Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB. 74 Kehancuran organisasi bandit tengkorak hitam.


__ADS_3

Changyi Yuwen yang mendapatkan pertanyaan dari penjaga kamar kepala organisasi bandit tengkorak hitam hanya tersenyum tipis. Tanpa banyak basa-basi Changyi Yuwen langsung menebas leher penjaga itu.


Ketika kepala dari penjaga baru saja terpisah dari lehernya, tiba tiba saja sudah muncul Empat penjaga yang lain. Suara dari penjaga yang telah Changyi Yuwen bunuh tadi sempat di dengar oleh keempat orang ini.


Jadi mereka langsung menuju tempat asal suara tersebut. Mereka tidak menyangka saat mereka sampai di tempat asal suara, rekan mereka telah terbunuh. Sementara itu pelakunya masih berdiri di tempat itu berada.


Sebelum orang orang itu berbuat lebih jauh Changyi Yuwen langsung menekan keempat orang itu dengan aura naga miliknya. Dan hanya dalam waktu sekejap tubuh mereka langsung lemah tanpa memiliki tenaga karena tekanan aura naga milik Changyi Yuwen.


Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Changyi Yuwen. Dengan gerakan cepat dia mengeluarkan energi pedangnya. Energi itu langsung menembus tubuh keempat orang tersebut.


Dalam waktu sekejap saja energi pedang yang telah Changyi Yuwen ciptakan, menembus jantung mereka tanpa punya kesempatan untuk menghindar.


Meskipun tubuh mereka memiliki kulit yang keras dan otot otot yang terlatih, namun semua itu tidak akan berarti apa-apa dihadapan Changyi Yuwen.


Karena energi pedang yang Changyi Yuwen ciptakan memiliki ketajaman tinggi, yang mungkin setara dengan kekuatan pedang pusaka tingkat tinggi.


Changyi Yuwen langsung berlalu begitu saja setelah keempat orang itu sudah mati. Kali ini dia sangat yakin jika kamar yang ditujunya itu, milik kepala organisasi bandit tengkorak hitam.


Dia terus saja melangkah, sampai tinggal beberapa langkah saja dari pintu kamar itu terjadi sesuatu. Pintu itu tiba tiba terbuka dari dalam, dan diikuti oleh ratusan kilatan cahaya. Cahaya itu terbentuk dari energi tenaga dalam menyerang ke arahnya terus menerus tanpa ada jeda sedikit pun.


Dengan gerakan lincah dan gesit Changyi Yuwen menghindari semua serangan itu. Dia bergerak ke kiri dan ke kanan, sesekali dia akan merendahkan tubuhnya atau melompat ke atas. Tangannya pun terus menangkis semua serangan yang mendekat ke arahnya.


Beberapa detik kemudian ketika serangan itu mulai berhenti. Dari balik pintu muncullah dua orang, satu orang pria bertubuh tinggi besar dipenuhi oleh otot-otot terlatih dengan wajah cukup tampan. Dan satu lagi seorang perempuan bertubuh tinggi dan cukup proposional terlihat manis dan cantik.


Kedua orang tersebut adalah ketua organisasi bandit tengkorak hitam Yu Chan dan Yu Huan yang terkenal sangat kejam.


"Besar juga nyalimu anak muda. Sampai berani memasuki markas organisasi bandit tengkorak hitam sendirian...."


"Apa yang harus aku takuti? Hanya dengan dua manusia sampah seperti kalian ini." Changyi Yuwen menjawab perkataan Yu Chan dengan nada mengejek.

__ADS_1


Yu Chan yang mendengar ejekan Changyi Yuwen langsung memerah mukanya karena marah begitu juga dengan Yu Huan.


"Beraninya kau berkata begitu terhadap kami!!!" Teriak Yu Chan.


"Kau mau cari mati...." Kali ini Yu Huan yang berkata.


Changyi Yuwen tidak menjawab perkataan dari dua orang tersebut. Namun dia hanya tersenyum mengejek untuk memprovokasi lawannya.


Pendekar kembar itu langsung menarik pedang yang ada di pinggangnya. Lalu dengan gerakan cepat mencabut pedang itu dari sarungnya.


Dia melompat secara bersamaan untuk menyerang Changyi Yuwen yang sudah termundur beberapa langkah kebelakang. Guna mencari tempat yang lebih luas untuk memudahkan ruang geraknya dalam pertarungan.


Kali ini Changyi Yuwen tidak ingin gegabah dan juga tidak mau meremehkan lawan yang sudah berada di tingkat pendekar dewa suci. Meskipun mereka masih baru memasuki tahap pendekar dewa suci tahap pertama namun yang dia menghadapi lawan dua sekaligus ini bukanlah hal mudah.


Meskipun ini bukanlah pengalaman pertamanya berhadapan dengan pendekar dewa suci. Pengalaman pertamanya melawan pendekar dewa suci, saat dia berhadapan dengan suku manusia rimba Su Yun Luo di kota Huang Su.


Berdasarkan pengalaman itulah, dia akan mengunakan kekuatan penuh milik dari mulai awal pertarungan.


Karena suara benturan pedang yang beradu itu cukup keras. Sehingga memancing orang orang yang berada dalam markas untuk segera keluar dan mencari sumber suara. Mereka mempunyai keyakinan bahwa telah terjadi sesuatu di dalam markas mereka.


Pada saat mereka sampai di tempat, mata mereka disuguhi pemandangan yang membuat tubuh mereka merinding. Karena ketua organisasi mereka sedang bertarung dengan seorang pria muda. Dan pertarungan mereka terlihat cukup seimbang meskipun dia hanya sendirian saja.


Para anggota organisasi bandit tengkorak hitam yang melihat itu mulai mundur cukup jauh dari pertarungan berlangsung karena tidak ingin terkena serangan nyasar. Insting mereka mengatakan jika ini bukanlah pertarungan yang biasa.


"Trang...."


"Trang...."


Terus menerus suara pedang beradu, dua pendekar kembar itu awalnya bisa menekan Changyi Yuwen dengan serangan pedang ganda miliknya yang mempunyai pola rumit.

__ADS_1


Changyi Yuwen terus mempelajari gerakan serta pola serangan yang terus menghajarnya. Jurus demi jurus telah mereka mainkan, akhirnya Changyi Yuwen mengetahui dimana titik lemah serangan pedang ganda milik dua pendekar kembar itu.


Titik lemahnya ada pada saat mereka bertukar posisi disitu ada jeda 10 detik sebelum tebasan demi tebasan terus mengincarnya.


Jadi jika dia ingin mengalahkan dua pendekar kembar itu. Maka dia harus bisa memanfaatkan waktu jeda 10 detik tersebut dengan cepat dan efektif untuk menyerang balik.


Changyi Yuwen berusaha membuat simulasi didalam otaknya sambil terus bertahan dari serangan lawannya. Hingga waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba.


Dia dengan secepat mungkin mengalirkan tenaga dalam jumlah besar pada pedang naga. Dengan kecepatan penuhnya dia menyerang balik dua pendekar kembar.


Dua pendekar kembar tidak menduga kalau Changyi Yuwen akan menyerang balik seperti itu. Sehingga membuat pertahanan mereka sedikit goyah dan konsentrasi mereka mulai pecah.


Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Changyi Yuwen. Maka dengan secepat kilat di menebaskan pedang naga dengan ilmu pedang penghancur pada leher Yu Huan yang terlihat lemah pertahanannya.


"Jurus ketiga pemetikan bintang!" Gumam Changyi Yuwen saat mengarahkan pedang naga pada leher Yu Huan.


"Ah... A...." Belum sampai berlanjut suara itu sudah berhenti.


Yu Huan yang mendapatkan serangan tiba tiba itu tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar. Hasilnya pedang naga berhasil memotong leher Yu Huan dengan mudahnya.


Kepala Yu Huan langsung terjatuh menggelinding ketanah dan berhenti didekat kaki Yu Chan yang berhasil menghindar dari serangan Changyi Yuwen tadi. Mata Yu Chan langsung melotot tidak percaya kalau itu adalah kepala saudaranya Yu Huan.


"Bruuk...." Terdengar suara jatuh ketanah dengan keras. Dan suara itu tidak lain tubuh Yu Huan yang sudah tidak memiliki kepala lagi.


Yu Chan yang melihat itu tubuh langsung menegang karena marah melihat saudara kembarnya terbunuh di depan matanya sendiri.


Dia tidak punya waktu untuk meratapi kepergian saudaranya. Tanpa berpikir panjang lagi, Yu Chan menyerang Changyi Yuwen membabi-buta tidak seperti tadi yang penuh dengan perhitungan.


Mungkin di sebabkan oleh kematian saudara kembarnya itu dia tidak dapat lagi mengontrol emosinya. Yang ada di dalam pikirannya hanya balas dendam dan ingin membunuh Changyi Yuwen secepatnya.

__ADS_1


Karena emosinya yang tidak lagi terkontrol dengan baik, maka serangan Yu Chan tidak lagi menggunakan pola rumit seperti tadi. Keadaan ini sangat menguntungkan Changyi Yuwen karena dapat dengan mudah dihindarinya.


__ADS_2