
"Kalau boleh tau, sebenarnya apa yang di cari oleh sekte Gagak Hitam? Sampai mereka harus menghancurkan sekte Tirai Bambu seperti itu." Tanya Changyi Yuwen yang merasa penasaran dengan cerita Lang Yu.
Karena menurut hemat Changyi Yuwen pasti ada alasan yang cukup mendalam, karena tidak mungkin Sekte Gagak Hitam bertindak demikian jika tidak ada masalah atau sebab tertentu sampai harus memusnahkan sekte Tirai Bambu.
Meskipun bukan termasuk sekte besar namun sekte Tirai Bambu memiliki banyak pengikut dan pendekar kuat didalamnya. Jadi pasti tidak sedikit korban dan kerugian yang dialami oleh sekte Gagak Hitam meski pun mereka telah berhasil memusnahkan sekte Tirai Bambu saat ini.
"Aku pun juga tidak mengerti. Sebenarnya apa yang mereka cari. Hanya dulu aku pernah mendengar bahwa di Sekte kami menyimpan sebuah benda yang sangat dilindungi. Namun aku tidak tahu benda apa itu." Lang Yu memberikan penjelasan pada Changyi Yuwen sambil mengingat ingat sesuatu.
"Kalung dan liontin, Kenapa orang orang itu tadi memintaku untuk menyerahkan kalung dan liontin ini." Gumam Lang Yu pelan seraya melepaskan kalung yang melingkar di lehernya.
Kini pandangannya terarah pada kalung beserta liontin yang ada di telapak tangan mungilnya. Sekilas tidak ada yang aneh dari benda tersebut yang menurutnya hanyalah sebuah perhiasan belaka.
Karena dia mendapatkan kalung dan liontinnya ketika dia mesih kecil dulu, ketika dia berulang tahun. Dan selama ini belum pernah terjadi hal hal yang aneh sampai tragedi itu terjadi.
"Sebenarnya kalung ini menyimpan rahasia apa??" Batin Lang Yu penasaran sambil terus membolak-balik kalungnya.
Changyi Yuwen dan dan Yong pun ikut penasaran dengan kalung beserta dengan liontin yang saat ini ada di tangan Lang Yu.
"Bolehkah aku melihat kalung itu?" Tanya Changyi Yuwen pada Lang Yu. Tanpa menjawab apa apa gadis kecil itu langsung menyerahkan pada Changyi Yuwen.
Changyi Yuwen mengamati kalung itu dengan seksama, namun dia tidak bisa menemukan keanehan atau pun kejanggalan lain. Yong yang menatap Changyi Yuwen seolah ingin bertanya 'Apakah anda menemukan sesuatu tuan?'.
Sementara Changyi Yuwen yang ditatap hanya mengangkat bahu sebagai tanda bahwa dia tidak menemukan sesuatu. Karena ikut penasaran maka Yong mendekat serta meraih kalung dan liontin yang ada di tangan Changyi Yuwen.
Cukup lama Yong melihat setiap detail kalung dan liontin itu. Yong mencoba untuk memisahkan antara kalung dan liontin itu lalu menelitinya kembali. Pada saat dia meneliti kalung dia tidak menemukan keanehan sama sekali, namun ketika dia tengah meneliti liontin itu secara tidak sengaja dia menemukan sebuah goresan goresan nampak samar dan memudar.
__ADS_1
"Tuan muda coba anda lihat ini!" Yong seraya memperhatikan hasil temuannya. Kemudian dia berkata kembali, "Bukanlah ini huruf sandi kuno...."
Changyi Yuwen ikut mengamati goresan goresan kecil yang terlihat samar-samar itu, menurutnya memang benar itu adalah huruf sandi kuno. " Kau benar Yong. Itu memang huruf sandi kuno."
"Benarkah. Apakah Yong gege bisa membaca huruf sandi kuno itu?" Lang Yu nampak senang ketika mendengar itu.
"Maaf, yu'er. Aku kurang begitu bisa, namun tuan muda bisa membacanya. Karena tuan muda pernah mempelajari huruf sandi kuno." Jawab Yong sambil melirik ke arah Changyi Yuwen.
"Ayo Yuwen gege. Aku mohon untuk membacakan apa arti dari tulisan itu!" Lang Yu memohon pada Changyi Yuwen yang ada di sampingnya sambil menarik narik jubah Changyi Yuwen.
"Baiklah. Baiklah. Mana Yong...." Changyi Yuwen meminta liontin yang masih ada ditangan Yong.
"Ini tuan muda." Yong menyerahkan liontin itu.
Meskipun gumam Changyi Yuwen sangat pelan, namun karena suasana hening maka bisa terdengar dengan jelas oleh Lang Yu serta Yong.
"Menara Kabut!!! Bukankah itu sebuah nama tempat alam rahasia paling rawan di kekaisaran Zhao ini tuan. Kira apa maksudnya?" Yong memijat pelipisnya berusaha untuk mengingat ingat sesuatu yang berhubungan dengan menara kabut.
"Yuwen gege apa maksud ini yu'er tidak mengerti."
"Sudahlah yu'er. Nanti kita tanyakan pada kakek Lang Gu. Siapa tahu beliau mengerti maksud dari tulisan ini." Changyi Yuwen menenangkan Lang Yu. Dia menyerahkan kembali kalung beserta dengan liontin itu pada Lang Yu untuk dipakai kembali.
Tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat, mungkin di sebabkan mereka yang saling berbagi cerita dan sedikit di iringi senda gurau yang membuat suasana malam terasa hidup.
Ketika waktu sudah hampir tengah malam kakek Lang Gu berhasil menyelesaikan meditasi panjangnya. Sepertinya dia telah berhasil membersihkan racun pemusnah jiwa yang bersarang di tubuhnya, karena raut muka kakek Lang Gu nampak begitu cerah dan tidak sepucat tadi.
__ADS_1
Changyi Yuwen bangkit dari duduknya lalu mendekati segel yang mengurung kakek Lang Gu lalu dengan gerakan cepat segel itu langsung menghilang.
"Bagaimana dengan racun yang ada di tubuh anda? Apakah boleh saya memeriksa anda?"
"Silahkan tuan muda Yuwen. Saya merasa tubuh saya jauh lebih baik saat ini."
Changyi Yuwen meraih pergelangan tangan kakek Lang Gu untuk memeriksa denyut nadinya dengan seksama untuk memastikan apakah masih ada racun yang tersisa.
"Bagus. Pil penawar itu bekerja dengan sangat baik. Saat ini tubuh anda sudah bersih dari racun pemusnah jiwa. Beristirahatlah untuk beberapa hari maka tubuh anda akan sehat seperti sedia kala."
"Terima kasih banyak atas pertolongan anda tuan muda. Saya tidak bisa membalas Budi baik tuan muda. Jika ada sesuatu yang bisa saya kerjakan tolong jangan sungkan mengatakan."
"Anda jangan terlalu sungkan. Kita memang sudah seharusnya untuk saling tolong menolong kan!"
"O iya. Maaf saya mau bertanya, apakah anda tahu tentang menara kabut?"
"I... Itu. Anda tahu dari mana tentang menara kabut tuan muda." Jawab kakek Lang Gu dengan sedikit gugup.
"Maaf. Tadi secara tidak sengaja saya melihatnya dari liontin yang dipakai oleh yu'er. Apakah ini ada hubungannya dengan pembantaian yang dilakukan oleh Sekte Gagak Hitam pada sekte kalian."
"Tebakan anda benar tuan muda. Memang benar kalau Sekte Gagak Hitam menghancurkan Sekte Tirai Bambu demi sebuah benda terkutuk itu." Kakek Lang Gu sambil sedikit mendesah karena mengingat semuanya.
"Kalau anda tidak keberangkatan bolehkah saya mendengar ceritanya. Siapa tahu saya bisa sedikit membantu."
"Kisah ini dimulai beberapa puluh tahun yang lalu. Saat itu aku masih menjabat sebagai kepala sekte Tirai Bambu, saat itu aku sedang pergi keluar dari sekte karena undangan dari aliansi sekte. Ditengah perjalanan itu aku tidak sengaja tersesat dalam sebuah hutan belantara. Dan aku terjebak di dalamnya sampai berhari-hari tidak bisa menemukan jalan untuk keluar. Ditengah keputusan asaan itu, aku secara tidak sengaja melihat sebuah goameski tidak besar namun cukup untuk beristirahat lalu aku memutuskan untuk memasukinya. Karena merasa sangat lelah sekali aku pun tertidur didalam goa itu. Namun saat aku terbangun semua terasa asing sepertinya aku sudah tidak didalam goa itu lagi." Kakek Lang Gu berhenti sebentar dan menjeda ceritanya, Changyi Yuwen terlihat serius mendengarkan cerita kakek Lang Gu.
__ADS_1