
Langit cerah tanpa ada sedikit pun mendung yang menutupi awan kala itu. Matahari bersinar terang menunjukkan alam sedang tenang tanpa ada badai.
Seperti itu juga dengan suasana hati Pemimpin sekte teratai emas hari itu. Ketika dia baru saja keluar dari ruangannya dia disambut oleh salah satu tetua sekte dengan membawa sepucuk surat.
Dia sangat penasaran dengan isi dari surat tersebut. Karena tidak biasanya sekte bintang timur mengiriminya surat seperti saat ini.
Maka dengan segera dia membuka serta membaca isi surat tersebut. Setelah membaca isi surat itu, raut muka Patrick Fang Tao nampak berbeda kali ini terlihat berseri-seri.
Menggambarkan bahwa isi dalam surat tersebut adalah kabar yang menggembirakan. Karena semenjak kabar tentang kematian putrinya Fang Yin ibu dari Changyi Yuwen, dia selalu nampak sedih serta tidak ada semangat.
Apalagi cucunya sampai dengan detik ini belum ada kabarnya sama sekali seolah seperti di telan bumi. Membuat hatinya semakin sedih yang berkepanjangan.
Para tetua sekte sebenarnya juga turut sedih dengan kejadian ini, tetapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Hari demi hari berlalu semenjak kematian putri Fang Yin dan menantunya Changyi Jun serta putranya Changyi Yuwen. Dia mengutus para anggotanya untuk mencari keberadaan cucunya.
Para utusan yang diperintahkan mencari keberadaan cucunya selalu membawa kabar buruk. Karena tidak ada satu pun dari mereka yang menemukan Changyi Yuwen.
"Patriak... patriak...." Suara tetua sekte Maoyin, membuatnya tersadar dari lamunan.
"Eh... Hem. Iya. Maaf, tetua Maoyin." Dengan suara sedikit tergagap patriak Fang Tao ketika menjawab panggilan dari tetua Maoyin.
"Apakah ada yang menggangu pikiran Anda saat ini?" Tanya tetua Maoyin dengan penuh selidik karena penasaran. Sebab setelah selesai membaca isi surat itu membuatnya sedikit berbeda.
"Tidak ada tetua Mao. Aku hanya sangat terkejut sekaligus sangat bahagia. Akhirnya semua doa doa ku terjawab...."
__ADS_1
"Maksud anda apa patriak?" Tetua Maoyin tambah semakin bingung di buatnya, ketika mendapat jawaban dari patriak Fang Tao.
Patriak Fang Tao tidak langsung memberikan jawaban atas pertanyaan tetua Maoyin. Tetapi justru mengajaknya masuk ke ruang baca dan mempersilahkannya duduk.
"Bacalah sendiri surat ini...." Patriak Fang Tao menyerahkan surat yang ada di tangannya pada tetua Maoyin.
Ketika tetua Maoyin sedang larut dengan isi surat tersebut patriak Fang Tao menuangkan teh kedalam gelas untuk dirinya sendiri dan tetua Maoyin lalu mempersilahkan meminum teh dihadapannya.
Setelah selesai membaca isi surat itu tetua Maoyin seperti tidak percaya. Seolah tidak mendengar tawaran patriak Fang Tao untuk meminum teh yang sudah di sajikan di hadapannya. "Benarkah ini patriak...."
"Aku pun juga awalnya tidak percaya sama seperti dirimu. Tapi jika dipikir tidak mungkin kan patriak Changyi Jiao mengirimkan kabar yang salah pada kita."
"Kalau benar isi surat ini. Bahwa tuan muda Changyi Yuwen masih hidup berarti ini adalah kabar gembira patriak. Seluruh anggota sekte berhak untuk tahu dan merayakan kabar gembira ini." jawab tetua Maoyin terlihat lebih bersemangat.
Patriak Fang Tao tersenyum bahagia melihat kebahagiaan yang di perlihatkan oleh tetua Maoyin ketika mengetahui cucunya Changyi Yuwen masih hidup.
"Baik. Patriak Fang. Saya mohon undur diri dulu." Pamit tetua Maoyin meninggalkan ruangan Kepala sekte. Karena dia ingin segera mengumpulkan semua anggota sekte untuk mengadakan pertemuan.
Tidak lama setelah semua anggota sekte teratai emas terkumpul. Maka di bahaslah masalah surat dari patriak bintang timur yang pagi ini dia dapatkan.
Beliau mengatakan bahwa Changyi Yuwen masih hidup dan berada di tempat yang aman. Dan saat ini dia sedang belajar ilmu bela diri dibawah bimbingan seorang guru hebat.
Ketika semua anggota sekte teratai emas mendengar kabar tentang Changyi Yuwen terlihat lega serta bahagia. Setelah pembahasan itu selesai, maka diubah lah topik permasalahan yang lain.
"Apakah kalian semua sudah mendengar kabar tentang kelompok serta sekte aliran hitam. Banyak memusnahkan sekte kecil aliran putih dan netral yang tidak mau tunduk pada kelompoknya. Belum lagi kelompok itu tidak segan segan untuk membunuh, merampok serta menculik para gadis gadis untuk di dijual serta di jadikan budak. Para penduduk yang tidak mempunyai ilmu bela diri hanya bisa pasrah ketika masalah itu terjadi karena mereka tidak punya kekuatan untuk melawan."
__ADS_1
Penjelasan yang disampaikan oleh patriak Fang Tao membuat sebagian dari anggota sekte terlihat geram dan marah pada kelompok sekte aliran hitam itu.
"Lalu langkah seperti apa yang harus kita ambil, untuk menghadapi masalah ini patriak...." Tanya salah satu tetua yang ada di dalam ruang pertemuan itu. Sebenarnya bukan dia sendiri yang mempunyai pertanyaan itu. Semua orang yang menghadiri juga ingin menanyakan hal yang sama.
"Sudah cukup lama sekte kita berdiam diri dari dunia persilatan. Sudah waktunya kita terlibat kembali dalam dunia persilatan dan memerangi kelompok ini. Karena tindakan mereka sudah sangat meresahkan dan mengganggu kestabilan dunia persilatan." Patrick Fang Tao menjawab pertanyaan tetua sekte.
"Bagaimana menurut kalian semua? Apakah kalian mempunyai solusi atau mungkin pendapat yang lain." Patrick Fang Tao memberikan pertanyaan kepada para anggota sekte. Siapa tau mereka mempunyai pendapat yang lebih baik untuk di pertimbangkan.
Pertemuan yang diadakan di aula sekte teratai emas akhir mengambil keputusan untuk terlibat dalam kekacauan dunia persilatan saat ini.
#####
Sementara itu di tempat yang berbeda Changyi Yuwen tengah berlatih ilmu pernafasan untuk mengumpulkan tenaga dalam. Ketika Changyi Yuwen sudah mencapai 300 lingkaran tenaga dalam, Kakek Feng Ying memintanya untuk beristirahat sebentar.
"Yuwen'er. Kemari lah!"
"Iya, kek."
Kakek Feng Ying meminta pada Changyi Yuwen untuk duduk di hadapannya. Tanpa banyak bicara dia langsung duduk di hadapan kakek Feng Ying dengan tenang, lalu bertanya karena ada rasa penasaran yang menggangu pikiran nya.
"Maaf. Ada apa, kek...."
Kakek Feng Ying tidak menjawab pertanyaan Changyi Yuwen tapi justru mengeluarkan sebuah buku dari ruang penyimpanan yang dimilikinya. Buku itu memiliki sampul berwarna biru terang dan memiliki ukuran yang cukup tebal, lalu menyerahkan pada Changyi Yuwen yang ada di hadapannya.
"Terima lah ini. Sudah saatnya kamu mempelajari ini. Mengingat saat ini kamu sudah memiliki 300 lingkaran tenaga dalam jadi aku rasa kamu sudah bisa mempelajarinya sekarang."
__ADS_1
"Buku apa ini...." Dia masih merasa bingung dengan buku yang ada di tangannya.
"Buku itu namanya Kitab Penguasa Alam. Isi dalam buku itu mencakup banyak sekali ilmu. Dan kamu harus secepatnya mempelajari semua ilmu yang ada di dalam buku itu." Kakek Feng Ying sedikit menjelaskan isi kitab Penguasa Alam dan meminta Changyi Yuwen untuk mempelajarinya.