
Ketika mereka sampai di tempat peristirahatan Changyi Yuwen dan Yong mendapatkan satu kamar yang lumayan besar jika dibandingkan dengan tempat peristirahatan yang lainnya.
"Tuan muda itukah kakek Anda?" Tanya Yong pada Changyi Yuwen yang tengah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Heem!" Changyi Yuwen menjawab pertanyaan Yong hanya dengan gumam saja.
"Kapan rencana anda menemui beliau?"
"Nanti saat pengawal keluarga bangsawan Bao itu menemuinya aku akan ikut."
"Apakah aku perlu ikut juga tuan muda?"
"Terserah kamu saja. Kamu ikut boleh tidak ikut juga tidak apa? Memangnya kenapa kamu bertanya demikian?"
"Hee hee. Karena aku ingin melihat lihat sekte ini tuan muda. Karena aku melihat banyak sekali gadis cantik di sekte ini." Jawab Yong cengengesan. Changyi Yuwen yang melihat tingkah Yong hanya geleng-geleng kepala.
"Ingat jangan macam-macam dengan mereka. Kalau sampai aku mendengar kabar kamu berbuat yang tidak-tidak aku akan menggantung mu."
"Beres tuan muda. Aku tidak akan macam-macam dengan mereka. Aku hanya ingin bersenang-senang saja."
"Kau....!!" Seru Changyi Yuwen ketika mendengar jawaban Yong.
Ketika Changyi Yuwen ingin melanjutkan perkataannya Yong sudah pergi meninggal kamar. Sebelum Changyi Yuwen melanjutkan kata-katanya karena dia tidak ingin mendengar omelan Changyi Yuwen.
Changyi Yuwen yang tengah merebahkan diri di atas tempat tidur sedang memikirkan banyak hal. Sebenarnya tubuhnya tidak merasakan kelelahan sama sekali meskipun menempuh perjalanan dengan menunggangi kuda selama tiga hari.
Dia hanya ingin memanfaatkan waktu luang saja sebelum pergi menemui kakeknya bersama dengan pengawal Hui Min. Changyi Yuwen memikirkan cara untuk memberi tahu identitasnya tanpa mengundang perhatian banyak orang.
Sementara itu Yong berjalan jalan dia ingin mengelilingi sekte kakek tuan mudanya. Ketika dia tengah asyik berjalan sambil melihat pemandangan yang indah.
__ADS_1
Karena di sekte teratai emas ini ada sebuah danau indah airnya yang jernih dan banyak sekali ditumbuhi bunga teratai. Menambah kesan asri dan nyaman untuk dipandang.
Pada saat pandangan matanya tengah menikmati keindahan alam yang terbentang di hadapannya. Yong dikejutkan oleh suara perempuan berteriak minta tolong, suara itu terdengar tidak jauh dari tempat berdiri.
"Tolong! Tolong!" Suara seorang perempuan sedang meminta pertolongan.
Dengan ketajaman indranya Yong bisa dengan cepat menemukan asal suara itu. Ketika pandangan matanya tertuju pada asal suara itu, betapa terkejutnya Yong. Karena dia melihat seorang gadis cantik hampir tenggelam di dalam danau itu.
Dengan gerakan sangat cepat Yong berlari mendekat kearah gadis yang tenggelam itu. Ketika Yong sudah dekat dengan gadis itu, tubuh gadis itu sudah tidak bisa mengapung di atas air lagi. Yong dengan cepat melompat kedalam danau, dan berusaha secepatnya meraih tubuh gadis yang sudah mulai jatuh kedalam dasar danau.
Yong meraih tangan gadis itu dan tangan gadis itu pun tertangkap. Namun saat Yong ingin menariknya keatas pegangan tangan Yong pada gadis itu terlepas. Mengakibatkan tubuh gadis itu kembali bergerak turun ke arah dasar danau.
Yong yang merasakan pegangan tangannya pada gadis itu lepas, Dia kembali berenang kebawah untuk meraih tubuh gadis itu. Kali ini Yong memeluk pinggang gadis itu agar tidak terlepas kembali. Yong dengan sekuat tenaga berusaha naik keatas permukaan danau.
"Huaah... Huaah... Huaah..." Nafas Yong terengah-engah karena dia hampir 15 menit menahan nafas di dalam air. Ketika Yong keluar dari dalam danau nafas Yong juga sudah hampir mencapai batasnya.
Setelah dia berhasil menetralkan nafasnya Yong membawa tubuh gadis itu ke tepi danau. Yong mengangkat tubuh gadis itu dan membaringkan di atas batu besar yang memiliki permukaan rata. Agar tubuh gadis itu nyaman.
Yong berusaha untuk memompa jantung gadis itu dengan menekan nekan dadanya. Yong melakukan itu beberapa kali namun tubuh gadis itu tidak menunjukkan reaksi apapun. Yong yang tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan gadis itu menjadi frustasi sendiri.
Ketika dia sedang berfikir bagaimana cara menolong gadis itu untuk sadar. Dalam pikiran Yong terlintas ide gila yaitu dengan membuat nafas buatan. Karena tidak ada pilihan lain lagi, maka Yong mencoba membuat nafas buatan pada gadis itu.
Sebenarnya dalam hati Yong ada rasa bersalah karena berbuat seperti itu, namun dia melakukan itu demi menyelamatkan nyawanya. Bukan ingin bertindak yang tidak senonoh pada gadis itu.
Beberapa kali Yong memberikan nafas buatan lalu memompa jantungnya. Dia melakukan hal itu sampai berulang kali. Saat setelah Yong membuat nafas buatan gadis itu terbatuk-batuk sambil memuntahkan air dari mulutnya.
Saat melihat gadis itu sudah sadar Yong bernafas lega. Karena tidak sia-sia dia memberikan nafas buatan tadi. Walau dalam hati Yong tersenyum senang karena telah mengambil keuntungan dari seorang gadis.
Lagi pula itu juga pengalaman pertamanya mencium bibir seorang gadis dalam wujud manusia. Walaupun dalam wujud siluman harimau Yong juga belum pernah berhubungan dengan siluman betina manapun.
__ADS_1
"Syukurlah kau selamat." Ucap Yong sambil tersenyum lembut pada gadis itu.
Sementara itu sang gadis nampak kebingungan, karena yang ada dalam ingatan terakhir kali dia sedang terjatuh kedalam danau dan berakhir tenggelam karena tidak bisa berenang.
"Tidak usah bingung seperti itu. Kamu masih hidup." Yong berkata demikian karena melihat gadis itu kebingungan.
"Apakah Anda yang menolong saya?" Tanya gadis itu pada Yong dia masih belum menyadari kalau bajunya terbuka karena memang Yong yang membukanya.
"Memangnya di sini ada orang lain lagi selain aku." Tanya Yong sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Anda...." Gadis itu tidak melanjutkan kata-katanya karena Yong sudah memotong perkataan gadis itu lebih dulu.
"Kamu yakin tetap ingin seperti itu? Didepan pemuda polos sepertiku ini." Ucap Yong dengan senyuman penuh makna.
"Aku... Apa!!!" Teriaknya gadis itu ketika baru menyadari kondisi tubuhnya.
"Kenapa teriak?" Tanya Yong seperti orang tanpa ada rasa malunya.
Awalnya gadis itu merasa bingung dengan perkataan Yong. Namun ketika dia melihat tubuhnya sendiri betapa terkejutnya dia. Karena tubuh bagian sensitifnya terbuka dan memperlihatkan dua gunung kembar miliknya. Bajunya pun terlihat acak acakan.
Dengan cepat gadis itu menutupi tubuhnya yang terbuka dengan bajunya yang masih basah. Gadis itu mukanya langsung memerah karena menahan rasa malu yang tiada tara. Karena tubuhnya yang paling sensitif dilihat oleh pria.
Yong yang melihat tingkah gadis itu hanya tersenyum karena menurutnya tingkah gadis itu sangat lucu. Andaikan saja gadis itu tau kalau Yong tadi sudah beberapa kali mencium bibirnya. Mungkin gadis itu akan bereaksi berbeda. Bisa jadi dia akan mendapat tamparan dari gadis itu.
"Bagaimana apa perlu aku bantu merapikan pakaianku itu?" Tanya Yong ingin menggoda gadis itu lebih jauh.
"Ti... Tidak! Terima kasih." Jawab gadis itu gugup dengan muka merah padam, karena mendapat pertanyaan dari pemuda tampan yang telah menolongnya.
Gadis itu pun langsung berlari menjauh dari Yong berdiri. Dia ingin secepatnya pergi meninggalkan tempat itu karena merasa sangat malu dengan penampilan seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa lari. Apa kamu yakin tidak memerlukan bantuan dari ku?" Ucap Yong semakin menggoda. Namun gadis itu tetap terus berlari tidak memperdulikan perkataan dari Yong lagi.
Lain lagi dengan Yong yang merasa sangat senang karena melihat tingkah lucu gadis itu. Dengan mengunakan tenaga dalamnya Yong menghangat suhu tubuhnya dan mengeringkan jubahnya yang basah karena menolong gadis cantik.