Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
Bab 23. Mendapatkan jamur es salju


__ADS_3

Ketika berada di ujung goa Changyi Yuwen mulai membuka segel yang telah di ajarkan oleh kakek Feng Ying.


Ketika pertama kali menginjakan kakinya setelah memasuki dimensi kehidupan abadi.


Hal pertama yang dia rasakan adalah rasa dingin yang sangat seperti masuk ke tulang tulang nya. Saat ini dia tidak tahu ber ada di mana, tetapi di mengingat kata kata kakek Feng Ying.


Bahwa dia harus berjalan menuju gunung es salju. Tetapi sejauh matanya memandang tida terlihat gunung es, yang dia lihat hanya hamparan putih es yang terbentang.


Saat ini Changyi Yuwen tidak tahu arah sama sekali. Jadi saat ini dia hanya mengikuti instingnya saja. Maka mulailah dia melangkahkan kakinya menuju ke arah depan.


Semakin lama tubuh mulai tidak bisa menahan dinginnya udara sekitar. Maka dia mulai mencoba mengalirkan energi panas pada tubuh nya untuk menghalau rasa dingin itu. Dan ternyata apa yang dia lakukan sangat bermanfaat tubuhnya kembali ke suhu normal kembali.


Entah sudah berapa lama Changyi Yuwen berjalan namun tidak juga melihat ujung dari lautan es ini. Di tempat ini di tidak melihat benda apapun semua nampak putih karena salju.


******


Tiga hari waktu sudah berlalu Changyi Yuwen menyusuri hamparan salju tanpa kenal lelah. Kini Changyi Yuwen mulai melihat samar samar puncak gunung es, hatinya mulai senang karena perjuangannya membuahkan hasil.


"Akhirnya aku melihat puncak gunung es abadi itu. Meskipun masih samar-samar tapi ini tidak sia sia," gumamnya dalam hati.


Kini Changyi Yuwen mulai mempercepat langkah kakinya menuju puncak gunung es abadi itu. Dia sadar jarak gunung itu masih sangat jauh dari tempatnya berdiri saat ini.


Lima hari kemudian dia sudah berada di lereng gunung es abadi. Dia mulai mencari jalan yang tidak terlalu terjal untuk bisa naik kepuncak gunung es abadi itu.


Setelah setengah hari dia mencari jalan akhirnya di menemukan jalan yang tepat untuk dia bisa mendaki puncak gunung es abadi itu.

__ADS_1


Tetapi sebelum dia naik kepuncak gunung es abadi itu di mencari tempat untuk memulihkan kondisi tubuhnya menjadi prima kembali.


Karena nanti saat dia berada di puncak dan jamur es salju itu dijaga oleh siluman buas. Dia tidak mengetahui hewan apakah yang akan dia hadapi.


Jadi lebih baik dia harus dalam kondisi prima dahulu untuk menghadapi segala kemungkinan yang ada.


Setelah ber istirahat semalam di lereng gunung es abadi pagi hari nya dia mulai mendaki gunung es abadi itu. Ketika dia sudah mulai mendekati puncak hari sudah mulai mendekati malam.


Dia tidak mau mencari resiko yang membahayakan nyawanya. Selain cuaca sudah gelap, tempat yang curam di tambah dia sudah hampir mendekati puncak. Tidak tahu ada bahaya apa diatas jika terus berjalan.


Jadi dia memutuskan untuk menghentikan pendakian nya dan ber istirahat di tempatnya berada saat itu. Waktu terus berjalan, dia mengisi perut nya dengan perbekalan makanan yang ada di dalam gelang mustika dewa.


Ketika dia mulai memejamkan matanya dia merasakan ada aura besar yang mencekam dan energi aneh. Meskipun tidak berlangsung lama tetapi cukup jelas untuk bisa dirasakan oleh Changyi Yuwen saat itu.


"Aura dan energi apakah itu? Rasanya bisa membangkitkan bulu kuduk berdiri," gumamnya.


"Heeeem...."


Setelah menghembuskan nafasnya Changyi Yuwen berusaha untuk memejamkan matanya dia ingin mengistirahatkan tubuhnya.


"Huuuh...." Changyi Yuwen menggeliatkan tubuhnya ketika matanya baru terbuka.


Ketika matanya terbuka hari sudah terang, meskipun tidak nampak sinar matahari. Tapi itu sudah cukup sebagai penanda kalau hari sudah berganti.


Tidak mau membuang waktu lagi dia melangkahkan kakinya mendaki gunung es abadi lebih tinggi. Sampai dia melihat sebuah goa cukup besar tetapi memiliki aura yang cukup mengintimidasi.

__ADS_1


"Akhirnya aku menemukanmu."


Batin Changyi Yuwen ketika melihat goa itu. Apa yang harus aku lakukan untuk memancing binatang buas itu keluar dari dalam goa itu.


Changyi Yuwen mulai memikirkan berbagai macam cara dan juga kemungkinan yang akan dia hadapi. Setelah memutuskan langkah yang harus diambil, Changyi Yuwen mulai menjalankan aksinya.


Changyi Yuwen mulai mengeluarkan bangkai belut listrik dan melemparnya di depan goa itu. Kemudian dia membuat suara gaduh untuk memancing binatang yang tinggal di dalam goa itu.


Setelah dia merasakan ada getaran Changyi Yuwen mulai bersembunyi di tempat yang cukup jauh. Karena dia ingin mengetahui hewan apakah yang mendiami goa itu.


Maka Changyi Yuwen melebar ketika mengetahui hewan yang baru saja keluar dari dalam goa. Ternyata laba laba raksasa dengan kulit hitam pekat terlihat mengkilat.


Sudah bisa dibayangkan bagaimana keras dan tebal nya kulit dari laba laba raksasa itu. Laba laba itu berjalan menuju bangkai belut listrik yang di lemparkan Changyi Yuwen di depan goa.


Changyi Yuwen mulai membuat simulasi yang efektif untuk menghadapi hewan buas itu. Dia ingin berusaha mengambil jamur es salju tanpa bertarung dengan laba laba raksasa itu karena pasti akan sangat merepotkan.


Karena lokasi yang ada di ketinggian, belum lagi lokasinya sangat curam salah sedikit saja berpijak nyawa bisa melayang.


Maka Changyi Yuwen mulai menjalankan rencananya yaitu memancingnya dengan bangkai binatang buas yang ada di dalam gelang mustika dewa nya tersimpan.


Ketika bangkai belut listrik itu sudah mulai habis Changyi Yuwen mulai melemparkan beberapa bangkai binatang buas lainnya. Yang cukup jauh dari bibir goa itu.


Dan sesuai dengan rencana laba laba itu mulai memburu bangkai hewan buas yang di lempar oleh Changyi Yuwen.


Setelah laba laba raksasa itu mulai menjauh Changyi Yuwen mulai menyusup masuk ke dalam goa itu. Dan benar sesuai dengan dugaannya jamur es salju itu tumbuh di dinding goa.

__ADS_1


Dengan langkah cepat dia meraih jamur es salju itu dan langsung memasukkan kedalam gelang mustika dewa. Secepat mungkin dia berusaha untuk keluar dari dalam goa itu. Dan diluar dugaan laba laba raksasa itu sudah mulai bergerak menuju ke arah pintu goa kembali.


__ADS_2