
Tubuh lelaki itu bergetar hebat, entah karena sakit di sekujur tubuhnya atau karena para pengawal di sana tengah berlari ke arahnya yang tak sanggup lagi berjalan.
"Sial! Apa yang harus aku lakukan?!"
Dia berdialog sendiri sambil menarik kain yang tengah di gigit oleh para anjing yang kelaparan itu. Situasi ini sungguh sangat merugikannya.
"Wah, tikus kecil kita sedang bersama temannya. Cih! Lihatlah pecundang ini."
Suara dan tawa ejekan yang terdengar menggema di sepanjang gang itu, menambah kesan horor bagi dirinya yang tak bisa lagi melawan.
"Tangkap dia!!"
Bug
Bug
Terjadi perlawanan dari sang pria meskipun kondisinya sangat lemah.
Seorang pengawal mengambil kayu dan memukul tubuh berdarah itu hingga tersungkur kembali. Mereka memukulnya habis-habisan, namun tak membiarkannya mati karena itu urusan tuan muda mereka hingga bayangan samar yang terlihat di atas jalan itu, mengalihkan perhatian mereka semua yang langsung terdiam di tempat.
"Bos."
Kini seorang pria dengan tampilan maskulinnya tengah berdiri persis di hadapan pria yang terbujur lemah di pojokkan.
"Wah, inikah pria yang mencari gara-gara denganku minggu lalu?" ucap Leo dengan tatapan yang sungguh berubah dari yang si pria itu tahu.
"K-kau!"
"Pisau," ucap Leo pada anak buahnya yang langsung buru-buru memberikan pada Leo.
Mereka semua tahu sifat asli Leo seperti apa. Lelaki itu hanya akan bersikap baik pada orang terdekatnya. Dia mirip dengan Samuel, namun ada satu hal yang sejak dulu Leo sembunyikan dari dunia luar dan hanya anak buahnya yang tahu kegemaran atasannya itu. Para anak buah pun hanya akan tutup mulut karena jika sampai terdengar oleh keluarga Admadewa dan juga media maka nyawa mereka akan melayang.
__ADS_1
Srett
Srett
"1, 2, 3 ...."
Leo menghitung sambil memberikan goresan cinta di pipi dan dahi lelaki yang 'ia tahu bernama Lukas' hingga mengundang rasa ngilu bagi siapa saja yang melihat.
Wajah tampan Leo semakin menggelap dengan tawa mengerikan yang terdengar merdu hingga para anak buahnya menggigil seketika. Kalau saja bukan karena salah satu dari mereka yang mencegah tindakan di luar akal sehat itu, sudah dipastikan Lukas langsung meregang nyawa di tempat.
Sial! Aku hampir kelepasan! Batin Leo geram.
Sejak SMA atau lebih tepatnya ketika Nada masuk ke sekolah yang sama dengannya, Leo sudah tak pernah lagi bermain seperti ini.
Masa kecil yang suram serta mendapatkan siksaan dari panti asuhan maupun berbagai tempat yang ia datangi, membuat Leo memiliki gangguan kepribadian. Ingatannya kembali pada usianya 5 tahun. Kala itu, Leo kecil dilempar keluar dari sebuah mobil mewah ke depan panti asuhan yang terlihat sederhana.
Leo kecil yang tak tahu apa pun hanya bisa menangis dan memanggil ayahnya yang ia tahu bahwa lelaki itulah yang melemparnya barusan. Kedatangannya di sana, seakan sudah diketahui oleh menjaga panti hingga tubuh kecilnya langsung ditarik ke dalam dengan sangat kasar.
Plak
Sebuah tamparan keras langsung membuat Leo kecil bungkam. Apa salahnya? Apa yang dia lakukan hingga membuat semua orang benci padanya?
Sejak saat itu, tubuh kurus Leo sering disiksa oleh pengurus panti dan beberapa anak di sana yang melakukan hal serupa. Kebencian yang mendarah daging pada semua orang, memicu Leo melakukan balas dendam dengan tangan kecilnya. Pernah suatu kali, ia memotong satu jari seorang anak seusianya dengan gergaji karena sering memukulinya.
Semua orang yang melihat pun dibuat syok hingga sejak itu tak ada lagi yang berani mengganggunya, namun itu justru membuat Leo semakin menjadi-jadi di usianya yang ke 7 tahun. Leo kecil tak bisa mengontrol rasa laparnya akan darah meskipun tak sampai menghilangkan nyawa orang lain. Leo hanya akan melukai binatang yang tak bersalah untuk memuaskan na*su liarnya.
Para anak panti yang semakin ketakutan, berniat mengusir Leo dari sana, namun cara yang mereka lakukan salah. Mereka mengeroyok Leo kecil yang tak bisa melawan hingga suara gadis cilik mampu menghentikan aksi tersebut.
"Hentikan!! Dasar kalian penjahat!!"
Bug
__ADS_1
Gadis cilik itu melemparkan batu ke arah mereka hingga kerumunan yang lebih dari sepuluh orang itu berpencar ke segala arah. Bukan karena takut pada gadis cilik dengan mata bulatnya, namun karena seorang pria dewasa di belakangnya telah mengeluarkan pisau daging dari kantung plastik belanjaan.
"Kakak!!" jerit gadis cilik itu.
Lingkungan di sekitar panti memang sangat sepi. Hanya ada beberapa rumah di sepanjang jalan itu dan jaraknya pun sangat jauh.
Tangisan histeris dari gadis itu, membuat lelaki dewasa yang bersamanya buru-buru mengangkat tubuh lemah Leo kecil ke puskesmas terdekat.
Leo yang masih setengah sadar terus memperhatikan seorang bocah yang tengah menangisinya. Hati Leo yang awalnya penuh dendam seketika menghangat karena untuk pertama kalinya ada yang datang dan melindunginya.
"Ja-jangan menangis," ucapnya sebelum jatuh pingsan di dada bidang lelaki dewasa yang ia tahu bahwa lelaki ini adalah ayah dari gadis cilik yang diam-diam sering ia perhatikan ketika melintas di depan panti.
Seketika wajah Leo berubah menjadi cerah dan tersenyum indah karena telah berhasil menemukan wajah pawangnya yang selalu ia gunakan ketika sifat iblis itu mulai menguasainya.
"Angkat dia."
"Baik, Bos!"
Tiba-tiba ...
Dor
Dor
Dor
****
..."Perubahan dimulai dari keputusan yang kau buat dalam dirimu sendiri. Tidak ada yang bisa membuat keputusan itu untukmu."...
...- Anonim -...
__ADS_1
...♡♡♡♡...