
"Uhuk... huk...." Suara batuk Changyi Yuwen.
Changyi Yuwen menyeka tepi bibirnya karena baru saja memuntahkan darah segar. Akibat dari serangan tiba-tiba belut listrik yang tidak bisa di hindari.
"Kali ini aku sangat ceroboh. Tidak memperhitungkan dengan teliti sebelum mengambil tindakan." Gumamnya dalam hati, dia merutuki kebodohannya sendiri.
"Bersiaplah! Kali ini aku akan menghadapimu dengan serius."
Changyi Yuwen berkata sambil mengeluarkan pedang naga putih. Yang tersimpan di dalam gelang mustika dewa, yang melingkar di pergelangan tangannya.
Belut listrik pun mulai bergerak dengan gesit sekali. Meski pun tubuhnya besar tetapi tidak mengurangi kelincahannya.
Mungkin karena ada orang yang berani menganggu waktu istirahatnya itulah yang memicu amarahnya.
Belut listrik mulai menyemburkan sengatan listriknya. Karena pertarungan terjadi dalam air jadi sangat menguntungkan belut listrik.
"Jedeeer...." Terdengar suara petir disertai kilatan cahaya yang sangat menyilaukan.
Semburan listrik itu menimbulkan gelombang dan aliran listrik yang sangat besar, serta menyengat tubuh Changyi Yuwen.
Sengatan listrik itu memang sangat besar akan tetapi tidak terlalu berdampak besar bagi tubuh Changyi Yuwen.
Karena pada dasarnya tubuh Changyi Yuwen sudah terbiasa oleh sengatan listrik maupun halilintar. Changyi Yuwen justru tersenyum tipis ketika tubuhnya terkena sengatan listrik itu.
"Aku sudah pernah merasakan sengatan listrik yang kekuatannya mungkin 10 kali lipat dari ini. Jadi kalau hanya seperti ini tidak akan berpengaruh bagiku." Ucapan Changyi Yuwen dalam hati.
Changyi Yuwen tidak berusaha untuk menghindar atau pun menjauh, justru semakin mendekati belut listrik.
Merasa serangannya tidak berpengaruh pada Changyi Yuwen. Maka belut listrik itu mengunakan tubuh nya untuk menghempaskan serta menyerang Changyi Yuwen yang semakin mendekat.
__ADS_1
Changyi Yuwen tidak menghindari serangan tersebut tetapi justru bersiap untuk menerima serangan dari belut listrik.
"Trang...."
Suara keras akibat dari benturan pedang naga putih yang ada dalam genggaman Changyi Yuwen dengan kulit belut listrik yang keras seperti baja.
"Hem... Keras sekali kulitnya. Bagaikan logam," batin Changyi Yuwen.
Pertarungan terus berlangsung mulai dari satu jurus hingga sudah mencapai puluhan jurus. Belum ada yang kalah.
Dan nampaknya pertarungan cukup berimbang antara Changyi Yuwen dan belut listrik. Meski pun tubuh mereka sudah sama sama mendapatkan luka sayatan.
Tidak terasa pertarungan antara Changyi Yuwen melawan belut listrik sudah berlangsung lebih dari 30 menit .
Dalam hati Changyi Yuwen mulai berfikir jika dia terus terusan bertarung dengan cara seperti ini. Cepat atau lambat dirinya bisa dipastikan yang kalah.
Karena pertarungan terjadi di dalam air dan itu adalah keuntungan dari belut listrik. Tenaga yang di keluarkan oleh Changyi Yuwen akan berdampak pada pernafasannya di dalam air.
Kali ini dia harus menyerang tubuh belut listrik di bagian bawah. Dia sangat yakin jika disitulah letak dari permata silumannya.
Sekuat apapun siluman jika tanpa permata pasti tidak akan berdaya. Ibarat harimau tanpa taring dan cakarnya.
"Arg...."
Suara jeritan belut listrik ketika terkena sabetan pedang naga putih dari tangan Changyi Yuwen.
Sabetan pedang itu menimbulkan luka sayatan yang cukup dalam. Hingga membuat tubuh belut listrik mengalami pendarahan yang cukup hebat.
Changyi Yuwen tidak berhenti sampai di sana. Kini sabetan demi sabetan terus tertuju di satu arah. Sehingga membuat luka sabetan itu kian dalam.
__ADS_1
Tubuh belut listrik kini tidak dapat bergerak secara lincah lagi seperti awal mula ketika bertemu.
Mungkin karena luka yang diberikan oleh Changyi Yuwen salah satu penyebabnya serta pendarahan yang cukup hebat.
Changyi Yuwen tidak mau membuang buang waktu dan kesempatan begitu saja. Maka dengan gerakan yang sangat cepat disertai dengan tenaga yang sangat besar dia kembali menyerang tubuh belum listrik yang mulai melemah.
"Crak...."
Suara sayatan pedang Changyi Yuwen yang mendarat di tubuh belut listrik di tempat yang sama.
Serangan Changyi Yuwen kali ini mengakhiri pertarungannya melawan belut listrik. Tubuh belut listrik kini sudah terkapar setelah jatuh ke dasar danau.
Meskipun tubuhnya sudah sangat kelelahan tetapi Changyi Yuwen tetap bergerak menuju dasar danau.
Dengan gerakan cepat Changyi Yuwen membuat gerakan dengan memasukkan tubuh belut listrik yg sudah mati kedalam gelang mustika dewa.
Kini Changyi Yuwen berjalan menuju tempat tumbuhnya rumput hati mutiara emas berada.
Changyi Yuwen memetik rumput hati mutiara emas dengan hati hati. "Jadi inikah. Rumput hati mutiara emas itu."
Setelah mengamati sejenak rumput hati mutiara emas, Changyi Yuwen lalu menyimpan nya kedalam gelang mustika dewa.
Dia rasa semuanya sudah cukup dan tidak ingi membuang waktu lagi. Maka Changyi Yuwen bergerak menuju ke atas danau kembali.
Karena dia tidak tau sudah berapa banyak waktu yang telah dia habiskan di dalam dasar danau air mata kehidupan ini.
Tidak membutuhkan waktu lama Changyi Yuwen sudah sampai di permukaan danau air mata kehidupan.
Pandangan matanya mencari sesuatu. Iya kini dia sedang mencari keradaan Kakek Feng Ying yang tengah duduk di atas batu besar yang ada di tepi danau air mata kehidupan.
__ADS_1
Pandangan mata mereka bertemu, dan terlihat seulas senyum dari bibir Changyi Yuwen ketika melihat keberadaan orang yang dicarinya.