
Patriak Fang Tao dan Changyi Yuwen berjalan keluar beriringan. Mereka berjalan kembali kedalam ruang dimana pengawal Hui Min sedang menunggu mereka.
"Maaf pengawal Hui membuat anda menunggu lama." Patriak Fang Tao meminta maaf pada pengawal Hui Min karena telah membiarkannya sendirian saja.
"Tidak masalah patriak. Apakah masih ada yang perlu kita bahas lagi patriak? Kalau memang sudah tidak ada maka ijinkan kami untuk kembali." Pengawal Hui Min berkata demikian karena ingin kembali ke tempat istirahatnya.
"Tidak ada. Baiklah kalau begitu. Silahkan kalian berdua beristirahat." Patriak Fang Tao menjawab demikian karena memang sudah tidak ada lagi yang ingin dia bicarakan.
Setelah itu Changyi Yuwen dan pengawal Hui Min meninggalkan kediaman Patriak Fang Tao. Mereka kini menuju tempat mereka beristirahat sebelumnya.
Ditengah perjalanan Changyi Yuwen melihat Yong sedang berjalan kearahnya dengan wajah bahagia. Karena Changyi Yuwen beberapa kali melihat bibir Yong terlihat mengulas senyum tipis.
"Pengawal Hui silahkan anda kembali terlebih dahulu. Karena saya masih ada keperluan dengannya." Ucap Changyi Yuwen sopan pada pengawal Hui Min, sambil menunjuk ke arah Yong berada.
Pengawal Hui Min pun melihat arah jari telunjuk Changyi Yuwen dan di sana dia melihat seorang pemuda berjalan seorang diri namun senyum senyum sendiri.
Dia pemuda yang sama, yaitu pemuda yang telah membuat bulu kuduknya berdiri seketika itu juga. Ketika dia mengingat kekejaman sang pemuda, saat membantai anggota organisasi bandit tengkorak hitam.
Di dalam ingatannya masih terekam dengan jelas peristiwa berdarah itu, jadi sebisa mungkin dia untuk tidak mencari masalah dengan pemuda tersebut.
Andaikan saja pengawal Hui Min mengetahui kalau pemuda yang disampingnya itu jauh lebih kejam dan lebih berdarah dingin jika di bandingkan dengan Yong. Mungkin pengawal Hui Min sudah pingsan dari tadi.
"Tidak masalah saudara Yuwen. Saya akan kembali lebih dulu." Pengawal Hui Min berpikir lebih baik menjauh dari mereka. Karena menurutnya semakin sedikit yang diketahui maka akan lebih baik untuknya.
"Terima kasih pengawal Hui. Sampai jumpa lagi nanti." Ucap Changyi Yuwen.
"Iya. Sampai jumpa nanti saudara Yuwen."
__ADS_1
Kali Changyi Yuwen membiarkan pengawal Hui pergi lebih dahulu sebelum dia berjalan kearah Yong. Yong masih belum menyadari keberadaan Changyi Yuwen yang berjalan kearahnya, karena masih sibuk dengan lamunannya.
"Apa yang membuatmu sebahagia ini? Apa yang telah kamu lakukan? Aku curiga kamu berbuat yang tidak-tidak!" Changyi Yuwen langsung memberikan pertanyaan pada Yong yang nampak terkejut.
Karena dia sampai tidak menyadari kalau tuan muda sudah ada di depan matanya. Dia merutuki kecerobohannya sendiri karena terlalu asik dengan pikirannya sendiri. Yaitu mengingat tingkah lucu dan imut gadis cantik yang dia selamatkan.
"Tidak ada tuan muda. Aku tadi hanya sedang melihat kelinci imut dan lucu berlarian ketika melihat aku mendekatinya." Jawab Yong berbohong.
Karena tidak mungkin dia berkata jujur didepan tuan muda bisa habis dia diomeli oleh tuan mudanya itu, bahkan bisa bisa dia digantung.
Kalau tadi dia sudah mengambil keuntungan dengan mencium bibir ranum milik gadis cantik yang ditolongnya. Walaupun tindakan itu sebenarnya murni untuk menyelamatkan nyawa gadis itu sendiri.
Yong sangat mengenal karakter tuan mudanya luar dalam. Dia melarang keras bahkan tidak akan segan segan menghukumnya. Kalau ketahuan berbuat tidak sopan terhadap perempuan apalagi sampai berani melecehkannya.
Sebab Changyi Yuwen sangat menghormati perempuan, itu semua karena ibunya dulu selalu berpesan. 'Jangan pernah kau sakiti perempuan manapun. Jika kamu berani menyakiti mereka, itu sama saja dengan kamu menyakiti ibumu ini. Karena perempuan untuk dilindungi bukan untuk di sakiti '.
Biar bagaimana pun saat ini Yong memiliki tubuh manusia dewasa. Jadi dia sudah pasti memiliki nafsu seksualitas terhadap lawan jenis yang menarik hatinya.
Changyi Yuwen bukan berarti melarang Yong untuk tidak boleh berhubungan dengan perempuan. Jika di suatu saat nanti Yong benar benar tertarik dengan wanita dan jatuh cinta Changyi Yuwen pasti akan dengan senang hati mengijinkan Yong untuk menikahinya.
"Benarkah?" Tanya Changyi Yuwen terdengar ragu dengan alasan yang di berikan oleh Yong.
"Benar tuan muda. Tadi ada kelinci imut." Yong meyakinkan Changyi Yuwen dengan alasannya.
"Sejak kapan kamu mulai menyukai kelinci. Dan bisa mengatakan kalau kelinci itu imut. Padahal setahuku kelinci itu makanan favoritmu." Changyi Yuwen tersenyum miring karena bisa menjebak Yong dengan kata katanya sendiri.
Sementara itu Yong yang merasa terjebak dengan kata-katanya sendiri. Berusaha secepat mungkin mencari alasan yang masuk akal menurutnya.
__ADS_1
"Sebenarnya sudah cukup lama aku senang melihat kelinci imut dan lucu. Tetapi karena aku terlalu lapar jadi sampai menyadari kelucuan kelinci. Dan baru sekarang aku menyadarinya tuan muda." Jawab Yong dengan cengengesan seperti biasanya kalau sedang tidak ada masalah serius. Namun jika sedang serius Yong akan menjadi orang yang sangat berbeda, dia sangat bisa untuk di andalkan.
"Benarkah?" Tanya Changyi Yuwen yang masih meragukan jawaban Yong.
Jawaban Yong justru mengundang kecurigaan sendiri bagi Changyi Yuwen. Dia yakin saat ini Yong sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Dia akan mengamati saja selama masalah yang ditimbulkan tidak berdampak buruk. Maka dia tidak akan mempermasalahkan itu yang ada dalam pikiran Changyi Yuwen.
"Benar tuan muda. Sepertinya anda sudah mulai tidak percaya lagi denganku. Hatiku sangat sedih ini, karena tuan muda sudah mulai tidak percaya lagi denganku."
Yong mulai mendramatisir katanya. Sehingga membuat Changyi Yuwen merasa bersalah karena telah menuduhnya berbohong. Bukan Yong namanya jika tidak bisa memutar balikkan keadaan.
"Baiklah kalau begitu. Mari kita kembali ke kamar." Kali ini Changyi Yuwen mengalah. Yong yang melihat tuan muda menyerah dan tidak lagi memperpanjang masalah itu tersenyum puas.
Didalam hatinya berkata, "Yong dilawan. Maaf tuan muda kali ini aku harus berbohong kepada anda. Karena aku masih belum bisa berkata jujur dengan anda."
Mereka berjalan beriringan sambil sesekali mereka tersenyum karena ada perkataan yang lucu yang mengundang tawa mereka. Tidak terasa mereka akhirnya sampai kamar yang disiapkan untuknya.
Pada saat mereka baru saja memasuki kamar. Hidung mereka mencium aroma makanan yang sangat menggugah selera disaat perut mereka keroncongan seperti ini.
Maka mereka kini tertuju pada meja yang ada di tengah ruangan. Ketika mereka pergi meninggalkan tempat itu tadi masih belum ada makanan seperti ini.
Namun saat mereka sudah kembali ke dalam kamar, meja itu sudah di penuhi oleh berbagai macam hidangan yang terlihat menggugah nafsu makan mereka.
"Tuan muda apakah Anda memesan makanan ini?" Tanya Yong pada tuan mudanya. Sementara itu Changyi Yuwen yang mendapat pertanyaan dari Yong hanya menggelengkan kepalanya.
Ketika mereka sudah di depan meja yang dipenuhi oleh makanan. Mata Changyi Yuwen melihat secarik kertas terselip di bawah pirang. Changyi Yuwen segera meraih kertas tersebut dan membacanya.
Silahkan menikmati hidangan ini. Anggap saja ini sebagai hadiah terima kasihku. Karena telah mau datang ke sekte teratai emas dan mau menemui ku.
__ADS_1
^^^Patriak Fang Tao^^^