Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda

Koki Cantik Kesayangan Tuan Muda
Bab 18 : Ada Apa Sebenarnya?


__ADS_3

"K-kau!!"


Finna sangat terkejut ketika dirinya ditarik cukup kasar dan lebih terkejut lagi melihat siapa yang tengah memeluknya erat.


"Hai, sayang," sapa lelaki itu.


"A-apa yang kau lakukan di sini, sayang? Lepaskan aku."


Finna sedikit berontak, namun lelaki itu tetap memeluknya. Ia mengambil pisau di tangan Finna dan menyimpan benda itu di balik saku jas mewahnya.


"Tentu saja aku ingin melihatmu, sayang. Aku sangat merindukanmu dan tak sabar melahapmu habis," bisik lelaki itu tepat di telinganya.


Beberapa orang yang menyadari hal itu sedikit melirik, namun tak ada yang berani menegur. Ada banyak hal di benak mereka tentang pasangan yang seharusnya bertunangan hari ini, namun malah berakhir di pelukan orang lain.


Sementara itu, Nada dan Samuel dengan perlahan memberi jarak di tubuh keduanya untuk melakukan putaran epik sebagai penutup akhir acara dansa tersebut. Nada berputar dua kali dengan tangan sebelah kiri yang telentang, sedangkan tangan satunya lagi digenggam erat oleh Samuel yang takut wanita itu terjatuh. Berputar sedikit, dan ...


Hap


Samuel menangkapnya kembali bersamaan dengan musik yang berhenti. Lelaki itu kemudian mencium tangan Nada sebagai bentuk penghormatan dan terima kasihnya karena bersedia menerima ajakannya.


Beberapa saat berlalu, terdengar suara MC yang meminta para tamu untuk kembali ke tempat duduk masing-masing karena acara inti akan segera dimulai.


Finna langsung melangkah kembali ke panggung, disusul Samuel yang terlihat sangat berat melepas genggaman tangannya dari Nada. Wanita itu menatapnya hangat sembari tersenyum dan menganggukkan kepala. Dengan berat hati, Samuel berjalan perlahan meninggalkan Nada yang masih berdiri di tengah-tengah lantai dansa sana. Banyak hal yang Nada pikirkan dan ia harap itu yang terbaik.


Langkah kaki Nada dengan sendirinya melangkah ke arah Leo yang tengah mengulurkan tangan sambil tersenyum padanya. Nada pun menerima uluran tangan itu dan berjalan menepi dari sana.


Bagi Nada, Leo adalah lelaki yang sangat baik. Leo selalu membantunya sejak dulu. Dimulai pada saat Nada lelah dan membutuhkan pundak untuk bersandar, ketika Nada terluka karena mengalami pem-bully-an di sekolah, ketika Nada hampir meninggal karena di dorong dari atas tebing, ketika Nada diculik oleh preman yang entah datang dari mana. Leo, lelaki itu yang selalu ada untuknya.


Mungkin bagi Nada sendiri, seseorang yang selalu ada di sampingnya adalah yang patut diperjuangkan, namun apakah benar itu adalah kenyataannya?


"Tuan Samuel, silakan bertukar cincin," ucap sang MC memberi arahan.


Samuel terdiam sejenak. Ia menatap hampa ke arah kotak beludru merah yang sudah berada di tangannya. Tiba-tiba ingatannya kembali pada 13 tahun yang lalu, ketika Samuel memberikan kotak serupa berwarna pink untuk Nada. Mata tajamnya seketika mencari-cari dimana wanita itu berdiri.


Di sana.


Nada sedang memandanginya dari jarak 10 meter sebelah kanan panggung. Melihat wanita itu kembali menganggukkan kepalanya, akhirnya dengan tangan bergetar Samuel memasangkan cincin perak itu di jari manis Finna sebelah kiri yang melakukan hal serupa pada jarinya.


Finna tersenyum dengan sangat lebar. Matanya memancarkan kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Sementara Damar, ayahnya, tersenyum semringah di tempat duduknya karena hanya selangkah lagi maka ia akan menjadi kaya raya, pikirnya.


Nada menarik nafasnya lembut dan mengeluarkan secara perlahan. Meskipun hatinya sedikit sakit, namun ia tak menyalahkan siapa pun dalam hal ini. Wanita itu berdiri dengan tegar. Hanya tangan sebelah kirinya yang terkepal kuat karena sebelah tangannya lagi tengah digenggam erat oleh Leo.

__ADS_1


Fokus Nada sekarang adalah menggapai cita-citanya dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dia bisa melupakan Samuel dan melupakan masa lalunya sendiri. Ada apa dibalik itu semua?


.........


Acara berlangsung dengan lancar dan meriah. Semua orang menikmati penampilan dari beberapa artis tanah air yang dibayar mahal oleh Jasmine.


"Aku pergi ke toilet dulu," ucap Nada pada Leo yang langsung berdiri untuk mengantarkan wanita itu.


"Aku bisa sendiri. Aku tak akan lama."


Nada buru-buru pergi karena kantung kemihnya sudah terasa sangat penuh. Kaki jenjangnya langsung berbelok ke sebelah kanan dan mendapati toilet ada di sudut lorong sana. Lorong itu sepi. Hanya terdengar musik samar-samar. Aura dingin dan sedikit menakutkan tak membuat Nada berbalik arah.


"Ah, leganya."


Nada sudah berada di dalam toilet yang terlihat sangat mewah. Wajahnya pun menunjukkan rasa puas karena berhasil mengeluarkan air itu dari tubuhnya. Kini wanita itu tengah berdiri di depan cermin. Ia memperbaiki tampilannya yang sedikit berantakan dengan mengurai lalu mengikat kembali rambut panjang hitamnya. Nada juga memakai bedak kembali karena make up yang terlihat sedikit luntur.


Sempurna.


Nada tersenyum dan meyakinkan dirinya bahwa ia bisa melewati semua rintangan yang akan dia hadapi di masa mendatang.


"Bisa, kamu pasti bisa," ucapnya dengan mengepalkan tangan penuh semangat.


Nada kemudian berjalan ke arah pintu keluar dan langsung dikejutkan dengan sosok tinggi tegap yang menghalangi jalannya.


"Argghh!!" teriak Nada sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.


"Lukas, kenapa kau di sini?" tanya Nada setelah berhasil menguasai dirinya. Setahunya acara itu hanya dihadiri oleh para konglomerat saja. Keluarganya pun begitu beruntung karena Leo sendiri yang mengundang mereka.


"Ah ... hm, itu ... aku sedang ada urusan di sini dan aku tersesat karena mencari toilet," jawab Lukas gugup.


"Tapi ini toilet wanita. Di situ," ucap Nada menunjuk sebuah pintu, "kamu pergilah ke sana."


Nada buru-buru berjalan kembali ke tempat acara karena ia sudah terlalu lama pergi, namun langkahnya terhenti ketika Lukas menahan lengannya.


"He'em ... aku ingin berbicara denganmu sebentar. Apa kau bisa mengikutiku sekarang?" tanya Lukas sembari memperhatikan keadaan sekitar.


Sebelum Nada menjawab, ucapan tegas dari suara berat seorang pria memecah perhatian keduanya.


"Jauhkan tanganmu darinya!" sarkas lelaki itu.


"Leo?"

__ADS_1


Nada buru-buru menjauh dari Lukas dan berjalan ke arah Leo yang wajahnya sudah mengeras. Ia sungguh dibuat panas jika ada pria lain yang mendekati Nada, kecuali Samuel tentunya. Leo hanya akan mengalah pada saudaranya itu.


"Ayo pergi."


Leo langsung menarik tangan Nada menjauh dari sana, sedangkan Nada hanya melambaikan tangannya ke arah Lukas yang wajahnya terlihat geram dengan tangan terkepal kuat.


"Sial! Sangat susah mendekatimu sejak dulu karena para lelaki itu menjagamu dengan baik!” umpatnya lalu melangkah pergi.


.........


"Hadirin, kalian bisa mengucapkan selamat secara langsung dan mengambil foto bersama orang-orang penting ini."


Sontak semua orang buru-buru berjalan ke arah panggung. Kesempatan ini sangat langkah bagi mereka yang suka menjilat dan licik dalam dunia bisnis. Para pengusaha akan mencari muka agar bisa dekat dengan sang pewaris Admadewa Grup yang akan menguntungkan perut mereka.


Beberapa saat kemudian, langkah kaki seorang pria terlihat menaiki panggung. Badannya yang tegap serta mengenakan kacamata, sedikit mengundang lirikan dari para wanita di sana. Aura penuh intimidasi dari tubuhnya itu hanya sebelas dua belas dengan yang dimiliki Samuel.


"Selamat."


Kini lelaki itu berdiri tepat di hadapan Samuel yang hanya memandangnya datar, sedangkan Finna memandang lelaki itu penuh minat. Wanita itu sudah tak tahan menikmati tubuh lelaki di depannya yang selalu membuatnya puas sejak bertahun-tahun lalu.


Sementara itu, Adipati terlihat menggenggam handphone miliknya. Ia baru saja mendapatkan informasi dari anak buahnya tentang pria yang dicarinya sejak lama.


Sedetik kemudian, Adipati langsung tersenyum misterius sembari memperhatikan lelaki yang berjalan ke arahnya itu.


"Ternyata kau!"


****


..."Hanya ada satu hal yang membuat mimpi tidak mungkin tercapai: ketakutan akan kegagalan."...


...- Paulo Coelho -...


...♡♡♡♡...


●●●●●


Wahh, akhirnya aku bisa up 2 bab hari ini. Pikiranku lagi bercabang2 dan sedikit gak fokus sekarang.


Ikutin terus cerita ini karena ke depannya ada banyak kejutan yg bikin geleng2 kepala 🥰


☆Menulis dengan hati☆

__ADS_1


__ADS_2