
Singkat cerita kakek Lang Gu, Disaat dia terbangun dari tidurnya dia sudah berada di lembah kabut bersama dengan wanita muda yang sangat cantik. Rasanya seperti sebuah mimpi, wanita cantik itu bernama Lien Hua.
Dengan berjalannya waktu akhirnya tumbuh rasa cinta di hati Lien Hua dan Lang Gu sehingga mereka memutuskan untuk menikah dari pernikahan itu lahirlah Lang Yue ibu dari Lang Yu.
Ketika Lang Yue berusia 3 tahun Lien Hua sakit keras nyawanya pun tidak tertolong lagi. Sebelum meninggal dia memberikan sebuah kalung dan liontin yang saat ini dipakai oleh Lang Yu. Dia mengatakan kalau liontin itu adalah kunci masuk ke menara kabut.
Lien Hua awalnya tidak pernah mau menceritakan masa lalunya Lang Gu juga tidak pernah berusaha untuk mengorek masa lalu istrinya seperti apa. Namun disaat dia akan meninggal justru menceritakan kalau sebenarnya dia berasal dari suku mindai yang ada di menara kabut.
Ternyata dia sedang melarikan diri dari sukunya yang menurutnya ceritanya sedang terjadi perebutan kekuasaan. Sebenarnya dia anak dari kepala suku yang sah namun keluarganya di bunuh hanya dia yang bisa selamat.
Setelah kematian Lien Hua, Lang Gu membawa Lang Yue keluar dari lembah kabut mengunakan panduan peta yang dibuat Lien Hua. Lang Gu membawa Lang Yue dan membesarkannya di sekte Tirai Bambu sampai menikah.
Ketika Lang Yue sudah menikah Lang Gu memutuskan diri untuk mundur dari jabatan serta dari dunia persilatan dia ingin menikmati masa tuanya dengan tenang serta damai.
Manusia hanya dapat berencana namun takdir berkata lain, sekarang justru terjebak dalam situasi rumit.
Changyi Yuwen akhirnya mengerti kenapa sekte Gagak Hitam sampai menghancurkan sekte Tirai Bambu karena ingin merebut liontin itu untuk dijadikan kunci masuk menara kabut.
"Jadi tujuan orang orang itu, menyerang anda tadi karena menginginkan liontin yu'er."
__ADS_1
"Anda benar tuan muda."
"Kemanakah tujuan anda setelah ini?"
"Kami ingin pergi ke lembah kabut dan menetap di sana tinggal di sana. Karena saat ini hanya tempat itu yang aku rasa cukup aman untuk kami berdua. Selain ku juga ingin mendidik yuer serta mengajarkan ilmu sekte Tirai Bambu padanya. Karena hanya dia lah satu satunya penerus Sekte Tirai Bambu yang masih ada." Kakek Lang Gu mengutarakan tujuan selanjutnya pada Changyi Yuwen.
"Jika demikian. Maka pesanku berhati hatilah kedepannya. Sepertinya saat ini dunia persilatan sedang bergejolak. Maka pandai pandai lah mengambil sikap...." Changyi Yuwen memberikan pesan perpisahan pada kakek Lang Gu.
Karena besok pagi pagi dia sekali harus melanjutkan lagi perjalanan menuju ibu kota Cang Ling. Akhirnya malam itu Changyi Yuwen berbincang bincang sampai pagi datang.
"Kakek! Apakah kau sudah sembuh?" Tanya Lang Yu ketika dia terbangun dari tidurnya sudah melihat kakeknya duduk tidak jauh dari tempatnya tidur tadi. Sementara itu Changyi Yuwen bersama dengan Yong sudah berangkat melanjutkan perjalanannya.
"Kau sudah bangun yu'er...." Yang Gu langsung menoleh ke arah cucunya yang tiba-tiba berteriak kepadanya.
"Mereka sudah berangkat pagi-pagi sekali karena harus melanjutkan perjalanan, menurut ceritanya dia sedang mendapat tugas penting. Mereka juga titip salam buat yu'er." Jawab kakek Lang Gu sambil menyodorkan ayam bakar untuk sarapan pagi cucunya sebelum melanjutkan perjalanan.
#####
Trang...
__ADS_1
Trang...
Duuuuar...
"Lindungi tuan pangeran!!!" Teriak seorang pria bertubuh kekar yang memakai ziarah pada anak buahnya yang juga memakai baju zirah namun tidak sama dengan yang dipakai oleh pria bertubuh kekar itu.
"Siap jendral. Kami akan lindungi pangeran Tang San." Jawab anak buahnya dengan tegas.
"Besar juga nyalimu sampai berani beraninya menghadang perjalanan kami...." Ucap pria bertubuh kekar itu dengan dingin dalam setiap kata yang terucap selalu ada penekanan disebabkan oleh rasa kesal.
"Jendral Lin Siau. Sudah lama tidak berjumpa. Beginilah caramu menyapa teman lama. Sifatmu dari dulu hingga sekarang masih saja tidak bisa berubah. Selalu saja keras kepala." Jawab seorang pria gagah lainnya namun tidak memakai ziarah seperti pria yang ada di hadapannya.
"Cepat katakan apa tujuanmu yang sebenarnya. Karena tidak mungkin seorang jenderal Wang Yun menghalangi perjalanan kami tanpa ada tujuan yang jelas." Ucap pria yang dipanggil dengan nama jendral Lin Siau dengan lantang.
"Ha... Ha... ini yang aku suka darimu tidak pernah suka basa basi. Aku rasa tanpa aku jelaskan kamu sudah tahu apa yang menjadi tujuanku. Jadi sebagai teman lama dan juga sesama jendral di kekaisaran Zhao ini tidak perlu kita saling menjatuhkan." Jawab pria yang dipanggil jendral Wang Yun.
"Heh.... Jadi benar dugaanku. Tidak mau saling menjatuhkan??? Lalu yang kamu lakukan terhadap ku itu lantas disebut apa!!!" Jawab jendral Lin Siau dengan tersenyum sinis.
"Teman kamu hanya salah paham saja. Coba dengarkan dulu penjelasanku ini, mungkin kamu bisa mengerti." Jendral Wang Yun tidak mau menyerahkan begitu saja untuk memberikan penjelasan kepada teman seperjuangan yang sudah dianggap seperti saudara sendiri.
__ADS_1
Karena memang ada suatu kejadian yang memaksanya harus bertindak lebih jauh sehingga menimbulkan kesalah paham seperti ini. Namun dia melakukan itu demi melindungi sahabatnya itu yang terkenal keras kepala itu.
"Salah paham kamu bilang? Tidak akan ada salah paham jika kamu secepatnya menyingkir dari hadapanku sekarang juga!"