
Setelah beberapa kali menimbang baik buruknya jika dia menemui kakeknya di sekte teratai emas. Dia sangat yakin kalau kakeknya pasti merasa kehilangan karena tidak bisa bertemu kembali dengan cucu satu satunya.
Akhirnya Changyi Yuwen membulatkan tekad kalau dia akan menemui kakeknya di sekte teratai emas. Karena dia ingin memberitahukan sendiri kalau dia masih hidup, selain itu indentitasnya sebagai bocah pemilik aura naga masih belum ada yang mengetahui.
Jadi ini adalah kesempatan yang tidak akan datang dua kali, dengan mengikuti rombongan keluarga bangsawan Bao maka tidak ada yang banyak menaruh curiga tentang indentitasnya.
Ketika semua tawanan sudah selesai di bebaskan dan kini mereka membantu mengumpulkan para mayat yang ada di dalam markas utama organisasi itu.
Sebenarnya mereka enggan melakukan hal tersebut, jika tidak mengingat kalau mayat itu di biarkan saja akan menimbulkan wabah penyakit.
Mereka akan lebih memilih membiarkan mayat-mayat itu untuk menjadi santapan binatang buas atau dibiarkan membusuk karena orang orang seperti mereka tidak layak mendapatkan pemakaman.
Pengawal keluarga bangsawan Bao dan orang orangnya melaksanakan perintah dari Changyi Yuwen untuk mengumpulkan mayat itu menjadi beberapa titik. Setelah beberapa jam kemudian mereka kembali menemui Changyi Yuwen yang berada di dalam ruangan kepala organisasi.
Changyi Yuwen mencari informasi tentang sekte kalajengking hitam siapa tau mereka mempunyai hubungan. Mengingat mereka sama-sama berada di aliran hitam.
Namun sayangnya Changyi Yuwen tidak menemukan informasi apa pun tentang sekte kalajengking hitam didalam ruangan kepala organisasi bandit tengkorak hitam.
"Tuan pendekar. Kami sudah selesai mengumpulkan semua mayat-mayat yang ada di dalam markas utama organisasi ini sesuai dengan permintaan anda." Ucap pengawal keluarga bangsawan Bao pada Changyi Yuwen ketika sudah di ijinkan masuk oleh Changyi Yuwen.
"Baik. Terima kasih." Jawab Changyi Yuwen sambil berlalu meninggalkan ruangan itu. Karena dia tidak dapat menemukan apa yang dicarinya jadi lebih baik meninggalkan tempat tersebut. Karena jika tinggalkan lebih lama pun tidak ada gunanya.
Pengawal keluarga bangsawan Bao mengikuti Changyi Yuwen dari belakang. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di titik pertama tempat pengumpulan mayat. Changyi Yuwen yang melihat gunung mayat yang ada di hadapannya, hanya mendesah panjang.
Tanpa banyak bicara dia mengibaskan tangannya lalu muncul bara api putih kebiruan. Api itu langsung membakar gunung mayat itu dengan cepat.
Tidak tau entah sekuat apa api berwarna putih kebiruan itu, sehingga hanya dalam waktu sekejap saja. Mayat mayat itu sudah menjadi serpihan abu. Dan hanya menyisakan aroma tulang dan daging yang gosong karena terbakar.
Tubuh pengawal keluarga bangsawan Bao terasa menggigil saat melihat tindakan Changyi Yuwen membakar gunung mayat itu. Perutnya langsung seperti di aduk aduk, karena tidak kuat melihat pemandangan yang sangat mengerikan di depan matanya.
__ADS_1
Pengawal itu memuntahkan semua isi perutnya, setelah melihat kejadian itu mungkin dia akan membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menghilangkan rasa traumanya.
Changyi Yuwen tidak perduli dengan reaksi orang orang yang melihatnya. Setelah selesai dititik pertama menuju ke titik selanjutnya. Dia melakukan hal serupa sampai gunungan mayat itu terbakar habis. Ketika Changyi Yuwen baru saja selesai membakar mayat yang ada pada titik terakhir terlihat Yong berjalan mendekat ke arahnya.
"Tuan muda. Aku menemukan gudang penyimpanan harta di dalam markas utama organisasi bandit tengkorak hitam. Apakah tuan muda ingin melihatnya?"
"Baik. Tunjukkan dimana arahnya."
Yong pun mengantar Changyi Yuwen ke tempat gudang penyimpanan harta milik organisasi bandit tengkorak hitam. Changyi Yuwen yang melihat begitu banyak tumpukan koin emas, koin perak, koin perunggu dan berbagai macam benda berharga lainnya seperti tanaman obat, pil pemulihan, atau pun obat obatan lainnya.
Changyi Yuwen tidak menyangka kalau harta benda milik organisasi akan sebanyak itu. Changyi Yuwen menyimpan harta benda milik organisasi bandit itu ke dalam gelang mustika dewa miliknya. Hanya dengan satu kali kibasan tangan harta benda yang menggunung itu sudah berpindah tempat.
Setelah selesai memindahkan semua harta benda yang ada, Changyi Yuwen mengelilingi tempat tersebut siapa tau dia bisa menemukan informasi penting yang berguna untuknya. Namun dia tidak dapat menemukan informasi apa pun didalam sana.
"Tuan muda. Setelah ini kita akan pergi ke mana?" Tanya Yong pada Changyi Yuwen saat meninggalkan tempat penyimpanan harta milik organisasi bandit tengkorak hitam.
Jawab Changyi Yuwen sambil terus melangkah.
"Apakah Anda sudah menemukan informasi mengenai sekte kalajengking hitam berkaitan dengan sekte teratai emas?" Tanya Yong penasaran. Karena tidak biasanya tuan mudanya ingin ikut dalam rombongan orang lain. Setahunya tuan mudanya orang yang tidak suka ikut campur urusan orang lain.
"Tidak ada. Aku ada urusan lain dengan Patriak sekte teratai emas. Agar identitas kita tetap aman, maka lebih baik kita ikut dalam rombongan keluarga bangsawan Bao."
"Sebenarnya ada masalah apa? Apakah ada sesuatu yang anda sembunyikan dari saya tuan muda?"
"Aku ingin menemui kakek. Tetapi dengan cara berbeda. Karena kita masih harus tetap menyembunyikan identitas kita sebelum sekte kalajengking hitam itu musnah."
"Baiklah. Saya setuju dengan apa pun yang menjadi keputusan tuan muda." Jawab Yong mantap penuh keyakinan. Karena dia memang sudah bersumpah kemana pun Changyi Yuwen pergi dia akan selalu setia menemani.
Tanpa terasa Changyi Yuwen dan Yong sudah sampai di tempat istirahat keluarga bangsawan Bao berada. Pengawal keluarga bangsawan Bao berlarian mendekat kearah mereka berdua karena ada sesuatu yang hendak dia tanyakan.
__ADS_1
"Tuan pendekar sedari tadi saya mencari anda berdua. Namun tidak ketemu temu?" Ucap pengawal keluarga bangsawan Bao ketika sudah di depan Changyi Yuwen dengan Yong.
"Ada apa anda mencari kami?" Tanya Changyi Yuwen pada pengawal keluarga bangsawan Bao itu.
"Sebelumnya maafkan kami tuan pendekar. Sebenarnya kami semua hendak berpamitan dengan tuan pendekar berdua. Karena kami sudah menunda perjalanan cukup lama akibat menjadi tawanan organisasi bandit tengkorak hitam. Karena kami harus segera mengantarkan nona Bao Ning Hwa ke sekte teratai emas." Pengawal keluarga bangsawan Bao menjelaskan maksudnya mencari mereka berdua.
"Anda tidak perlu sungkan. Kapan anda beserta dengan rombongan berangkat?"
"Hari ini juga tuan pendekar. Semakin cepat saya rasa akan semakin baik."
"Sebenarnya saya juga mempunyai sedikit urusan dengan Patriak Fang Tao. Apakah boleh kami ikut dalam rombongan anda menuju sekte teratai emas?"
"Benarkah? Tentu saja saya sangat setuju. Saya beserta dengan rombongan akan dengan senang hati pergi bersama dengan anda tuan pendekar." Jawab pengawal keluarga bangsawan Bao dengan antusias.
Pengawal itu berpikir dengan adanya Changyi Yuwen dan Yong dalam rombongannya seandainya mereka bertemu dengan kelompok seperti organisasi bandit tengkorak hitam maka nasib mereka tidak akan seperti kemarin.
"Kalau begitu. Bagaimana kalau kita berangkat sekarang saja?" Pengawal itu memberi usul.
"Baiklah. Mari kita berangkat." Jawab Changyi Yuwen.
"Tuan pendekar bolehkah saya tau nama anda berdua?" Tanya pengawal keluarga bangsawan Bao. Dia merasa tidak enak hati sudah di tolong namun tidak mengetahui nama penolongnya.
"Anda bisa memanggilku Yuwen dan ini saudaraku bernama Yong." Changyi Yuwen memperkenalkan dirinya.
"Baiklah kalau begitu. Bagaimana kalau saya akan memanggil anda dengan saudara Yuwen dan saudara Yong."
"Terserah anda. Kami tidak masalah." Jawab Changyi Yuwen santai.
Kalau begitu perkenalkan nama saya Hui Min dan ini nona Bao Ning Hwa." pengawal keluarga bangsawan Bao memperkenalkan dirinya dan nona muda yang dikawalnya pada mereka berdua.
__ADS_1