
Setelah semua persiapan turnamen pendekar muda selesai, maka babak pertama pun segera dimulai dan kedua peserta mulai naik ke atas panggung area karena namanya beserta nomor urutannya di panggil oleh panitia turnamen.
Kali ini yang maju pertama adalah seorang gadis bernama HongYun yang berusia kurang lebih 18 tahun. Gadis ini menggunakan senjata tombak, gadis ini terlihat sangat energik dari gerakannya gadis ini masuk pada tingkat pendekar bumi tahap awal.
Sementara itu lawannya bernama LiangSong seorang pemuda yang berusia kurang lebih 20 tahunan. Dia menggunakan senjata pedang panjang, pemuda ini terlihat sangat ber bakat.
Karena di usia nya yang masih 20 tahunan dia sudah bisa mencapai pendekar langit tingkat ahli. Semua itu sudah bisa menunjukkan betapa berbakat nya dia, di dalam mempelajari ilmu beladiri padahal pemuda itu pendekar bebas yang tidak tergabung dalam sekte.
Andaikan saja pemuda ini tergabung dalam sebuah sekte, mungkin ini tidak akan mengherankan karena itu hal yang umum. Sebab dalam sebuah sekte menengah atau besar banyak sekali jenius jenius muda.
Setelah semua persiapan selesai, akhirnya wasit pun menggumumkan bahwa pertandingan turnamen pendekar muda akan segera dimulai.
Kali ini kedua peserta sudah saling berhadapan dan akan menunjukkan kebolehan masing-masing dan menentukan siapa yang pantas menjadi pemenangnya.
Pertandingan kali ini tidak berlangsung lama, karena perbedaan kekuatan dari kedua peserta cukup mencolok serta sudah dapat ditebak siapa yang akan menjadi pemenangnya, dan kali ini pertandingan dimenangkan oleh LiangSong.
Pertandingan demi pertandingan pun terus saja berlanjut dari dua arena pertandingan yang ada. Tidak terasa pertandingan pun kini sudah mencapai babak ketiga yaitu semifinal final mencari 4 calon juara.
Yaitu dua peserta dari regu arena pertandingan A diwakili oleh Changyi Yuwen dan LinZhu dan dua peserta dari regu arena pertandingan B diwakili oleh Yong dan SieHan.
LiangSong meskipun dia seorang pemuda jenius dan mempunyai kemampuan tinggi ternyata tidak bisa lolos sampai babak semifinal karena dia dikalahkan oleh peserta turnamen yang lain.
Babak ketiga atau babak semifinal pun dimulai. Kali ini yang maju pertama adalah Yong menghadapi peserta turnamen yang bernama LinZhu seorang pemuda tampan menggunakan senjata kipas.
LinZhu langsung menyerang Yong setelah wasit mengumumkan pertandingan dimulai. Karena dalam pertandingan bagi siapa saja yang menyerang duluan akan mendapatkan keuntungan.
__ADS_1
LinZhu mendaratkan sebuah tendangan kearah perut Yong. Dengan sigap Yong menangkis serangan itu menggunakan kedua tangan nya untuk menepis kaki LinZhu.
Dan di kesempatan yang sama Yong memberikan serangan balik ke arah LinZhu yaitu dengan sedikit melompat ke atas serta mendaratkan tendangan memutar sasaran nya adalah tubuh bagian atas LinZhu.
Setelah serangannya dapat di patahkan oleh lawan LinZhu berusaha untuk menarik diri dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Belum sempat tubuhnya mendapatkan keseimbangan penuh serangan lawan sudah datang menyerang.
Dengan segala kemampuan yang di miliki LinZhu berusaha untuk menghadapi serangan yang datang menyerang nya.
Pada saat benturan itu terjadi tubuh LinZhu termundur beberapa langkah kebelakang dan dadanya terasa nyeri. Akibat terkena tendangan Yong, dan membuat nya terbatuk-batuk serta dari sudut bibirnya keluar darah segar akibat luka dalam.
Meskipun sudah mengalami luka dalam LinZhu tetap tidak mau menyerah. Kali ini dia mengunakan senjata kipas, Dia mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar ke kipas nya hingga muncul sebuah kilatan cahaya petir.
"Petir halilintar pemecah awan...." pekik LinZhu. Sambil mengarahkan kipasnya yang sudah dipenuhi oleh energi petir.
"Harimau buas menguasai gunung...." Yong mengerahkan tehnik tingkat tinggi yang dimilikinya.
Meskipun termundur beberapa langkah Yong masih bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Tidak demikian dengan LinZhu akibat dari benturan itu tubuh LinZhu terjatuh dalam posisi terduduk. Luka dalam yang dialami nya pun kini bertambah parah.
Wasit menunggu beberapa saat namun tidak ada lagi tanda tanda perlawanan. Akhirnya wasit pun mengumumkan bahwa pertandingan kali ini di menangkan oleh Yong.
Sementara itu diarena A, Changyi Yuwen namanya di panggil untuk naik ke atas arena pertandingan. Kali ini lawan Changyi Yuwen adalah seorang pemuda gagah yang tadi sempat dia lihat ada di samping walikota HuangAn.
Panitia turnamen menyebutkan nama pemuda itu dengan nama SieYu. Itu artinya pemuda tersebut putra dari walikota HuangAn SieHan.
SieYu jika dilihat sekilas pemuda ini sangat berbakat dalam ilmu beladiri. Tatapan matanya sangat tajam, mendominasi dan mengintimidasi lawan yang ditatapnya. Itu semua disebabkan oleh 2 aura yang dimiliki nya yaitu aura kehidupan dan aura pembunuh yang tidak ditutupi dan terkesan memamerkan nya.
__ADS_1
Tetapi semua itu tidak akan berdampak apa pun bagi Changyi Yuwen yang sudah memiliki 3 aura ( aura kehidupan, aura pembunuh dan aura naga ) yang jauh lebih kuat jika di bandingkan dengan pendekar pada umumnya.
Changyi Yuwen memang sengaja menyembunyikan ketiga aura yang dimiliki untuk tidak menarik perhatian lawan. Jadi SieYu melihat Changyi Yuwen seperti pemuda lemah hanya memiliki sedikit keahlian ilmu beladiri.
"Apakah kalian sudah siap?" Tanya wasit sebelum mengumumkan pertandingan akan segera dimulai.
SieYu dan Changyi Yuwen tidak menjawab pertanyaan wasit tetapi mereka hanya menganggukkan kepalanya hampir bersamaan sebagai tanda bahwa mereka sudah siap.
"Pertandingan SieYu melawan Changyi Yuwen dimulai...." Ucap wasit diikuti oleh suara peluit panjang bertanda permainan sudah di mulai.
Changyi Yuwen mengeluarkan pedang naga putih dari sarungnya. Changyi Yuwen memang dari awal sudah mengeluarkan pedang naga putih dari gelang mustika dewa, agar tidak menarik perhatian orang orang.
SieYu pun tidak mau ketinggalan, dia juga langsung mengeluarkan pedang miliknya. Kini tangan nya sudah menggenggam sebilah pedang mengkilap karena pantulan sinar matahari yang cukup terik hari ini.
Mereka maju dan saling menyerang, keduanya menunjukkan kebolehan masing-masing. Tidak terasa pertandingan sudah berlangsung lebih dari sepuluh menit dan sudah lebih dari puluhan jurus mereka keluarkan.
Nampak nya pertandingan kali ini cukup seimbang, karena belum ada salah satu dari mereka yang terluka ataupun termundur. Ketika pertandingan sudah mencapai 30 menit kemudian, deru nafas SieYu sudah mulai tidak beraturan.
Sementara itu deru nafas Changyi Yuwen masih tetap stabil tidak ada perubahan sama sekali. Dia sangat bersyukur ini semua berkat latihan keras yang diajarkan oleh kakek FengYing beberapa tahun terakhir.
Awalnya pertandingan antara Changyi Yuwen dan SieYu berimbang, tetapi kini sedikit demi sedikit Changyi Yuwen mulai mendominasi lawan dan sekarang pun dia mulai menekan SieYu.
SieYu pun akhirnya mengeluarkan kemampuan serta tehnik terbaik yang dimilikinya untuk menekan balik Changyi Yuwen. Changyi Yuwen pun juga mengeluarkan tehnik pedang tingkat tinggi miliknya yang ber- elemen angin.
Benturan tehnik pedang tingkat tinggi itu menimbulkan suara ledakan besar serta membuat SieYu terpental cukup jauh hingga keluar dari arena pertandingan. Sementara itu Changyi Yuwen meskipun tidak sampai terpental akan tetapi tangannya yang menggenggam pedang naga putih sedikit bergetar.
__ADS_1
Dengan demikian pertandingan Changyi Yuwen melawan SieYu dimenangkan oleh Changyi Yuwen. Sesuai dengan rencana mereka pertandingan kali ini di menangkan oleh Changyi Yuwen dan Yong.
Tidak perduli siapapun nanti yang menjadi juara 1 dan 2. Mereka berdua sudah dapat dipastikan mewakili turnamen pendekar muda di kola CangLing sebagai utusan dari kota HuangAn.