
Kang Lian dan Ye Qianyu kini sudah naik ke atas arena pertandingan. Kedua gadis cantik itu berdiri di tengah arena pertandingan dengan rasa kepercayaan diri tinggi.
Mereka ingin menampilkan permainan terbaiknya dan ingin menjadi pemenang. Agar bisa memasuki babak selanjutnya untuk memperebutkan juara pertama, kedua atau ketiga.
Setelah mendapat aba aba dari wasit kalau permainan sudah di mulai. Kedua gadis itu sudah memasang kuda-kuda sedari tadi saat mendapati aba aba dari wasit maka mereka langsung saja saling menyerang.
Ye Qianyu memilih untuk menyerang lebih dulu, karena biasanya dalam setiap pertarungan orang yang memilih jadi penyerang pertama akan mempunyai kesempatan menang lebih tinggi.
Ye Qianyu menyerang Kang Lian mengunakan pedang teratai miliknya. Di gagang pedang milik Ye Qianyu itu terukir bunga teratai yang sangat indah.
Pedang teratai yang dimiliki oleh Ye Qianyu memiliki kualitas terbaik meskipun bukan pedang pusaka tingkat tinggi. Pedang teratai milik Ye Qianyu memiliki kualitas hampir sama dengan pedang awan milik Changyi Sia.
"Teratai kembar!!!" Gumam Ye Qianyu ketika mulai menyabetkan pedangnya pada Kang Lian.
"Tarian burung phoenix!!!" Gumam Kang Lian ketika menyambut sabetan pedang teratai milik Ye Qianyu.
Benturan pedang milik kedua gadis itu pun tidak dapat terelakkan lagi. Suara pedang beradu terus menerus sehingga memecah keheningan.
Karena semua orang sibuk dengan pikirannya masing masing. Ada yang merasa kagum kebolehan mereka ada yang mengamati untuk bisa mengambil pelajaran dari pertarungan kedua gadis itu.
"Sungguh luar biasa mereka ini...."
"Aku yakin 10 tahun lagi kedua gadis ini bisa masuk menjadi pendekar dewa langit jika melihat kejeniusannya saat ini."
"Diusianya yang masih muda begini saja mereka sudah mencapai puncak pendekar bumi. Bukankah ini merupakan bakat yang sangat langka, bakat yang akan muncul setiap 100 tahun sekali."
"Kamu benar. Bukan hanya ada satu namun ini ada dua lagi. Sungguh beruntung sekali sekte menara salju dan sekte bukit bintang memiliki mereka ini."
Begitulah komentar komentar yang terlontar dari mulut para penonton yang melihat aksi kedua gadis jenius sedang beradu pedang.
Pedang mereka terus saja berbenturan namun tidak menunjukkan tanda-tanda keretakan maupun kerusakan pada pedang tersebut. Itu menandakan kalau pedang yang dimiliki kedua gadis itu memiliki kualitas yang sama atau bahkan lebih baik.
Memang benar pedang yang dimiliki oleh Kang Lian memiliki kualitas terbaik kualitasnya di atas milik Ye Qianyu dan Changyi Sia. Pedang Kang Lian bahkan bisa dikatakan sebagai pedang pusaka meskipun bukan pusaka tingkat tinggi.
__ADS_1
Pedang milik Kang Lian di kenal dengan nama pedang phoenix, Dia mendapatkan dari ayahnya sebagai hadiah ulang tahun ketika dia berumur 12 tahun.
Pedang phoenix ini dulunya digunakan oleh ayahnya yaitu patriak Kang Jiao ketika masa mudanya. Dengan pedang phoenix patriak Kang Jiao mengarungi dunia persilatan di kekaisaran Zhao. Sehingga membuat nama besarnya sebagai seorang pendekar yang cukup disegani hingga sekarang ini.
Dua pedang pusaka terus berbenturan dengan kuat sehingga menimbulkan ledakan ledakan kecil serta percikkan percikkan cahaya karena energi pedang tersebut.
Orang orang yang melihatnya pertandingan ini terus berdecak kagum pada kedua gadis yang tengah bertarung dengan sengit itu.
Pertandingan cukup seimbang, jurus demi jurus terus mereka kerahkan sampai tidak terasa pertarungan mereka telah berlangsung lebih dari 20 menit. Entah sudah berapa puluh jurus telah mereka keluarkan.
Ye Qianyu dan Kang Lian sama sama mundur beberapa langkah kebelakang ketika serangan terakhir mereka lakukan.
Nafas mereka mulai tidak beraturan, keduanya sama-sama mulai menstabilkan pernafasan mereka dan sedikit meregangkan otot otot yang sedikit tegang, karena terus menerus melakukan serangan maupun bertahan dari serangan lawan.
Pertarungan antara Kang Lian dan Ye Qianyu bisa dikatakan pertarungan paling sengit selama pertandingan turnamen pendekar berlangsung.
Karena mereka sama sama memiliki keahlian dan ilmu beladiri yang seimbang, jadi sangat sulit untuk menebak siapa yang akan menjadi pemenang karena mereka berdua memiliki peluang kemenangan yang sama.
Kekalahan bisa saja terjadi hanya karena kesalahan kecil, sedikit saja mereka salah mengambil langkah maka bisa berakibat kekalahan. Faktor selanjutnya yang bisa menyebabkan kekalahan yaitu
Kali ini Kang Lian yang menyerang lebih dulu, dengan gerakan sangat lincah. Sekilas orang orang yang melihat gerakan lincah, lembut namun mematikan dari ilmu pedang tarian burung phoenix adalah sebuah tarian pedang karena keindahan gerakannya.
Ye Qianyu menyambut serangan pedang Kang Lian, gerakannya pun sangat lincah dan tidak kalah gesit dengan gerakan Kang Lian.
"Traaang...."
"Traaang...."
"Traaang...."
Pedang mereka pun terus menerus berbenturan, puluhan jurus telah mereka mainkan dengan sangat baik.
Sedikit demi sedikit stamina yang dimiliki oleh Ye Qianyu sudah mulai menurun, karena terus mendapat tekanan dan harus berkonsentrasi penuh. Sehingga cepat membuat kelelahan fisik maupun mentalnya, namun stamina yang dimiliki oleh Kang Lian masih cukup stabil.
__ADS_1
Pelan pelan namun pasti Kang Lian mulai bisa mendesak Ye Qianyu yang terus-menerus pada posisi bertahan. Kang Lian terus menerus menyerang Ye Qianyu bahkan menambah semakin menambah kecepatan serta kekuatannya.
Kang Lian berfikir ini adalah kesempatan baik baginya jadi dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk bisa meraih kemenangan. Karena kesempatan kadang tidak akan datang untuk kedua kalinya.
Serangan demi serangan terus membuat Ye Qianyu pada posisi yang tidak menguntungkan dirinya. Namun dia tidak punya pilihan lain selain terus saja bertahan dari serangan Kang Lian yang semakin gencar kearahnya.
"Traaang...."
"Traaang...."
"Duk!!" Suara tendangan mengenai tubuh Ye Qianyu. Karena Kang Lian melihat ada celah terbuka di dada lawan maka dia mengunakan tendangan kakinya mengincar celah tersebut.
"Akh!!!" Suara pekikan tertahan ye Qianyu ketika dadanya terhantam kaki Kang Lian.
Tidak sampai di sana Kang Lian masih melihat lagi Ye Qianyu memperlihatkan celah lainnya. Karena dia kehilangan konsentrasinya akibat tendangan telak dari Kang Lian.
"Duk!!" Kali ini kaki kanan Kang Lian mengarah pada tangan Ye Qianyu sehingga pedang yang ada dalam genggaman tangannya terlepas.
"Akh!!" Kali ini pekikan ye Qianyu cukup keras.
"Klontang...."
Pedang teratai miliknya pun terjatuh kelantai karena tangannya sudah tidak mampu menggenggam erat pedang tersebut. Tangannya masih terasa kebas karena tendangan Kang Lian.
"Bruuuk!!"
Ye Qianyu jatuh tersungkur kelantai karena tidak mampu lagi mempertahankan keseimbangan tubuhnya karena kelelahan serta mengalami cidera akibat serangan Kang Lian.
Kang Lian masih mengambil jarak dari Ye Qianyu terjatuh, meskipun saat ini dia terlihat baik baik saja dan masih bisa berdiri dengan tegak. Sebenarnya saat ini dia juga mengalami kelelahan yang sama seperti Ye Qianyu, namun dia sekuat tenaga untuk bertahan.
Wasit tetua Li Jian mendekat ke arah Ye Qianyu dan memeriksa kondisi gadis itu. Tidak lama kemudian wasit tetua Li Jian mengumumkan kalau pertandingan kali ini dimenangkan oleh Kang Lian dari sekte menara salju. Setelah mendapat keputusan dari wasit tetua Li Jian Kang Lian bisa bernafas lega.
Kang Lian berjalan menuju Ye Qianyu berada lalu membantu berdiri.
__ADS_1
"Maafkan aku. Saudara Qianyu karena melukai mu." Ucap Kang Lian dengan rasa menyesal serta di wajahnya terlihat bersalah, sambil menuntun Ye Qianyu turun dari atas arena.
"Tidak apa apa saudara Lian. Hal seperti ini sudah biasa terjadi. Jadi jangan merasa bersalah seperti ini." Ye Qianyu menjawab perkataan Kang Lian dengan lembut serta tersenyum meskipun ada rasa sakit yang masih belum hilang.