
Setelah mendapatkan apa yang dicarinya Changyi Yuwen mulai meninggalkan tempat itu, untuk mencari tempat yang lebih cocok karena dia ingin menyerap khasiat dari buah pesik emas yang sudah dia dapatkan.
Dengan langkah pasti Changyi Yuwen meninggalkan tempat itu dan sesekali kepalanya menoleh kearah yang lain. Dia ingin mencari tempat yang sekiranya cocok untuk di jadikan tempat peristirahatan sementara waktu.
Kira kira berjalan kurang lebih 1 jam Changyi Yuwen melihat ada sebuah bukit dari kejauhan. Meskipun terlihat seperti bukit tetapi tidak nampak pepohonan yang tumbuh di sana.
Changyi Yuwen mempercepat langkah kakinya menuju bukit gersang itu. Sebenarnya tempat yang menjadi tujuannya kali ini dari pada disebut bukit lebih tepatnya di sebut gunungan tanah.
Karena tempat itu hanya tanah yang mempunyai ukuran lebih tinggi jika dibandingkan dengan tempat yang lain. Di tempat itu juga tidak ada satupun tumbuhan yang hidup.
Ketika langkah kakinya sudah sampai di bukit itu di berhenti sejenak dan melihat sekeliling. Tidak lama kemudian sudut bibirnya terangkat sedikit karena ada sedikit senyuman menghiasi wajah yang terlihat lelah.
"Akhirnya aku menemukan tempat yang cocok untuk berlatih...." Maka dengan segera dia menuju sebuah batu besar yang ada di sana.
Ternyata dibalik batu besar itu terdapat sebuah pintu yang mirip sekali dengan pintu goa. Changyi Yuwen mulai memeriksa tempat itu dengan memasuki goa tersebut.
Setelah memeriksa tempat itu sampai dalam ternyata goa tersebut tidak lah dalam. Tetapi lumayan sebagai tempat berteduh serta berlindung dari teriknya matahari yang ada di tempat itu.
Changyi Yuwen mulai mencari tempat duduk yang nyaman, setelahnya dia membuat segel transparan untuk melindungi nya dari bahaya. Apabila dia nanti sedang melakukan meditasi untuk menyerap khasiat dari buah pesik emas yang dia dapatkan.
Dia mengeluarkan buah pesik emas dari ruang penyimpanan gelang mustika dewa nya. Kini Changyi Yuwen mulai melakukan meditasi nya setelah memakan buah pesik emas itu.
Secara perlahan lahan tubuh Changyi Yuwen di selimuti oleh kabut putih. Awalnya kabut itu samar tetapi semakin lama kabut itu semakin pekat. Seolah olah tubuh Changyi Yuwen lenyap di dalamnya.
Sepuluh menit setelah fenomena itu asap yang tadi menutupi mulai memudar. Kini tubuh Changyi Yuwen kembali nampak kembali tetapi ada yang berbeda kali ini.
Tubuh Changyi Yuwen bergetar hebat, tidak lama kemudian terdengar seperti suara tulang patah.
__ADS_1
"Kraaaak...."
"Kraaaak...."
"Kraaaak...."
Bibir Changyi Yuwen terlihat bergetar seperti sedang menahan diri untuk tidak berteriak. Karena memang benar pada saat itu Changyi Yuwen sedang merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa.
Tulang tulang yang ada di seluruh tubuh nya serasa seperti sedang dipatahkan semua. Kemudian tulang tulang itu seperti di bentuk ulang menjadi susunan yang baru.
Meditasi Changyi Yuwen kali ini tidak membutuhkan waktu yang lama seperti saat dirinya menyerap khasiat dari sebelum sebelumnya.
Kali ini Changyi Yuwen hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja. Tetapi rasa sakit yang dialaminya bahkan 10 kali lipat dari sebelum sebelumnya.
Kelelahan yang dialami secara mental dan fisiknya membuatnya harus beristirahat cukup lama di tempat itu.
Changyi Yuwen bisa merasakan setiap tarikan nafasnya terasa lebih ringan dan udara yang di hirupnya seolah olah ikut mengalir kedalam aliran darahnya, serta otot otot yang ada di seluruh tubuhnya kini seperti sedang dialiri oleh sesuatu yang hangat.
"Tubuhku kini terasa lebih bertenaga!"
"Inikah yang dinamakan tenaga dalam. Sensasi apakah ini? saat ini tubuhku seperti sedang dialiri oleh sesuatu yang hangat dan menjalar ke seluruh tubuh..."
Changyi Yuwen duduk kembali kali ini dia sedang berusaha mengumpulkan tenaga dalam dengan teknik tertinggi yang diajarkan oleh kakek Feng Ying.
Hanya dengan beberapa waktu saja Changi Yuwen sudah mulai mampu mengumpulkan beberapa lingkaran tenaga dalam. Ini sungguh prestasi yang sangat luar biasa, mengingat selama ini sekeras apapun Changyi Yuwen berusaha tidak pernah mampu mengumpulkan nya.
"Sungguh luar biasa....." Sambil berdecak kagum atas prestasi yang diraihnya sendiri.
__ADS_1
"Apakah ini artinya segel yang ada di dalam tubuhku sudah mulai terbuka?"
"Aku harus cepat keluar dari tempat ini. Karena apa yang menjadi tujuanku sudah tercapai!"
Changyi Yuwen berpikir untuk secepatnya keluar dari tempat itu. Karena hanya kakek Feng Ying lah yang mampu menjawab keanehan yang terjadi pada tubuhnya.
Kali ini Changyi Yuwen tidak lagi berjalan tetapi dia mulai berlari karena tujuannya saat ini hanya satu keluar dari tempat itu. Changyi Yuwen mulai berlari mengunakan langkah angin ilmu yang dipelajarinya sebelum dia bisa menguasai tenaga dalam.
Ilmu langkah angin ini seperti orang berlari pada umumnya, akan tetapi ilmu langkah angin ini mempunyai kecepatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang dewasa sehat berlari dalam kondisi prima sekalipun.
Karena saat ini Changyi Yuwen belum menguasai ilmu meringankan tubuh jadi dia hanya bisa mengunakan ilmu langkah angin saja.
Changyi Yuwen terus berlari dia hanya beristirahat sejenak dikala dia sedang lapar atau haus. Selebihnya seluruh waktunya di gunakan untuk berlari.
Pada saat di berlari Changi Yuwen terus saja sambil berlatih mengumpulkan tenaga dalam. Kini Changyi Yuwen sudah mengumpulkan 20 lingkaran tenaga dalam. Hanya dalam waktu kurang dari satu Minggu saja sudah mampu mengumpulkan 20 lingkaran tenaga dalam, ini menunjukkan betapa jenius nya dia saat ini.
Hasil latihan yang dia dapatkan kurang dari satu Minggu ini. Hampir sama seperti orang jenius berlatih tenaga dalam selama enam bulan dan orang biasa berlatih tenaga dalam selama satu tahun.
Tidak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat, kurang lebih sudah hampir satu bulan Changyi Yuwen kembali menuju goa tempat nya dulu masuk kedalam dunia dimensi kehidupan abadi.
Ketika waktu sudah menunjukkan senja Changyi Yuwen dari kejauhan dapat melihat goa tempat dulu pertama kali memasuki dunia dimensi kehidupan abadi.
Dia menghela nafas panjang menunjukkan rasa lega karena sudah menemukan apa yang dicarinya dan sebentar lagi perjuangan panjangnya akan berakhir.
"Huhh...."
"Akhirnya aku dapat menemukan tempat itu. Meskipun sangat melelahkan terbayar sudah perjuanganku saat ini...."
__ADS_1
Kelelahan terpancar jelas dari wajahnya, namun dari guratan kelelahan itu ada aura yang lebih mendominasi.