Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB 92. Kekejaman wakil ketua sekte Tian Long.


__ADS_3

Patriak Fang Tao bersama dengan Changyi Yuwen berdiskusi cukup lama. Mereka membuat rencana untuk menjebak wakil ketua sekte Tian Long.


Awalnya Patriak Fang Tao masih belum begitu percaya dengan cerita Changyi Yuwen. Tetapi ketika dia mendengar sendiri dari giok ingatan, yang telah direkam oleh Changyi Yuwen.


Patriak Fang Tao menjadi begitu murka karena telah di tipu mentah mentah oleh wakil ketua sekte Tian Long yang begitu dia percayai.


Dari dalam giok ingatan itu banyak sekali informasi tentang rencana licik wakil ketua sekte. Salah satunya adalah dia membuat jebakan pada para tetua yang memiliki hubungan dekat dengan Patriak Fang Tao.


Satu persatu orang orang yang dekat dengan Patriak Fang Tao disingkirkan dengan cara licik bahkan tidak segan segan untuk dihabisi dengan cara bersiasat.


Ada yang di bunuh di luar sekte dan kejadian itu pun telah dimanipulasi olehnya. Seolah olah mereka terbunuh karena dirampok atau di hadang musuh.


Padahal semua itu sudah di rekayasa oleh wakil ketua sekte Tian Long. Bahkan ada juga yang di jebak saat menjalankan misinya.Wakil ketua sekte Tian Long juga menjalin hubungan dengan sekte aliran hitam demi memenuhi ambisinya.


Wakil ketua sekte Tian Long tidak hanya menginginkan posisi sebagai ketua sekte saja. Tetapi dia bahkan ingin menganti idealisme sekte dengan idealisme baru sesuai dengan keinginannya.


Patriak Fang Tao dan Changyi Yuwen sepakat untuk menjalankan misinya mulai saat ini juga. Patriak Fang Tao rasanya sudah tidak sabar melihat wajah wakil ketua sekte Tian Long saat tertangkap basah nanti.


#####


Sementara itu di tempat yang berbeda, Yong saat ini tengah berdiri di atas atap rumah wakil ketua sekte Tian Long. Dia mencari tempat yang gelap untuk bersembunyi, guna menghindari para penjaga yang berlalu lalang.


Tidak jauh dari tempat Yong bersembunyi ada sebuah taman. Taman itu terletak di belakang rumah wakil ketua sekte. Di tengah tengah taman terdapat bangku untuk duduk santai menikmati rembulan malam seperti yang di lakukan oleh wakil ketua sekte Tian Long saat ini.


Di saat tengah asyiknya memandangi keindahan malam bulan purnama sambil minum arak. Datanglah pengawal sekaligus orang kepercayaannya.

__ADS_1


"Bagaimana apakah semuanya sudah beres?" Tanya wakil ketua sekte Tian Long pada salah pengawal yang biasanya selalu berada di sampingnya.


"Sudah Tuan. Semua berjalan lancar sesuai dengan keinginan anda tuan." Jawab pengawal itu dengan hormat.


"Bagus! Bagus! Aku sudah tidak sabar melihat tua bangka itu merangkak dibawah telapak kakiku." wakil ketua sekte Tian Long berhenti sejenak dari kata katanya untuk menarik nafas lalu melanjutkan kata-katanya.


"Tidak lama lagi sekte ini akan menjadi milikku. Lagi pula tua bangka itu sudah tidak lagi mempunyai keturunan untuk menjadi penerusnya. Jadi cepat atau lambat sekte ini akan jatuh ke tanganku. Kalau bisa cepat kenapa harus menunggu lebih lama."Ucapnya lagi sambil tertawa senang.


Sementara itu pengawalnya hanya menundukkan kepalanya ketika melihat atasnya tertawa senang. Karena kebahagiaan tuannya yang seperti itu, biasanya akan berdampak buruk pada dirinya atau anak buahnya yang lain.


Karena wakil ketua sekte Tian Long pasti akan memberikan tugas berat pada mereka. Apalagi tuannya itu paling tidak suka mendengar kata gagal dalam laporan anak buahnya saat menjalankan tugas darinya.


Itulah kenapa semua anaknya buahnya sering merasa tertekan saat menerima tugas darinya. Andaikan saja mereka punya pilihan lain mereka akan memilih untuk melarikan diri dari organisasi wakil ketua sekte.


Tetapi mereka tau jika sampai berani nekat berbuat seperti itu. Maka seluruh anggota keluarganya sudah dapat dipastikan akan binasa tanpa ada yang tersisa.


Itulah kenapa wakil ketua sekte Tian Long sangat ditakuti oleh kawan maupun lawan karena kekejamannya. Wajahnya yang polos dan lugu sangat tidak sesuai dengan tabiatnya.


Maka dari itu tidak mengherankan jika banyak sekali orang yang terjebak tipu muslihatnya. Karena mereka tidak menyangka kalau wajahnya yang begitu polos dan lugu itu. Akan menyimpan berbagai macam trik dan tipu muslihat.


Bahkan Patriak Fang Tao pun tidak dapat menyadarinya. Kalau sebenarnya dia telah jatuh dalam perangkap wakil ketua sekte Tian Long.


Sifatnya yang sangat licik suka mengadu domba orang orang yang tidak disukainya sampai hancur berkeping keping. Bahkan dia tidak berhenti begitu saja untuk mengganggunya, sebelum musuhnya itu mati atau hancur tanpa tersisa.


Meskipun tempat Yong berdiri lumayan jauh. Namun berkat indra indranya yang sangat tajam. Yong mampu mendengarkan suara dalam radius puluhan meter.

__ADS_1


Jadi Yong bisa mengetahui isi dari pembicaraan wakil ketua sekte Tian Long dengan pengawal dengan jelas. Yong yang mendengar isi dari pembicaraan itu merasa sangat marah serta geram.


Tanpa sadar dia meremas jari tangannya sendiri karena menahan emosinya yang sudah sampai ubun-ubun dan hampir saja meledak.


Kalau saja tidak mengingat janji dan rencana dengan tuan mudanya. Mungkin saat itu juga Yong sudah menghabisi nyawa wakil ketua sekte Tian Long.


Yong terus saja mengawasi mereka dari kejauhan tanpa ada yang menyadari keberadaannya. Jelas saja mereka tidak akan menyadari kalau ada seseorang yang mengawasi mereka dari kejauhan.


Karena Yong menghilangkan hawa keberadaannya dengan tehnik tertentu. Sehingga tidak ada orang yang mampu mendeteksi keberadaannya kecuali tuan mudanya sendiri. Karena tehnik itu memang Changyi Yuwen yang mengajarkan padanya.


Cukup lama wakil ketua sekte Tian Long dengan pengawalnya berbicara membahas sesuatu yang berkaitan dengan rencana mereka.


Semakin lama Yong mendengarkan pembicaraan mereka semakin memuncak pula kemarahannya.


Untung saja pembicaraan mereka sudah berakhir dan mereka meninggalkan tempat itu. Kalau tidak mungkin Yong bisa kehilangan kendali pada dirinya sendiri untuk menghabisi nyawa mereka detik itu juga.


Setelah melihat kepergian mereka Yong menghela nafas panjang lalu cepat berlalu meninggalkan tempat itu. Karena dia ingin secepatnya menemui tuan mudanya dan memberikan informasi yang dia dapat serta membuat rencana lebih lanjut.


Saat Yong sampai di dalam kamar tempat mereka berdua istirahat. Changyi Yuwen sudah duduk menunggu kedatangannya.


"informasi apa saja yang kamu dapatkan?" Tanya Changyi sudah tidak sabar mendengarkan. Karena dia melihat raut muka Yong yang begitu buruk, dia yakin ada sesuatu yang sangat penting jika dia terlihat serius seperti itu.


Tanpa banyak basa-basi Yong mengambil tempat duduk di depan meja Changyi Yuwen kini posisi mereka saling berhadapan.


Yong menceritakan semua yang dia dengar tadi saat sedang mengawasi wakil ketua sekte Tian Long. Mulai dari rencana mereka untuk menjebak Patriak Fang Tao, sampai dengan rencana mereka untuk menguasai sekte teratai emas keseluruhan.

__ADS_1


Changyi Yuwen yang mendengar cerita dari Yong juga ikut marah. Karena orang yang menjadi targetnya saat ini adalah kakeknya sendiri satu satunya keluarga dekat yang tersisa dari ibunya.


__ADS_2