
Pangeran Tang Liu yang sudah pulih dari rasa terkejutnya, kembali menyerang Changyi Yuwen dengan mengunakan ilmu pedang penghancur lagi tapi kali ini dia mengunakan jurus ketiga.
"Jurus ketiga pemetik bintang!!!" Serunya.
Kali ini pangeran Tang Liu mengunakan kekuatan penuh karena dia sangat tahu kalau lawannya memiliki kakuatan serta ilmu beladiri sangat tinggi jadi dia tidak ingin meremehkan lawannya.
Changyi Yuwen yang dari mulai awal pertandingan tidak mencabut pedangnya. Kali ini dia menyambut serangan itu namun dengan pedang yang masih tersarung. Karena dia tidak ingin melukai murid berbakat pamannya yaitu Patrick Changyi Jiao.
Dia hanya ingin menguji sudah sejauh mana kemampuan murid jenius sekte ayahnya. Dia sudah sangat lama tidak berkunjung ke sekte bintang timur. Terakhir kali dia mengunjungi sekte ayahnya itu ketika dia berusia 3 tahun jadi ingatan itu masih sangat samar samar bagi Changyi Yuwen.
Namun dia tidak dapat memungkiri, kalau dia juga memiliki hubungan dengan sekte bintang timur. Namun untuk saat ini Changyi Yuwen masih belum mau membuka jati dirinya di hadapan saudara sepupunya Changyi Sia dan muridnya pangeran Tang Liu.
Karena masih banyak hal yang ingin dia selesaikan tanpa melibatkan orang orang terdekatnya. Dia takut jika nanti musuh musuhnya tidak mampu menyentuhnya justru akan menyakiti orang orang terdekatnya.
Untuk saat ini, mungkin inilah pilihan yang terbaik untuk melindungi mereka dari incaran musuhnya. Setelah turnamen ini berakhir Changyi Yuwen akan melanjutkan perjalanan kembali mencari Sekte kalajengking hitam untuk membuat perhitungan.
Changyi Yuwen menyambut serangan pangeran Tang Liu dengan pedang naga putih yang masih tersarung rapi. Changyi Yuwen memunculkan energi pedang lalu menyambut serangan pangeran Tang Liu dengan mudah. Seolah olah itu bukanlah serangan mematikan, tapi hanya seperti ilmu mainan anak anak.
Pangeran Tang Liu hatinya serasa tercabik cabik melihat semuanya, Dia merasa sangat malu sekaligus sadar kalau pencapaian yang dirasa sudah tinggi tidak ada apa apanya dihadapan Changyi Yuwen.
Pangeran Tang Liu hanya bisa tersenyum kecut, ketika menyadari begitu jauhnya perbedaan kekuatan di antaranya. Changyi Yuwen yang melihat itu hanya tersenyum dingin tanpa ekspresi seperti biasanya, seolah olah tidak pernah terjadi apa diantaranya.
"Aku menyerah...."
Pangeran Tang Liu sadar dirinya tidak akan mungkin menang melawan Changyi Yuwen meskipun mengeluarkan seluruh ilmu yang dimilikinya. Sejauh ini Changyi Yuwen belum mengeluarkan sedikit pun kemampuan yang dimiliki.
Apa bila dia tetap memaksa bertarung dengannya, meskipun dia mengeluarkan kemampuan sampai batas maksimal paling jauh Changyi Yuwen hanya akan mengeluarkan 10 persen saja kemampuannya.
Dia menyadari kekuatan yang selama ini dianggap sudah sangat tinggi ternyata masih belum ada seujung kuku bagi lawannya. Tapi dengan kekalahan ini paling tidak bisa membuka matanya dan dapat mengambil pelajaran serta memotivasi dirinya untuk lebih giat berlatih kedepannya.
__ADS_1
"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Fang Yuwen perwakilan dari kota Huang An."
Tetua Li Jian selaku wasit kembali mengumumkan pertandingan selanjutnya,. ketika Changyi Yuwen dan pangeran Tang Liu turun dari arena.
"Untuk peserta selanjutnya Ye Qianyu dari sekte bukit bintang melawan Lu Ping dari sekte bambu hijau."
Pertandingan antara Ye Qianyu dan Lu Ping tidak memakan waktu lama. Kurang dari hitungan 15 menit pertandingan berakhir. Ini semua bisa terjadi karena Ye Qianyu memiliki kekuatan lebih tinggi dari musuhnya jadi pertimbangan cepat sekali berakhir.
Begitu juga dengan pertandingan selanjutnya, pertandingan pertandingan berikutnya tidak begitu menarik perhatian penonton. Oleh karena itu pertandingan demi pertandingan cepat sekali berakhir.
Waktu pun cepat berlalu tidak terasa pertandingan demi pertandingan telah berakhir. Dan kini sudah terpilih lima orang peserta yang memasuki babak final untuk esok hari.
"Adapun nama nama yang akan bertanding di babak final besok adalah Yong, Changyi Sia, Kang Lian, Fang Yuwen, Ye Qianyu,dan Mo Shao."
Dengan suara lantang Tetua Li Jian mengumumkan peserta yang masuk babak final dan akan bertanding lagi besok.
"Untuk kalian yang besok masih harus bertanding, silahkan kalian beristirahat."
Semua orang meninggal tempat yang menjadi arena pertandingan menuju kediaman masing-masing begitu juga dengan Yong dan Changyi Yuwen. Ketika ditengah perjalanan Changyi Yuwen berpapasan dengan Mo Shao dari sekte srigala emas.
Mo Shao tadi juga ikut mengamati pertarungan antara Changyi Yuwen dengan pangeran Tang Liu merasa tidak senang. Karena Changyi Yuwen akan menjadi saingan berat baginya, karena akan merusak citranya sebagai pemuda paling jenius di generasinya saat ini.
"He! Kau...." Mo Shao berteriak pada Changyi Yuwen yang hendak mendahuluinya.
Namun Changyi Yuwen tidak menghiraukan teriakan tersebut seolah olah tidak pernah mendengarnya. Melihat sikap Changyi Yuwen yang tidak menggubris perkataannya merasa sangat marah sekali. Karena selama ini dia begitu dihormati dan dipuja, dan belum pernah ada orang yang belaku seperti itu padanya.
"Kau...." Teriaknya sekali lagi sambil berkacak pinggang.
"Kenapa???" Jawab Yong dengan santai.
__ADS_1
"Aku tidak bicara dengan mu!!"
"Lalu? Buang buang waktu saja." Yong mengangkat alis keatas sambil kembali melanjutkan jalannya yang sempat tertunda karena orang orang tak berguna di hadapannya.
"Sial kalian. Berhenti!!!"
Changyi Yuwen dan Yong terus saja berjalan, Mo Shao yang merasa dirinya telah diremehkan membuat amarahnya kian memuncak. Tanpa pikir panjang dia mengeluarkan energi pedangnya yang memancarkan cahaya terang untuk menyerang Changyi Yuwen dan Yong.
Meskipun tidak melihatnya Changyi Yuwen tahu kalau ada serangan sedang mengarah pada mereka berdua di karenakan instingnya sangat tajam. Tanpa menoleh sedikitpun Changyi Yuwen mengerakkan tangannya langsung terbentuk sebuah dinding energi untuk melindungi mereka berdua tanpa satupun orang yang menyadari.
"Mati kalian. Berani beraninya bermain main denganku...." Ucap Mo Shao dengan congkaknya. Namun apa yang terjadi selanjutnya tidak sesuai dengan harapannya.
Energi pedangnya yang mengarah pada Changyi Yuwen dan Yong bergerak sangat cepat, sampai sulit untuk diikuti oleh gerak mata karena dalam energi pedang itu dimasukkan cukup tenaga dalam.
"Duuuuar...."
Terdengar suara ledakan yang sangat besar diikuti oleh percikan cahaya yang semakin lama semakin memudar.
"Tidak mungkin...." Mo Shao terkejut dengan apa yang dia saksikan di depan matanya sendiri.
Orang orang yang tadi berjalan dengan tenang menuju kediamannya masing-masing seketika langsung berhenti serta mencari arah sumber suara. Ketika mata mereka sudah menemukan asal sumber suara itu, mulut mereka langsung terbuka dan mata mereka melotot dan dalam beberapa detik sampai lupa untuk bernafas.
Melihat pemandangan yang sangat menakjubkan sekali. Ada dua orang pemuda seperti terkurung dalam gelembung, dan di atas gelembung itu ada percikan cahaya berwarna warni mirip kembang api dan cahaya itu semakin lama semakin memudar. Sudah pemandangan yang luar biasa dan belum pernah mereka lihat sebelumnya.
"Ada apa??" Tanya seorang gadis yang baru saja tiba di sumber ledakan pada salah orang yang ada di sana.
Orang yang ditanya tidak mampu menjawab karena masih belum pulih dari rasa terkejutnya hanya mampu menunjukkan arah Changyi Yuwen dan Yong berada. Gadis yang baru saja melihat pemandangan itu langsung menutup mulutnya.
"Tidak mungkin!!! Ini...." Gumam gadis itu pelan.
__ADS_1