Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB. 71 Giok Pengingat.


__ADS_3

"Siapakah pemuda ini sebenarnya? Berasal dari sekte mana? Dengan kemampuan setinggi ini seharusnya namanya terkenal di dunia persilatan." Pertanyaan demi pertanyaan terus berputar putar di kepalanya.


Dia sudah dibuat tidak berdaya dihadapan pemuda sepertinya. Karena merasa tidak memiliki kemungkinan menang melawan pemuda dihadapannya itu.


Dia dapat merasakan kekuatan pemuda ini sangatlah besar, dia bisa menilai kekuatan lawannya. Hanya dengan satu kali serangan besar tadi, yang mereka lakukan secara serentak namun pemuda itu tetap baik baik saja.


"Sebenarnya siapa kamu? Kenapa kamu memilih menjadi musuh bandit tengkorak hitam." Pemimpin bandit tengkorak hitam mencoba untuk bernegosiasi agar konflik ini tidak terus berlanjut.


"Sejak kapan organisasi bandit tengkorak hitam peduli dengan musuh yang mereka buat." Jawab Changyi Yuwen dengan senyuman mengejek.


"Baiklah. Sepertinya memang tidak ada jalan lain. Kalau begitu mari kita lanjutkan pertarungan ini." Jawab pemimpin bandit tengkorak hitam dengan wajah masam.


Memang benar selama ini organisasi bandit tengkorak hitam selalu saja bertindak sesuka hati mereka. Mereka tidak pernah mempedulikan segala tindakannya yang semena-mena.


Bahkan mereka akan dengan senang hati membunuh orang orang yang tidak bersalah demi kesenangan semata atau mereka akan membunuh hanya ingin mengisi waktu luangnya saja.


Namun pada saat mereka di hadapkan pada situasi yang sebaliknya seperti saat ini. Ternyata mereka memiliki rasa gentar juga, ketakutan juga mulai menyusupi perasaannya.


Teror rasa takut yang biasa mereka ciptakan , kali ini justru kini menimpa diri mereka sendiri. Ternyata mereka memiliki rasa takut juga ketika dihadapkan pada lawan yang lebih tangguh.


Mereka harus menelan kenyataan bahwa mereka tidak dapat berkutik, dihadapan seorang pria dan lebih parahnya lagi dia masih berusia muda.


Tanpa basa-basi lagi mereka menyerang Changyi Yuwen dari segala arah. Pola serangan mereka sangat teratur dan terkoordinasi.


Karena hanya memiliki kemungkinan kecil bisa menang mereka sepakat untuk mengunakan formasi yang menjadi andalan organisasi mereka.


Dengan menggunakan formasi ini lawan yang biasanya sulit untuk ditaklukkan maka bisa dengan mudah ditaklukkan.


Jurus demi jurus terus mereka keluarkan, pola serangan pun menjadi lebih cepat dan tajam. Namun semuanya dapat di terima dengan mudah tanpa ada kesulitan sama sekali.


Meskipun serangan itu terus menerus bagaikan air mengalir. Namun tidak ada satu serangan itu mengenai tubuh Changyi Yuwen sedikit pun.


Tetapi justru sebaliknya anggota bandit tengkorak hitam semakin terdesak serta kewalahan. Disaat Changyi Yuwen mulai serius dan meningkatkan serangannya, tidak lagi hanya bertahan atau menghindari.

__ADS_1


Changyi Yuwen tidak ingin lagi bermain main dengan mereka. Dia ingin segera mengakhiri pertarungan ini karena masih ada urusan yang harus secepatnya mereka selesaikan.


Kali ini dari tangan Changyi Yuwen keluar api berwarna putih kebiruan yaitu elemen api abadi miliknya. Api itu mengarah pada semua anggota bandit tengkorak hitam dan menyisakan satu orang saja.


Api ini mampu meleleh baja dalam hitungan detik saja. Jadi jika api ini digunakan untuk membakar tubuh anggota bandit tengkorak hitam mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa tarikan nafas saja tanpa ada yang tersisa.


Hanya dalam hitungan detik saja, tubuh tubuh anggota bandit tengkorak hitam terbakar dan menjadi serpihan abu saja. Restoran itu kini telah di penuhi aroma tulang yang terbakar.


Suasana tiba-tiba terasa mencekam di tempat itu kini tinggal Changyi Yuwen dan pimpinan organisasi bandit tengkorak hitam saja. Karena memang sengaja menyisakan satu orang saja, untuk di interogasi.


Dia ingin mengoreksi informasi tentang organisasi bandit tengkorak hitam yang sangat meresahkan para warga. Jika organisasi ini tetap di biarkan, maka akan sering kejadian seperti ini terulang.


Oleh karena itu dia ingin menghancurkan organisasi seperti ini sampai ke akar-akarnya. Jika ingin tujuannya terwujud maka dia membutuhkan pimpinan itu untuk mengorek informasi tentang organisasi bandit tengkorak hitam lebih lanjut.


Pimpinan bandit tengkorak hitam tubuhnya bergetar nyalinya pun menciut ketika mengingat semua anggotanya mati dengan cara yang sangat mengerikan.


Apa lagi kini sorot mata tajam milik Changyi Yuwen terus menatapnya tanpa berkedip sedikitpun dari bibirnya terlihat senyuman tipis namun bisa membuat tubuhnya merinding.


Jantungnya berdetak lebih kencang karena rasa gugup bercampur dengan rasa takut. Tidak ada kata kata yang bisa di gunakan untuk bisa mengungkapkan perasaannya saat ini.


"Bagaimana menurutmu?"


"Aku hanya mengikuti logika mu. Siapa yang kuat bebas bertindak bukan?" Ucap Changyi Yuwen lagi. Namun pemimpin bandit tengkorak hitam hanya terdiam seribu bahasa.


Tubuhnya kini sudah tersungkur di tanah karena Changyi Yuwen menekannya dengan aura naga yang sempat dia keluarkan hanya dalam waktu beberapa detik saja.


Namun itu saja sudah cukup membuat pemimpin bandit tengkorak hitam langsung lemah. Kini dia seperti tidak punya tenaga, nyalinya pun langsung memudar.


"Sekarang katakan dimana lokasi markas bandit tengkorak hitam?" Changyi Yuwen berbisik di telinga pemimpin bandit itu.


"Jangan harap kau bisa mendapatkannya!!!" Jawab pemimpin organisasi bandit itu.


Meskipun tubuhnya sudah lemah dan tidak punya harapan untuk hidup lagi. Namun kesetiaannya pada organisasi bandit tengkorak hitam membuat keberanian muncul kembali.

__ADS_1


Kini dia berpikir lebih baik masih dengan membawa kesetiaan dari pada hidup menjadi seorang penghianat. Karena jika itu di ketahui oleh organisasi hidupnya akan lebih buruk dari kematian itu sendiri.


"Baiklah kalau begitu. Kurasa memang tidak ada jalan lain lagi." Setelah berkata demikian Changyi Yuwen siap mengeluarkan energi pedang dari tangannya, namun dicegah oleh Yong yang sudah tidak jauh dari mereka berada.


"Tunggu dulu tuan Muda...." Yong berkata dengan cepat pada Changyi Yuwen.


"Ada apa Yong?" Tanya Changyi Yuwen penasaran pada sahabatnya itu.


"Biarkan aku yang mengurusnya tuan muda. Karena aku punya cara untuk bisa mendapatkan informasi organisasi bandit tengkorak hitam darinya." Jawab Yong sambil menunjuk pemimpin bandit itu.


"Benarkah???"


"Benar tuan muda. Serahkan saja dia padaku. Aku akan mengurusnya sekarang."


"Baiklah. Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Yang penting kita mendapatkan informasi tentang organisasi bandit tengkorak hitam."


Changyi Yuwen pergi meninggalkan mereka, karena dia ingin memastikan orang orang yang tadi menjadi sandera bandit tengkorak hitam baik baik saja.


Sementara itu Yong berjongkok, lalu menyentuh kening kepala pemimpin bandit itu dengan menggunakan giok berwarna putih. Kini tubuh pemimpin bandit bergetar dia merasakan seluruh tubuh sangat sakit bagaikan di tusuk oleh ribuan pedang.


Saat ini Yong mengunakan ilmu perekam pikiran yang dimilikinya. Tehnik ini adalah tehnik rahasia yang diberikan oleh kakek Feng Ying ketika dulu membantunya bertransformasi dari siluman harimau menjadi manusia.


Karena menurut kakek Feng Ying tehnik ini akan bisa membantunya untuk menyelesaikan masalah contohnya seperti ini. Dengan tehnik ini Yong bisa mentransfer atau pun merekam semua isi pikiran seseorang kedalam sebuah giok pengingat.


Setengah semua ingatan yang dimiliki terekam dalam giok pengingat tubuh pemimpin organisasi bandit langsung terkulai lebih lemah lagi meskipun tidak sampai pingsan.


Sebenarnya proses ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja, namun kelelahan mental yang dialami cukup besar. Sehingga membuat seseorang yang mengalami tehnik ini membutuhkan waktu istirahat panjang untuk bisa mengembalikan lagi kelelahan mentalnya.


Ketika semuanya telah selesai, Changyi Yuwen sudah berdiri di samping Yong lalu bertanya, "Bagaimana Yong? Apakah sudah selesai!"


"Sudah tuan muda. Lalu bagaimana dengan orang ini?"


"Karena kita sudah tidak membutuhkan dia lagi. Kalau dia dibiarkan hidup hanya akan membuat orang lain lebih menderita. Jadi lebih baik kita habisi saja...." Setelah berkata demikian Changyi Yuwen mengeluarkan api abadinya lagi untuk membakar tubuh pemimpin organisasi bandit tengkorak hitam.

__ADS_1


Belum sempat mengeluarkan kata terakhirnya pemimpin organisasi bandit tengkorak hitam tubuhnya sudah di selimuti oleh api putih kebiruan membakarnya menjadi abu.


__ADS_2