Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 59 : Dirimu Penyebab Orang Tuamu Meninggal!


__ADS_3

Nada menatap kosong ke arah Samuel yang baru saja mengatakan sesuatu yang sungguh diluar dugaannya. Ia tak menyangka jika Samuel dan Adel adalah kakak beradik. Nada berjalan pelan menuju kasur dengan Samuel yang sudah ketakutan luar biasa. Dia harus mengungkap hal itu karena tak ingin Nada salah paham dengannya.


Samuel kemudian berjongkok di kaki Nada yang hanya diam tanpa mengatakan apa pun. Wanita itu terlihat berusaha tegar walaupun kekecewaan tak bisa ditepis dari sorot mata sayunya. Banyak yang harus mereka bicarakan dan Samuel harap Nada bisa menerimanya.


"Kau pasti berbohong, bukan? Kau jangan mempermainkan aku, Sam. Bagaimana bisa kalian kakak beradik? Selama ini aku melihat kalian tak pernah dekat, kecuali semalam," ucap Nada datar dengan tangan terkepal kuat menahan amarah.


Samuel pun langsung memperlihatkan foto keluarga mereka yang disimpan di dalam email. Di situ terlihat jika Adel tengah berdiri di sampingnya, sedangkan Adipati dan Jasmine sedang duduk di kursi depan. Potret keluarga yang terlihat begitu bahagia, namun malah menambah rasa sesak di hati Nada.


"Kenapa? Kenapa kalian membohongiku?" tanya Nada sembari menatap foto itu.


"Maafkan aku. Aku hanya ingin dia menjagamu dengan baik. Untuk itu aku menyuruhnya menjadi temanmu di sekolah," ucap Samuel pelan. Dia begitu takut melihat wajah Nada yang memerah menahan murka.


"Tapi kenapa harus berbohong dan menutupi segalanya? Apa dengan melakukan hal itu kau pikir bisa melindungiku? Justru karena kebohongan kalian lah yang membuatku terluka! Kau sungguh membuatku kecewa, Sam!" sarkas Nada yang langsung berjalan pergi meninggalkan Samuel yang bergerak cepat memeluk tubuh bergetar Nada dari arah belakang.


"Ma-maafkan aku. Aku tahu aku salah."


Nada langsung melepas kasar pelukan Samuel hingga lelaki itu terdorong ke belakang. Ia memutar tubuhnya menatap sang suami yang juga tengah memandanginya penuh rasa bersalah. Samuel berusaha meraih tubuhnya lagi, namun Nada langsung mundur menghindar.


"Kebohongan apa lagi yang kau sembunyikan dariku?" tanya Nada begitu dingin hingga Samuel semakin memucat.


"A-aku ... a-aku ...."


"Masih banyak? Hm ... sebaiknya kita mengambil waktu sendiri untuk berpikir karena sejujurnya kau menghancurkan kepercayaanku. Apa pun alasan dibalik itu semua, kebohongan jelas salah. Tak ada istilah berbohong demi kebaikan. Dan kau lihat sekarang? Aku bahkan tak ingin menatapmu lagi!" geram Nada yang langsung melangkah pergi lalu membanting pintu dengan begitu keras.


"SIAL!!!!"


Samuel mengacak rambutnya frustasi dan berlari mengejar langkah Nada yang sudah menghilang di balik lift sana.


.........

__ADS_1


"Brengsek!!"


Finna berteriak kesal di dalam hotel mewah yang menjadi saksi ketakutannya sekarang. Namanya tengah menjadi trending topik karena video syurnya telah menyebar ke seluruh negeri. Dia tadinya tengah menikmati waktu bersama pria sewaannya yang ternyata mengajak dua orang teman hingga Finna yang memang memiliki hasrat tinggi pun melayani mereka dengan senang hati, namun tak disangka, lelaki itu merekam diam-diam kegiatan mereka dengan wajah Finna yang terpampang jelas.


Dia sangat frustasi ketika membaca komentar di sosial medianya karena semua orang menghujatnya habis-habisan dan polisi pun sekarang tengah mencarinya. Bagaimana bisa lelaki tadi melakukan hal seperti ini? Tentu bisa karena Samuel adalah dalangnya. Lelaki itu memang tak pernah bersikap kasar pada wanita. Ia hanya akan menghancurkan dengan cara seperti ini. Hukuman sosial tentu akan lebih bagus untuk orang seperti Finna karena jika menggunakan kekerasan maka semua akan percuma.


Samuel sebenarnya ingin menghancurkan Finna sejak dulu, namun dia masih membutuhkan wanita itu agar bisa membuat mental Nada semakin kuat. Dan tentu dengan segala macam kejahatan Finna selama ini, Nada telah bisa berhasil menjadi wanita yang jauh lebih kuat.


☆Kembali ke laptop☆


Finna melangkah keluar begitu cepat dari kamar hotel dengan melakukan penyamaran. Dia menggunting rambut panjangnya lalu memakai make up yang mampu mengubah wajahnya. Dia berjalan mengendap-endap dan penuh kehati-hatian. Untung saja polisi belum sampai di tempatnya hingga ia memiliki waktu untuk melarikan diri.


Tujuannya hanya satu, yaitu memberitahukan pada Nada apa yang didengarnya di restoran tadi. Finna harap dengan membeberkan fakta tersebut, Nada bisa terpuruk dan akhirnya tak melanjutkan kompetisi.


Wanita itu memilih melewati taman yang terlihat remang-remang menuju Hotel Maesa yang terletak tak jauh dari sana. Ia terus menelusuri tempat itu sebelum akhirnya mata tajamnya menangkap sosok yang ingin ditemuinya itu tengah melamun di salah satu kursi taman.


.........


Wanita itu memejamkan matanya sembari berpikir langkah apa yang harus diambil ke depannya. Ia takut akan salah mengambil keputusan dan malah membuat penyesalan nantinya. Dia terus merenung hingga tepukan di bahunya membuat dia tersentak kaget.


"K-kau? Sedang apa di sini?!" sinis Nada pada Finna. Meskipun wanita itu telah mengubah tampilannya, namun Nada masih dapat mengenalinya. Mungkin karena aura Finna yang memang menyeramkan.


"Cih! Aku datang karena ingin mengatakan sesuatu padamu," sahut Finna sembari duduk di samping Nada yang tak menanggapi makhluk astral itu. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tentu hantu mulai menampakkan diri, pikirnya.


"Apa kau mengetahui siapa dirimu sebenarnya? Maksudku, apa kau tahu jika kau bukan anak kandung?" tanya Finna gamblang.


"Apa maksudmu?!" tekan Nada penuh emosi. Belum hilang rasa kesalnya tadi dan sekarang harus dihadapkan dengan wanita penipu ini.


"Kau bukan anak dari ayah dan ibumu. Kau anak dari seorang pria bernama Mikael. Aku mendengarnya sendiri sore tadi," sahut Finna dengan senyum liciknya.

__ADS_1


"Kau jangan mengada-ngada, dasar jal*ng!"


Nada beranjak pergi dari sana dengan hati yang begitu marah. Namun, langkah kakinya seketika terhenti karena mendengar sebuah percakapan dari ponsel Finna. Tentu Finna bukan wanita bodoh yang akan berbicara tanpa bukti. Apalagi ini menyangkut musuh bebuyutannya itu. Nada kemudian berjalan mendekat ke arah Finna dengan suhu tubuh yang menurun drastis.


Jika aku hancur, kau pun harus hancur. Batin Finna.


Srekk


Nada langsung merampas ponsel itu agar bisa mendengar lebih jelas lagi. Itu adalah suara Steve yang sedang berbicara dengan seseorang yang rasanya tak asing baginya. Tapi siapa?


Setiap kata yang terlontar dari rekaman tersebut, membuat kepalanya terasa dihantam batu begitu keras hingga hidungnya tiba-tiba mengeluarkan darah segar. Tubuhnya luruh di rumput hijau itu dengan tetap fokus mendengar percakapan yang terasa memenuhi gendang telinganya.


Begitu rekaman selesai, bersamaan dengan Samuel yang baru sampai di hadapannya setelah berlari begitu cepat dan langsung menampar keras wajah Finna yang malah tertawa bahagia. Samuel seakan lupa dengan prinsipnya yang tak akan memukul seorang wanita.


"Apa kau tahu? Dirimu adalah penyebab orang tuamu meninggal!!" teriak Finna yang tengah diseret oleh anggota kepolisian yang baru saja sampai.


Deg


Kepingan kenangan yang awalnya memudar, kini telah kembali berwarna hingga hanya dalam sepersekian detik langsung mengantarkan rasa trauma yang begitu hebat melingkupi tubuh rapuh Nada.


"TI-TIDAKK!!! AYAHHHH!!!!!"


****


..."Persiapkan diri sebaik mungkin karena ujian kehidupan selalu datang tanpa diminta."...


...- Anonim -...


...♡♡♡♡...

__ADS_1


__ADS_2