Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB 95. Misi Penyelamatan III.


__ADS_3

Belum selesai wakil ketua sekte Tian Long di kejutkan oleh dua orang penyusup yang dapat menghilang begitu saja dan lolos dari ratusan pasang mata.


Kini muncul satu orang lagi memberinya laporan yang tidak kalah mengejutkan dari laporan yang di bawa oleh pengawalnya tadi.


"Maaf wakil ketua sekte, saya ingin melapor. Kalau para tawanan yang ada di dalam ruang rahasia telah melarikan diri semuanya."


"Apa..!!!" Teriaknya lebih histeris kali ini di ikuti oleh suara tamparan.


"Plak! Plak!"


"Plak! Plak!"


Sasaran dari tamparannya itu adalah pipi kedua orang yang ada di hadapannya. Wakil ketua sekte Tian Long merasa sangat geram, marah dan emosi yang tidak dapat di kendalikan lagi.


Dua orang yang telah mendapatkan tamparan itu hanya menundukkan kepalanya. Karena takut, jika mereka berani bersuara maka akan mendapatkan hukuman lebih berat lagi.


Karena mereka sudah sangat hafal dengan sifat tuannya yang ringan tangan untuk membunuh. Jika dia sedang dalam keadaan marah seperti itu. Jadi mereka lebih baik memilih diam, demi mempertahankan nyawanya.


"Sekarang kalian ikut denganku...." Ucap wakil ketua sekte Tian Long sambil berlalu meninggalkan kamarnya.


Tujuannya kali ini adalah ruangan rahasia tempat mengurung para tawanan nya. Dua orang itu hanya diam saja dan langsung berjalan di belakang wakil ketua sekte Tian Long.


Wakil ketua sekte Tian Long berjalan sangat cepat. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di dalam ruang rahasia miliknya itu.


Semua anak buahnya hanya menundukkan kepalanya untuk memberi penghormatan. Saat melihat wakil ketua sekte berjalan tergesa gesa melewati mereka. Wakil ketua sekte Tian Long tidak memperdulikan keberadaan para anak buahnya yang memberikan penghormatan.


Begitu sampai di dalam ruang tahanan yang biasanya dipenuhi oleh jeritan para tawanan kini nampak lengang. Yang tersisa hanyalah serpihan rantai besi yang mengunci pintu ruang tahanan mereka yang kini telah hancur menjadi serpihan kecil kecil.


Wakil ketua sekte Tian Long matanya sampai terbelalak tidak percaya. Kenapa ada hal yang begitu besar seperti ini tidak dapat di dengar oleh telinga para penjaga yang begitu banyak.


Wakil ketua sekte Tian Long sangat murka tetapi apa mau dikata semuanya telah terjadi. Dengan cepat otak mencari solusi yang mungkin akan timbul jika para tawanan itu muncul dan buka suara.

__ADS_1


Otaknya yang licik itu segera menemukan sebuah ide untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi timbul akibat tawanannya yang melarikan diri.


Kali ini dia akan bersiasat untuk menjebak tetua Rou Lan Ping yang terkenal netral tidak pernah mau berpihak pada kubu manapun di dalam sekte ini.


Sebenarnya wakil ketua sekte Tian Long sudah lama ingin menyingkirkan tertua itu. Karena tidak memiliki alasan tepat untuk menjebak tetua Rou Lan Ping.


Tetapi kali ini dia ingin menjebak tetua Rou Lan Ping untuk dijadikan kambing hitamnya. Hanya dengan sekali gerak saja maka dua masalah akan teratasi pikirannya.


Dia pun bisa terbebas dari masalahnya saat ini dan satu lagi dia bisa menyingkirkan tertua Rou Lan Ping yang sudah lama ingin disingkirkannya itu.


Maka dengan cepat dia mengatur semua orang orangnya bergerak sesuai dengan strategi yang dia buat untuk menjebak tetua Rou Lan Ping.


Dalam waktu singkat semua orang orangnya bergerak meninggalkan wakil ketua sekte Tian Long. Mereka semua mengarahkan para anak buahnya untuk bergerak sesuai dengan arahan wakil ketua sekte Tian Long tadi.


Disaat semua anak buah wakil ketua sekte Tian Long menjebak tetua Rou Lan Ping. Changyi Yuwen telah menghilang dari atas tempat tidurnya dan kini sudah berada di dalam kamar ketua sekte Fang Tao.


Patriak Fang Tao yang saat itu sedang duduk di dalam kamarnya sambil membaca buku. Ketika melihat kemunculan Changyi Yuwen yang begitu tiba tiba di hadapannya. Jantungnya langsung berdetak lebih cepat karena terkejut.


"Maaf sudah mengejutkan kakek."


"Bagaimana kamu bisa muncul secara tiba-tiba seperti ini." Tanya Patriak Fang Tao setelah menetralisir rasa terkejutnya.


"Nanti saja akan saya jelaskan semuanya. Tetapi sekarang ada sesuatu yang lebih lebih penting untuk di bahas." Jawab Changyi Yuwen tegas.


Patriak Fang Tao hanya menghela nafas panjang ketika mendengar perkataan cucunya itu. Meskipun di dalam hatinya masih ada rasa penasaran, tetapi di juga harus tau mana yang menjadi sekala prioritasnya untuk saat ini.


"Kamu ingin membahas masalah apa? Bukankah tadi semuanya sudah kita bahas secara mendetail." Tanya Patriak Fang Tao yang tidak mengerti pembahasan penting seperti apa, yang dimaksud oleh cucunya itu.


Changyi Yuwen lalu menceritakan kejadian yang baru saja dialami bersama dengan Yong. Ketika mereka menyatroni rumah wakil ketua sekte Tian Long, dia menceritakan secara garis besarnya saja.


Karena jika dia ingin menceritakan secara detail akan membutuhkan waktu lama. Sementara itu di saat ini waktu adalah hal yang tidak mereka miliki.

__ADS_1


Changyi Yuwen yakin kalau saat ini wakil ketua sekte Tian Long pasti sudah bergerak dan tengah membuat rencana licik untuk memanipulasi kejadian yang terjadi di kediamannya.


Sebelum ada korban selanjutnya Changyi Yuwen ingin membuat benteng pertahanan terlebih dahulu. Untuk membatasi ruang gerak wakil ketua sekte Tian Long sambil mengumpankan perangkap untuk menjeratnya.


"Lantas kamu ingin membuat rencana seperti apa sekarang?" Tanya Patriak Fang Tao ingin mengetahui rencana apa yang ingin di buat oleh Changyi Yuwen.


"Saat ini siapakah orang yang mentang kebijakannya atau mungkin orang yang pernah bersinggungan dengannya?" Changyi Yuwen bukannya menjawab pertanyaan dari kakeknya, tapi justru memberi pertanyaan lain.


"Setahuku tidak ada yang tetua yang menyinggung atau menentang kebijakannya."


Patriak Fang Tao menjawab pertanyaan Changyi Yuwen, sambil mengingat ingat sesuatu yang mungkin terlupakan olehnya.


"Atau mungkin orang yang tidak disukainya?"


"Ada satu orang yang selama ini selalu bersikap netral. Dan sepertinya wakil ketua sekte Tian Long tidak menyukaiku orang tersebut."


"Siapakah orang itu....."


"Tetua Rou Lan Ping."


"Bisakah kita pergi menemuinya sekarang?"


"Yuwen'er kamu jangan bercanda. Ini sudah hampir pagi. Tidak pantas kita pergi kerumahnya jam segini. Besok pagi saja ya...."


"Kalau menunggu besok pagi semuanya sudah terlambat!!" Seru Changyi Yuwen dengan tegas. Karena jika sedikit saja dia terlambat maka semua rencananya akan sia sia.


"Baiklah kalau tunggu dulu aku bersiap siap...."


"Tidak perlu. Sekarang katakan dimana lokasi rumahnya."


Karena sudah tidak ada pilihan lain Patriak Fang Tao pun mengatakan apa yang menjadi pertanyaan Changyi Yuwen. Setelah mengetahui lokasi yang akan di tuju Changyi Yuwen segera meraih pergelangan tangan Patriak Fang Tao untuk berteleportasi.

__ADS_1


Patriak Fang Tao sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh cucunya yang tiba-tiba saja menggenggamnya. Rasa keterkejutan masih belum bisa hilang kini sudah dihadapkan lagi pada keterkejutan yang lainnya.


__ADS_2