bab krna bbrapa hari ini lgi drop, sedangkan kerjaan di dunia nyataku juga padat. 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2