
Dengan gerakan cepat Changyi Yuwen dan Yong langsung menghentikan langkahnya. Karena jika terlambat sedikit saja berhenti maka tubuh kekar mereka sudah dapat dipastikan menabrak tubuh perempuan renta yang ada di hadapannya saat ini.
"Huuff...! Untung saja gerak refleksku masih berfungsi dengan baik!" Gerutu Changyi Yuwen dari dalam hatinya, ketika dia berhasil berhenti tepat waktu.
"Maaf Nek. Kenapa nenek berhenti mendadak? Apakah ada sesuatu yang penting Nek?" Tanya Changyi Yuwen dengan raut muka yang sedikit penasaran.
"Apakah kalian seorang pendekar?" Tanya perempuan tua pemilik penginapan dengan mata berbinar binar seperti mendapatkan harapan agar bisa keluar dari permasalahan yang membelenggu kota mereka saat ini.
"Apakah nenek membutuhkan bantuan dari seorang pendekar? Mungkin kami bisa membantu!" Kali ini Yong bertanya karena penasaran.
"Jadi benarkah kalian pendekar!!" Tanya nenek pemilik penginapan dengan antusias.
"Boleh dibilang seperti itu. Sekarang tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan kota ini. Agar kami bisa membantu serta mencarikan solusi terbaik." Tanya Changyi Yuwen.
Sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Changyi Yuwen, nenek pemilik penginapan itu mengajak dua pemuda yang ada di hadapannya itu untuk duduk. Akhirnya mereka bertiga duduk di bangku yang ada di lantai dua tidak jauh dari tempat mereka berhenti tadi.
Nenek pemilik penginapan itu menceritakan semuanya yang terjadi mulai dari awal hingga sampai situasi sekarang ini.
Berdasarkan cerita dari nenek pemilik penginapan yang mengatakan kalau dia bernama Yun, Kota ini dahulunya adalah kota yang sangat aman, ramai dan tenteram.
Hingga suatu ketika muncullah seorang gadis cantik berpenampilan aneh tidak seperti gadis pada umumnya. Karena dia memakai pakaian yang tidak lazim digunakan oleh para penduduk kekaisaran Zhao.
"Gadis itu pun berbicara dengan menggunakan bahasa yang tidak kami mengerti. Karena gadis itu datang ke kota ini dengan menunggangi hewan buas yaitu seekor singa bermata biru mencolok. Dia menunggangi hewan buas itu seperti dia menunggangi kuda pacuan jinak. Para penduduk kota ChangLi merasa sangat ketakutan dan seperti terintimidasi oleh kehadiran mereka." ucapan nenek Yun mengakhiri ceritanya.
Para penduduk kota ini menganggap gadis dan hewan buasnya sebagai ancaman yang harus disingkirkan. Maka para penduduk kota ChangLi mencari cara untuk mengusir gadis cantik itu beserta dengan hewan buasnya.
__ADS_1
Dari sini lah kesalahan fatal dari penduduk kota ChangLi di mulai. Dengan tipu muslihat penduduk kota ChangLi memberikan jamuan makan kepada gadis dan hewan buasnya.
Setelah menyantap jamuan makan yang di siapkan oleh penduduk kota ChangLi, tidak lama kemudian gadis itu meregangkan nyawa karena didalam makanan itu telah dibubuhi racun yang mematikan.
Darah keluar dari telinga, hidung dan mulut gadis dan hewan buas peliharaannya. Gadis itu mengunakan kalung yang berliontin giok berbentuk kepala singa. Dan para penduduk kota ChangLi menguburkan jasad gadis dan hewan buasnya.
Ternyata tanpa mereka sadari gadis dan hewan buas yang telah di bunuh oleh penduduk kota ChangLi itu adalah putri dari raja manusia rimba yang tinggal di pedalaman gunung yang ada di kekaisaran Zhao.
Beberapa hari semenjak kejadian itu, muncullah segerombolan hewan buas serta orang orang yang berbadan tinggi besar dan terlihat beringas memasuki kota ini. Mereka datang ke kota ChangLi untuk membalas dendam atas kematian putri dari raja manusia rimba.
Mereka memporak porandakan kota Changli ini serta membunuh semua orang yang terlihat di dalam kota ChangLi, sampai tidak ada yang tersisa.
Para penduduk kota yang masih selamat memutuskan untuk pindah dari kota ini untuk menyelamatkan diri. Mereka berpikir jika mereka tetap tinggal di kota ini, maka keselamatan mereka terancam.
Setelah mendengarkan keseluruhan cerita yang diberikan oleh nenek Yun. Changyi Yuwen menyadari begitu buruknya situasi kota ChangLi saat ini.
Changyi Yuwen kini menatap Yong yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam. Sementara itu Yong yang ditatap hanya menghembukan nafasnya dengan kasar.
Yong menyadari hewan buas berbentuk singa bermata biru mencolok itu adalah siluman singa bulan. Berarti orang orang yang dimaksud adalah manusia rimba.
Karena hanya suku manusia rimba lah yang mampu mengendalikan siluman buas seperti mengendalikan hewan ternak. Dengan menggunakan teknik khusus para manusia rimba bisa membuat hewan buas menjadi jinak.
Sementara kalung giok berbentuk kepala singa bulan itu menunjukkan identitas kalau gadis yang dibunuh penduduk kota ChangLi adalah putri bangsawan yaitu putri dari raja manusia rimba.
"Ini benar benar buruk!!"
__ADS_1
Gumam Yong sedikit keras jadi bisa terdengar jelas oleh Changyi Yuwen dan nenek Yun. Sambil menggelengkan kepalanya lalu Yong melanjutkan ucapannya.
"Gadis yang kalian bunuh itu adalah putri bangsawan yaitu putri dari raja manusia rimba. Mereka tidak akan berhenti membunuh sampai mereka merasa puas, karena telah membalaskan dendam atas kematian putri kepala suku mereka."
"Jika tebakanku benar. Maka saat ini mereka pasti akan menyerang dan menghancurkan kota yang lain yang ada di sekitar kota ChangLi ini...."
"Apakah ada kota lain yang tidak jauh dari kota ChangLi ini?" Tanya Yong pada nenek Yun.
"Ada. Kota itu bernama kota HuangSu di sisi barat dan kota HuangAn di sisi utara. Jika ditempuh dengan menggunakan kereta kuda tercepat maka akan membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu perjalanan...." Nenek Yun menjawab pertanyaan Yong dengan tegas dia menyadari bahayanya situasi saat ini. Nenek Yun tidak menyangka keadaan akan menjadi seserius ini.
Menyadari begitu serius dan berbahaya serangan manusia rimba dan hewan buasnya. Jika serangan itu benar benar terjadi maka akan banyak sekali orang orang yang tidak bersalah menjadi korban keganasan suku manusia rimba.
Maka saat itu juga Changyi Yuwen dan Yong berpamitan pada nenek Yun. Mereka memutuskan untuk pergi ke kota HuangSu secepat mungkin.
Changyi Yuwen menggenggam tangan Yong lalu dia mengaktifkan ilmu teleportasi menuju kota HuangSu. Dalam hitungan detik mereka sudah berpindah tempat dari kota ChangLi ke kota HuangSu.
Ternyata tebakan Yong benar, saat kaki mereka menginjakan tanah di kota HuangSu. Kota itu tengah terjadi kerusuhan besar yang disebabkan oleh manusia rimba yang menunggangi hewan buas membantai para penduduk kota HuangSu tanpa ampun.
Mereka membunuh siapa saja tidak perduli entah itu anak anak, orang tua, mau dia laki laki atau pun perempuan semua dibunuh tanpa rasa belas kasih.
Ini benar benar kejam, Changyi Yuwen dan Yong yang melihat kejadian itu didepan matanya, langsung merapatkan gigi menahan amarahnya.
Changyi Yuwen langsung mengeluarkan pedang naga dari gelang mustika dewa dan langsung melompat ketengah tengah lautan manusia rimba serta hewan buasnya.
Begitu juga dengan Yong, dia tidak mau ketinggalan langsung saja ikut melompat dekat dengan Changyi Yuwen yang berdiri di tengah lautan manusia beringas.
__ADS_1