
"Tidak mungkin!!! Ini...." Gumam gadis itu pelan.
"Kenapa mereka bisa mengunakan ilmu segel transparan milik sekte kami?"
"Siapa mereka sebenarnya...."
"Apakah mereka mencuri ilmu sekte kami?"
Masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang terus berputar putar di dalam kepalanya. Karena ilmu segel transparan adalah milik sekte yang tidak boleh dipelajari sebarang orang.
Itulah kenapa dia begitu kaget, ketika melihat orang luar bisa menggunakan ilmu rahasia milik sektenya. Dalam aturan sekte bintang timur ilmu segel ini hanya boleh dipelajari serta diturunkan pada generasi penerus sekte atau keturunan langsungnya agar ilmu segel tersebut tetap menjadi ilmu rahasia milik sekte.
Saat Changyi Sia masih sibuk dengan pertanyaan pertanyaan yang menggangu pikiran serta belum mendapatkan sebuah jawaban.
Changyi Yuwen sudah menghilangkan segel yang mengurung dirinya sendiri dan matanya menatap dingin ke arah Mo Shao serta ada aura aneh merembes dari tubuhnya. Dan aura itu diarahkan langsung pada MO Shao.
Mo Shao yang mendapat tatapan dari Changyi Yuwen kini mulai berkeringat dingin. Karena dia merasakan ada sebuah aura aneh yang menekan kendali tubuhnya. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan tekanan aura seperti ini.
Aura kuat yang sangat mengintimidasi nyalinya seketika langsung menciut. Mo Shao merasa seperti sedang terjatuh kedalam jurang tanpa dasar dan ditatap oleh sepasang mata hitam pekat. Sepekat cahaya malam tanpa bintang bintang dan rembulan menyinari malam.
Tubuhnya langsung menjadi lemah dan kehilangan seluruh tenaga untuk digerakkan, dia merasa tubuhnya seperti tidak lagi menjadi kendalinya sendiri.
Lututnya langsung lemas seperti tidak memiliki tulang lagi, tubuhnya bergetar hebat sehingga dia terjatuh kelantai dengan posisi berlutut keringat dingin pun terus bercucuran.
Kali ini dia tidak seperti sedang ditatap oleh manusia, namun seperti sedang ditatap dewa kematian yang siap mencabutnya.
__ADS_1
"Kau ingin bermain main dengan ku?"
Kata kata yang dikeluarkan oleh Changyi Yuwen sangat pelan, namun bagi Mo Shao itu bagai suara petir yang sedang menyambar di telinganya. Karena Changyi Yuwen memang sengaja mengalirkan tenaga galam dan ditujukan langsung pada pemuda yang tengah jatuh berlutut itu.
Keadaannya sangat jauh berbeda dari beberapa saat yang lalu, kini tidak lagi terlihat kesombongan serta sifat arogannya. Yang terlihat justru wajah pucat pasi seperti tidak memiliki aliran darah di tubuhnya karena rasa takut yang begitu mendalam.
Changyi Yuwen berjalan mendekat kearah Mo Shao berada lalu menundukkan badan dan sedikit berjongkok di depan pemuda itu dengan wajah dinginnya.
"Aku ingatkan padamu. Aku orang yang tidak suka bermain main. Jika kamu ingin bermain main denganku, kamu telah salah mencari orang."
"Kali ini aku masih bisa memaafkan mu. Tapi tidak ada untuk lain kali. Jadi kedepannya kamu jangan cari masalah dengan ku lagi.
Changyi Yuwen berkata pelan sambil menepuk pundak Mo Shao. Sementara pemuda yang ditepuk bahunya hanya bisa diam seribu bahasa, karena semua kata kata yang ingin dia keluarkan seperti tersangkut dalam tenggorokan.
"Apa kamu mengerti??"
"Sekarang pergi dari dari sini. Dan ingat jangan membuat masalah lagi di tempat yang lain." Changyi Yuwen segera bangkit dari jongkok nya dan segera berlalu meninggalkan tempat itu.
Begitu juga dengan Mo Shao setelah Changyi Yuwen pergi meninggalkan tempat itu tubuhnya kembali seperti sediakala memiliki kakuatan dan tenaga lagi.
Dia meninggalkan tempat itu dengan cepat tanpa memperdulikan tatapan mata banyak orang. Sebenarnya dia sangat malu dan ingin sekali marah karena tindakan Changyi Yuwen kepadanya.
Namun dia lagi tidak mempunyai keberanian dan bertindak bodoh dengan mencari masalah dengan manusia seperti Changyi Yuwen.
Dengan kejadian ini Changyi Yuwen hanya bisa berharap semoga bisa menjadi pembelajaran baginya serta bisa merubah karakter buruknya selama ini. Karena sangat disayangkan pemuda berbakat sepertinya memiliki karakter buruk.
__ADS_1
Mata semua orang melihat kejadian itu sampai tidak percaya dengan penglihatannya sendiri. Bagi semua orang yang ada di sana itu adalah momen serta fenomena langka yang akan sulit untuk di lupakan.
Beberapa menit kemudian semua orang meninggalkan tempat itu dengan membawa pemikiran dan pertanyaan yang terus berkecamuk dalam benak masing masing.
Ketika memasuki kediaman yang mereka tempati Yong dan Changyi Yuwen langsung membersihkan diri di kamarnya masing-masing. Di saat mereka baru saja selesai makan malam, terdengar suara pintu rumahnya diketuk seseorang dari luar.
Yong segera bangkit dari duduknya melangkah menuju pintu dan membukanya, untuk melihat siapakah orang yang bertamu ketempat tinggalnya. Karena selama ini dia tidak begitu akrab dengan orang yang ikut dalam turnamen, tidak mungkin juga kalau yang datang pemuda yang baru saja membuat masalah dengannya.
Ketika pintu rumahnya itu terbuka nampaklah wajah seorang gadis cantik yang tidak asing lagi baginya tengah berdiri di hadapannya. Alangkah terkejutnya Yong melihat sepupu Changyi Yuwen mendatangi kediamannya.
"Nona Changyi Sia. Anda mencari siapa nona?"
"Ma... maaf saudara Yong. Apakah anda punya waktu? Karena ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada Anda...." Changyi Sia nampak gugup.
Tadi sebelum berangkat menuju kediaman Changyi Yuwen dan Yong sempat ragu. Karena sangat tidak sopan seorang gadis mendatangi kediaman seorang pria pada malam hari apa lagi sendirian seperti ini.
Namun karena rasa penasaran dan banyaknya pertanyaan yang menggangu pikirannya jadi dia memutuskan untuk menemui dua pemuda tersebut. Dia sengaja tidak mengajak teman atau lainnya, karena yang ingin ditanyakan bersifat rahasia.
"Kalau begitu silahkan anda masuk ke dalam terlebih dahulu. Tidak akan berakhir baik jika ada orang lain melihat anda kesini." Yong memberikan jalan untuk gadis itu bisa memasuki kediamannya.
"Sekarang katakanlah ada keperluan apa anda mencari kami nona?" Yong bertanya dengan sopan saat mereka sudah duduk di ruang tamu. Tidak lama kemudian Changyi Yuwen juga ikut bergabung dengan mereka. Kini mereka bertiga duduk sambil ditemani satu teko teh.
"Begini.... Aku harus mulai dari mana dulu ya?" Changyi Sia mengusap tengkuknya sendiri. Berusaha untuk menghilangkan rasa canggungnya dihadapan dua pemuda yang aksinya sangat luar biasa. Dengan kedua mata kepalanya sendiri melihat pemuda dihadapannya ini mampu membuat Mo Shao bertekuk lutut tanpa mengerakkan seujung jari.
"Santai. Katakan saja tanpa ragu. Jika kami bisa membantu maka akan kami bantu."
__ADS_1
"Maaf sebelumnya. Tadi aku melihat anda mengunakan ilmu segel transparan milik Sekte kami. Sebab ilmu segel adalah ilmu rahasia yang dimiliki oleh sekte bintang timur. Tidak boleh sembarang orang bisa mempelajari ilmu ini. Karena yang boleh mempelajarinya hanya ketua sekte, penerusnya atau keturunan langsung kepala sekte. Yang jadi pertanyaan kenapa anda bisa mempelajarinya...."